BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 233


__ADS_3

Selamat membaca...


 


“Kak Fania! Liat tuh,” Michelle yang sedang duduk menonton TV di ruang santai bersama Fania siang itu menyenggol lengan kakak iparnya yang duduk di sebelahnya namun tidak ikut menonton TV melainkan asik dengan sosmed nya.


Dua ipar yang amat sangat akur itu kebetulan sedang sama – sama tidak ada kelas hari ini, belum punya rencana untuk keluar rumah juga.


“Hem? Apaan?.”


Sahut Fania tanpa berpaling dari ponselnya.


Michelle menaikkan volume suara TV. “Coba liat ini Kak. Berita tentang si Gold Digger.”


Fania mengalihkan matanya pada TV. “Coba gedein lagi volumenya Chel!.”


“Ada apa sih?. Heboh banget berduaan? Lagi nonton apa?.”


Ara dan Mom ikut bergabung di ruang santai.


Para wanita tinggal di rumah siang ini, sementara para pria sudah berangkat untuk bekerja sedari pagi tadi. Juga Dad yang kebetulan ada janji dengan salah satu temannya di luar.


“Kak Ara, Mom, come! (sini!).” Michelle ikut memanggil mereka. Ia tampak semangat mengajak Ara dan Mom untuk ikut menonton berita yang menarik di channel berita yang sedang ia dan Fania tonton.


Ara dan Mom menurut karena penasaran, sementara Fania sudah serius menonton dan mendengarkan tayangan di TV dengan headline , ‘A Woman Who Cause a Destruction of Harold Corporation was Arrested’. (Wanita penyebab


kehancuran dari Harold Corporation telah ditangkap). Sejumlah bukti kejahatan lain dari wanita yang wajahnya dikenal oleh Keluarga Smith itu pun dibeberkan di media.


“Wow! si Clarissa jahat banget ternyata ya?.” Celetuk Ara melihat berita tentang wanita bernama Clarissa yang sempat menuduh Jeff telah menghamilinya di Televisi.


“Wanita yang berbahaya.” Timpal Mom.


Fania geleng – geleng.


“Gila ya Kak Jeff, hanya dalam dua hari dia bisa bikin wanita itu hancur. Hebat emang si bule gila. Bener semua yang Kak Jeff bilang ke kita loh.”


Michelle ikut menimpali. “Ada ya, wanita setamak dan sejahat itu?.”


“Ada. Ya itu si Clarissa, Chel!.” Celetuk Mom dan tiga anak – anak perempuannya itu tergelak.


“Ih coy, coy! Amit – amit gitu Kak Ara.” Ucap Fania sambil mengelus – elus perut Ara yang makin terlihat besar.


Mereka terkekeh lagi.


“O iya Ara, mama kamu kapan kesini?.” Tanya Mom pada Ara.


“Lusa Mom.” Jawab Ara.


“Berapa orang yang diundang sih Kak Ara?. Buat acara empat bulanan Kak Ara disini?.” Tanya Fania.


“Ga banyak sih , Sweety. Paling sekitar seratus orang.” Jawab Ara.


“Ye ... seratus orang mah banyak kelles.” Celetuk Fania. Ara, Mom dan Michelle terkekeh. “Emang tetangga yang muslim disini banyak ya?.”


“Kalau yang tempat tinggalnya sekitar kita sih, ga ada yang muslim. Tapi ada beberapa kerabat yang tinggal di London dan komunitas muslim yang beberapa kali kita temui kan lumayan banyak juga yang aku, Reno dan keluarga ini kenal.”


“Oh iya yang di Birmingham sama New Castle itu ya?.” Ucap Fania dan Ara mengangguk.


“Ada kerabat dan kolega dekat juga yang kita undang meski mereka non muslim, Fania.” Timpal Mom kini Fania yang manggut – manggut.


“Ya sudah, ayolah mulai kita check and re –check semua keperluan untuk acaranya calon ponakan aku.” Michelle ikut menimpali. Fania, Ara dan Mom mengangguk setuju.


****


“Want to try me, huh? (Mau coba gue, hah?). Ular, mau melawan Naga!.”


Jeff bergumam sendiri saat menonton berita di Televisi tentang wanita yang bernama Clarissa. Seringai sinis dengan wajah yang nampak puas terlihat jelas dimukanya si bule gila. Hanya dalam dua hari saja, wanita yang


berniat buruk pada Jeff itu berhasil ia berikan pelajaran.


“Lumayan.” Andrew masuk ke ruangannya. Melempar koran kepada Jeff.

__ADS_1


Jeff hanya tersenyum smirk.


“Better you stop playing from now on! (Sebaiknya lo berhenti bermain – main mulai sekarang!).” Ucap Andrew. “Find a good one (Cari wanita baik – baik). Lalu menikah!.”


Jeff terkekeh. “Carikan lah yang kayak si Kajol!. Multi-talented. (Multi-talenta). banyak bakatnya itu istri lo, meski kadang suka buat kesal orang.”


“You’re never ever find a woman like my Fania. She’s one and only. Mine! (lo ga akan pernah menemukan wanita seperti Fania gue. Dia satu –satunya. Milik gue!).”


Jeff terkekeh lagi.


“Well, I’m pending to get married then (Yah kalo gitu gue nunda dulu nikahnya).”


“Whatever! (Terserah!).” Andrew memutar bola matanya. Malas debat sama si Jeff kalo muka tengil nya si bule gila udah nampak.


Jeff pun tergelak.


“Jangan khawatir Ndrew, jodoh gue akan datang kalau memang sudah saatnya.”


Terserah Author nya juga kelles. Wkwkwkwk.


**


“Morning, Fania. (Pagi, Fania).” Sapa seorang teman kuliah yang selama ini duduk di dekat Fania selama Fania sudah mulai kuliah. Namun baru beberapa bulan belakangan yang akhirnya teman – teman sekelas Fania beberapa sudah saling menyapa. Dan beberapa bahkan terlihat dekat dengan si Kajol.


Sempat enggan untuk berinteraksi dengan salah satu menantu Keluarga Smith yang mereka pikir sifatnya sama dengan Michelle Adjieran Smith, yang dikenal tak banyak bicara dan jarang melempar senyum.


Ternyata setelah beberapa kali duduk bersama untuk sekedar minum kopi atau membahas materi, teman – teman sekelas Fania mulai menyukainya karena nyatanya istri Andrew Smith itu adalah orang yang supel juga low profile.


Berbeda dengan suami dan adik iparnya yang memiliki image ‘dingin’ pada orang – orang yang tak mereka kenal atau baru mereka kenal.


“Morning. Jeannie. (Pagi, Jeannie).” Fania membalas sapaan temannya.


“I haven’t seen your Lara Croft outside (Gue ga liat Lara Croft lo diluar).” Ucap Jeannie yang menyebut Alex sebagai Lara Croft.


Sejak Alex menemani Fania sewaktu wanita itu pergi jalan – jalan kala menghindari Andrew, sejak itu pula Fania meminta pada Reno agar Alex menggantikan tugas Ezra sebagai pengawal pribadinya. Ia merasa nyaman bersama Alex. Yang tentu saja langsung di iyakan oleh kakak gantengnya itu, dan Andrew pun setuju.


Namun Andrew juga tetap mempekerjakan Ezra untuk mengawasi dan mengawal Fania, meski ditolak si Kajol pada awalnya. Namun hanya Alex yang seringnya menempel pada Fania jika istri Andrew Smith tidak sedang bersama


suami atau keluarganya.


“I told her to have a breakfast (Gue suruh dia sarapan dulu).”


Fania merespon ucapan Jeannie yang menanyakan tentang Alex yang tumben ga keliatan.


Beberapa teman yang lain yang baru saja tiba pun menyapa Fania dan Jeannie lalu duduk didekat Fania dan Jeannie.


“Do you guys any plan tonight? (Apa kalian ada rencana malam ini?).” Tanya salah seorang teman wanita selain Jeannie, a bad girl, tapi baik hati.


“Me, No. (Gue, engga).” Sahut Jeannie. “You, Fania? (Kalo elo, Fania?).”


“Um... I guess I have no plan tonight (Kayaknya gue ga ada acara apa – apa ntar malem). Why? (Kenapa?).”


“Let’s hang out! (Ayo kita nongkrong!).” Ajak si bad girl.


“Sounds great! I’m in (Kedengarannya bagus! Gue ikut).” Sahut Jeannie cepat. "You join us, right? (Lo ikut juga, kan?)," Tanyanya pada Fania.


Fania tampak berpikir.


“Come on Fania, we haven’t spent time for a girl time, since we are getting close (Ayolah Fania, kita belum pernah menghabiskan waktu sesama cewe sejak kita mulai dekat).” Ucap si bad girl lagi.


“I would love to, but I have to ask my husband first. I’m a married remember? not a single like both of you (Gue pengen sih, tapi gue harus ijin ke suami gue dulu. Gue sudah menikah ingat? Bukan single kayak elo berdua).”


Dua teman Fania itu pun terkekeh.


“What a good wife! (Istri yang baik).” Ledek si bad Girl yang bernama Shita, gadis cantik blasteran Inggris – India.


“I couldn’t agree more Shita (Gue setuju banget, Shita).” Timpal Jeannie dan mereka berdua terkekeh lagi. Fania memutar bola matanya malas.


“Then ask him now (Ya udah tanya dia sekarang).” Bujuk Shita. “Come on Fania, let’s some fun. Girls Night Out!. Your husband will understand it (Ayolah Fania, ayo kita bersenang – senang. Kumpul – kumpul cewe. Suami lo


pasti mengerti).”

__ADS_1


Girls night out – sekumpulan cewe – cewe yang keluar nongkrong dimalam hari. (noted: bukan cabe –cabean loh ya).


“Okay, I’ll call and tell him after class (Oke, tar gue telpon dan kasih tau dia selesai kelas).”


***


‘D’. Fania mengetik dan mengirimkan pesan pada Andrew.


‘Yes, Heart. Miss me? (Ya sayang. Merindukanku?).’ Andrew membalas pesan Fania.


‘Banget!. Busy? (Sibuk?).’


‘Sedikit. Kenapa, hem?.’


‘kamu kapan pulang dari Itali?.’


‘Besok.’


‘Jam berapa sampe nya?. Nanti aku jemput.’


‘Oh, ga perlu Heart. Aku ada urusan sedikit sebelum pulang ke rumah.’


‘Hem, ya udah. Aku mau minta ijin, boleh ga?.’


‘Aku telpon ya.’ Tak lama nomor Andrew memanggil. ‘Mau ijin untuk apa, hem?.’


‘Diajak nongkrong sama temen – temen.’


‘Teman – teman yang mana?.’


‘Temen sekelas disini.’


‘Male of female? (Laki – laki atau perempuan?).’


‘Female only. Girls time (Cewe cewe aja). Boleh ya?.’


‘Mau hang out kemana memangnya?.’


‘Yah cewe – cewe paling kemana sih. Nonton, ke cafe palingan.’


“Ya sudah. Jangan ke Klub ya?. Kamu sama Alex aja ga apa – apa yang menemani? Karena aku sedang ada perlu dengan Ezra.’


‘Kan aku udah bilang juga, Alex itu udah cukup. Itu cewe badannya udah keker gitu. Ga perlu Ezra buat ngawal aku juga. Udah kayak cucu ratu aje banyak amat pengawal. Satu juga udah risih akunya.’


Andrew terkekeh mendengar cerocosan Fania. ‘Ya sudah, have fun kalau gitu. Aku tutup dulu ya. Kasih kabar, tapi ga usah telpon, send message (kirim pesan) aja. Kadang sinyal bermasalah.’


‘Oke suamiku sayang. Maacih ya Donald Bebek. Love you.’


‘Love you more. Take care.’


*


“Halo Ezra, meet me at the Royal Suite* (Halo Ezra, temui gue di Royal Suite).” Andrew berbicara di ponselnya. Lalu mengakhiri pembicaraan singkatnya.


“You’re not going back home Mister Andrew or Company? (Anda tidak langsung pulang ke rumah atau Perusahaan Tuan Andrew?).”


Supir yang membawa Andrew dari Bandara bertanya pada Tuannya itu.


“No. Take me to Royal Suite, I have another appointment tonight (Engga. Bawa aku ke Royal Suite, aku ada janji lainnya nanti malam).”


“Yes, Sir (Baik Tuan).”


***


To be continue...


Oh iya sekedar info dari Author. Mohon kiranya kalo berkenan ( ngarep sih Author sebenarnya) Hehehe ..


Mampir ke Karya kedua Author yang "Apalah Cinta" ya. karena Author nya sudah mendaftarkan Novel receh kedua Author untuk ikut kontes #YOUAREWRITERSEASON5


Ditunggu kehadiran, Like, Vote dan Komennya. Jangan lupa add ke favorit yah, kalo suka itu juga. 😃

__ADS_1


Loph Loph from Author 💗💗 


Terima kasih Readers semua


__ADS_2