
Selamat membaca .....
“Cindy?!....” Fania benar – benar tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Seseorang yang pernah menempatkan dirinya dalam bahaya. Wanita sekutunya Nick saat pria gila itu menculiknya.
“Turn all of the light ( Nyalakan semua lampu ).” Titah Andrew pada orang - orangnya.
Fania memperhatikan Cindy dari ujung rambut hingga ujung kaki pada wanita yang tampak tertekan dan frustasi itu. Bahkan ia masih memakai pakaian yang sama seperti saat terakhir Fania melihatnya di Villa tempat Nick menahannya.
Matanya juga melihat sebuah jeruji di belakang Cindy yang sedang diapit dengan di cengkram oleh kedua orang bodyguard.
“N – Nald .. ke – kenapa dia ada disini?.” Fania bertanya terbata pada Andrew. “Se – seharusnya di – dia di –di pen- penjara, k – kan?.”
“Memang.” Jawab Andrew singkat. “Memang selama ini dia dipenjara.” Andrew menunjuk jeruji yang ada dibelakang Cindy yang tengah berdiri sembari di cengkram kuat oleh dua orang pengawalnya itu dengan kepalanya.
“I – iya, maksud aku ....” Fania belum sempat melanjutkan kalimatnya karena Cindy sudah menyambar.
“I knew it!. ( Sudah ku duga ).” Pekik Cindy membuat Fania menoleh. “I knew it is all because of you! You asked him to lock me here!. ( Sudah ku duga ini semua karenamu!. Kau meminta dia untuk mengurungku disini! ).”
“Shut Up!. ( Diam! ).” Hardik Andrew pada Cindy.
“Nald, ini semua apa maksudnya? ... Kenapa kamu tahan dia disini?. Kenapa kamu ga serahkan dia ke polisi?.” Cecar Fania pada Andrew.
“Dia pantas diperlakukan seperti ini.” Jawab Andrew santai. Sementara Jeff masih berdiri tanpa ikut memperhatikan dan mendengarkan.
Sembari juga melihat Cindy yang memang tampak menyedihkan. ‘Lo sudah pernah diperingatkan Cindy, tapi lo sendiri yang cari mati.’ Batin Jeff.
“Remember what she did to you. ( Ingat apa yang dia lakukan padamu ).” Ucap Andrew yang menatap Cindy dengan tajam.
“I – iya, tapi.. Ni ..” Fania hendak berbicara namun kembali tak sempat melanjutkan kalimatnya.
“I Said Don’t ever call his name in front of me!. ( Aku bilang jangan pernah sebut namanya lagi didepan ku! ).” Andrew berkata kencang, membuat Fania tersentak.
“Ma – maaf.” Ucap Fania pelan.
Andrew menyadari dirinya yang membentak Fania. “Sorry. ( Maaf ).” Menggengam tangan Fania. “Jadi, kamu mau apakan dia?.”
__ADS_1
“RELEASE ME! SHE IS SAVE RIGHT?! NICK WAS FAILED TO TAKE HER AWAY FROM YOU!. ( BEBASKAN
AKU! DIA SELAMAT KAN? NICK GAGAL MEMBAWANYA PERGI DARIMU! ).” Teriak Cindy.
Andrew memandang tak senang pada Cindy yang menyebutkan nama laki – laki yang akan membuat darahnya mendidih setiap dia mendengar namanya.
“YOU WANT ME TO RIP OUT YOUR MOUTH?!. ( MAU GUE ROBEK MULUT LO?! ).” Andrew berteriak balik pada Cindy. Membuat tubuh Fania mulai gemetar kalau Andrew sudah terlihat seperti ini.
“Nald ....” Fania memanggil pelan sambil menggerakkan tangannya yang digenggam Andrew.
“TELL HIM TO LET ME GO, YOU B*ITCH!. ( BILANG PADANYA UNTUK MELEPASKANKU, DASAR PEREMPUAN MURAHAN! ) HE EVEN LET MY HAND WITHOUT ANY AID! ( DIA BAHKAN MEMBIARKAN TANGANKU TIDAK DIOBATI! ).” Cindy berteriak sambil mengumpat pada Fania seraya mengangkat tangan kanannya yang jarinya – jarinya sudah tampak membiru. Ungu bahkan.
“SHUT YOUR F*CKING MOUTH! YOU H*RE!. ( TUTUP MULUTMU! DASAR P*LACUR! ).” Andrew menatap
Cindy dengan pandangan yang amat menakutkan. “I think, I made a mistake to give you a mercy!. ( Aku rasa sudah membuat kesalahan dengan mengasihani mu! ).”
Andrew melirik pada tangan kanan Cindy yang sudah ia patahkan itu. Cindy menyadari hal tersebut, ia pun bergidik ngeri.
“Nald!.” Fania menahan Andrew yang hendak melangkah maju. “Dia perempuan, Nald.” Hari ini seperti saat di Villa Andrew tampak seperti orang lain baginya. Bukan Donald yang hangat, namun kebalikannya. 'Kenapa kamu jadi kejam begini, Nald?.' Batin Fania.
“Perempuan yang mampu membahayakan perempuan lain. Sudah sepantasnya menderita.” Ucapan dan nada bicara Andrew lagi – lagi membuat Fania ngeri. “I believe Jeff had warned you to not disturbing my Fania. ( Aku rasa Jeff sudah memperingatkan mu untuk tidak mengganggu Faniaku ). My Wife, My everything!. ( Istriku, segalanya
bagiku! ).”
“Let me go, Andrew!. ( Lepaskan aku, Andrew ).” Pinta Cindy. “My Dad and my Brother will looking for me, also my family!. ( Ayah dan Kakakku akan mencariku beserta keluargaku! ).”
Andrew terkekeh sinis. “Jeff!.”
Jeff yang sepertinya paham maksud Andrew, menyerahkan sebuah amplop coklat dari tangannya yang tadi diberikan oleh salah satu Bodyguard.
Andrew membuka amplop coklat tersebut. Mengeluarkan isinya yang berupa beberapa foto yang lumayan mengerikan.
Fania melirik pada foto – foto yang dikeluarkan Andrew dari amplop coklat yang diberikan oleh Jeff. Ia pun langsung bergidik ngeri melihat foto – foto yang sedang dilihat Andrew secara beruntun itu.
Andrew melemparkan foto – foto yang sudah selesai ia lihat ke hadapan Cindy. “Let her!. ( Biarkan dia! ).”
Andrew pun memerintahkan orang – orangnya yang mencengkram itu melepaskan Cindy agar wanita itu dapat mengambil dan melihat foto – foto yang ia lempar dan tersebar di bawah kaki Cindy.
Cindy nampak shock. Memunguti dan melihat satu per satu foto – foto yang mengerikan itu. “D – dad ...... ? Charlie .. ? ( Ayah? ... Charlie?.... ).” Air matanya jatuh melihat gambar dalam foto – foto tersebut. “WHAT HAVE YOU DONE TO THEM?!. ( APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN PADA MEREKA?! ).”
“ I didn’t do anything. ( Aku tidak melakukan apapun ).” Ucap Andrew datar tanpa belas kasihan. Sementara Fania hanya berdiri kaku.
Kepala dan hatinya sempat bertanya – tanya, apa Donaldnya sanggup melakukan hal kejam seperti pada foto yang sempat ia lirik tadi. Namun Fania mendengar Andrew menyanggah tuduhan Cindy.
__ADS_1
“Your Dad and your Brother have quiet often made some people very Upset!. Too much made some mess, harms, cheats to many people who respect me and I respect them!. ( Ayah dan Kakak lo sudah sering menyebabkan orang – orang sangat kesal!. Terlalu banyak membuat kekacauan, kerugian, penipuan pada orang – orang yang menghormati gue dan sebaliknya! ).” Andrew menekankan.
Cindy makin bercucuran air mata. “NO! IT MUST BE YOU!. IT MUST BE YOU WHO KILL THEM CRUELY LIKE THIS!. ( TIDAK! INI PASTI KAU! PASTI KAU YANG SUDAH MEMBUNUH MEREKA DENGAN KEJAM SEPERTI INI! ).”
“I don’t need you to trust my words or not. I don’t care!. ( Gue ga butuh lo mempercayai kata – kata gue atau engga. Gue ga perduli! ).” Tekan Andrew.
“YOU!. ( KAU! ).” Cindy kini menatap Fania penuh dendam dan kebencian. “ALL OF THIS BECAUSE OF YOU!. ( SEMUA INI GARA – GARA KAU! ).”
Cindy bangun tiba – tiba dan hendak menyerang Fania yang sudah spontan bergerak mundur karena kaget. Namun tentu saja aksi Cindy keburu dihadang oleh dua orang pengawal yang tadi mencengkram nya.
“You never Learn, Cindy Frederick!. ( Lo ga pernah belajar, Cindy Frederick! ).” Andrew juga menatap Cindy dengan amarah dimatanya. “YOU DARE TRY TO ATTACK HER IN FRONT OF MY NOSE?!. ( LO BERANI MENCOBA MENYERANGNYA TEPAT DIHADAPAN GUE?!).”
Andrew maju selangkah. Cindy menelan salivanya.
“What?!. You gonna kill me, Now?!. ( Apa?!. Apa kau akan membunuhku sekarang?! ).” Tantang Cindy yang sudah terlihat depresi. “Police will be suspicious when they found out that I’m missing!. ( Polisi akan curiga saat mereka tau kalau aku menghilang! ).”
“Haha ....” Andrew tertawa namun terdengar menyeramkan bagi Cindy, bahkan Fania yang masih diam terpaku tak mampu berkata melihat Donaldnya saat ini. “Jeff, show her!. ( Jeff, tunjukkan padanya! ).”
Jeff melangkah maju dengan seringai di wajahnya dengan sebuah tab ditangannya.
“Cindy Frederick!. Has been gone by Taken all of money from her Dad’s strongbox and some assets that she had been stolen then sold it. ( Cindy Frederick ! Telah menghilang setelah mengambil semua uang dari brankas ayahnya dan beberapa aset kemudian menjualnya ).” Jeff seperti membacakan sebuah berita dari tabnya.
Andrew tersenyum sinis.
“And now she is being suspect for the murderer of her dad and Brother by paying some people to slay them!. ( Dan sekarang ia menjadi tersangka atas pembunuhan ayah dan kakaknya dengan membayar sejumlah orang untuk membantai mereka! ).” Jeff melanjutkan. “Seizure of properties in family. ( Perebutan harta dalam keluarga ).”
Jeff menunjukkan pada Cindy informasi yang barusan ia bacakan.
Wanita itu terlihat lemas. Sudah merasa dirinya hancur karena mengganggu wanita yang amat dicintai seorang Andrew Smith.
“You put my wife life in danger!. Make her almost die.. ( Lo menempatkan istri gue dalam bahaya. Membuatnya hampir kehilangan nyawa .. ).” Ucap Andrew yang menatap tajam Cindy berbicara dengan nada suara yang datar namun tersirat kemarahan didalamnya. “It’s the price you have to pay. ( Ini adalah harga yang harus lo bayar! ).”
“Then why you keep holding me here?. Police are looking for me, right?. ( Lalu kenapa kau masih menahanku disini?. Polisi pasti sedang mencariku, kan? ).” Ucap Cindy dengan mengiba.
“Nald, udah ya?. Dia sudah cukup membayar, Nald.” Fania memberanikan diri untuk bersuara. “Dia sudah cukup menderita.”
Andrew mendengarkan ucapan Fania, namun tidak menoleh pada istrinya yang sedang mengiba untuk Cindy.
“Are you begging to your husband for me?. Huh, what a good wife. Hypocrite!. ( Apa kau sedang memohon pada suamimu untukku?. Huh, istri yang baik ya. Munafik! ).” Cindy berkata sambil memandangi Fania dengan jijik.
Membuat Andrew geram karena kata – katanya. “You talk too much!. ( Lo banyak bicara! ). Dare to insult her again and again. ( Berani menghinanya terus menerus ). I will give you a big suffer! ( Gue akan kasih lo penderitaan yang ga ada habisnya! ).” Andrew melangkah maju lagi. “ Jeff! Take Fania out from here!. ( Jeff bawa Fania keluar dari sini! ).”
**
__ADS_1
To be continue....