BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 223


__ADS_3

Selamat membaca..


 


Andrew dan Fania, juga Reno, Ara beserta Jeff memutuskan untuk langsung kembali ke Kediaman Smith.


Andrew dan Jeff tidak jadi mengajak Fania untuk hang out ke Peckham malam ini. Mengingat mungkin aja si Kajol sedang kekurangan tenaga akibat tadi abis olahraga menghajar si Gabriela.


“Assalamu’alaikum.” Mereka mengucap salam bersamaan, menyapa Dad, Mom beserta Michelle yang tengah duduk – duduk di ruang keluarga.


“Wa’alaikumsalam.” Ketiganya menjawab salam bersamaan, para anggota keluarga yang memang sedang mereka tunggu itu untuk makan malam bersama.


“Hello my all Gorgeous Sons and daughter ( Halo para putra dan putriku yang menakjubkan ). How was your day? ( Bagaimana hari kalian? )” Sapa Dad Anthony pada para putra dan menantunya.


“Bad! ( Buruk! ).” Celetuk Fania.


Dad, Mom dan Michelle sedikit heran.


Reno menghela nafasnya. ‘Kenapa coba jadi dia yang sewot banget sih?. Ara juga udah biasa lagi.’ Batin si kakak ganteng yang teraniaya.


“Loh kenapa, Sayang?. Coba cerita sama Mom.”


Mom Erna seketika merangkul bahu Fania dan membawa menantu keduanya itu untuk duduk. Michelle pun bergeser mendekati Fania dan Mom karena jiwa kepo nya sedang meronta.


Sementara Andrew, Ara dan Jeff terkekeh melihat Fania yang nampak masih sebal pada Reno.


“Kenapa memangnya?.” Tanya Mom. “Ada kejadian apa?. Kamu ada masalah di Universitas, Fania?.”


Fania menggeleng.


“Just miss understanding Mom ( Hanya kesalahpahaman Mom ).” Sahut Reno.


“Yang berujung kekerasan.” Celetuk Andrew.


“What? ( Apa? ).” Dad, Mom dan Michelle sedikit terkejut.


Reno angkat suara untuk menjelaskan insiden di kantornya sore tadi. Termasuk keributan antara Fania dan Gabriela.


Keterkejutan kembali nampak diwajah Dad, Mom dan Michelle yang juga mendengar cerita kalau Fania terlibat ‘perkelahian’ kecil dengan wanita yang berusaha menggoda Reno.


“Seems that your wife is a Chun Li, Andrew ( Sepertinya istrimu itu Chun Li, Andrew ).” Dad meledek mendengar salah satu menantunya itu bisa menyerang seseorang.  Andrew pun terkekeh.


“Yeah, I guess so, Dad ( Aku rasa juga begitu, Dad ).”


“Bar – bar!.” Celetuk Reno.


“Ih biarin si!. Biar tau rasa itu kuntilanak kebon.” Sahut Fania. Membuat Dad, Mom dan Michelle mengernyitkan dahi mereka.


Sementara Andrew, Ara dan Jeff terkekeh lagi. Bisa aja emang si Kajol kalo ngatain orang.


“What?. Kun.... what? ( Apa?. Kun .. apa? ).” Dad bingung. “What is that? ( Apa itu? ).”


“Kuntilanak Kebon. Dad. Makhluk Astral dari Indonesia.” Fania menjawab. “Very ugly ghost! ( Hantu yang menjijikkan ).”


Reno hanya geleng – geleng. Sementara yang lain tergelak. Termasuk Ara.


“Tapi kamu ga apa – apa kan, Sayang?.” Mom mengkhawatirkan Fania. “Ah Mom jadi penasaran lihat kamu menghajar itu perempuan kecentilan.”

__ADS_1


“Ada nih Mom, videonya. You want to see? ( Mau lihat? ).” Celetuk Jeff sambil mengeluarkan ponselnya.


“Mana coba Kak Jeff aku mau lihat.” Michelle menyambar ponsel Jeff karena antusias dan penasaran sekali dengan aksi Fania yang katanya menganiaya si Gabriela.


“Sini Chel.” Mom Erna menyuruh Michelle untuk ke tengah – tengah dirinya dan Dad supaya bisa melihat itu video bareng – bareng, karena mereka tak ada saat kejadian.


“Wow!.” Dad, Mom dan Michelle mengeluarkan kata yang sama lalu mereka kompak cekikikan.


“Aku aja sendiri syok liatnya tadi.” Ucap Ara. “Kalau bukan adik ipar, udah aku jadiin kamu Bodyguard, Sweety.”


“Bener tuh, Ra!.” Timpal Jeff.


“Lagian tuh suaminya ga tegas!. Aturan tendang aja langsung itu si kuntilanak kebon dari ruangan, susah amat.” Lagi, Fania berbicara dengan nada sewotnya. “Jangan jadi laki kurang bersyukur Kak Ren, punya istri cantik begini mana bae banget kek Ibu Peri. Kelewatan kalo selingkuh mah!. Udah gitu cewe nya begitu lagi!.”


“Iyaaaa Little F, gue amat sangat bersyukur. Oh Tuhaaan, kapan selesainya itu omelan lo siihhh?!.” Reno sudah sangat gerah dengan Fania yang terus saja memojokkannya. Kekehan dari anggota keluarga yang lain terdengar lagi.


Baru ini liat seorang Reno Alexander hampir tak berdaya gegara diomelin ade nya. Mungkin kalo bisa Reno ingin melambai ke kamera 😃. Ga kuat udah dia. Saking udah panas itu kupingnya denger omelan Fania.


“Too bad, I was not there ( Sayang sekali aku ga disana ).” Michelle tampak kecewa, karena tak ikut andil dalam 'penyerangan'.


“Mau ngapain memang kalau ada disana?.” Sahut Reno sebal.


“Bantuin Kak Fania lah, belain Kak Ara. Hajar itu wanita tidak tahu malu!.” Celetuk Michelle yang sejenak jadi gemas – gemas kesel pada Gabriela.


“Ga perlu Chel, tenaganya kakak ipar kamu tuh berkali lipat tadi. Diangkat aja susah.” Celetuk Andrew. Ia masih terbayang tadi saat ia coba memisahkan Fania dari Gabriela. Ga kebayang juga istrinya bisa sampe se – bar – bar itu.


“Bagus tapi kamu Fania, Mom dukung kamu kasih pelajaran sama itu si Gabriela.” Celetuk Mom Erna. “Coba kita ada disana tadi ya Chel?.” Mom jadi geregetan. “Mom telanjangi itu dia sekalian!.”


“Setuju Mom. Sekalian aku buat kepalanya seperti kepala Kak Andrew! Plontos!.” Timpal Michelle.


Semuanya tergelak terkecuali Reno.


**


“Heart, kamu mau mandi duluan?.” Tanya Andrew saat dia dan Fania sudah kembali ke kamar mereka selepas makan malam.


“Hmmm. Kayaknya udah lama kita ga mandi bareng?.”


Fania bergelayut manja pada Andrew sambil menunjukkan mimik muka nakal. Namun laki – laki itu hanya tersenyum.


“Kamu belum lama pulih kan, Heart.” Ucap Andrew lembut.


“Aku udah sehat Nald. Kan tadi kamu liat sendiri tuh waktu di ruangan Kak Reno.” Sahut Fania. “Jangan terlalu mengkhawatirkan kesehatan aku.”


“Nanti ya, kalau aku merasa kamu sudah benar – benar pulih, hem?.” Andrew membelai lembut kepala Fania. “Lagipula saat ini aku sedikit lelah. Apalagi kamu kan pasti?.” Kini membelai wajah cantik Fania. “Mau berendam?, aku siapkan air hangat ya?.”


“Ga usah, kalau mandi sendiri aku pake shower aja.”


Andrew tersenyum lagi. “Ya sudah, mandi sana. Meskipun pakai shower tetap gunakan air hangat ya?.” Andrew berlalu dari hadapan Fania. “Aku ambilkan kamu baju ganti dulu.”


“Sepertinya saat ini kamu terlalu menahan diri.” Ucapan Fania membuat Andrew menghentikan langkahnya yang hendak masuk ke dalam walk ini closet, kemudian membalikkan badannya menghadap kembali pada Fania yang kini sedang menatapnya.


“Jangan berfikir macam – macam, okay?.” Ucap Andrew seraya tersenyum dan meneruskan kembali untuk masuk ke dalam walk in closet.


**


“Babe ....”

__ADS_1


Reno mendudukkan Ara dipangkuannya dengan perlahan.


“Ya?. Kenapa, hem?.”


“Jangan marah ya.”


Ara tersenyum pada Reno.


“Aku udah ga marah kok, Hon. Tadi memang sempat kecewa dan ingin marah. Berpikir apa suami aku serendah itu?.”


Ara berkata sambil memandang pada Reno.


“Dan menurut kamu aku serendah itu?. Hem?.”


Ara mengendikkan bahunya. “Siapa tau?. Orang bisa saja berubah kan?.”


“How long you’ve been know me? My wife? Hem? ( Berapa lama kamu mengenalku? Istriku? Hem? ).”


Ara terkekeh. Membelai lembut wajah suaminya.


“Aku tau kamu ga akan jadi serendah itu. Aku hanya sedikit syok tadi. Sedang berpikir dan menelaah. Tapi keburu si Kajol ngamuk sama Gabriela.”


Mereka berdua terkekeh. Reno sampai geleng – geleng kalau ingat kelakuan si adik kesayangannya tadi. “Aku juga ikutan syok lihat si Little F tadi.”


“Ga sangka adik kamu itu, Hon. Berani juga dia ternyata. Ga terbayang kalau andainya Andrew yang ada diposisi kamu tadi.”


“Bukan hanya perempuannya yang bakal habis. Tapi si Donald Bebek bisa kena cakaran mautnya si Kajol.”


****


“Why looking at me like that, hem? ( Kenapa menatapku seperti itu, hem? ).”


Andrew bertanya dari meja kerjanya pada Fania yang sedang duduk ditepi ranjang sambil menghadap padanya.


Sedari tadi Andrew memang sedikit sibuk mengecek beberapa email Perusahaan pribadinya yang ada di Italia dan Indonesia. Namun ia merasa diperhatikan dengan intens, hingga akhirnya menoleh ke sisi kanannya.


Menemukan sang wanita belahan jiwa seperti sedang memandanginya dengan penuh arti. Berpikir kenapa Fania memandanginya seperti itu. Apa yang sedang istrinya itu pikirkan. Namun Andrew hanya bertanya dari tempatnya duduk sekarang. Tak langsung menghampiri Fania.


“Kamu ga kangen emang manja – manjaan sama aku, Nald?.” Fania menjawab pertanyaan Andrew, namun belum beringsut dari tempatnya.


“Kan tadi aku sudah bilang, Heart. Nanti kalau aku merasa kalau kamu sudah pulih benar.” Andrew menimpali ucapan Fania, namun kembali mengalihkan pandangannya pada email di komputernya.


“Ck.” Fania berdecih pelan. ‘Orang lagi ngomong. Malah dicuekin.’ Batin Fania.


Fania akhirnya mulai beringsut dari duduknya, tanpa disadari Andrew yang nampak fokus mengecek satu – satu email yang masuk.


“Few minutes, okay? ( Sebentar lagi, oke? ).” Andrew menoleh karena Fania kini bersandar dimeja kerjanya. “Setelah itu aku langsung temani kamu tidur.”


“Nald.” Andrew sedikit terkejut karena Fania tiba – tiba duduk dipangkuannya. Namun tak lama ia tersenyum.


“Iya, sebentar ya. Sebentar lagi.” Ucap Andrew yang mengelus pinggang Fania sebentar lalu memusatkan lagi matanya pada komputer.


“Aku pengen....” Fania menggoda Andrew sambil membuat pola abstrak di dada si Donald Bebek. Yang membuat darah Andrew sedikit berdesir.


**


To be continue....

__ADS_1


** pengen apa tau si Kajol ** 😜


__ADS_2