
YUHUU AUTHOR DATANG LAGI.... KURANG CINTA APA EMAK SAMA READER DAH AH
😃
****
Selamat membaca..
*
“HA – HA – HA – PUMP IT!”
“HA – HA – HA – PUMP IT!”
Sorak sorai Suara Anak – anak gerombolan FC indo, termasuk Caca dan The Three Muskeeter, Vla, Bi dan Arman melantunkan bait yang sama dengan lagu yang sedang diputar DJ, bersamaan dengan tangan mereka juga yang terkepal keatas dengan wajah sumringah saat melihat gambar Fania yang kembali muncul di layar plasma.
“HEY LOUDER ! PUMP IT!”
“LOUDER ! PUMP IT!”
“LOUDER ! PUMP IT!”
“LOUDER ! PUMP IT!”
Emang kalo soal supporter, orang Indonesia jagonya dah ah. Wkwkwk.
Membuat Andrew berani membuka matanya, kembali menatap ke layar plasma. Reno dan Ara beserta yang lainnya tampak juga menarik nafas lega. Bahkan Michelle terlihat mengusap dadanya.
“Kak Fania....? She.... can drift? (Dia.... bisa nge – drift?)” batin Michelle takjub, namun setengah tak percaya.
🎶SO TURN IT UP, TURN IT UP, TURN IT UP , TURN IT UP, , TURN IT UP. 🎶
“Gue tau lo mampu, Fan.” Ucap John pada dirinya sendiri.
“What in the world...?” (Demi apa itu dia..?).
Jeff pun terperangah takjub saat pengendali drone memutar rekaman saat Fania berbelok tajam dengan skill (keahlian) drift andalannya di tikungan yang agak curam sudutnya meski sedikit slip karena terlihat mobil Gloria sempat mendorong mobil Fania hingga menghimpit garis batas dan setelah itu Gloria kembali melaju dengan cepat.
“Did you see that Andrew?” (Apa kau melihatnya Andrew?). Ucap Reno datar walau dia sendiri tadi sempat sedikit susah bernafas sejenak, berucap dengan wajahnya yang kini mulai terlihat sumringah pada Andrew yang masih nampak tegang namun matanya terus fokus di layar plasma.
__ADS_1
‘Heart.... Is that You?.’ (Sayang... apa itu kamu?). Batin Andrew yang mulai takjub.
***
“Aish, maen rusuh nih.” Gumam Fania saat merasa mobil Gloria sengaja sedikit menghimpit mobilnya, sebagai upaya menyudutkannya. Untung aja kesiagaan reflek tangan dan kaki Fania itu lihai, sehingga gadis itu mampu menahan agar mobilnya tidak terlalu slip hingga tetap mempertahankan ban mobilnya ‘keras kepala’ kek yang nyetir. “Seperti ituh?. Baiklah.”
Fania kembali menggerakan tangannya dengan cepat dan cekatan di perseneling yang juga sinkron dengan gerakan di kakinya membuat mobil kembali berada dalam Power band. Ia melakukan rev matching (istilah teknik dalam transmisi perseneling) dengan benar. Membuat mobilnya kembali melaju cepat dan stabil.
Senyum Gloria tak bertahan lama, karena spion mobilnya menangkap mobil refleksi mobil yang dikendarai Fania sudah kembali tepat berada dibelakangnya.
“What?! She?!....” (Apa?! Dia?!..). Wajah Gloria menunjukkan kalau dia tidak percaya dengan apa yang matanya lihat melalui kaca spion mobilnya.
“Ck. Terlalu pede anda, Nona Gloria.” Gumam Fania yang kini gantian mencoba memprovokasi fokus dari Gloria. “Mau nyingkirin gue ya?. Hah, Tidak semudah itu Ferguso!.”
Gloria tidak menyangka kalau gadis bernama Fania yang katanya istri Andrew itu, ternyata juga bisa mengemudi dalam balapan dengan bagus. Tidak menyangka kalau gadis yang tadi diremehkan nya itu tampak sangat mampu mengimbangi kelihaiannya di belakang setir mobil.
Sungguh apa yang Fania lakukan itu, mampu mengganggu suasana hati Gloria saat ini. Antara tidak percaya, tidak terima membuat dadanya serta merta bergemuruh dan keinginannya untuk mengalahkan wanita yang Andrew bilang adalah istrinya itu semakin besar.
Gloria menginjak dalam pedal gasnya, melesatkan mobilnya dengan tambahan sesuatu yang tabungnya biasanya berwarna biru itu yang juga adalah sesuatu yang wajib ada dalam setiap mobil modifikasi agar performa kecepatan mobilnya dirasa mampu mengungguli lawannya.
“Ga sabaran amat.” Gumam Fania dalam mobil sambil tersenyum dan menggeleng pelan.
Gloria kembali tersenyum sinis, namun matanya sedikit terbelalak melihat apa yang matanya kini tangkap melalui kaca depan mobilnya.
“What, The .. ? ....!” (Appa, appa - an ..? ... !). Ucapnya terperangah heran dan meneguk kasar salivanya.
Fania juga menangkap pemandangan yang sama dengan Gloria. Mata gadis itu pun sama terbelalak nya dengan mata Gloria.
***
berlangsung. Bersamaan dengan ketakjuban mereka yang mengenal Fania baik yang tahu persis kelihaian Fania dalam mengemudi ataupun yang baru mengetahuinya malam ini, terutama Andrew, Jeff dan Michelle.
Meski melihat Gloria yang nampaknya sudah menekan tombol dari piranti penambah performa mobil karena mobil kembali melesat meninggalkan Fania. Namun Reno dan lainnya yang mengenal Fania, termasuk yang baru melihat kelihaian gadis itu dalam menyetir mobil tetap takjub padanya.
“She’s cool Yo!” (Dia keren, Yo!). Ucap beberapa dari penonton yang memuji Fania. Buat yang mengenal Fania pun tak menganggap hal besar kalau andainya malam ini Fania kalah dari Gloria. Toh Gloria memang jago. Mereka yang di London pasti tau.
Yang penting Fania tidak kenapa napa sudah cukup melegakan. Kelihaian dan kecepatan atas rev matching nya pun diatas rata – rata dan patut dibanggakan. Namun kelegaan Reno, Andrew, dua J, Ara dan Michelle berikut para anggota komunitas dari Indo tak berlangsung lama.
“R, Andrew. That Road was set for both of you tonight actually.” (R, Andrew. Jalanan itu sudah diset untuk kalian berdua sebenarnya). Ucap salah seorang Bule, yang merupakan salah satu teman dekat Reno, Andrew dan dua J di dunia otomotif mereka.
“What is it?!” (Kenapa?). Andrew dan Reno menatap horor pada teman mereka itu.
“We’re all thought you both gonna race tonight. So we prepared a surprise.” ( Kami mengira lo berdua bakal balapan malam ini. Jadi kami menyediakan kejutan). Tambah si Bule tersebut yang diketahui bernama Walker.
__ADS_1
“Speak Clearly!” (Bicara yang Jelas!). Hardik Andrew pada Walker. Membuat mata yang lain menoleh.
“Guys.” Suara Ara membuat Andrew menoleh padanya yang sedang menatap layar plasma.
“That’s what I mean.” (Itu yang gue maksud). Ucap Walker sambil menunjuk layar plasma yang menampilkan gambar jalanan di jalur lintasan balap nya Fania dan Gloria. Membuat mereka kembali merasa lemas.
“Untuk kali ini, gue mohon Jangan nekat, Little F.” Gumam Reno yang jantungnya mulai terasa berdebar kencang.
‘Just hit the brake, heart.’ (Injak saja remnya, sayang). Batin Andrew berharap.
“Gue berharap otak lo lagi waras saat ini, Fania.” Gumam John.
****
“What, The .. ? ....!” (Appa, appa - an ..? ... !). Ucap Gloria yang tercengang dan meneguk kasar salivanya.
Fania juga menangkap pemandangan yang sama dengan Gloria. Mata gadis itu pun sama terbelalak nya dengan mata Gloria.
“That is way very impossible to pass.” (Itu sangat tidak mungkin untuk dilalui). Ucap Gloria mulai frustasi namun batinnya masih berperang.
“You gotta be kidding me.” (Bercanda ini mah). Gumam Fania seraya menggeleng sembari menyunggingkan senyum menggeleng tak percaya melihat sebagian jalanan setengah terangkat membuat kumpulan beton itu terpisah dengan jalanan di sebrangnya. “Missed Me?” ( Merindukanku? ).
Fania sudah menyamakan mobilnya disamping mobil Gloria. Membuat wanita yang terobsesi oleh Andrew itu terperangah menoleh pada Fania.
I NEVER FEAR DEATH OR DYIN’
(Aku Tak Pernah Takut Akan Kematian atau Mati)
I ONLY FEAR NEVER TRYIN’
(Aku Hanya Takut Andai Tak Pernah Mencoba)
I AM WHATEVER I AM
(Aku adalah Aku)
ONLY GOD CAN JUDGE ME NOW
(Hanya Tuhan yang Bisa Menghakimi ku)
- We Own It -
by Whiz Khalifa, 2 Chainz
__ADS_1
***
To be continue .....