
Selamat membaca ...
- - -
- - -
“Lama ga ketemu ya?.” Ucap Dewa yang sudah mengulurkan tangannya pada Fania. “Naomy?.”
“Ka Dewa....?.” Sahut Fania yang lumayan terkejut melihat pria yang sedang mengulurkan tangan padanya saat ini. “Hai.” Fania menyambut uluran tangan Dewa yang juga sedang tersenyum padanya.
“Hai juga.” Sahut Dewa masih dengan senyumnya. “Masih kenal kan sama aku? ... Naomy?.”
‘Ga akan mungkin gue lupa.’ Batin Fania dengan tersenyum balik pada Dewa. “Masih lah Kak.”
“Kalian udah kenal?.” Celetuk Jeff.
Reno menoleh pada Andrew yang nampak terpaku ditempatnya dengan raut wajah yang sulit diartikan.
Fania mengangguk sambil masih tersenyum.
“Begitulah.” Dewa menjawab pertanyaan Jeff. Lalu melirik dan tersenyum pada Andrew.
Fania yang sadar kalau Dewa melirik pada Andrew yang nampaknya pikirannya sedang tidak pada tempatnya itu, juga ikut menoleh pada Andrew.
‘Gue cinta, Ndrew sama dia. Sangat!.’
‘Phedopil dasar!. Dia masih delapan belas tahun, Bro!. Masa lo jatuh cinta sama anak baru gede.’
‘Terserah!. Lo belum aja ketemu dia. Dia hanya muda diumur, pemikirannya dewasa.’
‘Jangan terlalu cepat bilang yang lo rasa itu cinta, Wa. Paling lo Cuma penasaran aja sama dia.’
‘Gue ga pernah seyakin ini Drew. Baru sama dia, gue bisa merasakan dada ini berdebar setiap dia ada dideket gue ....’
‘Lo nyatain lah sana perasaan lo.’
‘Nanti bila saatnya tiba.’
‘Mau tunggu sampai kapan?.’
‘Sampe dia gedean dikit. Hahaha.’
‘Whatever Dewa, semoga sukses dengan cinta Abg lo.’
‘Gue akan pastikan dia jadi milik gue. Hati dan orangnya. Lo tunggu aja tanggal mainnya, Ndrew.’
‘Wish you luck (Semoga lo beruntung). Gue doakan lo berjodoh sama dia.’
Setiap perkataan Dewa beberapa tahun kebelakang masih berputar diingatan Andrew.
“D ....”
‘No!. Gue tarik kembali doa gue ke Dewa waktu itu!.’ Andrew membatin.
“D ....” Fania menyenggol lengan Andrew yang tak merespon panggilan pertamanya.
Reno dan Ara serta dua J sedang membaca situasi.
‘Jangan bilang si Little F, adalah cewe Abg yang ditaksir si Dewa dulu.’ Batin Reno berspekulasi. Sama dengan spekulasi Ara.
“Hey, D. Andrew Smith, Donald Bebek. Kok bengong sih?.” Ucap Fania pelan sambil mencubit perut Andrew yang susah tercubit itu saking sixpack nya.
“Hah? Are you talking to me?. (Kamu sedang bicara sama aku?).” Andrew setengah terkejut sambil memandang Fania.
"Bukan sama tembok." Sahut Fania asal. “Bengong, mikirin apa?.” Bisik Fania nampak biasa. Sedang mencoba bersikap biasa sebenarnya.
“Kamu ....” Ucap Andrew spontan.
__ADS_1
“Aku?.” Tanya Fania heran.
“Em, maksud aku , kamu sama Dewa udah kenal?.” Andrew mengalihkan, Dewa hanya tersenyum penuh arti.
“Udah.” Ucap Fania menjawab Andrew dengan tersenyum lalu memandang Dewa lagi yang belum menghilangkan senyumnya. ‘Bahkan senyumnya pun masih sama .... teduh.’ Batin Fania.
“Heem ....” Andrew menjawab singkat dan menatap dengan artian yang Dewa paham.
“Bener – bener kebetulan sekali ya, kalian berdua saling kenal ternyata.” Ucap Ara. “Ngomong – ngomong udah berapa lama kalian kenal?.”
“Lumayan lama. Ya, kan, Naomy?.” Ucap Dewa memandang Fania.
“Iya lumayan lama. Dari sejak kalian berdua ngilang. Ga lama gue kenal Ka Dewa.” Fania menambahkan sambil menunjuk pada Reno dan Andrew.
“Naomy?.” Celetuk John.
“Naomy Stephania. Gadis cantik yang selalu ceria dengan senyum indahnya.” Ucap Dewa dengan jelas.
‘Astaga!.’ Ara langsung menatap pada Reno yang sepertinya paham keterkejutan Ara. Reno mengangkat alisnya seperti membenarkan pikiran Ara yang sama dengannya. ‘Kenapa bisa kebetulan beginiiii?. Kenapa cewe yang di puja setengah mati sama Dewa itu si Sweetyyyyy?.’
Pasalnya Ara ingat betul kalimat Dewa barusan. Kalimat yang pernah Dewa katakan padanya dulu, bahkan Reno juga tahu, saat mengatakan pada Ara dan Reno kalau dia sedang jatuh cinta pada seorang cewek yang ceria dengan senyum indahnya. Dan Ara tahu persis bagaimana perasaan Dewa pada gadis itu.
Seperti halnya Reno dan Andrew yang menjadi saksi betapa tergila – gilanya seorang Dewa pada gadis yang selalu ia ceritakan setiap mereka bertemu atau berkumpul.
Dua J tak sedekat Andrew, Reno dan Ara dengan Dewa. Hanya dengar cerita sekilas saat Dewa yang katanya lagi naksir berat sama seorang cewek.
“Naomy Stephania?.” Ucap John. “Oh iya, nama asli lo kan itu ya Jol?.” Tambah John lagi.
“Jol?.” Dewa sedikit heran memandang pada John.
“Kajol. Nih si Naomy Stephania, a.k.a Fania, a.k.a Kajol.” Timpal John.
Sementara Jeff sedang memperhatikan Andrew yang sedikit nampak aneh dimatanya saat ini. 'Si Andrew kenapa?. Cemburu dia sama si Dewa?.'
“Kenapa Kajol?.” Tanya Dewa.
“Jangan tanya gue, tanya langsung tuh sama dia. Kenapa Jol, lo dikasih sebutan Kajol sama Keluarga Cemara?.” Celetuk John pada Fania.
“Udah Ka, ga usah dipikirin ucapan ini bule kw.” Celetuk Fania dan Dewa tersenyum.
“R, Ara. I think our guests are about leaving (R, Ara. Sepertinya tamu – tamu kita sudah akan pulang).” Dad datang menghampiri. Tepat sebelum situasi dirasa canggung ditempat Reno, Ara, Andrew, Fania, dua J dan Dewa sedang berkumpul.
Reno dan Ara mengangguk. “Okay, Dad.” Sahut mereka berdua dan mengambil posisi untuk menyampaikan terima kasih pada para tamu yang sudah menyempatkan datang.
Fania merasa sedikit heran dengan sikap Andrew yang sepertinya banyak melamun. ‘Donald cemburu, apa ya, denger gue udah kenal sama Ka Dewa?.’ Batinnya menerka – nerka. “D, kita temenin Kak Reno sama Kak Ara, yuk?.”
Fania mencoba melarikan diri dari kecanggungannya bersama Dewa, dengan mengajak Andrew dengan memakai alasan menemani Reno dan Ara.
Andrew mengangguk dan tersenyum pada Fania. “Ayo.” Kemudian menatap pada Dewa. “Gue kesana dulu, Wa.” Ucapnya pada Dewa, berusaha untuk terlihat biasa.
Dewa mengangguk. “Oke. Gue juga mau nemuin Michelle dulu.”
“Dia di kamarnya. A little bit unwell (Sedikit kurang enak badan).” Ucap Andrew pada Dewa yang dibalas anggukan oleh Dewa dan Andrew bergegas menghampiri Reno, Ara dan orang tuanya yang sedang menyalami tamu yang sedang pamit pulang. “Come, Heart.” Ucap Andrew yang langsung menggandeng Fania.
***
“Dewa. Sini.” Ucap Mom Erna saat semua tamu sudah pulang.
“Iya Mom.” Dewa langsung menghampiri dan seluruh anggota keluarga kini merilekskan diri mereka di ruang santai.
Michelle juga nampak terlihat ada di belakang Dewa.
“Halo, semua.” Sapa Michelle dengan suara yang sedikit lesu.
“Loh Chel, kok lo turun?.” Fania menghampirinya. “Bukan istirahat aja sana.”
“Ga apa – apa Kak Fania.” Sahut Michelle. “Bosen aku sendirian di kamar.”
__ADS_1
"Mmm, ya udah kalo gitu. Duduk gih. Ntar tambah pusing." Ucap Fania. Michelle mengangguk.
“Udah makan dan minum obat?.” Tanya Andrew.
“Udah Kak Andrew.” Jawab Michelle lalu duduk di dekat Ara dan Reno. “Maaf ya Kak Ara, Kak R. Aku ga ikut acara tadi.”
“Ga apa – apa, Chel.” Sahut Ara dengan senyumnya.
“Masih pusing kepalanya?.” Tanya Reno yang melihat Michelle masih sedikit pucat.
“Udah engga. Cuma badan aku kayaknya lemes.” Jawab Michelle.
“Sok – sok an sih segala diet ketat. Badan udah lurus begitu.” Celetuk John.
“Ah Kak John, nih!.” Michelle mencebik.
“D, aku ke kamar dulu ya?. Lengket rasanya badan aku nih.” Ucap Fania pada Andrew.
“Ya udah, sana. Nanti aku menyusul.” Ucap Andrew dan Fania mengangguk, lalu segera berdiri dari tempatnya. “Everyone (Semuanya), Fania ke kamar dulu ya?.”
**
‘Ka Dewa....’ Fania termangu di depan kaca wastafel dalam kamar mandi di kamarnya dan Andrew. “Bisa kebetulan gini sih?.”
‘’Kamu cantik, Naomy.’’
‘’Bisa aja Ka Dewa nih.’’
‘’Aku ngomong jujur, emang kamu cantik, Naomy.’’
‘’Kenapa ga panggil aku Fania aja sih Ka?. Meskipun emang nama aku Naomy sih.’’
‘’Karena aku ga mau sama dengan yang lainnya.’’
‘’Maksudnya?.’’
“Ga ada maksud apa – apa. Aku lebih suka panggil kamu Naomy.’’
‘’Kenapa?.’’
‘’Karna kamu spesial.’’
“Apa sih, Ka?. Indomie kali spesial.’’
‘’Hahahaha. Udah gede jangan kemana – mana ya?.”
“Dih, udah gede ini juga sih.’’
‘’Gedean dikit lagi.’’
‘’Kenapa gitu?.’’
‘’Biar bisa aku lamar.’’
Fania menghela nafasnya. ‘Ka Dewa, kalo Kaka ga tiba – tiba menghilang ... mungkin kita ...’ Fania menyentuh pelan dadanya.
Lagi menghela nafasnya. Kali ini sedikit lebih panjang. Mengusap kasar wajahnya.
“Haish!.” Fania seperti kesal sendiri. “Andrew Adjieran Smith.. Donald Bebek.” Kembali mengusap usap dadanya. “Lo Cuma cinta Donald Bebek lo Faniaaa ....” Gumamnya lagi.
... Dia bukan mantan ... karena ga pernah ada pernyataan lisan maupun tulisan darinya ... tapi gue tau dia punya rasa yang lebih dari sekedar teman saat itu ... dan dia membuat gue merasa nyaman ... terlalu nyaman bahkan ...
... Dia bukan mantan ... tapi indah ... setidaknya, sempat membuat dada ini sedikit berdebar saat berdekatan ...
... Dia bukan mantan ... tapi ternyata sulit dilupakan ...
... Dewa Finn ... Ka Dewa ...
__ADS_1
***
To be continue ..