BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 176


__ADS_3

Selamat membaca ....    


*


DAGG!!!


Suara keras yang terdengar seperti menghantam pintu penghubung antara balkon dan kamar. Andrew dan Fania kompak  sama – sama terkejut.


“Astagfirullah.” Bahu Fania sampai terangkat saking kaget dengan suara yang tersebut. “Nald, coba liat dulu itu apaan.”


“Damned. Those b*stard .. (Sialan. Pasti para b*jingan itu).” Gumam Andrew yang sepertinya sudah menerka biang rusuh asal suara yang mengganggu kegiatannya mengeksplor tubuh Fania.


Andrew akhirnya beranjak dan memakai celananya kembali. Menyalakan lampu melalui remote dan berjalan malas menuju balkon. Anaconda nya sudah kembali mulai meringkuk untuk tidur kembali sepertinya.


Fania pun ikut bergegas beranjak dari ranjang. Menyambar kaos Andrew yang tergeletak di atas ranjang tak jauh darinya.


🎶🎶


Makan duren di malam hari paling enak dengan kekasih, dibelah bang dibelah enak bang silahkan dibelah.


🎶🎶


Suara lagu dangdut yang tersetel dengan sangat kencang yang sepertinya sengaja dihubungkan melalui speaker itu, langsung terdengar dengan jelas dan kencang saat Andrew membuka pintu balkon.


Andrew terkekeh geli sambil geleng – geleng tak percaya dengan kelakuan luck not alias laknat para saudara lelakinya yang sudah pasti sedang mengerjai dan mengacaukan ronde kedua pertempuran berkeringat nya bersama Fania.


🎶🎶


Jangan lupa mengunci pintu nanti ada orang yang tau, pelan pelan dibelah enak bang silahkan dibelah...


🎶🎶

__ADS_1


Tak pelak nya Fania yang juga tertawa ngakak sambil duduk disisi ranjang saat mendengar lagu yang terputar amat kencang itu.


“YOU A*SH*LES!. (*B**JINGAN EMANG LO SEMUA)!.” Andrew berteriak pada mereka yang sedang tertawa ngakak dihalaman belakang sambil menatap ke arah balkon kamar Andrew.


“ADIK IPAR GA ADA AKHLAK! KELUARIN ADIK KESAYANGAN GUE GA?!.” Reno balik meneriaki Andrew dengan dua J, Ara beserta Michelle yang tertawa terbahak – bahak di dekatnya.


Sementara Dad dan Mom berdiri sambil terkekeh di dekat pintu penghubung dengan halaman belakang rumah mereka melihat kelakuan anak – anaknya yang sedang mengganggu Pengantin Baru itu.


Fania yang juga masih tergelak buru – buru beranjak dari ranjang untuk segera membersihkan dirinya. Mumpung perhatian si Donald sedang teralih pada biang rusuh di luar. Sekaligus menyambar C*lana dalam berenda berwarna merah miliknya yang tadi dilempar Andrew sembarangan sebelum acara pengeboran sore tadi.


“BAWA FANIA TURUN DONALD BEBEK!.” Teriak Reno lagi. “SEKALIAN BAWA TURUN SENDAL GUE!.”


Andrew menoleh ke arah dekat pintu balkon dan memang tergeletak sebuah sendal yang sudah dipastikan adalah bunyi hantaman yang tadi membuat dirinya dan Fania kaget.


“NIH!.” Andrew melempar balik sendal Reno dari tempatnya ke arah Kakak angkat Fania itu. Sementara yang lainnya masih setengah tergelak. Puas sepertinya dan merasa berhasil mengganggu Andrew yang gagal bersarang, karena saat muncul di balkon laki – laki plontos itu tidak memakai atasannya.


“TURUN CEPAT!.” Teriak Reno lagi.


“TURUN CEPET NDREW! KASIAN ITU YANG ULANG TAHUN!.” Timpal John lagi.


‘Ah iya. Fania ulang tahun hari ini.’ Batin Andrew. “FIVE MINUTES! (LIMA MENIT!).” Teriak Andrew lalu langsung masuk kembali ke kamar dan para biang rusuh kembali ke habitatnya.


Sudah menerka Fania pasti lagi mandi karena sayup sayup terdengar suara gemericik air dari shower di balik pintu kamar mandi. Ia pun bergegas masuk ke walk in closet mengambil kaos untuk ia pakai. Serta meraih satu kotak kecil yang sudah diberi pita dalam saku celananya sambil tersenyum dan menyalakan satu batang rokok di balkon


sambil menunggu Fania selesai mandi.


Tak berapa lama Fania datang menghampirinya. “Loh dangdut dorongnya udah abis?.” Tanyanya pada Andrew karena lagu belah duren sudah tak terdengar lagi.


“Apa?.” Tanya Andrew kurang paham.


“Never mind. ( Ga apa – apa ).” Jawab Fania. “Yuk ah aku laper nih.”

__ADS_1


Andrew mematikan rokoknya meski belum habis. Menarik Fania dalam dekapannya. “Happy Birthday Sweety. My Heart. (Selamat Ulang Tahun Sayang).” Ucap Andrew yang kemudian mengecup bibir istrinya dengan sangat lembut. “Wish You All The Best and may God Protect You Always. (Semua yang terbaik untuk kamu dan selalu dalam Lindungan Tuhan).”


Doa tulus seorang Andrew pada Fania nya.


“ Semalem kan udah ngucapin.” Sahut Fania sambil tersenyum. “Ma kasih sekali lagi ya.” Lalu memeluk Andrew dengan bahagia.


“You are very welcome, My Heart. (Terima kasih kembali sayang).” Lalu Andrew mengeluarkan kotak yang tadi ia masukkan ke saku celananya. “Maaf untuk enam tahun yang terlewat. Dan maaf aku hanya bisa memberikan ini sebagai kado ulang tahun kamu.”


“Ih apa sih Nald. Pake kasih kado segala.” Ucap Fania. “Pernikahan ini udah kado terindah Nald.” Ucap Fania tulus dan haru. Andrew yang mendengarnya pun merasa bahagia.


“Terima kasih ya. Sudah mau menerima aku jadi suami kamu.” Andrew mengecup lagi bibir Fania. “I Love You. Dan tolong terima hadiahnya, hem?.” Ucapnya sambil kembali menyodorkan kotak berpita pada istrinya.


Fania tersenyum. “ Jadi beliin Aston Martin?. Ngeledek banget ini mah.” Lalu membuka kotak yang diberikan Andrew sebagai kado ulang tahunnya.


“Kuncinya dulu. Mobilnya di London.” Sahut Andrew.


Mata Fania terperangah melihat lambang di kunci mobil yang jadi hadiah ulang tahunnya dari sang suami. “Nald, ini. Apa ga berlebihan?.” Fania tak percaya kalau ternyata mobil dengan lambang kuda berdiri yang berlogo dengan warna kuning dan hitam menjadi kado ulang tahunnya dari Andrew.


“Tidak ada yang berlebihan untuk kamu, Heart.” Ucap Andrew tulus sambil merangkul pinggang Fania yang masih takjub dengan hadiah ultah darinya itu.


“Makasih ya. Sekali lagi ma kasih. Buat cinta kamu, buat semua hal yang kamu lakukan untuk aku.” Fania menciumi wajah Andrew. Yang kemudian wajahnya di tangkup Andrew.


“Anggap saja ini hadiah yang tertunda selama enam tahun, hem?.” Ucap Andrew lalu mencium lagi bibir Fania lembut namun menyesap nya dalam. Membuat keduanya terbuai, hingga suara bising dari balik pintu kamar mengganggu momen romantis mereka.


***


To be continue...


LIKE. VOTE. KOMEN 


Si ATeng Bawa Kayu

__ADS_1


Tenk Yu


__ADS_2