
Selamat membaca ....
Fania memasang wajah malasnya sambil memasang senyum yang
terlihat dipaksakan pada orang – orang yang ingin John perkenalkan padanya.
“Fania !!!.“ Seru mereka yang ada di depan Fania.
Membuat John terkejut kalau ternyata teman – temannya mengenal Fania.
"Jangan – jangan nih orang semua Gruppies nya si tomboy lagi." Begitu pikir John.
“Ih Fania .... kemana aja.“ Ucap seorang cowok lokal yang lumayan keren.
“Semedi.“ Jawab Fania asal
“Kalian kenal ternyata?." Tanya Joh.
“Wah bukan kenal lagi ama ini pere satu."
Ucap seorang cowok blasteran yang kebetulan berdiri di samping Fania.
Seketika Fania menginjak kaki cowok tersebut seraya menoleh dan melotot.
“Aw sakit Fania, apaan sih?!. “ Ucap si Cowok blasteran yang ga paham kode Fania.
Membuat Fania menggerutu dalam hatinya.
John sedikit menoleh kepada cowok tersebut. “Kenapa?.“. Tanya John
“It’s okay John.“ Ucap si cowok .
“Jadi lo kenal mereka , Fan?.“
John kembali memastikan karena melihat teman – temannya seperti sudah biasa dengan Fania.
“Heem .... begitulah.“ Jawab Fania malas.
“Kalian pacaran?. “ Ucap seorang cewek indo yang rambutnya di kuncir seperti Fania.
“Sembarangan aja lo. “ Sahut Fania.
“Fania ini adeknya Reno asal kalian tau.“
Ucapan John membuat mereka yang sedang berada di dekatnya terbelalak tak percaya.
“Seriously John?!."“ Ucap Pria Bule yang pertama menegur John bernama Vladimir.
“Gokil! Beneran itu Fania?. Lu ade nya Reno?!. “ Ucap si Cowok Lokal bernama Arman.
“Ga heran sih gue kalo si Fania adiknya Reno.“
Ucap Pria blasteran yang bernama Bryan. Dan Fania menatapnya.
‘Mau ngomong apa nih si Bryan.‘ Batin Fania.
“Maksudnya lo ga heran Bi?. “ Tanya John pada Bryan.
“Yah Reno jago banget di sirkuit , kalo Fania ade nya dia mah ga heran gue,
orang sama –sama ....“ Belum sempat Bryan melanjutkan Fania sudah menyela.
“Cakep ! sama – sama cakep lah gue sama kakak gue.“ Sahut Fania.
Membuat Bryan menatapnya curiga.
‘Nih si Fania kenapa sih?.‘ Batin Bryan.
“Wanna Race John?." Tanya Vladimir pada John untuk mengajaknya balapan.
“ Sparing Partner ? “.
“Hahaha , why not?. “ John tertawa kemudian mengiyakan,
dia sepertinya sudah tidak penasaran kenapa orang – orang disitu
sudah mengenal Fania. Mungkin mereka emang suka nonton Fania manggung.
“Okay. Let’s race.“ Sahut Vladimir.
“You want to join us , Fania?.“ Tanya Vladimir dengan senyuman yang tampak Smirk di wajahnya.
Dan Fania hanya mengangkat tangannya mengisyaratkan penolakan.
“Oh, No, No. Fania cukup nonton aja. Oke adikku sayang?
Nanti lo bisa jantungan karna ga biasa.“ Ucap John yang berpikir
kalau Fania tidak akan bisa diajakin ngebut – ngebutan walau hanya
sekedar Sparing Partner kalo kata Vladimir tadi.
‘Bisa muntah si Fania.‘ Batin John.
__ADS_1
**
John dan Vladimir sudah bersiap di mobil mereka masing – masing.
Dan seorang wanita cantik sudah berdiri di tengah kedua mobil tersebut.
Bersiap memberi aba - aba, dan saat wanita itu menurunkan tangannya
mobil John dan Vladimir pun melesat dengan cepat.
Fania melihat sesi balapan John dan Vladimir dengan bersender di sebuah mobil bersama
dengan Arman.
“Lo ga mau juga?.“ Tanya Arman yang Fania tau arah pertanyaan itu kemana.
“Lo nantang gue?.“ Jawab Fania bertanya balik membuat Arman tertawa.
“Hahaha ... gue udah kalah sebelum bertarung kalo sama lo.“
Ucapan Arman membuat Fania tersenyum sambil memandangi
mobil Vladimir dan John yang sudah berputar dan akan menyelesaikan
pertarungan di arena balap mobil buat sekedar senang – senang itu.
“Fan!" Panggil Bryan.
“Nah , cocok ni Bi lu ama Fania gih. “ Ucap Arman.
“Paham aja lu mand, ini gue baru mau ajakin our Queen.“
Sahut Bryan.
“Gimana Fan ?. Siapa tau lo dah lupa cara nyetir.“ Ucap Bryan lagi sambil terkekeh.
“Okelah. Itung – itung peregangan otot jari.“ Fania menyambut ajakan Bryan
dengan menyematkan jari – jari di tangannya dan membentangkan ke depan.
“Nah, gitu dong.“ Ucap Arman. “Sekalian test drive mobil baru gue.” Tambahnya lagi.
“Mana mobil lu?.“ Tanya Fania.
“Tuh . Yuk.“ Tunjuk Arman seraya mengajak Fania ke mobil BMW M8 miliknya.
Banyak yang menegur Fania saat gadis itu sedang berjalan bersama Arman.
Sepertinya hampir semua orang disitu mengenal Fania.
Ucap Arman melihat Bryan sudah on Position dengan mobilnya.
“Oy Fania, baru keliatan.“ Ucap salah seorang yang ada saat itu dan beberapa
sapaan pun kurang lebih sama. Tak berapa lama hampir semua orang di dalam
sirkuit yang sepertinya tergabung dalam sebuah komunitas berkumpul di dekat
titik mobil Bryan dan Arman karena melihat Fania berjalan ke arah
mobil Arman yang sudah di posisikan di samping mobil Bryan.
Arman terlihat membukakan pintu mobil nya untuk Fania dan
mempersilahkan gadis itu masuk untuk duduk di belakang setir
dengan gaya seolah – olah Fania itu orang terhormat.
“Lebay lu.“ Ucap Fania saat sudah duduk di belakang kemudi mobil Arman sambil
memasang seat beltnya.
Sementara kerumunan yang berada sedikit jauh dari
mobil Fania dan Arman sepertinya bersemangat sekali.
“Wuih Asik Nih.‘ Celetuk salah seorang dari mereka
“Sayang untuk di lewatkan.“ Celetuk yang lain lagi. Dan beberapa celetukan juga
kurang lebih sama. Intinya mereka seperti menantikan momen ini.
Sementara di belakang mobil Bryan dan Arman yang akan di kemudikan Fania
sudah ada mobil Vladimir dan John yang sudah menyelesaikan balapan mereka
dengan hasil seri. Mereka sebenarnya mau balapan satu lap lagi,
tapi harus mereka tunda karna tampak dua mobil sudah siap untuk balapan juga
dan orang – orang yang ada disitu terlihat sangat excited untuk melihat kedua mobil tersebut balapan.
Vladimir tampak senyum – senyum dan bersandar di kap depan mobilnya.
*
__ADS_1
“Who’s gonna race with Bryan. It looks that everyone are so excited?.“
Tanya John pada Vladimir karena melihat kerumunan yang sepertinya sangat ingin
melihat balapan antar Bryan dan seseorang di dalam mobil BMW milik Arman.
“R’s sister.“ Jawab Vladimir enteng.
“Oh.“. Sahut John belum mudeng sama ucapan Vladimir.
“R’s sister ? R’S SISTER? FANIA?!, IS THAT WHAT YOU MEAN?!.”
John seketika Panik, terdengar dari suaranya yang seperti Shock mendengar ucapan Vladimir.
Dan pria Bule asal Rusia itu hanya mengangguk – angguk sambil senyum – senyum.
Tanpa pikir panjang John langsung berlari untuk menghampiri Fania
yang sedang berada dalam BMW nya Arman
dan tampak sudah siap untuk memulai balapan
karna Arman sudah berdiri di tengah kedua mobil yang di akan di lajukan oleh Bryan dan Fania.
“FANIA!.“ John mengetuk pintu mobil yang akan dikendarai Fania.
Wajahnya panik dengan nafas yang sedikit tersengal.
Fania menurunkan kaca mobil tersebut dan bertanya dengan santai.
“Kenapa Kak?.“ Tanya Fania dengan santainya pada John.
“Kenapa? ! Lo tanya kenapa? !. Turun ga !.“ Perintah John sambil mencoba membuka
pintu mobil yang terkunci. “Jangan GILA lu . Turun!.“
Nada suara John meninggi. “Bisa dibunuh Reno gue kalo lu kenapa –napa!. “
Sementara Fania hanya tertawa tanpa terlihat untuk keluar dari mobil tersebut.
“Chill out sih Kak. Se - lap doang.“ Ucap Fania masih dengan nada santai.
“Yoi Bro Chill out.“ Ternyata Arman sudah berada di dekat John
karena melihat laki – laki itu mendatangi Fania dengan wajah panik
dan menyuruh gadis itu turun dari mobilnya.
“Diem Lu!. “ Bentak John yang masih
panik dan ga rela kalo Fania gaya – gayaan ikut balapan.
Sama Bryan lagi, yang John tau kalo laki – laki itu lumayan jago.
“Ya ampun Fania, jangan macem- macem !..
.Lo nyetir mobil aja jarang – jarang segala mau balapan .
Turun gue bilang!.“
“Udah ah. Bentaran doang.“ Ucap Fania lalu menaikkan kembali kaca mobilnya.
“FANIA!. “ Teriak John . “Gue telpon kakak Lu sekarang Nih ya!.” Ancam John
sambil mengambil handphone dari sakunya dan menekan
salah satu kontak seraya menekan tombol panggilan dan menunjukkan
layar HP pada Fania kalau dia sedang menghubungi Reno.
Fania tetap bergeming di dalam mobil sambil tersenyum dan menekan klakson
memberi aba –aba pada Arman untuk segera ambil posisi di tengah untuk memberi aba –aba.
Vladimir datang mendekati John yang masih panik wajahnya. “Step aside Man.“
Ucap Vladimir sambil mendorong tubuh John pelan.
John ingin membentak Vladimir sebenarnya, tapi ada suara dari panggilannya ke nomor
Reno barusan. John sadar dia sedang menghubungi Reno. Dia menatap ponsel
kemudian ke arah mobil Arman dan Bryan.
John akhirnya menekan tombol untuk menerima panggilan.
Reno sudah bersuara lebih dulu sebelum John menjawab.
‘What is it John?.‘. Suara Reno terdengar malas.
“REN ! ADE LU ! ADE LU ! FANIA !.“
*
To be continue .....
__ADS_1