BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 31


__ADS_3

Selamat membaca....


“ Liitle F ... “. Reno menepuk-nepuk tangan Fania saat mereka sudah tiba di kediaman mewahnya itu. Ara


membantu mengambil tas Fania lalu menyerahkan kepada supirnya untuk dibawakan.


“ Fania .... “. Ara ikut mencoba membangunkan Fania yang sepertinya sangat lelah itu. Akhirnya


Fania membuka kedua matanya saat Reno dan Ara mencoba membangunkan gadis itu untuk yang kedua kalinya.


Fania menggerakkan kepalanya ke sisi kanan dan kiri karena merasa pegal.


“ Udah sampe ? “. Tanya Fania sambil celingukan mencari tasnya.


“ Tas kamu udah sama Pak Yanto, Fan “. Ucap Ara yang melihat Fania sedang mencari tasnya. Dan Fania


hanya ber OH ria sambil bergegas turun dari mobil.


Fania terdiam saat sudah berdiri menghadap rumah mewah yang ada di depannya.


‘ Udah lama banget sejak terakhir kesini ‘. Batin Fania.


Reno memperhatikan Fania yang sepertinya sedang melamun.


“ Udah lama ya kamu ga kesini “. Ucap Reno saat sudah mendekati Fania sambil mengacak acak rambut


gadis itu.


“ Banget kak “. Jawab Fania pelan.


“ Yuk , masuk “. Ajak Ara mendekati mereka berdua. Dan ketiganya pun melangkah untuk masuk ke dalam


rumah.


“ Non Fania, ini tasnya “. Pak Yanto memberikan tas Fania yang tadi dititipkan Ara padanya.


“ Ah iya,  ma kasih Pak Yanto “. Ucap Fania sopan seraya menerima tasnya.


Pintu rumah Reno dan Ara sudah terbuka lebar sejak saat mobil mereka masuk ke halaman. Karena para


Pelayan yang bekerja di dalam rumah itu selalu sigap dalam bekerja, termasuk menyambut majikan mereka saat mereka pulang ke rumah.


Dua orang pelayan sudah terlihat menunggu Reno dan Ara di sisi kiri dan kanan pintu rumah


mereka.  Yang satu usianya kira – kira sudah agak berumur dan yang satu lagi kira – kira masih seusia Reno.


“ Selamat datang Tuan Reno, Nyonya Ara “. Ucap si Pelayan yang lebih muda.


“ Selamat malam Den Reno, Nyonya Ara. Selamat datang kembali “. Ucap si Pelayan yang agak berumur.


Kedua pelayan itu sepertinya tidak memperhatikan keberadaan Fania yang berada di belakang Reno


dan Ara karena mereka hanya fokus pada majikannya.


“ Loh Bi Sari sudah kembali ? “. Tanya Reno pada pelayan yang sudah agak berumur itu yang biasa di


panggil Bi Sari.


“ Sudah Den, tadi waktu den Reno dan Non Ara keluar, saya kebetulan sudah sampai disini “. Jawab


Bi Sari.


“ Selamat datang kembali ya bi “. Ucap Ara dengan senyumnya.


“ Terima kasih Non Ara “. Jawab Bi Sari.


Sementara Fania memperhatikan Bi Sari yang sedang bicara dengan Reno dan Ara.


‘ Itu Bi Sari kan Ya? ‘. Batin Fania.


“ Oh iya Bi, tadi sebelum saya pergi saya minta Ovi menyiapkan kamar untuk ... “. Reno belum


menyelesaikan kata – katanya karena Fania tiba – tiba maju menghampiri Bi Sari.


“ Bi Sari !. Bibi apa kabar ? “. Ucap Fania bersemangat.

__ADS_1


Sementara Bi Sari sedikit merasa bingung dengan gadis manis di depannya itu.


“ Ba – baik Non .... “. Ucap Bi Sari. ‘ Nona manis ini siapa ya ? ‘. Bi Sari coba mengingat – ingat.


“ Ih, Bibi masa lupa sama aku ? “. Ucap Fania membuat Bi Sari menger nyit kan dahinya makin bingung.


Reno dan Ara hanya tersenyum dan membiarkan Fania dengan tingkahnya.


“ Bi Sari coba lihat baik – baik muka aku “. Ucap Fania sambil menghadapkan wajahnya tepat di di


hadapan Bi Sari sambil tersenyum.


“ Maaf Non, Bibi lupa “. Ucap Bi Sari tampak ragu menjawab karena takut menyinggung gadis di depannya


itu. ‘ Senyumnya sih mirip ..... ‘.


“ Ini si Tomboi Fania, Bi “. Ucap Reno yang udah ga sabar nunggu Bi Sari inget.


‘ Engga bakalan ngenalin Fania yang sekarang juga si Bibi. Lama ini urusannya kalo di tungguin inget ‘.


Batin Reno.


“ Hah? A-apa?! “. Bi Sari tampak sangat terkejut mendengar ucapan Reno barusan. Dan Fania pun


mengangguk – angguk kan kepalanya dengan tersenyum pada Bi Sari.


****


“ Silahkan Non Fania “. Ucap Bi Sari saat sudah membukakan pintu kamar yang tidak asing untuk Fania.


Sesaat sebelum masuk Fania bertanya pada Reno. “ Oh iya Kak, Bunda ada disini juga apa di London ? “.


Reno terdiam sejenak lalu tersenyum “ London....”. Ucapnya .


“ Yah .... “. Sahut Fania . “ Padahal gue kangen banget sama Bunda kak “. Sambungnya kemudian masuk


ke dalam kamar di ikuti Reno dan Ara.


“ Ma kasih Ya Bi “. Ucap Fania kemudian mengedarkan pandangannya pada seisi kamar tersebut.


sering menginap dulu. Banyak kenangan yang Fania miliki di rumah Reno termasuk kamar ini.


“ Kenapa ? “. Tanya Reno menghampiri Fania yang terlihat sedikit melamun.


“ Ga apa – apa Kak , baper inget dulu. Hehe... “. Fania tersenyum pada Reno tapi matanya


sedikit berkaca – kaca.


“ Ya udah , istirahat ya. Gue sama Ara juga mau istirahat “. Ucap Reno sambil membelai kepala Fania


dan Ara pun tersenyum melihat interaksi suaminya dengan Fania. Sementara Bi Sari masih setia berdiri juga sambil memperhatikan Reno dan Fania.


‘ Ya Allah, akhirnya non Fania bisa ketemu. Tapi beneran itu non Fania yang dulu ? ‘. Batin Bi Sari.


“ Fania kamu istirahat ya, tidur yang nyenyak. Aku sama kakak kamu yang ganteng ini mau bobo juga nih “.


Ucap Ara kemudian mengajak Reno untuk pergi ke kamar mereka. “ Yuk Hon “. Ajak Ara pada suaminya.


“ Yuk “. Sahut Reno


“ Fania, ditinggal ga apa – apa kan? “. Tanya Ara


“ Ga apa – apa Kak Ara yang cantik “. Jawab Fania.


“ Kita tinggal dulu ya Little F “. Ucap Reno sambil melangkah untuk keluar dari kamar Fania.


“ Iya, ma kasih Kakak – kakakku “. Ucap Fania sambil tersenyum.


“ Met istirahat Fania sayang “. Ucap Ara kemudian berjalan mendahului Reno.


“ Oh iya Bi, keperluan Fania sudah saya minta Ovi dan Tina untuk memberes kan di dalam lemarinya. Coba


bibi tolong periksa lagi ya. Takut ada yang kurang, bibi tanya Fania aja nanti “. Ucap Reno pada Bi Sari kemudian berjalan keluar menyusul Bidadari surga pribadinya ke kamar mereka.


“ Iya Den, akan Bibi Cek lagi keperluannya Non Fania “. Jawab Bi Sari kemudian menutup pintu kamar

__ADS_1


Fania setelah Reno dan Ara keluar.


Bi Sari kemudian mendekati Fania yang kembali asik mengedarkan pandangannya pada seisi kamar.


“ Non, Non.... Fania ? “. Ucap Bi Sari membuat Fania menoleh kearahnya.


“ Iya Bi ? “. Jawab Fania sambil tersenyum mengingat selain Bundanya Reno yang baiknya kayak Ibu


Peri, Bi Sari juga baik pada Fania karena Bi Sari itu asistennya Ibu Peri.


“ Ya Allah, bibi masih ga percaya ini non Fania nya den Reno yang dulu “. Bi Sari bicara seraya takjub


dengan penampilan Fania sekarang.


“ Iya Bi, ini aku Fania yang dulu sering main sama nginep disini “. Fania memeluk Bi Sari dengan


gemas.


“ Non Fania, Bibi kangen udah lama banget ga ketemu “. Mata Bi Sari berkaca – kaca saat bicara


dengan Fania kali ini , sambil membalas pelukan Fania.


“ Ah Bohong “. Ucap Fania


“ Ya Allah Non, masa Bibi bohong. Bibi beneran kangen “.


“ Bibi lupa tuh sama aku . Ga ngenalin segala “. Fania pura – pura terlihat kesal.


“ Astagfirullah Non Fania, gimana ini bisa ngenalin non Fania sekarang. Tuh...tuh liat nih “. Ucap


Bi Sari sambil memutar – mutar badan Fania.


Fania tertawa geli pada Bi Sari seraya pasrah karna tubuhnya lagi di putar – putar oleh Bibi baik


hati itu.


“ Non Fania tinggi banget sekarang. Udah gede, udah jadi gadis cantik “. Puji Bi Sari yang masih


takjub dengan penampilan Fania.


“ Masa? “. Sahut Fania.


“ Iya bener non, nih rambutnya juga udah panjang. Udah kayak perempuan banget “. Tambah Bi Sari. Bener


– bener bikin Fania terkekeh.


“ Hahaha... Bi Sari...Bi Sari.... lucunya ga ilang – ilang “.


“ Bibi nih ngomong bener, malah di bilang lucu “. Protes Bi Sari.


“ Aku kan cewek Bi, dari dulu juga “.


“ Iya cewek tapi kayak cowok “.


Lagi – lagi ucapan Bi Sari membuat Fania terkekeh geli.


“ Ini kamar ga banyak berubah ya Bi “. Ucap Fania seraya duduk di tepian ranjang.


“ Engga non, Cuma beberapa furniture yang di ganti karena udah lama. Lagian ini akan selalu menjadi kamar


Non Fania dari dulu sampai sekarang. Den Reno ga membolehkan ada orang yang tidur disini kalau ada yang menginap di rumah ini, termasuk Den John “. Bi Sari menjelaskan.


“  Masa iya Bi ? “. Tanya Fania mengikuti Bi Sari yang berjalan masuk menuju Walk in Closet dikamar itu.


“ Iya Non, Den Reno itu sayang banget sama Non Fania tau “. Ucap Bi Sari sambil membuka lemari yang


ada di situ. “ Non, ini pakaian buat non Fania pakai sudah ada di sini semua kayaknya. Coba non Fania cek lagi siapa tau ada yang kurang, bilang sama Bibi “.


Fania kemudian melihat ke dalam isi lemari yang sudah di buka oleh Bi Sari. Dan matanya pun berbinar


saat melihat isi lemari tersebut. “ Oh Wow “. Ucapnya Takjub.


***


To be continue ...

__ADS_1


__ADS_2