BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 136


__ADS_3

Selamat membaca....


“Gagahnya ... .” Gumam Fania terpesona saat Andrew keluar dari Walk in closet sambil memakai jas kerjanya untuk melengkapi setelan yang sudah ia pakai sebelumnya. Membayangkan Andrew sedang memakai jas dalam slow motion itu si Kajol. Untuk pertama kalinya Fania melihat Andrew dalam penampilan laki – laki dewasa dan formal. Belum lagi stelan jas kerja itu Fit Body dan jelas membuat tubuh Atletis Andrew nampak begitu kokoh.


“Hey Sweety, pagi – pagi udah melamun, hem?.” Andrew mendekati Fania yang sedang duduk diranjang sambil menunggu Andrew yang sedang bersiap – siap untuk berangkat ke Kantor. “Yuk, kita sarapan.”


***


“Dad, Mom, Andrew berangkat dulu. Titip Fania ya.” Andrew berpamitan setelah selesai sarapan kepada kedua orang tuanya seraya sudah membiasakan diri untuk salim. “Chel, masih libur kan?. Temani Kak Fania kalau dia bosan.” Andrew berbicara pada Michelle.


“Masih Kak. Iya tenang aja itu sih. Kak Fania tinggal bilang.” Sahut Michelle.


“Ya udah gue titip nih ya My Soulmate.(Belahan jiwa gue).” Ucap Andrew lagi pada adik perempuannya itu.


“Iyaaaaa. Udah sana gih kerja. Cari uang yang banyak itu buat Kak Fania.” Sahut Michelle lagi yang sebal sambil mencium punggung tangan kakaknya itu karna dirinya juga sudah mulai membiasakan diri


dengan budaya salim.


‘Thanks to Fania.’ Batin Tuan dan Nyonya Besar Smith.


“Aku berangkat ya.” Andrew tersenyum pada Fania dan gadis itu juga meraih tangan Andrew seraya salim pada laki – laki plontos nan gagah itu. “Aku di kantor ga lama hari ini. I promise.(Aku janji).” Ucap Andrew sambil mencium kening Fania.


“Hati Mom, itu rasanya sejuuuk sekali melihat pemandangan ini. Benar kan, Dad?.” Goda Mom Erna pada Andrew dan Fania yang tampak seperti suami istri pagi ini.


“How sweet. (Manisnya).” Michelle ikut menggoda.


Andrew menggeleng malas pada dua perempuan itu, namun tersenyum manis pada Fania. “Nanti sampai kantor aku telpon kamu, hem?.” Ucap Andrew lalu diiyakan dengan anggukan oleh Fania.


“Salam buat Kak Reno ya.” Ucap Fania sebelum Andrew berangkat.


“Okay, Sweety. Assalamu’alaikum, everyone.” Pamit Andrew pada semua dan ia pun bergegas ke kantor.


***


“Kak Fania, gimana kalau hari ini kita gangguin Kak Ara?.” Michelle mengajukan saran karena kebetulan dia sedang bosan di rumah.


“Ayo, pasti Kak Ara juga sendirian di rumah kan karena Kak Reno kerja.” Fania mengiyakan.


“Ih, Kak Fania, Kak Ara ga dirumah lah. Di Butik pasti dia nih. Sibuk mau mengeluarkan trend buat musim panas.” Sahut Michelle.


“Butik?. Kak Ara punya Butik, Chel?.” Tanya Fania yang baru tau kalau Ara itu punya Butik di London.

__ADS_1


“You really don’t know?.” ( Kamu benar – benar tidak tau? ). Ucap Michelle dan Fania menggeleng. “Memang Kak Fania ga pernah tanya gitu sama Kak Reno dan Kak Ara atau Kak Andrew soal bisnis mereka?.”


Fania menggeleng lagi. “Ga pengen tau Chel. Gue sayang, gue care sama mereka secara personal. Dari hati gue yang paling dalam. Yang penting mereka sayang dan care sama gue juga itu udah lebih dari cukup.” Ucap nya tulus dengan senyuman dan memang ketulusan dari ucapan Fania terpancar dari matanya.


*‘One in a Million, you are, Kak Fania.’*(Kamu satu diantara sejuta, Kak Fania). Batin Michelle dan ia tersenyum juga pada Fania. “Siap – siap sekarang yuk.”


“Oke Boss.” Sahut Fania


***


“Butiknya Kak Ara disini Chel?.” Tanya Fania saat dirinya dan Michelle memasuki sebuah Departemen Store yang terkenal dengan tempat horang kayah yang hobby fashion dan hobi belanja barang mewah yang pastinya branded, di London. Michelle menjawab dengan anggukan. ‘Gile Bener, Kakak ipar gue itu.’ Batin Fania sambil ia berputar sambil berjalan mengikuti Michelle.


“Ayo Kak, Kak Ara udah nunggu di dalam.” Ucap Michelle saat mereka sudah berada di sebuah Butik kenamaan yang juga sudah ada cabangnya di Indonesia. Dan Fania terpaku sembari melongo karna melihat Nama Butik milik Kak Ara.


“I-ini punya Kak Ara?.” Ucap Fania terbata sambil mengedip – ngedipkan mata saking ga percaya.


“Iyap. Kenapa memang?.” Tanya Michelle sembari masuk saat pramuniaga membukakan pintu untuk mereka. “Yuk kita langsung ke ruangan Kak Ara.”


Rasanya Fania mau nangis guling – guling karena ternyata butik Branded yang bahkan di Indonesia saja Fania ga bisa membeli sendal dari Brand tersebut yang harganya kisaran jutaan rupiah. Ternyata adalah milik si Ibu Peri, Ara Alexander. Istri sang Kakak Ganteng.


‘Miris. Di PS aja gue ga berani masuk ke dalem saking ngeri ama harganya.’ Batin Fania.


**


Drrt ..... Drrt ..... Drrt .....


Ponsel Fania berdering saat dirinya tengah berleha – leha di kamar Andrew. Wajahnya tersenyum saat melihat ID si


pemanggil. My Beloved Donald.


“Miss Me?.” (Kangen aku?). Sapa Andrew dari seberang telpon.


“Mm.. kangen ga ya?.” Goda Fania.


“Aku yang kangen.” Ucap Andrew. Fania tersenyum lebar.


“Miss you too. Nald.” (Kangen juga, Nald). Sahut Fania.


“Kamu siap – siap. Main kesini, nanti diantar Ben.” Ucap Andrew.


“Kemana?.” Tanya Fania.

__ADS_1


“Ke hatiku.” Aish babang Andrew. Pengen Author toel dagunya.


“Ih serius. Kemana?.” Tanya Fania.


“Perusahaan. Aku sama R tunggu ya, sekalian nanti kita makan bareng sama Ara juga.” Jawab Andrew.


“Malu aku ah, kalau ke kantor kamu.” Ucap Fania.


“Jangan bantah. Sana siap – siap.” Sahut Andrew.


“Bingung pake baju apa sih.” Timpal Fania.


“Be yourself, Sweety.(Jadi diri kamu sendiri). I Love you just the way you are.(Aku cinta kamu apa adanya).


“Ish, jago banget emang si Donald nge gombal. Ga heran cewenya banyak.” Goda Fania namun dia bahagia. Andrew terdengar juga terkekeh di sebrang telpon.


“Cewe aku Cuma satu lah. Calon istri malahan.” Sahut Andrew. “Ya udah sana, siap – siap nanti langsung turun aja kalau sudah rapih. Ben juga sudah siap dibawah. Kalau sudah sampai di Perusahaan, nanti kamu bilang aja mau ketemu aku. Okay?.”


“Okay.” Fania mengiyakan dan panggilan terputus.


*


“Did you already make an appointment, Miss?.” (Apa anda sudah membuat janji, Nona?). Tanya seorang resepsionis cantik saat Fania sudah berada di Kantor pusat Smith Company. “May I know your name?.” (Boleh saya tahu nama Anda?).


“Fania, please.” Jawab Fania sopan yang hari itu memakai dress berwarna navy yang panjang selutut beserta coat yang tidak terlalu tebal karena masih musim dingin meski sebentar lagi musim panas akan datang. Namun cuaca hari ini sedikit hujan.


“I’m sorry Miss, but your name is not on the list to have an appointment with Mister Andrew Smith.” (Maaf Nona, tapi nama anda tidak ada dalam daftar untuk bertemu dengan Tuan Andrew Smith). Resepsionis itu memberitahu Fania kalau namanya tidak ada dalam daftar janji bertemu dengan Andrew.


“Can you call him, please. Because I left my cell phone inside the car.” (Bisa tolong hubungi dia? Karena hp saya ketinggalan di mobil). Ucap Fania lagi.


“I’m afraid, I can’t.” ( Maaf saya tidak bisa ). Jawab si resepsionis cantik. “Do you know Mister Andrew Smith, right? (Anda tau siapa Tuan Andrew Smith, bukan?). He Doesn’t receive guess carelessly.(Dia tidak menerima tamu sembarangan).” Ucap si Resepsionis lagi seperti meremehkan Fania.


“Listen, Ma’am. Better you call him. And you will understand that I’m .... “ (Dengar bu, sebaiknya anda telpon dia dan anda pasti mengerti kalau saya..).” Fania belum menyelesaikan kalimatnya namun Resepsionis cantik itu sudah memotong kalimatnya.


“Do you want to say that you are his girlfriend?.(Apa kamu mau bilang kalau kamu pacarnya?).” Resepsionis itu


terkekeh. Namun tak lama ia berdiri dan tersenyum kepada seseorang di belakang Fania. “You may dream to be Mister Andrew girlfriend, but his Fiance is here.” (Kamu mungkin bisa bermimpi untuk menjadi pacar Tuan Andrew, tapi tunangannya sudah datang). “Good day, Miss.” (Selamat siang Nona). Resepsionis itu menyapa dengan sopan dan tersenyum manis pada orang yang berada di belakang Fania itu.


“Good day, is my Fiance in his office right now?.” (Selamat siang, Apa tunangan saya ada di ruangannya sekarang?). Ucap seorang wanita dengan suara yang sepertinya di lembut - lembutkan. Dan Fania pun menoleh ke belakang.


***

__ADS_1


To be continue ..


__ADS_2