BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 92


__ADS_3

Selamat membaca ....




*


Hari yang baru untuk pasangan yang baru naik level. Hari pun sudah tidak terlalu pagi dan Fania melewatkan sholat subuh karena tidurnya terlalu lelap bercampur letih dan bahagia .


Tapi ajaibnya Fania bisa membuka mata tanpa suara alarm yang sudah ia setel diponselnya. Mau buru – buru liat muka sang kakanda kayaknya itu dia.


Fania tidur di kamar dan ranjang milik Andrew, sama seperti saat pertama kali dia menginap disini setelah laki – laki


plontos itu kembali dalam hidupnya.


Mengendurkan otot – ototnya sebentar lalu bergegas bangun. Melirik jam digital diatas nakas yang berada di sebelah kirinya. “Udah jam 9.” Gumam Fania.


Lalu ia bergegas turun untuk mengambil baju ganti di walk in closet Andrew untuk segera mandi.


Saat gadis itu turun dari tempat tidur dan meraih sandal kamar, ia melihat Andrew yang tertidur di sofa dalam kamar


tersebut.


Fania sempat kaget melihat pria yang kini bisa dibilang ‘pacar’ nya itu ada di kamar yang sama dengannya, meski pria itu tertidur di sofa.


Fania yang tadinya ingin membereskan tempat tidur terlebih dahulu, memilih untuk menghampiri sang pujaan dan pemilik hatinya yang sudah resmi menjadi kekasihnya sejak semalam.


“Dia ketiduran apa gimana sih?.” Gumam Fania pada dirinya sendiri saat berjalan mendekati Andrew yang tertidur di sofa. Karna gadis itu memang tertidur duluan jadi ga tau setelahnya apa yang terjadi dan kenapa si Donald nya itu bisa tertidur di sofa kamar yang di tempati Fania. Toh waktu dia menginap, saat itu setau Fania bahwa Andrew tidur di kamar yang lain. Ga pernah melihat Andrew tertidur di kamar yang sama dengannya seperti hari ini.


“Nald.” Panggil Fania pelan.


Andrew belum bergeming dari tidurnya yang nampak imut dimata Fania itu. Wajah yang terpahat sempurna untuk Fania, tertidur dengan kepala menghadap kesamping dengan tangan yang sedekapkan diantara perut sixpack dan dada bidangnya.


‘Nikmat mana yang kau dustakan Fania .. Pagi – pagi dapet pemandangan yang menyejukkan hati.’ Batin Fania.

__ADS_1


“Morning Sweetheart.” Tiba – tiba mata Andrew terbuka dan laki – laki plontos itu tersenyum pada Fania. Ambyar rasanya hati Fania disapa semesra itu sama cowo kesayangan.


“M- morning Nald. ( P - pagi Nald )” Fania yang kaget karena sempat melamun saat memandangi wajah Andrew yang sedang terlelap, sedikit terbata menjawab sapaan Andrew.


Andrew bangun dan duduk di sofa sambil mengusap matanya dengan dua jari yang ia sematkan diujung dalam matanya. Melirik arloji di pergelangan tangannya. “Kok udah bangun?.” Tanya Andrew pada Fania.


“Iya, baru aja.” Jawab Fania yang masih berdiri.


“Berdiri disitu ngapain?.” Tanya Andrew lagi.


“Justru gue yang mau tanya, kok lo bisa ketiduran disini?.” Jawab Fania. Lalu Andrew menarik tangan Fania.


“Jangan berdiri. Cape”. Ucap Andrew.


“Kok lo tidur disini sih?. Ketiduran pasti. Masa jagain gue? Kan ga mungkin ampe segitunya.” Tanya Fania iseng.


“Emang kenapa?.” Andrew bertanya balik.


“Ya aneh, waktu gue nginep sebelumnya kan lo tidur di kamar lain. Ga pernah soalnya lo ketiduran disini.” Jawab Fania.


“Dih, apaan sih. Dah ah gue mandi.” Ucap Fania


“Ya udah mandi sana, kunci pintunya takut aku khilaf.” Sahut Andrew.


Fania membalikkan badannya sebentar lalu menjulurkan lidahnya pada Andrew lalu masuk ke walk in closet untuk mengambil baju dan langsung masuk ke kamar mandi melalui connecting door dari walk in closet.


Andrew hanya menggeleng pelan saat Fania berbalik dan menjulurkan lidahnya.


‘Waktu kamu nginep disini aku juga tidur disini Little F, Cuma saja aku selalu bangun sebelum kamu.’ Batin Andrew. Dan laki – laki itu tersenyum mengingat kalau ‘rasa’ untuk Fania sudah tumbuh sejak Andrew bertemu dengan gadis itu lagi.


Menyuruh Fania untuk tidur di kamarnya dan dia akan mengalah untuk tidur di kamar tamu. Tapi saat Fania izin untuk tidur duluan, Andrew iseng untuk melihat Fania di kamar tidurnya andai Fania tidak menguncinya. Bahkan berniat iseng kalau seandainya Fania tidur dengan posisi atau mimik muka yang aneh. Nganga misalnya.


Entah lupa atau emang selebor nya lagi kambuh atau memang karna sudah ngantuk berat, Fania tidak mengunci pintu kamarnya saat itu. Membuat Andrew merasa ga sabar untuk menjahili gadis itu. Tapi ternyata oh ternyata, wajah Fania yang sudah tertidur pulas itu ga ada jelek – jeleknya dimata Andrew. Alih – alih ingin menjahili Fania saat tidur, yang ada malahan dirinya yang terpesona oleh Fania.


Hingga kian hari rasa itu makin tumbuh dan tumbuh, sampai akhirnya semalam dia menyatakan isi hatinya pada Fania.

__ADS_1


Ponsel Andrew yang dia letakkan sebelum tidur di atas meja samping sofa berdering. Dia tau pasti siapa yang


menghubunginya.


“Hello.” Sapa Andrew.


‘Is everything okay between you guys? ( Kalian berdua baik - baik saja kan? )’ Reno yang penasaran akan keadaan Andrew dan Fania yang semalam sedikit tegang.


“Hem.” Jawab Andrew singkat.


‘Little F masih tidur?.’ Tanya Reno.


“Taking shower. ( Sedang mandi )” Jawab Andrew.


'Lo ga macam – macamin dia kan?.’ Selidik Reno


“Satu macam aja R.” Sahut Andrew.


‘Jangan sampai satu macem itu adalah hal yang merugikan adik gue.’ Reno terdengar sedikit mengancam Andrew.


“I love your sister. Bukan *****.” Ucap Andrew pasti.


‘Yakin lo cinta Fania?.’Tanya Reno.


“I’m a Man with a words, Sir. ( Gue pria yang memegang kata - kata gue, Tuan )” Jawab Andrew pasti.


‘Better you prove it. ( Sebaiknya lo buktikan ). Karna kalo sampai dia terluka, urusan lo sama gue.’  Ancam Reno pada Andrew.


“Heeeem.” Sahut Andrew. ‘What an over protective brother. ( Kakak yang over protektif )’ Batin Andrew.


‘Nanti gue dan Ara kesana.’Ucap Reno lalu memutuskan panggilannya.


***


To be continue...

__ADS_1


__ADS_2