
Selamat membaca...
- - -
Sementara di tempat lain, Ara dan Reno sedang berada di kediaman mereka. Selepas makan siang, mereka memilih untuk berenang di kolam renang pribadi yang ada di rumah mereka itu.
Selepas puas berenang, Ara dan Reno duduk di kursi dalam area kolam renang sambil berbincang – bincang setelah terlebih dahulu memakai jubah mandi mereka.
“ Hon. “ Panggil Ara pada Reno yang sedang duduk santai disampingnya dengan suara lembutnya dan mesra tentunya. “ Minum dulu Jusnya. “ Ara menyodorkan segelas jus jeruk dingin pada suaminya itu. Dan disambut Reno dengan tangannya kemudian meminumnya.
“ Thank’s Babe. “ Ucap Reno lalu memberikan gelas jus yang diminum setengah olehnya.
“ Kita jadi balik ke London minggu depan , Hon?. “ Tanya Ara sambil bersandar manja pada bahu suaminya.
“ Jadi sepertinya Babe, banyak yang harus dicek di Perusahaan. “ Jawab Reno sambil membelai rambut Ara yang indah itu meskipun basah karena berenang tadi.
“ Nah terus Fania , gimana ? . By the way dia juga belum kesini tuh anak ya. “ Ucap Ara
“ Rencananya hari ini aku mau ajak dia nginep disini. “. Ucap Reno.
“ Oh ya ? Beneran?. “. Ara terlihat bersemangat.
“ Seneng banget , Hem... ?. “ Reno menatap istrinya mesra...
“ Seneng dong, kan aku juga jadi bisa merasakan punya adik, Hon. “ Ucap Ara dengan matanya yang berbinar – binar.
“Really?. (Bener?) “ Goda Reno.
“ Kenapa...kamu ga percaya kalo aku ikut bahagia kamu bisa nemuin Fania pada akhirnya?. “ Selidik Ara
“ Hmmm...bisa dibilang begitu. “ Reno memegang dagunya sambil mengangguk - angguk seolah sedang mencurigai Ara. Padahal dia hanya bercanda dan Ara tau itu. Dan Ara hanya menggeleng saja melihat kelakuan suaminya.
__ADS_1
Ara Alexander, wanita cantik yang beruntung diperistri oleh Reno adalah satu-satunya wanita yang bisa menaklukkan hatinya. Wanita yang secara fisik tidak ada kekurangannya sama sekali. Dan kecantikan wanita itu tidak hanya ada pada wajahnya, namun juga hati yang dimiliki Ara adalah hati yang perbandingannya adalah jutaan dari sekian wanita yang ada di dunia.
Wanita cantik yang mandiri itu teramat sangat setia dan mencintai suaminya, si kakak ganteng Fania, Reno Alexander. Sejak pacaran dengan Reno, dia sudah tau cerita tentang seorang Fania. Gadis Tomboy kesayangan suaminya sebelum Reno bertemu dan mencintai Ara. Apa Ara pernah cemburu pada Fania? Karena Reno sepertinya ter obsesi pada gadis Tomboy itu. Jawabannya adalah tidak!. Karena sejak awal berdasarkan cerita Reno, Fania itu sudah seperti adik yang tidak pernah dimiliki suaminya sama seperti diri Ara sendiri. Ara juga tau yang berat bagi Reno adalah karena suaminya itu berjanji pada Fania akan selalu ada buat gadis itu, membantu Fania untuk mengenyam pendidikan yang diinginkan Fania karena dulu kondisi ekonomi keluarga Fania tidak sebagus sekarang.
Makanya Ara paham kesedihan Reno yang merasa tidak bisa memegang janjinya pada Fania karena mereka hilang kontak selama beberapa tahun. Dan kebahagiaan Reno sekarang adalah kebahagiaan yang ingin Ara lihat dari suaminya. Ara tidak pernah mempermasalahkan Reno yang ingin memanjakan Fania sekarang, toh Reno memang mampu bahkan lebih mampu seandainya Fania minta ini itu.
Pada kenyataannya Fania memanglah gadis yang apa adanya, bahkan setelah Reno memberikannya mobil yang masuk kategori mewah karna harganya lumayan. Beberapa kali Fania meminta Ara buat ngomong ke Reno supaya mobilnya diambil lagi. Disiapin supir plus mobil buat anter jemput ke kantor , Fania malah milih naek kereta atau angkutan umum lainnya. Dan banyak lagi hal lainnya mengenai Fania yang membuat Ara menilai memang Fania bukan gadis biasa dan Reno itu orang yang jago membaca sifat orang. Jadi wajar kalau Reno pernah merasa kehilangan dan bersalah pada Fania. Begitupun Ara, setelah melihat seperti apa seorang Fania itu, sayangnya Reno ke Fania nular ke Ara.
“ Ih, ga percaya banget kamu hon, aku nih sayang tau sama Fania sekarang ketularan kamu. Tega banget meragukan ketulusan aku. “ Ara berlagak ngambek.
“ Iya babe, aku percaya kamu.. bidadari surga pribadi aku. “ Ucap Reno.
“ Cieeee...pinter banget my hubby ngerayu nya. “ Ledek Ara sambil noel dagu Reno.
Reno menatap wajah Ara tampak serius, membuat Ara yang tadi menggodanya, kini menjadi salah tingkah karena ditatap seperti itu sama suaminya.
“ Cieeee... malu malu nih ye... . “ Reno gantian meledek Ara dengan menoel dagu istrinya sambil bangkit dari kursi untuk berlari karena Ara pasti berusaha memukulnya.
“ Tuan Reno Alexander awas Yaaaaa... !!!!. “ Ara ikut berlari dan mengejar Reno sambil tertawa sampai ke dalam rumah.
****
“ Suami istri malem minggu, ngapain ngajak gue nongkrong sih.“ John berbicara saat berada di kursi penumpang mobil Reno dan Ara, setelah suami istri ideal itu menjemput si pria blasteran di apartemennya. “ Bukannya bikin acara candle light dinner kek sana “. Ucap John setengah kesal karena suami istri itu masih melibatkan dirinya di malam minggu yang seharusnya bisa dia nikmati tanpa harus jadi obat nyamuk.
“ Udah jangan nge dumel terus , ikut aja sih. “ Kata Ara, sementara Reno hanya diam malas menjawab dumelan si John.
“Where are we going to?. (Kita mau kemana sih?). “ Tanya John saat udah biasa lagi.
“ Bawel. “ Reno bersuara.
“ Yang penting handsome. “ Saut John
__ADS_1
Ara geli sendiri kalo ngeliat suaminya dan John kalo lagi kurang akur kayak sekarang. Yang satu sok cool, yang satunya lagi kadang suka nyeleneh. Tapi herannya sahabatan.
“ Eh iya Fania ga diajak ?. “ Tanya John
“ Ntar juga ketemu dia kok. “ Jawab Ara sementara Reno kembali diam sambil memainkan rambut Ara dan duduk santai di samping Ara.
“ Okeee. “ Ucap John kemudian mengambil telpon genggam dari saku celananya dan memutuskan untuk bermain game online.
Jalanan menuju tempat yang akan Reno, Ara serta John datangi itu sedikit ramai lancar. Tapi tak butuh waktu lama untuk mereka sampai ditempat yang dituju.
“ John... . “ Reno memanggil John yang masih fokus dengan gamenya.
“ Hemmm ... . “ Jawab John
“ Kepulangan gue dan Ara minggu depan sudah di urus ?. “ Tanya Reno
“ Sudah. “ Jawab John singkat. Kemudian Reno kembali memainkan rambut Ara.
“ Seneng banget sih mainin rambut aku. “ Ucap Ara pada Reno.
“ au mainin orangnya sekarang kan ga mungkin.“ Goda Reno yang bikin panas kuping John. Untung Pak Supir di sebelah John lagi serius nyetir.
“ Aish, hargailah manusia jomblo di depan kalian. “ Ucap John sambil menghentikan permainan di handphonenya.
“ Sirik tanda tak mampu. “ Balas Reno. Ara hanya senyam – senyum aja.
‘ Mulai lagi deh. ‘ Batin Ara.
Sebelum Reno dan John saling berbalas pantun, eh salah berbalas omongan. Mereka sudah sampai di tempat tujuan.
“Wah asik juga kalian ajak gue kesini . Tumben.“ Ucap John setelah mereka bertiga turun dari mobil.
__ADS_1
***
To be Continue ...