BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 68


__ADS_3

Selamat membaca ....


“Maafin gue ya?!. Kali ini gue bakal nepatin


semua janji gue. Hem?.”


Kata – kata yang Andrew ucapkan membuat Fania


terus menatap wajah Andrew.


Menatap dalam ke manik mata laki – laki plontos yang berwarna hazel tersebut.


Masih ada air mata yang menetes dari pelupuk mata Fania.


“Janji?.” Tanya Fania pelan pada Andrew.


“Janji.” Jawab Andrew sambil tersenyum dengan


mata yang juga basah.


Setelah itu Fania diam. Memalingkan matanya


yang tadi menatap Andrew dan kembali menunduk. Fania benar – benar seperti


kehabisan kata – kata, tidak tau harus berkata apa meski hatinya kini merasa


lega dan bahagia.


Andrew mengira kalau Fania tidak mempercayai


kata – katanya dan gadis itu kembali menunduk karena masih menangis.


“Hey. Look at me.” Ucap Andrew yang kedua


tangannya kini meraih wajah Fania dan menghadapkan dengan wajahnya.


“Jangan nangis lagi, okay?. Jangan sedih lagi, hem?.”


Dan Andrew kembali memeluk Fania dengan perasaan


yang kini lega.


Fania pun akhirnya kembali memeluk Andrew.


“Gue pikir lo udah lupa sama gue Nald.” Ucap Fania pelan sambil memeluk Andrew.


“Never. Ga akan pernah gue lupain Little F gue.”


Ucap Andrew yang masih mendekap Fania serta mengusap kepala Fania.


Fania melepaskan pelukannya, kini


memberanikan diri untuk menatap Andrew, Donald Bebeknya Fania. Menghapus sisa


air mata di pipi dan matanya, memperhatikan setiap sudut wajah pria yang juga


sedang menatapnya sambil tersenyum.


“Lo beneran Donald?.” Kembali Fania


menanyakan pertanyaan itu.


Karna Donald yang ini sungguh jauh berbeda


dengan yang dulu. Makin tinggi, makin macho, dewasa, makin tamvan, makin


mempesona bagi Fania. Tambah lagi senyuman Andrew dirasa hangat bagi gadis itu


hingga mampu menelisik sampai relung hati.


Senyuman tulus dari seorang Andrew untuk


Fania, Little F nya. Ah rasanya bukan cinta monyet lagi bisa – bisa ini


rasanya. Bisa cinta beneran Fania sama si Donald Bebek.


“Haha ....” Andrew melepaskan tawanya ke


udara mendengar pertanyaan Fania untuk yang kedua kali.


Membuat Fania memukul pelan dada Andrew yang


lebar dan bidang.


“Orang nanya beneran malah ketawa.”


Gumam Fania.


Empat orang yang dari tadi berdiri tidak jauh

__ADS_1


dari mereka yang memperhatikan interaksi kedua orang tersebut kini juga merasa


lega.


Reno yang matanya berkaca – kaca


melihat Fania yang akhirnya bisa dia pertemukan dengan Andrew


juga sudah menarik nafas lega.


Ara juga ikut merasakan bahagianya Fania dan


Andrew yang pastinya juga adalah kebahagiaan suaminya.


Wanita itu tidak bisa menahan rasa haru tanpa ikut meneteskan air mata


seperti halnya saat Reno dan Fania kembali bertemu.


Sementara John yang paham kisah tiga orang


tersebut juga terharu meski tidak ikut meneteskan air mata.


Jeff pun sama. Setidaknya ia ikut bisa merasa


lega karna kisah tiga orang yang terpisah itu bisa selesai.


Namun laki – laki ini masih benar – benar tidak percaya dengan Fania


yang dilihatnya sekarang versus Fania yang pernah dia liat di foto.


Meski foto tersebut saat Fania masih berumur belasan.


Jeff mengira Fania yang sekarang tampilannya


ga bakal jauh – jauh dari yang ada di foto.


Tapi ternyata bukan beda 360 derajat lagi,


tapi udah seribu derajat lebih kali bedanya.


Yang makin disesalkan Jeff adalah, kenapa si


cewek seksi yang tadi sempet dia incer itu ternyata adalah Fania.


‘Menang banyak lo Drew. Udah tadi lu gendong


itu si Fania, pelukan juga ga selesai – selesai.’ Begitu lah batin Jeff yang


sempat bikin dia gemes pengen peluk. Eh ternyata Andrew yang dapet rezeki bisa


meluk itu cewek.


**


“Udah selesai lepas kangennya?.” Ucap Reno


pada Fania dan Andrew yang tanpa kedua orang tersebut sadari kalau Reno, Ara,


John maupun Jeff sudah berada di dekat mereka.


Fania dan Andrew menoleh spontan pada Reno.


Dan Fania pun langsung memeluk kakak gantengnya itu, yang disambut dengan


pelukan serta senyuman Reno.


“Makasih Kak.” Ucap Fania saat memeluk Reno


kemudian menatap kakak gantengnya itu yang seperti biasa tersenyum sambil membelai


rambutnya Fania.


“Sama – sama Little F.”


Kemudian Fania juga memeluk Ara.


“Makasih kak Ara.”


“Sama – sama Fania sayang.” Ucap Ara sambil


membalas pelukan Fania serta tersenyum dan membelai rambut Fania seperti yang


halnya sering Reno lakukan.


John juga kebagian pelukan dari Fania.


“Makasih ya Kak John.”


John yang nampak bahagia itu semakin bahagia

__ADS_1


karena Fania juga menganggapnya. Ia pun tertular Reno dan Ara yang membalas


pelukan dengan senyuman serta membelai lembut rambut Fania.


“You are very welcome, beautiful.”


Ucap John lembut.


Reno berdiri mendekati Andrew disampingnya.


Andrew menoleh pada Reno dan meraih bahu kakak angkatnya itu.


“Thanks R.” Ucap Andrew.


“You welcome.” Ucap Reno.


Sementara Jeff nampak sedikit cengar – cengir


melihat Fania yang memeluk mereka yang disitu satu per satu.


‘Sip deh bisa juga ini meluk si seksi.’ Begitu batin Jeff yang lagi ngarep


dapet pelukan dari Fania.


Tapi sayangnya keberuntungan tidak mendekat


pada Jeff. Karena Fania menghentikan adegan pelukan


saat sudah selesai memeluk John.


Fania menatap laki-laki blasteran yang


sedikit mirip dengan John.


“Kok gue ga dipeluk?.” Tanya Jeff sok akrab


pada Fania.


Fania menatap bingung pada laki-laki tersebut


karna memang dia ga kenal. Namun tepat setelah Jeff bertanya kenapa dia ga di


peluk pada Fania, Andrew segera menarik Fania dan memeluknya dari belakang.


“Jangan peluk dia Fan.” Ucap Andrew saat


memeluk Fania dari belakang. Tanpa laki – laki plontos itu sadari hati Fania


menjadi tak karuan karenanya. “Bahaya.” Ucap Andrew lagi dan akhirnya membuat


mereka semua tertawa termasuk Fania.


“Ini siapa Nald?.” Tanya Fania pada Andrew


yang masih memeluknya itu.


“Penjahat wanita.” Celetuk John sebelum


Andrew sempat menjawab Fania. Dan lagi – lagi mereka semua mentertawakan Jeff


yang mencebik kesal ga dapet pelukan dari Fania. Malah si Andrew itu dengan


santainya meluk Fania dari belakang.


“Wah Ndrew. Curang lo. Menang banyak pelukin


cewek tomboi lo terus.” Protes Jeff. “Lo lagi. Gue ini bukan penjahat wanita,


tapi pecinta wanita.” Ucap Jeff dengan gaya yang slengean.


Lagi – lagi ke enam orang yang sedang


berkumpul di tengah lapangan itu tertawa.


Hari ini bahagia milik mereka. Terlebih lagi


untuk Andrew, Reno dan Fania.


“Lepas kek itu pelukan.” Ucap Jeff yang masih


tak rela Fania di peluk lama banget sama si Andrew.


'Keenakan lo Drew melukin si Fania terus. Gue dikenalin aja engga.'. Batin Jeff yang kesal.


*


To be continue ....*


 

__ADS_1


*** Hari ini update satu episode dulu ya para readers yang Author cintai sepenuh hati. I love you Full pokoknya. ***


Diusahakan bisa Up lagi nanti malam. 


__ADS_2