
Selamat membaca ....
“Maafin gue ya?!. Kali ini gue bakal nepatin
semua janji gue. Hem?.”
Kata – kata yang Andrew ucapkan membuat Fania
terus menatap wajah Andrew.
Menatap dalam ke manik mata laki – laki plontos yang berwarna hazel tersebut.
Masih ada air mata yang menetes dari pelupuk mata Fania.
“Janji?.” Tanya Fania pelan pada Andrew.
“Janji.” Jawab Andrew sambil tersenyum dengan
mata yang juga basah.
Setelah itu Fania diam. Memalingkan matanya
yang tadi menatap Andrew dan kembali menunduk. Fania benar – benar seperti
kehabisan kata – kata, tidak tau harus berkata apa meski hatinya kini merasa
lega dan bahagia.
Andrew mengira kalau Fania tidak mempercayai
kata – katanya dan gadis itu kembali menunduk karena masih menangis.
“Hey. Look at me.” Ucap Andrew yang kedua
tangannya kini meraih wajah Fania dan menghadapkan dengan wajahnya.
“Jangan nangis lagi, okay?. Jangan sedih lagi, hem?.”
Dan Andrew kembali memeluk Fania dengan perasaan
yang kini lega.
Fania pun akhirnya kembali memeluk Andrew.
“Gue pikir lo udah lupa sama gue Nald.” Ucap Fania pelan sambil memeluk Andrew.
“Never. Ga akan pernah gue lupain Little F gue.”
Ucap Andrew yang masih mendekap Fania serta mengusap kepala Fania.
Fania melepaskan pelukannya, kini
memberanikan diri untuk menatap Andrew, Donald Bebeknya Fania. Menghapus sisa
air mata di pipi dan matanya, memperhatikan setiap sudut wajah pria yang juga
sedang menatapnya sambil tersenyum.
“Lo beneran Donald?.” Kembali Fania
menanyakan pertanyaan itu.
Karna Donald yang ini sungguh jauh berbeda
dengan yang dulu. Makin tinggi, makin macho, dewasa, makin tamvan, makin
mempesona bagi Fania. Tambah lagi senyuman Andrew dirasa hangat bagi gadis itu
hingga mampu menelisik sampai relung hati.
Senyuman tulus dari seorang Andrew untuk
Fania, Little F nya. Ah rasanya bukan cinta monyet lagi bisa – bisa ini
rasanya. Bisa cinta beneran Fania sama si Donald Bebek.
“Haha ....” Andrew melepaskan tawanya ke
udara mendengar pertanyaan Fania untuk yang kedua kali.
Membuat Fania memukul pelan dada Andrew yang
lebar dan bidang.
“Orang nanya beneran malah ketawa.”
Gumam Fania.
Empat orang yang dari tadi berdiri tidak jauh
__ADS_1
dari mereka yang memperhatikan interaksi kedua orang tersebut kini juga merasa
lega.
Reno yang matanya berkaca – kaca
melihat Fania yang akhirnya bisa dia pertemukan dengan Andrew
juga sudah menarik nafas lega.
Ara juga ikut merasakan bahagianya Fania dan
Andrew yang pastinya juga adalah kebahagiaan suaminya.
Wanita itu tidak bisa menahan rasa haru tanpa ikut meneteskan air mata
seperti halnya saat Reno dan Fania kembali bertemu.
Sementara John yang paham kisah tiga orang
tersebut juga terharu meski tidak ikut meneteskan air mata.
Jeff pun sama. Setidaknya ia ikut bisa merasa
lega karna kisah tiga orang yang terpisah itu bisa selesai.
Namun laki – laki ini masih benar – benar tidak percaya dengan Fania
yang dilihatnya sekarang versus Fania yang pernah dia liat di foto.
Meski foto tersebut saat Fania masih berumur belasan.
Jeff mengira Fania yang sekarang tampilannya
ga bakal jauh – jauh dari yang ada di foto.
Tapi ternyata bukan beda 360 derajat lagi,
tapi udah seribu derajat lebih kali bedanya.
Yang makin disesalkan Jeff adalah, kenapa si
cewek seksi yang tadi sempet dia incer itu ternyata adalah Fania.
‘Menang banyak lo Drew. Udah tadi lu gendong
itu si Fania, pelukan juga ga selesai – selesai.’ Begitu lah batin Jeff yang
sempat bikin dia gemes pengen peluk. Eh ternyata Andrew yang dapet rezeki bisa
meluk itu cewek.
**
“Udah selesai lepas kangennya?.” Ucap Reno
pada Fania dan Andrew yang tanpa kedua orang tersebut sadari kalau Reno, Ara,
John maupun Jeff sudah berada di dekat mereka.
Fania dan Andrew menoleh spontan pada Reno.
Dan Fania pun langsung memeluk kakak gantengnya itu, yang disambut dengan
pelukan serta senyuman Reno.
“Makasih Kak.” Ucap Fania saat memeluk Reno
kemudian menatap kakak gantengnya itu yang seperti biasa tersenyum sambil membelai
rambutnya Fania.
“Sama – sama Little F.”
Kemudian Fania juga memeluk Ara.
“Makasih kak Ara.”
“Sama – sama Fania sayang.” Ucap Ara sambil
membalas pelukan Fania serta tersenyum dan membelai rambut Fania seperti yang
halnya sering Reno lakukan.
John juga kebagian pelukan dari Fania.
“Makasih ya Kak John.”
John yang nampak bahagia itu semakin bahagia
__ADS_1
karena Fania juga menganggapnya. Ia pun tertular Reno dan Ara yang membalas
pelukan dengan senyuman serta membelai lembut rambut Fania.
“You are very welcome, beautiful.”
Ucap John lembut.
Reno berdiri mendekati Andrew disampingnya.
Andrew menoleh pada Reno dan meraih bahu kakak angkatnya itu.
“Thanks R.” Ucap Andrew.
“You welcome.” Ucap Reno.
Sementara Jeff nampak sedikit cengar – cengir
melihat Fania yang memeluk mereka yang disitu satu per satu.
‘Sip deh bisa juga ini meluk si seksi.’ Begitu batin Jeff yang lagi ngarep
dapet pelukan dari Fania.
Tapi sayangnya keberuntungan tidak mendekat
pada Jeff. Karena Fania menghentikan adegan pelukan
saat sudah selesai memeluk John.
Fania menatap laki-laki blasteran yang
sedikit mirip dengan John.
“Kok gue ga dipeluk?.” Tanya Jeff sok akrab
pada Fania.
Fania menatap bingung pada laki-laki tersebut
karna memang dia ga kenal. Namun tepat setelah Jeff bertanya kenapa dia ga di
peluk pada Fania, Andrew segera menarik Fania dan memeluknya dari belakang.
“Jangan peluk dia Fan.” Ucap Andrew saat
memeluk Fania dari belakang. Tanpa laki – laki plontos itu sadari hati Fania
menjadi tak karuan karenanya. “Bahaya.” Ucap Andrew lagi dan akhirnya membuat
mereka semua tertawa termasuk Fania.
“Ini siapa Nald?.” Tanya Fania pada Andrew
yang masih memeluknya itu.
“Penjahat wanita.” Celetuk John sebelum
Andrew sempat menjawab Fania. Dan lagi – lagi mereka semua mentertawakan Jeff
yang mencebik kesal ga dapet pelukan dari Fania. Malah si Andrew itu dengan
santainya meluk Fania dari belakang.
“Wah Ndrew. Curang lo. Menang banyak pelukin
cewek tomboi lo terus.” Protes Jeff. “Lo lagi. Gue ini bukan penjahat wanita,
tapi pecinta wanita.” Ucap Jeff dengan gaya yang slengean.
Lagi – lagi ke enam orang yang sedang
berkumpul di tengah lapangan itu tertawa.
Hari ini bahagia milik mereka. Terlebih lagi
untuk Andrew, Reno dan Fania.
“Lepas kek itu pelukan.” Ucap Jeff yang masih
tak rela Fania di peluk lama banget sama si Andrew.
'Keenakan lo Drew melukin si Fania terus. Gue dikenalin aja engga.'. Batin Jeff yang kesal.
*
To be continue ....*
__ADS_1
*** Hari ini update satu episode dulu ya para readers yang Author cintai sepenuh hati. I love you Full pokoknya. ***
Diusahakan bisa Up lagi nanti malam.