BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 101


__ADS_3

Selamat membaca...


“Masih marah ceritanya?.” Tanya Andrew saat Fania beserta Bandnya sudah menyelesaikan perform mereka malam itu di J&L Resto n Bar. Dengan formasi hanya ber empat yakni Fania, Andrew dan dua J saja, karena Reno dan Ara sedang menghadiri pernikahan salah satu anak kolega mereka di luar kota. Namun saat ditanya Andrew si Little F diam saja.


Mereka ber empat masih bertahan meskipun Live Music sudah selesai dan berganti dengan musik biasa yang diputar melalui music player cafe tersebut. Kebetulan sepasang suami istri si empunya kafe juga ada bersama mereka. Minus personil The Boyz n Girl band yang lain beserta ka Rita, karena mereka pamit untuk pulang duluan.


Fania juga sudah membicarakan soal kepergiannya ke London untuk melanjutkan kuliahnya disana sesuai permintaan dua kakak angkatnya, yang satu merangkap pacar angkat. Bukan permintaan sih, Paksaan lebih tepatnya.


Kak Rita dan The Boyz serta Vivi bisa menerima keputusan Fania yang akan melanjutkan studinya ke luar negeri. Karena mereka memang selalu memberi dukungan satu sama lain sejak merasa solid tergabung dalam The Boyz n Girl Band dibawah asuhan Kak Rita.


Julian dan Lisa, memberi kode pada John dan Jeff saat mereka melihat Andrew seperti sedang membujuk Fania karna muka si vokalis keliatan rada jutek.


“Biasalah, ngambek itu adenya si Reno.” Sahut Jeff.


“Ngambek kenapa sih nona Fania?. Tar ilang kerennya.” Ucap Julian.


“Ih siapa juga yang ngambek.” Sahut Fania.


“Eh iya, berarti otomatis Fania ini adik lo juga dong ya Ndrew?. Kan Reno abang angkat lo.” Tanya Lisa.


Fania tidak menjawab karena merasa pertanyaan Lisa itu untuk Andrew, dan dirinya juga ingin tau apa jawaban Andrew tentang hubungannya dengan Fania.


‘Ngakuin gue ini cewenya apa engga nih kira – kira?.’ Batin Fania.


“Ya seperti itulah.” Jawab Andrew santai. Dan sontak Fania merasa kesal juga sedih karena Andrew tidak mau mengakui dirinya yang tidak hanya adik angkat tapi juga udah jadi ‘pacar’.


Fania terlihat cuek dengan jawaban Andrew pada Lisa. Tapi hatinya sibuk merutuki Andrew. ‘Oh gitu ya jadinya ga mau ngakuin hubungan dia ama gue?. Oke. Lo – gue end.’ Batin Fania.


‘Eh, dia ga protes gue ga bilang di pacar gue.’ Batin Andrew sambil melirik Fania yang pura – pura sibuk dengan


ponselnya. Sebenarnya juga Andrew berniat menggoda, penasaran sama reaksi Fania. Herannya si Fania nampak cuek dengan jawabannya yang secara tidak langsung tidak mengakui si Little F sebagai pacarnya.


Jeff dan John sibuk memperhatikan Fania, takut – takut itu anak ngambek nya makin makin, terus nyelonong boy, melarikan diri. Nah bisa mati lah mereka sama Reno nanti. Dua J kadang suka mikir kejauhan.

__ADS_1


“Lo tumben ga bawa cewe kesini Jeff?.” Tanya Lisa. “Kalo John kan emang bodyguardnya si Fania tuh kalo Tuan dan Nyonya Alexander ga ada.”


“Belom ada stok. Give one to me lah kalo ada.” Jawab Jeff. “Lagian sejak di Indo gue juga ga sempet cari cewe, sibuk tuh jagain nona muda yang kalo kambuh ngambek nya.” Ucap Jeff lagi sambil menunjuk Fania dengan mulutnya. Sementara yang ditunjuk pun merasa dan melirik Jeff dengan sinis.


Membuat yang lainnya terkekeh kecuali Fania. “Siapa juga yang nyuruh lo jagain gue?.” Sahut Fania ketus.


“Tuh kan, marahnya sama siapa gue yang kena.” Sahut Jeff.


“Eh iya Ndrew.” Ucap Julian pada Andrew.


“Hemm? Apa?.” Tanya Andrew pada Julian kemudian menyesap minuman di gelasnya.


“Lo bukannya udah jadian sama si Paula?.” Pertanyaan Julian jelas mengagetkan Andrew hingga pria itu tersedak.


“Uhuk...uhuk... What?.” Ucap Andrew sambil sekilas melirik Fania lalu menatap Julian. ‘Please jangan diterusin


Julian.’ Batin Andrew.


 “Lo waktu terakhir dateng kesini sama dia kan Ndrew?. Gue liat statusnya si Paula waktu itu pasang foto kalian berdua. Mesra banget.” Lisa tidak menyadari kalau ucapannya itu menyulut api yang sedang membara disamping Andrew.


“Anak – anak yang lain aja belom bisa taklukan si Paula, eh lu bisa bikin itu cewe terpesona sama lo.” Tambah Julian.


Andrew memijat tengah keningnya yang tiba tiba pusing dengan ucapan Julian dan Lisa. “Let’s talk about anything else, okay?. Beside ...” Andrew belum lagi menyelesaikan kalimatnya, Lisa sudah bicara lagi.


“Udah jadian belum sih kalian? Cocok kok lo sama Paula. Pantes sih menurut gue buat dampingin lo, cantik, elegan, meski manja dikit. Tapi ga menampik kalau dia seksi juga. Selera lo kan tuh, Ndrew?. Tapi pas gue rasa sama lo sih.” Ucap Lisa santai. Tapi Andrew tidak terlihat santai.


‘Damned, mau gue bekap rasanya mulut istrinya si Julian.’ Batin Andrew.


Sementara Fania masih diam tanpa ekspresi meski dadanya terasa panas dan sesak mendengar ucapan Julian dan Lisa, namun ia tahan. Kesel, marah, kecewa tapi penasaran denger ceritanya Julian dan Lisa tentang si Paula itu.


Berbeda dengan dua J yang kompak sedang mesem – mesem ga jelas memperhatikan Andrew dan Fania.


“Bakal hancur dunia persilatan!.” Celetuk John sambil tersenyum dengan sangat sangat lebar. Dan senyuman lebarnya diikuti oleh Jeff.

__ADS_1


Nampaknya dua orang ini sedang menanti pertunjukkan yang kayaknya akan lebih seru dari film Box Office.


Andrew yang sedang tak karuan itu menatap dua J dengan teramat sinis.


“Maksud lo John?.” Tanya Julian bingung dengan maksud kalimat John soal dunia persilatan.


“No nothing. Gue lagi taruhan aja ini sama si Jeff.” Ucap John masih dengan senyumnya yang lebar. “Bukan begitu Bro?.”


“Begitu lah. Putus apa terus John?.” Ucap Jeff yang juga masih mempertahankan senyum lebarnya seperti John.


“Putuslah.” Sahut John. Lalu dia dan Jeff pun tertawa menggambarkan kepuasan hati mereka atas penderitaan seseorang. Temen ga ada akhlak emang ini si dua J.


“Lo berdua, bisa diem?!.” Ucap Andrew dengan penekanan.


“Taruhan apa lo berdua? Seneng amat kayaknya.” Celetuk Julian.


“Ga, never mind. Cukup gue ama John aja yang paham.” Ucap Jeff sambil terkekeh dan John pun sama.


“Fania, diem aja si?. Ngobrol dong.” Ucap Lisa pada Fania.


“Gue jadi pendengar aja Ka Lisa.” Ucap Fania datar menatap Lisa tanpa sedikit pun memandang bahkan melirik Andrew.


“You both listen to me ya.” Ucap Andrew pada Julian dan Lisa. “ Gue sama Paula itu ....”


“Andrew?.” Seorang wanita cantik berpakaian seksi menyapa Andrew dari belakangnya.


Membuat Andrew langsung menoleh, mencari tau siapa yang menyebut namanya.


“Where have you been, Drew?. Kangen aku tau....”


*


To be continue...        *

__ADS_1


Jeng,jeng,jeng


__ADS_2