BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 171


__ADS_3

Selamat membaca....




*


“Baiklah para tamu undangan sekalian.” Suara merdu nan syahdu pun terdengar menyapa para undangan. “Sebelumnya saya dan segenap pengisi acara mengucapkan Selamat untuk Pernikahan Kak Fania dan suami. Semoga menjadi keluarga yang Samara.”


“Apa itu Samara?.” Tanya Andrew yang seperti biasa hobi memeluk istrinya dari belakang walau tak sedang melihat ke arah panggung.


“Sakinah Mawaddah Warrohmah.” Jawab Fania. “Artinya cari di google.”


Andrew dan yang mendengar hanya tersenyum saja.


Fania tidak hanya mendapat ucapan selamat untuk Pernikahannya dari keluarga, teman dan kerabat dekatnya. Tapi juga ucapan selamat ulang tahun untuknya pun bergulir karena di hari ini selain Pernikahan adalah hari ulang tahunnya.


“Baiklah sebelumnya kami juga mengucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Kak Fania, semoga sukses dan bahagia selalu.” Suara wanita yang dipastikan adalah si Biduan Favoritnya Jeff, Siska, terdengar lagi.


Fania hanya tersenyum dan melambaikan tangan lalu melipat sebagi ucapan terima kasih. Kan ga mungkin teriak juga.


“Kamu ga nyanyi, hem?.” Tanya Andrew sambil merangkul pinggang Fania.


“Ga ah. Hari ini biar dinyanyiin sekali – sekali.” Jawab Fania yang juga merangkul pinggang Andrew.


“Gimana bapak, ibu, kakak kakak. Apa ada request lagu. Tanya si Biduan yang satu lagi karena mungkin ini gilirannya bernyanyi duluan.


Biduan bernama Julia yang ga kalah cantik dan semok seperti Siska. Wajahnya pun begitu menggoda. Hanya saja cara berpakaiannya tak seberani si Siska sang Biduan Yahud seantero Bekasi.


“Okelah ya, ini spesial lagu buat Penganten.” Ucap Julia saat akan memulai bernyanyi. Sementara itu Mom dan Dad masih asik bercengkrama bersama orang tua Fania dan kerabat mereka.


Musik sudah mulai terdengar.🎶🎶🎶


“Abang bule yang ganteng mau ikut joged?.” Tawar Julia dan si Bule Koplak merapihkan kerah kemejanya. John menyiapkan saweran dulu. Lalu mengangkat jempolnya pada Julia.


“Abang, belah duren yuk.” Suara Julia terdengar centil saat musik sudah dimulai.


🎶


Makan duren di malam hari paling enak dengan kekasih


dibelah bang dibelah enak bang silahkan dibelah.


🎶


Julia bernyanyi dengan ekspresi menggoda, bikin John semangat naek panggung.


“Dad!.” Anak sulung mulai sedikit hilang Akhlak. Reno teriak memanggil Dad Anthony dan yang dipanggil serta merta menoleh sambil menggerakkan kepalanya. Reno mengkode dengan tangannya agar Dad melihat ke layar plasma.


🎶


Semua orang pasti suka belah duren


Apalagi malam pengantin sampai pagi pun yoo wiss ben


🎶

__ADS_1


Tampaklah di layar plasma sang Raja Sawer sedang menyiram Julia pake cepean sambil digoyang asoy. Dad sedikit menelan salivanya dan tak berhenti menatap layar plasma karena sang kameramen iseng sedikit nge zoom Julia yang sedang meliuk liuk di depan John dengan seksinya. Ditambah dengan suara yang dibuat sedikit berdesah. Ah jadi pengen makan duren rasanya.


Sontak saja ekspresi Dad yang terpaku tanpa disadari Mom itu mengundang gelak tawa para anak dan menantunya yang mulai hilang lagi akhlaknya.


🎶


Makan duren di malam hari, Paling enak dengan kekasih


Di belah bang di belah enak bang, Silahkan di belah


🎶


Dad sepertinya terpesona dengan goyang biduan hingga dadanya sedikit berdebar. Sampai John dari panggung baru Dad mengalihkan pandangannya sambil menarik dan menghela nafas pelan tapi deg deg ser.


“Dad, Come! (Dad, sini!).” Teriak si Raja Sawer sambil mengkode dengan tangannya agar Dad mendekat.


“Apa sih?.” Tanya Mom Erna pada suaminya.


“Kids you know, they want me to join them. (Anak –anak biasa. Mereka suruh saya kesana).” Ucap Dad biasa seolah tak perduli pada panggilan John.


“Ya udah sana. Mom disini aja ya.” Ucap Mom Erna dan Dad tersenyum dalam hati.


“Tuan Anthony mau kesana. Mari Tuan sama saya.” Ucap Papa Herman. Sementara kini lagu kedua sedang mulai terdengar.


Tuan Anthony mengangguk dan mengikuti Papa Herman dengan disambut tawa lebar anak – anak dan menantunya.


Musik dangdut campur gendang jaipong terdengar. Kini posisi Raja Sawer digantikan oleh Jeff yang lagi asik diajak joged sama Siska.


🎶


Uwonge boral bli perhitungan, Ngupai sewakan bandeng se empang


🎶


Ah ternyata Jeff Raja Sawer yang kini merangkap jadi Juragan Empang, sedang digoyang gergaji oleh Siska membuat si bule gila tampak menggigit bibir bawahnya. Tepat disaat Dad mendekat.


‘Can I replace you Jeff?. (Bisa aku gantikan ga Jeff?).’ Batin Dad saat melihat pemandangan yang nampaknya bisa


bikin gemeter atas bawah, kala Jeff sedang di belakangi Siska  yang memakai gaun ketat sepaha, sambil dikasih


geolan maut si biduan yang pinggulnya sedang bertahta tangan Jeff.


Membuat para pria jadi mupeng dan Dad tanpa terkecuali.


🎶


Yen bener kakang arep temenan, Nglamar kula nggo pendamping sampean


Ngomongo karo mimi lan mama, Lamaran sampean pasti ditrima


🎶


Dasar bule ga ada akhlak, sadar Dad sudah melihat pemandangan di panggung dengan jelas secara Live. Jeff menggeser tubuh Siska untuk membelakangi panggung sehingga bongkahan gentong nya empal yang nampak full di gaunnya itu terlihat jelas putarannya. Seeeettt..... Ho a Ho e .... seiring dengan suara hentakan gendang.


Kalau ga inget Mom, ingin rasanya ia mendekat dan menggantikan Jeff. Tanpa sadar anak – anak dan menantu kurang akhlaknya masih tergelak makin ngakak melihat ekspresi Dad mereka.


“Come Dad. ( Ayo Dad ).” Goda John yang tubuhnya bergoyang mengikuti irama dangdut.

__ADS_1


🎶


Duh kakang kula demen sampean, Demene kula sampe bleg-blegan


🎶


Rasanya tubuh Dad ikut bergetar saat melihat itu goyangan meliukkan yang sarat bisa menggoyahkan iman berikut imin. Karena Siska bergoyang di tangga panggung yang sedikit dekat dengan mata Dad atas saran siapa lagi kalau bukan si bule tak berakhlak, Jeff.


Papa Herman yang sadar kalau Tuan Anthony sedang menjadi bahan Bully an anak dan menantunya yang masih cekakak tanpa dosa itu hanya mesem – mesem aja.


‘Yang sabar ya Tuan Anthony.’


Meriahnya acara Akad Nikah Andrew dan Fania yang diramaikan oleh Dangdutan terus berlangsung hingga sore hari. Berbaur dengan para tamu sambil bersenda gurau dan berbagi bahagia. Menyaksikan para biduan bernyanyi dan bergoyang yang dipastikan menang banyak dari saweran mereka hari ini.


Reno, Andrew dan Dad hanya jadi Bos Sawer yang hanya bisa menyerahkan segepok uang pada dua J untuk modal saweran tanpa berkutik untuk dekat dengan para biduan yang aduhai. Nasib.


Para personel band Fania, teman sekantornya dan three muskeeter juga ikut jadi pasukan joged hari ini.


Hingga sampai acara selesai dan tamu mulai berpamitan pada yang punya acara. Hanya beberapa kerabat dan tetangga dekat dulu serta tetangga sekitar yang masih ada beberapa yang ditahan Mama Bela, supaya bungkusin itu makanan yang masih ada daripada mubazir.


*


“Papa Herman, Mama Bela. Fania ikut Andrew ya?.” Ucap Andrew pada orang tua Fania sebelum dia dan keluarganya berpamitan. Sambil nunggu dua J ngaso karena kelelahan abis jadi Raja Sawer dengan guratan kepuasan yang hakiki di wajah keduanya.


“Ya iyalah ikut Nak Andrew. Udah Sah kan.” Ucap Papa Herman. Andrew terkekeh.


“Maaf ya, ga menginap dulu disini karna masih harus mempersiapkan acara resepsi.” Ucap Andrew lagi.


“Tenang aja Nak Endru. Woles . Woles.” Celetuk Mama Bela lagi – lagi Andrew terkekeh.


“Lusa Keluarga Cemara dijemput ya, biar menginap sehari di tempat Resepsi jadi ga terlalu cape nanti.” Timpal Reno.


“Gampang itu sih Nak Reno. Atur Aja.” Sahut Papa Herman.


“Iya besok biar istirahat Full dulu. Sekalian kasih kesempatan itu penganten Belah Duren?.” Celetuk Mama Bela.


“Apa?.” Tanya Andrew kurang paham.


“Belah duren.” Timpal Reno setengah terkekeh. Senior mah paham soal belah duren.


“Belah duren?. Durian?.” Andrew masih ga nyambung. “You know I don’t like Durian. Stinky Fruit !. ( Lo tau gue ga suka duren. Bau ! ).


“Kalau Durian yang ini lo ga bakal Nolak.” Timpal Reno lalu berlalu sambil terkekeh meninggalkan Andrew yang masih ga mudeng.


Sampai pada akhirnya Keluarga Smith beserta menantu baru mereka pamit pulang dengan Keluarga Cemara.


“Mah, Pah, Priwitan, Fania tinggal ya. Lusa kan ketemu lagi.” Ucap Fania seraya berpamitan pada Keluarganya. “Mandi, istirahat, ga usah ikut beberes. Noh kru pembersih udeh banyak.”


“Iye Kajol. Udeh sono cepetan. Kasian itu udah pada cape sama kegerahan pasti.” Ucap Mama Bela. Dan kemudian Seluruh Keluarga Smith pun berpamitan dengan membawa Fania serta.


Benar yang dibilang Mama Bela kalau mereka memang sudah cape dan gerah. Fania sebenarnya ingin mandi dan ganti baju terlebih dahulu sebelum kembali ke Kediaman Smith. Tapi dilarang Andrew yang punya niat terselubung pastinya.


Seperti posisi saat datang ke Keluarga cemara, iringan mobil pun tetap sama posisinya. Masih dengan kawalan Patwal juga, namun di mobil Pengantin kini hanya Andrew dan Fania saja yang jadi penumpangnya. Melaju Ke Kediaman Smith membawa status baru untuk hidup yang baru.


****


To be continue ...                

__ADS_1


__ADS_2