
Selamat membaca....
*
“Haha ....” Cindy tergelak mengejek. “What if he found out that his wife is getting a long with another man, in a private island, and in a private room?. ( Bagaimana kalau dia sampai tau kalau istrinya sedang bersama pria lain, di pulau pribadi dan di kamar pribadi?). Soon he will know that his wife is having a good time with another man. ( Secepatnya ia akan tahu, kalau istrinya sedang menikmati kebersamaan dengan pria lain).”
“I know!. ( Aku tau! ).”
Sebuah suara bariton milik seorang pria terdengar dari balik pintu kamar tersebut. Membuat Cindy, Fania, terlebih lagi Nick terkejut saat pria itu tak lama muncul dari balik pintu kamar yang terbuka.
Pria itu melangkah mendekati Cindy lalu memegang tangan kanan wanita itu. Meraih lalu menggenggamnya erat.
“YOU?!. ( KAU?! ).” Nick seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Laki – laki yang sangat tidak dia harapkan untuk berada disini sekarang. Dan bagaimana dia bisa masuk semudah ini?.
“A... Andrew?.” Cindy terkejut bukan main, terbata menyebut nama pria yang tiba – tiba datang.
Pria itu ternyata Adalah Andrew. Yang tanpa disangka serta diduga oleh Nick kalau laki – laki yang merupakan suami Fania itu, bisa masuk kedalam tempatnya yang sudah dijaga amat sangat ketat itu. Bahkan ia pun sudah memerintahkan kepada semua anak buahnya itu untuk tidak segan menembak atau melakukan apapun untuk
melumpuhkan Andrew Smith jika pria itu datang.
Andrew bergeming, tak bicara. Menatap tajam pada Nick yang amat sangat terkejut itu.
“Nald....” Fania berkata pelan. Wanita itu sempat berbinar lega, karena melihat Donaldnya datang. Namun hatinya terasa tercubit kala melihat Andrew yang malah menghampiri Cindy, bahkan menggenggam tangan wanita itu.
“Missed me, Cindy?. ( Merindukanku, Cindy? ).” Ucap Andrew yang kini memandang Cindy.
Tersenyum pada wanita itu. “H.. How can you get here?. ( Ba... Bagaimana kamu bisa kesini? ).” Tanya Cindy yang terbata karena masih terkejut dengan kehadiran Andrew di tengah – tengah mereka.
“We were in the same boat, Babe.. ?... ( Kita dikapal yang sama, Sayang?.. ).” Andrew mengangkat tangan Cindy yang ia genggam, sementara Nick berteriak memanggil salah satu anak buahnya.
“YOU STUPID B*ITCH! ( KAU J*LANG BODOH! ). GALE!.” Teriak Nick membuat Andrew menoleh padanya\, tak menoleh pada Fania yang tidak paham dengan situasi saat ini. Kedatangan Andrew seharusnya membuat dirinya
bahagia, namun diluar perkiraan, suaminya itu tidak langsung menghampirinya, malah sekarang menggenggam tangan mantannya itu.
“You have a smooth hand, Cindy. ( Kau punya tangan yang halus Cindy ).” Ucap Andrew yang sudah mengangkat tangan Cindy di bawah wajahnya sambil menatap pada tangan kanan wanita yang ia genggam itu. Makin mengeratkan genggamannya. “ But too bad.. ( Tapi sayang sekali ... ).”
KRAAKK!!!
“AARRGHH!!!!” Cindy berteriak dengan suaranya yang amat sangat mengerikan. Suara tulang yang yang tertekuk itu begitu terasa menyayat siapapun yang mendengarnya. Andrew mematahkan jari – jari pada tangan kanannya yang di genggam Andrew.
__ADS_1
“ But too bad you use it for something that totally wrong! ( Tapi sayang sekali kau menggunakannya untuk sesuatu yang amat sangat salah! ).” Ucap Andrew datar. Melepaskan tangan kanan Cindy yang kelima jarinya sudah tertekuk kaku itu.
Fania sampai membulatkan matanya yang melihat Andrew dengan entengnya mematahkan jari – jari di tangan kanan wanita bernama Cindy itu. Bergidik ngeri melihat suaminya sampai ia menelan kasar salivanya.
“Nald....” Fania berkata lirih pada Andrew. Namun suaminya itu belum menatapnya. Bahkan Nick juga merasa ngeri melihat suami Fania yang tampak tak punya belas kasihan itu.
“An.. Andrew... what have you done ...?!!. ( An..... Andrew .. apa yang sudah kau lakukan ...?!! ).” Wajah Cindy memerah dan sudah banjir air mata akibat rasa sakit yang teramat sangat dari jari – jarinya yang baru saja dipatahkan oleh Andrew. “How could you do this to me?!. You’re so ruthless!. Aaarrrrghhhh !!. ( Kenapa kamu tega melakukan ini padaku?!. Kau sungguh kejam!. Aaarrrrghhhh !! ).”
Tak terbayang rasa sakit yang dirasa oleh Cindy saat ini. Hingga wanita itu jatuh bersimpuh sambil menopang tangan kanannya dengan tangan yang satunya.
“Ruthless?!. ( Kejam?! ).” Andrew menyeringai pada Cindy yang tengah kesakitan. “It’s just a beginning Cindy! ( Itu baru permulaan Cindy ! ).
Tak tampak belas kasihan di wajah Andrew pada wanita yang jari – jarinya ia patahkan dengan sekali hentakan tangannya itu.
Malah Andrew menatapnya tajam, dengan tatapan yang menyeramkan. “You should never touch my wife! ( Kau seharusnya tidak pernah menyentuh istriku! ). How dare you put your filthy hand to my Fania’s face!. ( Beraninya kau menyentuh wajah Faniaku dengan tangan kotor mu! ). Bentak Andrew pada Cindy.
Fania mendengar apa yang barusan Andrew ucapkan pada Cindy yang terlihat memprihatinkan. Namun wanita itu tak mampu bergerak, tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Donald Bebek kesayangannya, yang selama ini selalu memperlakukannya dengan mesra, memanjakannya. Suami bucinnya yang kadang konyol itu, saat ini tampak bukan seperti Donald yang selama ini ia kenal.
Donald yang ini, seperti halnya yang dibilang Cindy barusan, tampak kejam, tak berbelas kasih meski Cindy adalah seorang wanita.
“She was right. ( Dia memang benar ). I should have not underestimate you. ( Aku tidak boleh meremehkanmu ).” Ucap Nick dengan santainya, meski sebenarnya ia sudah was – was. Tangan kanannya yang bernama Gale tak kunjung datang meski ia sudah berteriak memanggil dengan sangat kencang.
“Mark! Take this Pathetic Young Lady away!. ( Mark! Bawa pergi Nona Muda yang menyedihkan ini! ).” Seorang Pria yang dikenal oleh Cindy dan juga Nick sudah juga ada di belakang Andrew. Membuat kedua orang itu semakin shock, karena Mafia yang paling ditakuti di Thailand itu kini malah bersama Andrew.
“YOU?!. ( KAU?!! ).” Teriak Nick. "HOW DARE YOU!. ( BERANINYA KAU! )."
“Chaisay Keit?. How come?. ( Chaisay Keit?. Bagaimana bisa? ).” Ucap Cindy tak percaya, disaat salah seorang anak buah Andrew menyeretnya keluar dari kamar tersebut.
Sementara Andrew menarik Fania menjauh dari Nick yang perhatiannya tertuju pada Chaisay. Orang yang dia bayar untuk menjadi sekutunya. Namun tanpa diduga oleh Nick sama sekali kalau ternyata laki – laki itu kini berbalik melawannya.
Dengan pertanyaan yang muncul dalam benaknya, kenapa Mafia Thailand itu bisa kenal dengan suami Fania.
Awalnya Chaisay memang menerima pekerjaan yang Nick tawarkan padanya untuk menyewa beberapa orang terbaiknya untuk menjadi pengawal pribadi Nick selama di Thailand. Bahkan Nick terang – terangan mengatakan pada Chaisay kalau dia ingin menculik seorang wanita.
Chaisay menerima, karena Nick berani membayar mahal orang – orangnya untuk disewa dalam melancarkan segala rencananya.
Namun setelah Andrew Smith menelponnya, ia langsung mengetahui kalau wanita yang ingin diculik Nick adalah istri dari orang yang sangat ia hormati. Orang yang membuatnya berhutang nyawa.
__ADS_1
“YOU BETRAYAL ME! I PAY YOU A LOT!. ( KAU MENGKHIANATIKU! AKU MEMBAYARMU MAHAL! ).” Hardik Nick pada Chaisay.
Nick yang geram mencoba melangkah maju, namun baru dua langkah dan ia tak melanjutkan. Karena orang – orang Chaisay dan Andrew sudah ada disekelilingnya dengan tangan yang mengarahkan pistol padanya.
Menunggu aba – aba Andrew atau Chaisay dan semua peluru yang ada didalam pistol akan dimuntahkan tepat ke tubuh Nick.
“You don’t know, who you’re dealing with. ( Kau tidak tau kau berhadapan dengan siapa ). Chaisay maju satu langkah menyunggingkan seringai pada Nick. “You just someone who give me a lot of money. ( Kau hanya seseorang yang memberikanku banyak uang! ). But him! Someone who owned my life ( Tapi dia! Adalah pemilik hidupku! ).” Chaisay menegaskan pada Nick tentang siapa seorang Andrew Smith baginya.
Nick sudah kalah telak. Tak mungkin melawan Andrew Smith karena dibelakangnya banyak orang – orang berbahaya yang siap pasang badan untuk laki – laki tersebut. Chaisay Keit ini salah satunya.
Laki – laki yang hanya di kenal sebagai seorang Bisnis Man dengan nama besar, berikut nama besar keluarganya. Tak lebih dan tak kurang. Hanya sedikit info yang muncul di permukaan tentang laki – laki bernama Andrew Smith tersebut. Terlalu sedikit bahkan, tanpa ada yang tau kalau Andrew Smith mempunyai banyak kenalan baik, di dalam dunia bawah yang akan selalu siap untuk membantunya. Hingga membuat Nick menyepelekan nya.
Fania sudah berada dalam dekapan Andrew yang memeluknya erat saat Nick sedang fokus pada Chaisay, meski laki – laki itu sempat menoleh pada Fania yang sudah ada dalam pelukan suaminya itu.
“Maaf.” Ucap Andrew lirih menatap Fania lalu mencium kening wanita yang sangat ia cintai itu. “Did he do something bad to you?. ( Apa dia melakukan sesuatu yang buruk sama kamu? ).” Andrew menatap Fania.
Fania memeluk Andrew erat sambil seraya menggeleng, menjawab pertanyaan Andrew barusan. Menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Andrew yang selalu membuatnya nyaman. Kini membuatnya tenang meski sekarang wanita itu sudah terisak, karena bahagia bisa bersama suaminya lagi.
Andrew mendekap Fania erat, yang tubuhnya terasa bergetar dan Andrew merasakannya. Membuat Andrew menatap murka pada laki – laki yang terobsesi gila pada istrinya itu. “Nick Alister! You must pay with highly price for this!. ( Nick Alister ! Lo harus membayar sangat mahal untuk ini! ).”
Nick sudah tak berkutik. Terlalu banyak senjata api yang sudah mengarah padanya. Namun otaknya masih berpikir untuk tetap memisahkan Fania dari suaminya.
Andrew hendak bergerak maju menghampiri Nick yang sudah amat sangat ingin ia habisi itu. Namun Fania mengeratkan pelukannya, tampak tak berani menoleh ke segala arah. “Nald, aku mau pulang.” Lirih Fania pada Andrew.
“Ndrew, dia urusan R. Lebih baik lo segera bawa Fania pergi dari sini.” John juga sudah terlihat ada di tengah – tengah mereka. “Fania yang paling penting Ndrew. Okay?.” John mencoba meyakinkan Andrew kembali, sambil membelai pelan kepala Fania yang terus mendekap Andrew.
Andrew kemudian mengangguk. John benar, kalau saat ini Fania yang paling penting. Wanita yang sangat dicintainya itu sudah nampak lelah dan tak karuan. “Kita pulang, Heart.” Ucap Andrew yang terus membawa Fania dalam dekapannya.
“FANIA!.” Nick memanggil Fania dengan keras. Andrew menatap geram padanya.
Fania mencoba menoleh pelan ke arah Nick, meski setengah takut.
‘I won’t let you go!. ( Aku tidak akan melepaskanmu! ).” Nick menyeringai. Brug!. Namun orangnya Chaisay melumpuhkan nya hingga laki – laki itu tersungkur diatas kedua lututnya. “He doesn’t deserve to have you!. ( Dia tidak pantas mendapatkanmu! ).”
Nick memukul jatuh orang Chaisay yang tadi membuatnya berlutut dan merampas pistol dari tangan orang itu dengan cepat, mengarahkan pada Andrew tanpa lagi menunggu untuk melepaskan tembakan.
DOR !. Satu peluru lolos dari senjata api yang ia rebut barusan.
"FANIA!!!!."
__ADS_1
***
To be continue ..