BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 249


__ADS_3

Selamat membaca ...




“Kenapa Sweety?. Kok kayaknya gelisah gitu?.” Tanya Ara saat ia dan para wanita serta Dad sedang berkumpul di ruang santai, sementara para pria muda berkumpul di halaman belakang. Sedikit heran, dengan Fania yang sebentar – sebentar menoleh ke arah para pria muda sedang berkumpul dan tampak mengobrol.


‘Duh, gue deg – deg an deh kalo itu orang dua deketan.’ Batin Fania yang gelisah, tepat seperti terkaan Ara. Membuat si Kajol ga ngeh kalau Ara sedang bicara padanya.


“Fania, something’s wrong?. (Fania, apa ada sesuatu?).” Tanya Mom. Fania nampak masih bengong.


“Sstt!.” Ara menyenggol tangan si Kajol, barulah ia tersadar dari kegelisahan.


“Hah?. Apa Kak?.” Fania sedikit terkejut.


“Kenapa sih, kok kayaknya gelisah gitu?.” Tanya Ara lagi.


Fania hanya nyengir.


“Kamu kenapa, Fania?. Kayak ada yang dipikirin?.” Mama Anye ikut bertanya.


“Bukan apa – apa, Mam.” Jawab Fania yang mencoba bersikap biasa.


*****


“Sepertinya Naomy sedikit gelisah.” Dewa menunjuk dengan kepalanya ke arah Fania yang nampak sedang memperhatikan mereka saat mereka berada di halaman belakang saat ini.


Andrew pun menoleh ke arah yang ditunjuk Dewa dengan kepalanya. ‘Maybe she’s afraid that I’m going to fight with Dewa. ( Mungkin dia takut kalau gue akan berkelahi dengan Dewa).’ Batin Andrew yang paham tentang kegelisahan Fania.


Sementara dua J dan Reno sedang terlibat pembicaraan dengan topik yang lain, jadi Dewa dan Andrew berbincang berdua.


“Udah gue bilang, jangan suka memperhatikan istri orang. Terlebih lagi istri gue. Nyonya Andrew Smith.”


Andrew menoleh malas pada Dewa, dan pria itu terkekeh.


“What if she’s the one who have an eye for me?. ( Gimana kalo ternyata dia yang memperhatikan gue? ).” Ledek Dewa.


“Pagi masih lama. Mimpi lo terlalu cepat!.” Sahut Andrew sedikit ketus. Lagi – lagi Dewa terkekeh.


“Lo sengaja kan?.”


“Gue ga paham maksud lo.”


Dewa tersenyum seraya menggeleng.


“Don’t say, you didn’t see me standing here from your balcony, this evening. ( Jangan bilang lo ga liat gue berdiri disini dari balkon kamar lo tadi sore ).”


“Oh, maksud lo waktu Fania cium gue dengan sangat agresif tadi?.” Ucap Andrew sambil menyunggingkan seringai kemenangannya. “ Sorry, kalo lo liat. Ga ada maksud.”


“Cih. Childish!. ( Kekanakkan! ).” Sindir Dewa.


“Just to make someone ‘wake up’, for not trying to impressed MY – WIFE, with his discusting smile. ( Hanya ingin ‘menyadarkan’ seseorang, untuk ga mencoba mengesankan ISTRI – GUE, dengan senyumnya yang menjijikkan ).”


Dewa tergelak kencang, membuat pandangan Reno dan dua J akhirnya tertuju pada dua orang laki – laki yang nampak membicarakan suatu topik yang menarik.


‘Baguslah kalo akur.’ Batin Reno.


Reno dan dua J mendekati Andrew dan Dewa.


“Ngobrolin apaan sih?.” Tanya John penasaran, melihat Dewa yang nampak tergelak geli.


Dewa masih terkekeh.


“A jealous husband to me. ( Seorang suami yang cemburu sama gue).”


“Bukannya terbalik?.” Andrew tak mau kalah. “Bukannya lo yang cemburu, melihat betapa ISTRI – GUE itu mencintai gue.”


“Tunggu, tunggu. Lo berdua ngomongin si Kajol?.” Ucap Jeff.


“Fania!.” Sahut Andrew.


“Naomy!.” Sahut Dewa


Andrew dan Dewa bersuara bersamaan.


Jeff memutar bola matanya malas.


“Fania Andrew Smith!.” Andrew menegaskan


“Well, I know her as Naomy. ( Gue kenal dia dengan nama Naomy ).” Dewa tak mau kalah.


Kini Reno yang malas melihat dua orang yang berdebat tentang nama Fania.


“You just  stay here for one night right?. ( Lo Cuma nginep semalam disini, kan? ).”


Andrew melirik sinis pada Dewa.


"Liat kan?, emang lo dasarnya cemburu sama gue yang jauh lebih mempesona dari lo, Ndrew." Ucap Dewa Pede. “Lo ngusir gue jadinya nih, ngomong - ngomong?.”


“Nooo, I’m just afraid that you’re going to ‘burn’ if you see the intimates between me and my wife. ( Enggaaa, gue Cuma takut lo ‘terbakar’ melihat betapa mesranya gue dan istri gue ).”


“Lo aja kali yang ‘sok imut’ depan Naomy.”


Andrew terkekeh. “Getting envy, huh?. ( Sirik nih ye ).” Ledek Andrew pada Dewa.


Selain Reno yang malas menanggapi debat un faedahnya Andrew dan Dewa, dua J malah sebaliknya.


“Tunggu, kalian berdua ini lagi membicarakan si Fania, kan?.”


Tanya John sedikit menyelidik akibat ucapan dua orang yang sedang dia dan Jeff perhatikan.


“Yap.”


“Wait, don’t say the young girl, that you were chased long time ago is, Fania?. ( Tunggu, jangan bilang cewe ABG yang lo kejar – kejar dulu itu, si Fania? ).”


Tanya Jeff dengan memfokuskan matanya pada Dewa dan telunjuknya mengarah ke arah dalam rumah.


“Indeed. ( Benar ).” Sahut Dewa.


“APA?!.” Dua J kompak terkejut bukan main. Sementara Reno masih dalam mode ‘sa bodo amat’.


“Gila!. Lo tau tentang ini, R?!.” Pekik John.

__ADS_1


“Well, gue Cuma menduga, tapi kalian tau kalau dugaan gue ga pernah salah.” Sahut Reno. “Gue sama Ara udah nebak dari sejak si Dewa sama Little F dikenalkan tadi.”


“Benar – benar suatu kebetulan yang luar biasa.” Timpal Jeff.


Dua J geleng – geleng tak percaya. Kalau dua sahabat lama ini jatuh cinta pada satu wanita yang sama.


“Si Kajol ga pernah cerita soal dua orang ini?.” Tanya Jeff pada Dewa sambil menunjuk pada Reno dan Andrew.


Dewa menggeleng.


“Rumit. Padahal mereka berdua udah sedekat itu seharusnya sama Fania.” Ucap John.


“Kalau si Kajol cerita, gue rasa udah lama ini orang berdua udah ketemu sama dia.” Timpal Jeff.


“Dan ini Novel ga bisa sampe dua ratus episode lebih dan masih on going, oncoom.” ( Author ikut nimbrung ).


“Naomy sudah terlalu nyaman sama gue. Jadi ga kepikiran mungkin. Lagian orang berteman ga tau nama lengkap. Aneh.”


Dewa terkekeh.


“Yang penting udah ketemu sama si Little F.” Sahut Andrew. “Dan yang lebih penting lagi, Naomy which is ( yang adalah ) Fania, which is My Heart, udah jadi milik gue sepenuhnya. Sampai sini jelas ya, Tuan Dewa Finn?.” Ucap Andrew dengan bangganya sambil meledek Dewa dengan lirikan.


“Bucin akut dasar!.” Celetuk Reno.


Andrew memasang wajah masa bodoh.


“Kekanak – kanakkan.” Timpal Dewa.


“Yeah, couldn’t agree more. ( Emang setuju banget ). Sambung dua J. “ A bucin and childish Andrew Smith about his wife!. ( Seorang Andrew Smith yang bucin dan kekanak – kanakkan kalau udah menyangkut istrinya! ).”


Dewa dan Reno terkekeh.


“Whatever!. ( Terserah! ).” Sahut Andrew masa bodoh. “Salah lo sendiri kan menunda mengungkapkan perasaan lo ke dia dulu, Wa?.”


“Ya mungkin.” Sahut Dewa. “Tapi gue juga ga terlambat.”


“Jadi lo ga sempat pacaran sama si Fania dong, Wa?.” Celetuk John seraya bertanya.


“Sayangnya engga. tapi dia sayang kok sama gue, yakin gue sih.” Sahut Dewa, meledek Andrew yang kembali memberikan lirikan sinisnya pada Dewa. “Kalian tau kenapa gue kecelakaan?.”


“Mabuk!.” Timpal Andrew.


Dewa terkekeh. “Berat! Mabuk berat.” Tambah Dewa.


“No wonder. You are a Drunken God, right?. ( Ga heran. Lo emang Dewa mabuk, bukannya? ).” Celetuk Reno dan mereka semua terkekeh.


“Saat gue udah merasa yakin untuk mengungkapkan cinta gue pada Naomy, dihari itu gue tau kalau dia ga akan terima cinta gue.” Raut wajah Dewa sedikit berubah.


“Fania baru punya pacar?.” Celetuk John.


“Dia ga pernah pacaran.” Timpal Andrew.


Dewa manggut – manggut. “Andrew benar. Naomy ga pernah pacaran. Dia bilang sendiri ke gue. Gue udah pede waktu dia bilang begitu. Berharap dengan sangat, mungkin gue yang beruntung jadi pacar pertama dan terakhir buat dia. Bisa menangin hatinya. Tapi....”


Andrew, Reno dan dua J, masih menunggu Dewa melanjutkan ceritanya.


“Tapi gue keburu liat dia melamun dengan air mata yang turun kepipinya, yang langsung dia hapus saat gue datang.” Dewa melanjutkan. “Gue tanya kenapa, Naomy bilang lagi kangen sama seseorang. Menunggu dia datang.” Dewa menatap Andrew.


***


‘Eh, Ka Dewa?.’


‘Kamu kenapa?.’


‘Ga apa – apa, Ka.’


‘Masih anggap aku orang lain?.’


‘Engga Ka, ini Cuma lagi melow aja.’


‘Tentang?, Pacar?.’


‘Bukan.’


‘Terus tentang apa?.’


‘Cinta dalam hati gue.’


‘......... Kamu... lagi jatuh cinta sama cowok?.’


‘Udah lama Kak. Perasaan anak abg. Cinta monyet. Tapi ga ilang – ilang sampe sekarang.’


‘Kamu yakin itu cinta?.’


‘Entah. Yang jelas gue merasa kosong saat dia pergi. Dada gue rasanya sesak, kalo kangen sama dia. Semakin ingin gue hilangkan, semakin itu rasa kayaknya makin nempel dihati gue. Dan itu buat gue tersiksa.’


‘Kenapa ga coba membuka hati kamu untuk orang lain?. Aku, mungkin?.’


‘Sulit Ka.’


‘Kalo ga dicoba kan kamu ga akan tau.’


‘Udah pernah gue coba. Memang belum bisa. Entah sampai kapan.’


‘Siapa tau aku berbeda dengan cowo yang kamu coba untuk menggantikan seseorang dalam hati kamu itu?.’


‘Ka Dewa nih, justru aku coba buka hatinya ke kaka. Meskipun aku ga yakin juga kaka punya perasaan yang gimana sama aku. Tapi memang ga bisa. Ternyata....’


‘Sedalam itu perasaan kamu ke dia?.’


‘Iya Ka, sedalam itu. Senaif itu. Aku Cuma mau dia, hati aku sih. Hehe ....’


‘Beruntungnya dia. Boleh tau namanya?.’


**


“Donald!.” Dia sebut nama itu dengan mata yang berbinar – binar. “Andainya saat itu gue tau yang dia maksud dengan Donald adalah elo, akan langsung gue seret lo ke hadapan Naomy.”


Andrew tersenyum tipis. “Kan gue bilang dia Cuma cinta sama gue. Seperti halnya gue yang cinta sama dia. Sangat!.”


“Meskipun lo ga cinta sama dia, tapi kalau saat itu gue tau yang dimaksud Naomy dengan Donald Bebek ngeselin itu adalah Andrew Adjieran Smith, gue akan paksa lo mati – matian buat nerima cinta dia.” Dewa tersenyum tipis, merasakan ada sedikit nyeri dihatinya. “Asal Naomy ga sedih lagi.”


“Sorry wa.” Andrew meraih bahu Dewa. Dan Dewa pun melakukan hal yang sama.

__ADS_1


“Never mind, Ndrew. ( Ga apa – apa , Ndrew ). Yang penting sekarang Naomy bahagia.”


“Tapi ternyata lo cengeng!.” Ucap Andrew. “Kalah sebelum berperang. Segala Mabuk sampai hilang kendali.”


“Heh. kalau gue ga kecelakaan, lo belum tentu jadi suaminya Naomy.” Ucap Dewa setengah berguyon. Mereka pun terkekeh.


“Jodoh ga kemana, Bro.”


Dewa manggut – manggut.


“Ya kalau itu gue setuju. Siapa tau garis jodoh lo dan Naomy itu pendek. Berarti saatnya gue masuk.”


“Akan gue pastikan lo mengalami kecelakaan yang kedua kalinya.”


Dewa tergelak.


**


Para pria muda kembali ke ruang santai, setelah puas mengobrol di halaman belakang.


“Fania mana?.”


Andrew yang tak melihatnya bertanya pada Ara dan Michelle yang masih ada disitu.


“Baru naik ke kamar beberapa menit lalu.” Jawab Ara.


“Oh ya udah, gue ke kamar dulu kalau begitu.”


“Also tell her ( Sekalian bilangin ), kalau besok gue minta tolong dibuatkan bubur kacang hijau.” Ucap Reno dan


Andrew hanya mengangkat jempolnya lalu segera berjalan menuju kamarnya dan Fania.


**


“Heart ....”


Andrew menghampiri Fania yang sedang berada di meja kerjanya.


“Hey, udah selesai ngobrolnya?.”


Andrew mengangguk dan membungkukkan dirinya menghadap Fania yang tadinya sedang menggunakan komputer.


“Sedang apa, hem?.”


Andrew melirik ke layar komputer yang menampilkan kotak email milik Fania.


“Cuma cek email masuk aja.” Sahut Fania.


Andrew tersenyum. “Dari penggemar?.”


Fania terkekeh. “Cemburu?.”


Andrew menggeleng sambil tersenyum.


‘Ntar juga dicek nih email gue sama dia. Yakin deh.’ Batin Fania yang paham dengan keposesifan Andrew padanya.


“Kamu cape ga?.”


Pertanyaan Andrew membuat Fania menatapnya dengan pandangan curiga.


“Wash your dirty brain, Mrs. Andrew. ( Cuci otak kotormu, Nyonya Andrew ).”


Andrew memencet gemas hidung Fania sambil terkekeh. Pasalnya dia paham apa yang Fania pikirkan soal maksud pertanyaannya tadi.


“Yah, wajar lah aku mikir begitu. Kamu kan ga jauh – jauh dari urusan begituan.”


“Urusan begituan itu maksudnya apa ya?. Coba Nyonya Andrew tolong jelaskan pada suaminya yang polos ini."


Gantian Fania mencubit gemas pipi Andrew. “Polos darimananya tau. Kepala kamu nih yang polos.”


Cup!.


Andrew mengecup lembut bibir Fania.


“Kalau kamu ga cape aku mau ajak kamu ke suatu tempat.”


“Ke ranjang?.” Celetuk Fania asal dan Andrew tergelak.


“kesitu aja pikiran kamu. Mesum!.”


“Dih sendirinya yang mesum pake ngatain aku.”


“Tadi yang ga mau berhenti siapa, hem?. Pake remas – remas b*kong seksi aku.”


Gantian Fania yang tergelak geli sekaligus malu sendiri. “Iya, iya. Gemes soalnya sama **** seksinya Donald Bebek.”


Andrew ikut tergelak. “Ganti baju. Kita udah lama ga kencan. Sekalian aku mau kenalkan kamu ke beberapa teman.”


“Kemana ke RED?.” Tanya Fania setengah sinis.


Andrew tersenyum dan meraih bahu lalu membelai lembut wajah Fania.


“Kamu dengarkan ini baik – baik ya, Aku,  ga akan mengulangi kesalahan yang pernah aku buat ke kamu. Dan untuk itu, mulai sekarang, kemanapun aku mau pergi, aku akan bilang sama kamu dan akan mengajak kamu ikut serta.”


Andrew berkata dengan yakin pada Fania dan si Kajol tersenyum lebar.


“Paham Nyonya Andrew?.”


Fania mengangguk.


“Ya sudah, ayo kita ganti baju.”


“Oke.”


Andrew melirik arloji di tangannya.


“One round still possible, Heart. ( Kayaknya satu ronde sih bisa ini, sayang ).”


Halah! Donald Bebek dasar.


****


To be continue ...

__ADS_1


__ADS_2