BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
NEW CHAPTER OF LIFE HAS BEGUN 31


__ADS_3

♦WHAT A TOUGH NEGOCIATE♦ Negoisasi Yang Alot ♦*******


Selamat membaca..


“What a great honor to have two men of Adjieran Smith family in my home now (Sebuah kehormatan kedatangan dua pria dari Keluarga Adjieran Smith di rumahku saat ini).”


Seorang pria berlogat dan berwajah Inggris kental menyapa Andrew dan Reno yang kini sedang berdiri di ruang tamu pria tersebut.


“Well, I’m afraid the purpose why we’re here is not to be a guest, Edric (Sayangnya maksud kedatangan kami kesini bukan untuk bertamu, Edric).” Ucap Andrew datar namun mata elangnya memandang pria bernama Edric tersebut tanpa berkedip sambil menghadapkan badannya dengan tegak didepan pria itu. “Where is he? (Dimana dia?).”


Pria bernama Edric itu nampak sedikit waspada pada Andrew, namun dia tetap menampakkan senyumnya.


“Why don’t you guys have a seat? (Bagaimana kalau kalian berdua duduk dulu?).”


“I’m afraid we don’t have time to have a seat (Sepertinya kami berdua tak punya waktu untuk duduk).” Reno bersuara. “May I? (Boleh kan?).” Reno menyalakan rokoknya. Pria bernama Edric itu mengangguk. “You hear what my brother said, where is he? (Kau dengar apa yang adikku bilang, dimana dia?).”


“Look, I deeply regret for what was happened to your wife, really. But from what I know, she is still alive. (Begini, aku


benar – benar menyesal dengan apa yang terjadi pada istrimu. Tapi dari apa yang aku tahu, dia masih hidup).” Ucap pria bernama Edric itu. “


“Then, you think I have to let it go? (Lalu, kau pikir aku harus melepaskannya?).”


“He’s one of us. Me and family can’t let him stay in prison. Please. I can make a pers conference for an official apologize, but you guys should not try to disrupt with us (Dia bagian dari kami. Aku dan keluargaku tidak bisa membiarkannya dalam penjara. Tolong. Aku bisa mengadakan konferensi pers untuk permintaan maaf resmi, tapi kalian jangan mengganggu dan berurusan dengan kami).” Ucap Edric dengan lantang pada Andrew dan Reno. “Just like you guys, we also protect our family, no matter what (Dan seperti kalian, kami pun melindungi keluarga kami, apapun yang terjadi). Certainly both of you know, who’s our family is (Tentunya kalian berdua sangat tahu siapa keluarga kami).”


“Ya, we know. We know it very well. Now where is he? (Ya, kami tahu. Kami sangat tahu. Dimana dia sekarang?).”


Andrew masih berdiri menatap intens pada pria bernama Edric itu.


“Look Andrew, it seems that you don’t understand about what I have said to you. You may not touch him! (Begini Andrew, sepertinya kau tak paham dengan apa yang kukatakan padamu. Dia bagian dari keluarga kami, Kau tidak boleh meng apa – apa kan dia).”


“Where, the hell, is he? (Dimana, dia?).”


Tanpa disangka – sangka, Andrew dengan cepat mencekal leher Edric dengan satu tangannya.


“You.... will be ... in ..... a.... big...  distress ... for ... doing this ... (You.... akan...... dalam... masalah ...... besar ..... karena... melakukan ini...).” Edric berkata dengan terbata.


“What did you said? I can’t hear it clearly (Lo bilang apa? Gue ga bisa mendengarnya dengan jelas).”


Andrew melepaskan cekalannya. Reno hanya tersenyum miring melihat Edric yang sedang berusaha mengatur nafasnya.

__ADS_1


“You don’t mess up with Viscount! (Kalian jangan macam – macam dengan Viscount! ).” Edric menghardik Andrew yang tersenyum sinis padanya.


“A Viscount, Heh? (Seorang Viscount, ya?).” Ucap Andrew sinis. “Dirty Viscount (Para Viscount yang kotor).”


****


Flashback


“Talk Jeff (Bicara Jeff).”


“He’s a dirty man. Running a dirty illegal business. Drugs. And he was high when the accident happened, beside he was not focus with his cellphone (Dia pria kotor. Menjalankan bisnis kotor ilegal. Narkoba. Dan dia sedang teler saat kecelakaan itu terjadi selain karena ga fokus dengan ponselnya).”


“What else? (Apalagi?).”


“He’s..... free now (Dia..... sudah bebas sekarang).”


“What?! How? (Apa?! Bagaimana?).”


“He’s a Viscount. Edric Chandler who’s ensured him (Dia seorang Viscount. Edric Chandler yang menjaminnya).”


"Prepare everything (Siapkan semuanya)."


****


“A Viscount, Heh? (Seorang Viscount, ya?).” Ucap Andrew sinis. “Dirty Viscount (Para Viscount yang kotor).”


“You better watch the way you talk, Andrew Adjieran Smith!. You even such a haf – blood (Sebaiknya kau jaga bicaramu, Andrew Adjieran Smith!. Kau hanya seorang berdarah campur).” Ucap Edric dengan pongah, memperingati Andrew.


Andrew dan Reno terkekeh sinis.


“Half – blood ......(Darah campuran.....) You mean like a Were wolf and Vampire? (Maksudmu seperti Manusia Serigala dan Vampir?).” Ledek Andrew namun sinis. “If it so, I supposed to come here at night to ripped your heart


out from you body or R could probably cut you veins through your neck (Kalau begitu, seharusnya gue datang saat malam untuk merobek jantung lo keluar atau R bisa menggigit nadi di leher lo).”


Reno tergelak mendengar ucapan Andrew barusan. Dia membuang puntung rokoknya sembarang. Namun gelakan Reno terdengar sedikit menyeramkan bagi Edric yang sedang merasa terpojok ini.


“It’s still light (Hari masih terang).” Ucap Reno dengan wajah datar dan dingin menatap dan mendekat pada Andrew. “Even we can burn a duke into ashes and we’re still untouchable (Bahkan kami bisa membakar seorang Duke menjadi abu dan kami tetap tidak akan tersentuh).” Ucap Reno tajam.


“You know nothing about us Edric (Lo ga tau apa – apa tentang kami Edric).”

__ADS_1


Andrew menambahkan ucapan Reno.


“Just don’t make it hard, I just want to meet a person who was made my wife and my baby’s life in danger. Too close with a death, because a drug dealer from a Viscount who was high and feeling not guilty. (Jangan buat ini sulit, Aku hanya ingin bertemu dengan orang yang menyebabkan nyawa istri dan bayiku dalam bahaya. Sangat dekat dengan kematian, hanya karena seorang bandar narkoba dari seorang Viscount yang sedang teler dan tak merasa bersalah).”


 Andrew meraih kerah baju Edric.


“Even he had time to have a party with a prostitute when you get him out from prison than come to me to say an apologize (Bahkan dia sempat berpesta dengan para p***cur setelah kau mengeluarkan dia dari penjara daripada datang dan meminta maaf padaku).” Menghentakkan dengan kencang tubuh Edric ke dinding.


“Like Andrew said, just don’t make it hard. Tell us where is he, and your frigged dirty family secrets will never show up (Seperti yang Andrew bilang, Jangan buat ini sulit. Beritahu kami dimana dia, dan rahasia kotor keluargamu yang terkutuk ini tidak akan pernah muncul ke permukaan).”


“You have no proof for it ..... (Kau tidak punya bukti untuk itu....).” Edric sudah nampak terdesak, sekali lagi Andrew


mencekal lehernya, sementara tangan Edric seperti sedang mencoba menggapai sesuatu di dinding dimana Andrew sedang memojokkannya.


“Sir! (Tuan!).”


Sebuah suara muncul dari arah luar, bersamaan dengan beberapa orang yang masuk ke dalam rumah dan sudah dalam posisi waspada.


“Calling you bodyguards, huh? (Manggil pengawal lo, ya?).” Ucap Andrew, menyeringai sinis.


“Take them Out! (Lumpuhkan Mereka!).” Hardik Edric pada pengawalnya yang berdatangan, setelah Andrew melepaskan kasar cekalannya. Edric terbatuk karena asupan udaranya yang hampir habis akibat dicekik Andrew. “I will make you guys feel sorry for disturbing me! (Aku akan membuat kalian menyesal telah menggangguku!).” Ucap Edric lagi masih setengah terbatuk dan wajahnya yang memerah.


Andrew dan Reno membalikkan badan mereka sambil tersenyum sinis.


“It’s just gonna wasting my time (Ini hanya akan membuang waktuku saja).” Ucap Andrew dengan pandangan malas pada para pengawal pribadi Edric.


“Ck!.” Reno berdecak. “I should to wear a T-shirt to exercise (Harusnya gue pakai kaos buat olahraga).”


“Do not jus standing you Moron! Knock them Out! (Jangan Cuma berdiri bodoh! Hajar mereka!).”


Edric berteriak frustasi kepada para pengawalnya.


***


To be continue...


Eng ing Eng .... apa yang akan terjadi selanjutnya?


Silahkan ngedumel akibat digantung Author. Wkwkwkwkwk

__ADS_1


__ADS_2