BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 128


__ADS_3

Selamat membaca ...




“Nal.” Fania yang sudah bangun lebih dulu mencoba membangunkan Andrew yang masih pulas dalam tidurnya. Gadis itu sudah bertanya soal waktu Sholat di London pada Reno semalam. Mengingat kemaren kelupaan engga sholat sejak sampai London. Yah namanya juga manusia, suka khilap.😄


“Hem?.” Andrew menyahut tapi matanya masih terpejam. Bergerak pun tidak.


“Nald.” Ucap Fania lagi sambil mengelus pelan lengan Andrew. Dan Andrew pun sukses membuka matanya dan berbalik dari posisi miring menatap Fania yang duduk di tepian ranjang.


“Kok sudah bangun?. Jam berapa ini?.” Andrew berbicara seperti bergumam dan menoleh ke arah nakas di sisi satunya sambil memicingkan mata. “ Baru jam lima tiga puluh, Sweety.”


“Aku mau Sholat Subuh. Tapi semalem lupa tanya arah kiblat.” Ucap Fania yang nampaknya mukanya udah seger habis cuci muka.


“Emm, wait here.” Lalu Andrew beringsut dari ranjang.


“Sorry ya, jadi bangunin kamu.” Ucap Fania yang merasa ga enak sudah mengganggu tidurnya Andrew.


“Kamu nih, masih aja seperti aku ini orang lain, Sweety.” Ucap Andrew sambil mengelus kepala Fania lalu keluar dari kamarnya.


Tak lama Andrew kembali ke kamarnya dan Fania duduk di sofa dengan sudah menggunakan atasan mukena. Membuat mata Andrew yang tadinya masih mengantuk seketika jadi terang.


‘Wow bidadari surga pribadi gue. Eh, calon.’ Batin Andrew dan dia tersenyum pada Fania.


“Kak Reno sama Kak Ara sudah bangun?.” Tanya Fania.


“Sudah. Mereka juga mau Sholat Subuh. Bareng aja katanya sekalian di ruang sholat.” Jawab Andrew. “Apa tadi itu mereka bilang, Jam..” Andrew tampak berpikir.


“Jamaah?.” Sahut Fania.


“Oh iya itu. Pray together right?.” Ucap Andrew dan mendekati Fania tapi gadis itu bergeser.


“Eh, Don’t touch!.” Sergah Fania karena sepertinya Andrew ingin membelai wajahnya. Membuat Donald nya itu sedikit bingung. “Kan aku udah Wudhu. Udah aku kasih tau juga kan ke kamu waktu itu.”


“Oh iya aku lupa. Sorry.” Ucap Andrew sambil tersenyum. “Tunggu sebentar ya, aku ikut. Aku wudhu dulu.”


‘Ya Allah, calon imam gue dah ah.’ Batin Fania. “Astagfirullah.” Katanya pada diri sendiri sambil senyum – senyum ga jelas.


**

__ADS_1


“Assalamu’alaikum.” Ucap Fania yang sudah tiba di ruang Sholat keluarga Smith yang berada di lantai tiga.


“Wa’alaikumsalam.” Jawab mereka semua yang ada disitu. Kak Reno dan Kak Ara sudah pasti. Ada Tuan Anthony, Nyonya Erna dan Michelle juga bahkan. Dan dua orang yang satu pria dan satu lagi wanita yang Fania kenali sebagai salah satu supir dan pelayan. Minus Jeff yang meski di tanda pengenal tertulis muslim, tapi kayaknya dia belom tobat. Wkwk.


‘Masya Allah Andrew, ga salah memang anak Mom pilih calon istri.’ Batin Nyonya Erna.


‘You are so Lucky my Son.’ Batin Tuan Anthony.


Yang lainnya tersenyum.


“Kak Fania, sini deket aku.” Panggil Michelle. Mereka mulai bergegas untuk segera Sholat Subuh berjamaah.


“Assalamu’alaikum.” Suara Bariton dari laki – laki yang pastinya mereka sangat kenal. Membuat semua orang melihat ke arah pintu masuk ruang ibadah. Menangkap pemandangan yang menyejukkan mata dan hati namun juga sangat mengejutkan. Sampai Nyonya Erna dan Michelle serta dua pelayan tadi membuka mulutnya.


Kehadiran Andrew sangat mengejutkan orang tua, adik serta pelayan yang ikut berjamaah saat ini. Dengan kemeja putih yang ia pakai untuk beribadah, karena memang tidak punya yang namanya baju koko. Dan celana panjang hitam yang membuatnya terlihat rapih.


‘Matahari terbit dari Selatan sepertinya.’ Batin Julid Michelle.


“Oh My God, Andrew.” Ucap Nyonya Erna yang menghampiri putranya sambil tersenyum dan matanya berkaca – kaca karena terharu melihat anaknya yang jauh dari yang namanya menjalankan kewajiban sebagai umat itu sekarang ada di tengah – tengah mereka untuk ikut menjalankan kewajiban sebagai muslim.


Nyonya Erna hendak menyentuh wajah anaknya yang tampak teduh saat ini.


“Mom, Don’t touch.” Ucap Andrew seraya mundur dan menghindari tangan Mom yang ingin menyentuh wajahnya.


“Andrew sudah Wudhu. Mom jangan sentuh.” Ucap Andrew sok you know.


Berakhir dengan kepretan kencang di lengannya. “Sok tahu banget. Ini Mom lah. Ibu kandung kamu!.”


Membuat yang lainnya terkekeh geli melihat mereka berdua.


“Ouch, Mom. That’s hurt, okay. Ish. Batalkan Wudhu Andrew. Gara – gara Mom sentuh.” Ucap Andrew lagi yang pengetahuan agamanya masih seujung kuku aja baru segaris kayaknya.


“Ga batal, Nald. Mom kan ibu kandung kamu.” Ucap Fania pada akhirnya. “ Lagian juga Mom sentuhnya kemeja kamu, bukan kulit kamu. Udah yuk cepetan nanti keburu habis waktunya.” Ucap Fania lagi dan kemudian mereka semua melakukan ibadah dengan khusyuk dengan mengucapkan rasa syukur masing – masing.


*


“Tinggal satu itu yang belum bertaubat.” Tunjuk Mom Erna saat Jeff baru datang dan sepertinya baru bangun dan


menyambangi keluarga Smith yang memilih berkumpul di ruang keluarga selepas Sholat Berjamaah sambil menikmati teh dan kudapan.


Semua mata yang mengarah pada Jeff hanya terkekeh.

__ADS_1


“Wow. What a perfect Family.” Ucap Jeff tanpa dosa dan dibalas senyuman oleh yang lain kecuali Andrew dan Reno.


“Sini Kak Jeff.” Ucap Fania dan Jeff melangkah untuk duduk.


“Udah rapih aja My Boss. Emang sepagi ini kita mau ajak jalan si Kajol?.” Tanya Jeff yang keheranan melihat Andrew yang terlihat rapih sepagi ini.


“Lo kalo ga usil sehari ga bisa?.” Sahut Andrew malas.


“Ish, ni orang. I’m just asking okay?!.” Sahut Jeff juga.


“Kak Andrew tadi ikut sholat sama kita.” Ucap Michelle.


“Bruf.” Jeff tidak jadi menyesap kopinya. Hampir aja kalo udah keminum itu kopi pasti bakalan nyembur. “Apa?! Ga salah dengar ini gue?. What in the world ... .”


“Biasa aja. Too much.” Andrew menatapnya dengan malas.


“Really how amazing you are Fania!. Bisa membuat seorang Andrew bisa beribadah. Two thumbs up for you, Jol.” Ucap Jeff dengan wajah yang menyebalkan bagi Andrew. “Salju turun berwarna di London.”


“Kak Jeff nih.” Sahut Fania. “ Salju... .” Matanya berbinar saat melihat ke arah luar. Butiran putih turun dari langit


London diatas kediaman keluarga Smith.


Fania langsung berlari menuju ke halaman belakang rumah keluarga Smith untuk mempertegas apa yang dilihat matanya.


🎶Snow is falling from the sky ..


Membuat yang lainnya kaget, termasuk Andrew yang juga langsung berdiri saat Fania tiba – tiba berlari ke halaman belakang. Namun kemudian sebersit senyum bahagia muncul disudut bibirnya melihat Fania yang berdiri dengan kepala menghadap langit sambil membentangkan tangan ke udara.


'Fania .. My Lovely Fania.‘ Batin Andrew.


Yang lain juga ikut berjalan menuju halaman belakang dan juga ikut tersenyum melihat Fania.


‘Bahagia terus ya Little F.’ Batin Reno yang haru.


“Akhirnya gue ngerasain jadi Elsa Frozennnnn....!!!.” Ucap Fania di sela kebahagiaan yang akhirnya bisa merasakan hujan salju tepat diatas kepalanya.


**


To be continue..


*Bentar lagi juga si Kajol KW nyanyi*

__ADS_1


🎶let it go, let it go..🎶


__ADS_2