
Selamat membaca ...
Fania menghampiri Reno dan Ara saat mereka tiba di kubikel nya divisi kerja Fania.
“Hi Kak Ren, Kak Ara.” Sapa Fania pada keduanya. “Ada apakah gerangan?.” Mengabaikan Andrew yang berdiri sedikit di belakang mereka, yang masih memperhatikan Fania dengan intens.
‘Kenapa dia ga sapa gue?. Takut ada yang cemburu kah?.’ Batin Andrew.
‘Sorry Nald, bukan ga mau negor lu. Jaga image lo gue.’ Batin Fania.
“Sudah berpamitan?.” Tanya Reno pada Fania.
“Heeem, belum Kak. Baru akan.” Jawab Fania.
“Ya udah bilang sekarang. Habis itu kita makan siang, karna Andrew juga mau terbang ke Italy.” Ucap Reno. “Farewell party nya nanti aja hari senin.”
Fania pun mengangguk patuh. Pak Freddy, atasan Fania langsung dikantor juga berada di dekat mereka. Berdiri di samping Andrew.
Fania kemudian berdiri di depan meja kerjanya, menghadap rekan sekerjanya disitu.
“Heeem, guys gue mau pamit.” Ucap Fania sedikit sedih.
“Ih Zaskia Gotik lu mau kemana?.” Tanya Mela yang terkejut mendengar Fania berpamitan.
“Ini hari terakhir gue kerja, Ayu tong – tong.” Jawab Fania sambil tersenyum pada teman terdekatnya di kantor tersebut.
“Loh Fan, kok mendadak sih?.” Ucap Bobby yang langsung berdiri dari kursi kerjanya lalu segera mendekati Fania, karena sama terkejutnya dengan Mela. Membuat Andrew memperhatikannya dalam diam.
“Iya Bob, mendadak banget emang.” Ucap Fania. Dimas dan Mba Dian juga lumayan dekat dengan Fania, sama kagetnya dengan Bobby dan Mela.
Toh kalau di kantor lima sekawan ini emang lumayan dekat, karena mereka duduk berdekatan dan sering makan siang bareng dan sesekali hang out bareng saat pulang kantor.
“Yah, ga punya biduan dong kita bakalan.” Ucap Dimas
“Iya Fania, mendadak banget sih.” Ucap Mba Dian.
Ke empat rekan sekerjanya Fania mengerubuti gadis itu seakan lupa sama Big Bos yang lagi berdiri juga di dekat mereka.
__ADS_1
“Iya sorry, emang mendadak banget ini juga gue terpaksa.” Ucap Fania sambil merengut dan melirik Reno.
Sementara Reno yang merasa agak disindir Fania dengan lirikannya hanya tersenyum saja tanpa dosa. Begitupun Ara. Hanya Andrew saja yang tidak berekspresi apa – apa, masih dengan wajah dinginnya yang akan muncul saat dia berurusan dengan pekerjaan.
“Yah Fan, gue bakalan kangen berat ini sama lo.” Ucap Bobby yang membuat Andrew sedikit menaikkan alisnya.
“Jangan rindu berat.” Ucap Fania terkekeh
‘Bener itu pacarnya Fania?’. Batin Andrew. Seketika Andrew sedikit menatap sinis pada Bobby dan Fania.
“Kita belom hang out bareng ceu.” Ucap Mela yang sedih Fania mau resign.
“Iya nih.” Sahut Dimas dan Mba Dian berbarengan.
“Nanti senin gue balik lagi. Farewell party dah. Pegimane?.” Ucap Fania sambil bercanda untuk menutupi sedikit sedih dihatinya.
“Wah, okelah kalo gitu. Berarti masih bisa kangen – kangenan sekali lagi.” Ucap Bobby. “Peluk dong berarti.” Ucapnya tanpa malu – malu pada orang disekitarnya.
“Apaan sih lo. Liat noh banyak orang. Ga tau malu amat.” Sahut Fania dan Bobby melayangkan pandangannya dan seketika sadar kalo Big Bos dan Nyonya Big Bos beserta seorang pria yang ia tidak tahu dan Pak Freddy atasan mereka juga ada disitu.
“Eh iya. Hehehehehe.” Ia terkekeh sendiri sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal itu. “Sorry, Sir.”
“It’s okay.” Ucap Reno sambil tersenyum dan Ara juga ikut tersenyum. Hanya Andrew yang masih tanpa ekspresi.
“Iya Ka. Ya udah guys, gue pamit ya. Senin gue balik lagi.” Ucap Fania.
“Ga jadi peluk nih?.” Celetuk Bobby pada Fania.
Tiba – tiba Andrew melangkah maju dan mendekati Fania, langsung merangkul bahu Fania seperti yang biasa dia lakukan.
“C’mon, I’m hungry.” Ucap Andrew dengan nada datar tanpa menghiraukan orang di sekitarnya. Membuat Fania sedikit terkejut dengan Andrew yang merangkul bahunya seperti itu. Namun seperti biasa Fania diam saja.
“Iya ini mau ngambil tas.” Ucap Fania. Lalu gadis itu menyambar tasnya dan map berisi file pekerjaan beserta Flashdisk yang berisi data dari komputernya untuk diberikan kepada Pak Freddy yang merupakan atasannya.
“Oke deh Zaskia Gotik. See you on Monday ya.” Ucap Mela yang sebenarnya ingin memeluk Fania, tapi berhubung cowok yang membuatnya terpesona sampe sekarang sedang merangkul bahu temannya itu, akhirnya Mela pun mengurung niatnya untuk memeluk Fania. ‘Senin aja deh si Zaskia Gotik gue unyel – unyel. Tapi itu oh Ya
Ampun. Rangkul gue juga bisa ga?.’ Batin Mela meronta.
‘Set dah biduan. Cowoknya dia itu ternyata. Diem - diem ternyata pacarnya keren beut.’ Batin Dimas dan Bobby serta mba Dian kurang lebih sama, karna melihat Andrew yang tak lepas merangkul Fania.
“Ya udah, gue pamit dulu ya. See you guys on Monday. “ ucap Fania berpamitan pada Mela, Bobby, Dimas dan mba Dian. “Yuk kakak – kakakku sayang.” Ucap Fania pada Reno dan Ara dan dia hanya mendongak untuk menoleh sebentar pada Andrew yang masih merangkulnya. Lalu menghampiri Pak Freddy.
__ADS_1
“Oh iya Pak Freddy yang blaem – blaem. Ini semua kerjaan saya ya pak yang ada di pc. Udah saya pindahin ke flashdisk, sama laporan yang kemarin, ini udah saya print out semua. Nanti dicek ya Pak, kali ada yang salah. Senin saya balik lagi kok. Kalo engga nanti pas diperiksa emang ada yang kurang, WA aja ya Pak. Oke?.”
Ucap Fania panjang lebar pada atasannya yang suka tebar pesona itu.
“Siap Fania. Yakin lah kerjaan kamu ga ada yang salah pasti.” Ucap Pak Freddy. “Masa saya ga percaya sama adiknya Mister Reno.” Ucapnya lagi sambil menoleh pada Reno dan Reno tersenyum padanya. ‘Salah juga ga bakal berani gue suruh si Zaskia Gotik benerin.’ Batin Pak Freddy.
“Okelah Pak Fred, saya permisi dulu. Pamit nya entar aja senen yak.” Ucap Fania.
“Oke Fania cantik. Senen sekalian dangdutan kita ya berarti.” Sahut Pak Freddy.
“Wakakakakakakak .....” Fania tertawa ngakak dan teman – teman divisinya yang mendengar serta
beberapa orang rekan kerja yang lain ikut terkekeh. “Saweran siapin kalo gitu.”
“Oh bisa diatur itu. Lapan Enam.” Sahut Pak Freddy lagi sambil terkekeh.
“Oke ya Pak. See you on Monday.” Fania permisi untuk pergi pada Pak Freddy kemudian berbalik sebentar pada teman – teman satu divisinya yang masih berdiri menunggu Fania dan rombongan pergi dari kubikel mereka. “Guys, jalan dulu ya. See You . Muuuah."
.”
“Cepet.” Bisik Andrew pada Fania yang membuat Fania menoleh padanya.
“Iya, iya.” Sahut Fania
“Oke semua kami permisi dulu ya.” Ucap Reno pada mereka yang ada didekatnya serta Ara yang juga tersenyum seraya pamit. “Pak Freddy, terima kasih banyak. Dan nanti tolong sekalian urus soal Farewell party nya Fania hari senin.”
“Oh iya Mister Reno. Siap. Pasti akan saya siapkan.” Jawab Pak Freddy sopan.
“Dan untuk masalah pekerjaan Fania yang tadi dia serahkan pada Bapak, kalau memang ada yang perlu direvisi. You tell another staff to handle it. Don’t bother my sister.”
‘Sudah ku duga.’ Batin Pak Freddy. “Baik Mister Reno. No need to worry about that. Saya ga akan merepotkan Fania soal pekerjaan meskipun harus ada yang direvisi. Tapi saya yakin Fania sudah menyelesaikan dengan baik seperti biasa.”
“Baiklah kalau begitu saya permisi.” Ucap Reno pada Pak Freddy lalu bergegas berjalan bersama Ara untuk menyusul Fania yang sudah digeret Andrew duluan.
“Hon.” Bisik Ara pada Reno.
“Hem?.” Jawab Reno dengan kata andalannya.
“Andrew itu jealous ceritanya sama cowok yang tadi?.” Tanya Ara lagi sambil berbisik saat mereka berjalan menyusul Andrew dan Fania.
Reno pun terkekeh. “Maybe.”
__ADS_1
***
To be continue....