BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
Episode 60


__ADS_3

Selamat membaca..


“Ya ampun Fania, mati gue beneran!." ucap John panik saat Fania mengingatkannya pada Reno. Pria blasteran itu langsung merogoh saku celananya dan meraih ponsel miliknya. “Ah Shit . Gue lupa kalo hp mati.“ ucap John makin gusar.


“Ya udah sih, telpon pake hp gue aja. Lagian tadi bukan charge di mobil sebentar pas jalan kesini." Ucap Fania kemudian celingak celinguk mencari tasnya.


“Lo cari apa sih ?." Tanya Caca yang liat Fania celingak celinguk seperti mencari sesuatu.


“Tas gue." jawab Fania


“Cakep – cakep pikun lo Fan. You left your bag in the car." sahut John. “Bentar gue ambilin." Ucap John seraya bangkit dari duduknya untuk mengambil tas Fania di dalam mobilnya.


Tak lama John kembali dan memberikan tas Fania pada pemiliknya. “Ini Nona Muda tasnya." ucap John seperti menggoda Fania.


Fania mengabaikan John yang menyebutnya Nona Muda, karena ia langsung membuka tas untuk mengambil ponselnya.


Mata Fania melotot melihat puluhan miss called dari Reno dan Ara. Belum termasuk chat yang masuk. “OMG...."


“What’s wrong ?.“ tanya Vladimir pada Fania dan gadis itu menunjukkan layar hp nya pada Vladimir juga Arman yang duduk berdekatan.


“Banyak.“ sahut Arman.


“Call R now Fania, kakak lo kalo ngamuk serem." ucap John dengan dada yang dag dig dug.


“Iya Bos ini mau gue telpon. Elo sih lagian." Ucap Fania sambil menekan nomor kontak Reno.


“ Gue?. Elo tuh yang bikin gue kayak orang gila." sahut John.


“Sibuk nomornya Kak Reno." ucap Fania yang gagal menghubungi kakak gantengnya


“Ara coba." sahut John lagi. ‘Kakak lo pasti sibuk mengerahkan pasukan gara - gara hp gue mati.' batin John.


Fania pun menekan nomor kontak Ara. “Halo Assalamu’alaikum, Kak Ara." ucap Fania yang sepertinya berhasil menghubungi Ara.


**


“Ini Fania telpon." ucap Ara sambil menunjukkan layar hp nya pada Reno dan suaminya menyegerakan Ara untuk menerima panggilan dari nomor Fania.


“Terima cepet, babe." ucap Reno yang buru – buru mendekat pada Ara. Andrew pun ikut mendekat.


“Loud Speaker Ara." ucap Andrew yang merasakan hatinya berdebar penasaran ingin mendengar suara Little F nya dan Reno. Ara pun mengangguk pada Andrew seraya menekan tombol speaker di hp nya.


Tuan Anthony , Nyonya Erna dan Michelle juga ikut mendekati Ara. Padahal kan udah di loud speaker itu, duduk juga bakal kedengeran. Tapi namanya situasi lagi panik, jadi yang tadinya duduk spontan berdiri.


‘Halo Assalamu’alaikum , Kak Ara.' suara Fania terdengar di Ponsel Ara. Membuat Ara, apalagi Reno merasa sedikit lega. Tapi Andrew merasakan debaran di dadanya makin nyata, bertanya pada dirinya sendiri apa benar itu suara Little F nya?. Karena suara wanita di telpon itu begitu berbeda dengan suara Fania yang dulu.


Fania yang dulu seringnya bicara dengan keras dan asal. Cempreng malahan. Ga ada cakep – cakepnya kalo kata Andrew dulu.

__ADS_1


Tapi suara yang ia dengar ini adalah suara merdu seorang perempuan yang mungkin hanya mendengar suaranya saja terbayang wajah cantik si empunya suara.


‘Ini bener suara Fania?.' batin Andrew bertanya – tanya, yang kiranya masih tak percaya dengan suara yang sedang ia dengarkan itu. Namun tak bisa dipungkiri, ia bahagia kalo itu memang benar – benar Little F nya.


“Halo, Wa’alaikumsalam , Fania...." Ara menjawab panggilan Fania. “Ini Kamu, kan Sweety?." tanya Ara memastikan.


‘ Iya Kak Ara cantik, ini adikmu Fania yang cetar mem bahenol.' jawab Fania dari sebrang telpon. Ara menghembuskan nafas lega setelah mendengar jawaban Fania yang seperti itu.


“Fan, Fania. Are you okay Sweety ?." Kini giliran Reno yang berbicara namun masih dengan nada cemas.


‘Okay Kak. Don’t worry. ‘ jawab Fania santai tanpa tau kalau telponnya sedang di loud speaker.


“Lo dimana? sama siapa?." Tanya Reno yang sepertinya belom tenang.


'Ini lagi nongkrong aja abis diajakin kak John jalan.' jawab Fania.


Sementara Reno masih bertanya ini itu sama Fania, Ara menghampiri Andrew yang matanya sedikit berkaca – kaca.


“Andrew.“ ucap Ara pelan sambil mengusap lengan adik ipar angkatnya itu.


“Is it really her Ara? Little F ?.“ tanya Andrew pelan sambil memperhatikan Reno yang masih sibuk bicara dengan Fania.


“Iya itu Fania. “ jawab Ara sambil tersenyum. “Do you want to talk to her?." Tanya Ara tapi Andrew diam


tak menjawab ya atau tidak. Ara kemudian memanggil Reno. Sementara Nyonya Erna, Tuan Anthony dan Michelle sudah duduk kembali, saat menyadari kalau gadis yang dikhawatirkan itu baik – baik saja.


“Hon. “ panggil Ara pada Reno ,membuat Reno menoleh pada istrinya itu namun telinganya masih fokus pada suara Fania di ponsel yang sudah menempel di telinganya karena Reno sudah mematikan loud speaker.


“Hold on F.“ ucap Reno pada Fania karena ingin menanggapi istrinya yang memanggil. “Kenapa Babe?.“ tanya Reno


“Ini Andrew mungkin mau bicara sama ... “ Ara belum sempat melanjutkan kalimatnya tapi Andrew sudah menyela.


“No, not now. “ ucap Andrew sambil menatap Reno. Dan Reno pun sepertinya paham makna ucapan Andrew. Ia mengangguk pada Andrew lalu kembali bicara pada Fania.


“Mana John?. “ tanya Reno pada Fania.


Sementara Andrew ikut duduk bergabung di dekat keluarganya dan Ara kembali mendekat pada Reno.


“Lo anter Fania pulang sekarang!.“ ucap Reno memberi perintah pada John. Setelah John mengiyakan dari sebrang, Reno tidak langsung memutuskan telpon. “Abis itu, better you call me as soon as possible!." perintah Reno lagi. “Mana Fania?.“


Fania kembali menyapa Reno dari sebrang telpon. Reno juga memberikan perintah pada adik angkatnya itu, tapi dengan nada yang tidak seperti dia bicara pada John tadi.


“Fan, lo pulang sama John sekarang. Inget...." Reno  menunda kalimatnya, karena Ara menepuk bahunya mengisyaratkan bahwa istrinya itu ingin juga bicara dengan Fania.


Reno pun mengangguk pada Ara, kemudian kembali menekan tombol loud speaker di handphone Ara. Sebelum membiarkan Ara bicara pada Fania, Reno melanjutkan kalimatnya yang sempat terpotong tadi.


“Fania, denger gue kan ya. Ikut pulang sama John sekarang. Inget lo harus....“ kalimat Reno kembali terputus karena Fania kini yang menyela.

__ADS_1


‘Harus nurut ama Kakak gue yang gantengnya sejagat raya.‘ ucap Fania dari sebrang telpon. Membuat Andrew


yang mendengarnya tersenyum tipis mendengar suara Fania yang ceria itu.


“Bagus kalo paham." ucap Reno ketus.


“Ca ilah, marah – marah mulu ah." sahut Fania. “Ilang gantengnya entar."


“Nih kak Ara mau ngomong."  Reno memberikan telpon pada Ara.


“Halo Sweety. Kamu ga apa – apa kan sayang?." tanya Ara dengan lembut.


‘Ga apa-apa Kak Ara sayang, ini aja nih karyawan kak Reno yang namanya John terlalu Lebay. Jadi bikin heboh.‘ Fania menjawab dari sebrang. Andrew masih tersenyum tipis mendengarkan Fania bicara. Dia kangen, tambah kangen setelah mendengar suara Fania yang masih ceria seperti dulu. Namun suara cempreng itu sudah berubah menjadi suara merdu seorang wanita, bukan bocah tomboi lagi.


“Ya udah aku putus dulu ya telponnya. You take care oke Sweety." ucap Ara hendak memutuskan panggilan. Dirinya juga sudah lega mengetahui Fania baik – baik saja.


“Oke Kak. Oh iya bilang Kak Reno tuh kalo nanti kesini lagi bawain oleh – oleh kek." Cerocos Fania


“Iya nanti di bilangin." ucap Ara


“ Asik ... oh iya kak satu lagi." ucap Fania


“Apa?.“ tanya Ara


“Titip salam."


“Untuk?."


“Si Botak yang dulu ngeselin." ucap Fania yang membuat Andrew sedikit terkejut, karena Fania ternyata masih mengingatnya. Padahal tadinya dia sempat berpikir, kalau Reno menyembunyikan kebenaran tentang Fania yang udah ketemu, karena gadis itu mungkin dah ga ingat padanya.


Tapi ternyata sekarang Andrew mendengar Fania titip salam untuknya. Senyum Andrew melebar. Ingin rasanya menyambar ponsel Ara dan langsung bicara, tapi Andrew menahannya entah atas alasan apa dan hanya Andrew


yang tau kenapa. Padahal Ara langsung memberi kode padanya kalau mau bicara, tapi Andrew tetap menggeleng namun tersenyum.


“Andrew maksud kamu?.“ tanya Ara pada Fania sambil menatap Andrew dengan tersenyum.


“Ga tau lupa namanya. Yang gue tau dia cerewet kayak Donald Bebek." Fania terdengar terkekeh di sebrang telpon. “Ya udah ya Kak Ara cantik, bye.“ telpon dari Fania terputus.


“Sorry Ndrew bukan aku yang bilang kamu kayak Donald Bebek ya." ucap Ara sambil terkekeh dan Reno pun juga sedikit terkekeh dengan senyum yang mengembang.


Sementara Andrew tersenyum dengan sangat lebar sambil geleng – geleng kepala.


“Oh jadi dulu Fania sering sebut Donald Bebek itu maksudnya kamu, Andrew?.“ ucap Nyonya Erna, yang membuat mereka yang ada di situ akhirnya malah tertawa.


**


To be continue..

__ADS_1


__ADS_2