BUKAN SEKEDAR SAHABAT

BUKAN SEKEDAR SAHABAT
NEW CHAPTER OF LIFE HAS BEGUN 13


__ADS_3

♦SENG ADA LAWAN ♦


**


Selamat membaca ....


“Lo ga sedih, kalau R sama Ara pisah?.” Giliran Jeff yang bertanya.


“BOMAT! Bo-do A-mat. Udah ga ada urusan dia orang berdua sama gue!.”


Fania berkata dengan ketus. Kepo sebenarnya pengen tanya – tanya atas dasar perduli juga sebenarnya. Toh bagaimanapun Fania sayang pada Reno dan Ara, tapi hatinya masih tersinggung dengan ucapan Ara dan Reno kala itu, yang menyentil soal anak, dan Fania sensitif soal itu atas dasar sedikit gangguan dalam rahimnya.


“Segitunya yang sentimen sama gue dan Ara.” Fania menoleh mendengar suara dari sampingnya.


Fania hanya menatap sebentar pada Reno yang sepertinya tidak pulang ke rumahnya seperti yang Fania kira. Dan kini si kakak ganteng yang sedang perang dingin dengannya itu datang menghampirinya.


‘Katanya mau pisah.’ Batinnya bermonolog melihat Reno dan Ara datang bergandengan.


“Masih dendam sama gue dan Ara?.” Ucap Reno yang mengambil tempat disamping Fania dan mengapitnya dengan Ara, setelah Andrew bergeser, pindah duduk bersandar pada kaki Fania.


Fania melingkarkan saja lengannya di leher Andrew, belum menanggapi ucapan si kakak ganteng yang sedang senyam – senyum padanya bersama Ara.


“Adiknya Reno kalau marah lama, ya?.” Ucap Ara. Fania pun masih diam.


“Maafin gue ya?. Maafin Kak Ara juga.”



**Flashback conversation Andrew and R on


“Fania told me everything ( Fania udah cerita ke gue ). Dan gue ga berdiri disisinya atau disisi lo dan Ara. Even ( Walaupun ), gue sedikit ga suka dengan apa yang lo dan Ara katakan ke dia. Tapi gue coba paham posisi lo dan Ara.”


“Ucapan yang mana?.”


“Lo dan Ara bilang kalau dia ga akan paham soal anak karena dia belum merasakannya.”


"....."


“That things is very sensitive to her ( Hal itu sangat sensitif untuknya ). Entah lo atau Ara sadar atau tidak saat mengatakannya. But I tell you ( Tapi gue ingatkan ), Little F tersinggung dengan itu. Sangat.”


"....."


“Katakan, dia berlebihan mencurigai pengasuhnya Varen. But I thought you know your sister very well ( Tapi gue pikir lo kenal adik lo dengan sangat baik ). Dia ga akan mencurigai sesuatu dengan sembarangan. She asked to go back in the night before the incident at Thai ( Dia sudah minta pulang saat malam sebelum insiden di Thai), dan lo tau yang terjadi setelahnya.”


"...."


“Dan saat insiden kami kehilangan bayi kami, malam sebelumnya dia sudah punya firasat. Untuk sekedar lo tahu, R. Walaupun dia pernah salah paham tentang kita yang dia anggap terlalu baik sama dia. Tapi gue tahu Little F dengan sangat baik.”


"...."


“Katakan, Little F berlebihan dengan prasangkanya. Semata – mata karena dia sayang dan perduli dengan Lo juga Ara. Dia hanya tidak ingin ada duri dalam pernikahan kalian.”


"...."


“You guys, better think about it ( Kalian berdua sebaiknya pikirkan soal itu ).”


Flashback conversation Andrew and R off


**


“Maafin gue ya?. Maafin Kak Ara juga.”


Reno tersenyum sambil membelai kepala Fania seperti biasa.


Ara pun sama. Sang ibu peri menyentuh bahu Fania yang belum menanggapi Reno. “Maafin Kak Ara dan Kak Reno ya, maaf kalau ada ucapan kami berdua yang menyinggung perasaan kamu, Sweety. Kami berdua benar – benar

__ADS_1


tidak ada maksud untuk menyakiti hati kamu.”


Fania masih diam, namun tak lama terdengar ia menghela nafasnya panjang. Andrew dan Jeff pun hanya masih menjadi pendengar yang baik, sambil sesekali mengepulkan asap dari mulut mereka.


“Iya, maaf juga kalau mulut gue pernah iseng sama lo.” Reno menambahkan.


“Sadar lo.” Sahut Fania datar, keempat lainnya terkekeh.


“Iya gue sadar.” Timpal Reno. “Sadar juga punya adik judes banget ga pandang bulu. Sampai – sampai kakak sama kakak iparnya di musuhin habis.”


“Lo berdua yang mulai. Lo jual gue borong lah. Pikirin amat.”


Fania masih menyahut datar.


“Sama Malnya lo borong sekalian?.”


Reno mulai coba mencairkan suasana.


“Halah garing!.” Sahut Fania, dan empat lainnya terkekeh lagi.


“Iya gue garing. Apalagi. Keluarin unek – unek lo, gue sama Ara sudah siap nih.”


“Tapi habis itu janji, kalau ada sesuatu atau ucapan diantara kita semua ada yang mengganjal, jangan lagi begini. Kan bisa bilang, Kak Ara Kak Reno, kalian tuh udah menyinggung gue. Gue ga suka!.”


Ucap Ara memperagakan setengah gaya Fania berbicara.


“Iya kali gue kepikiran waktu itu. Keburu tersinggung. Keburu kesel!.” Sahut Fania. “Ya gue juga minta maaf kalo terlalu ikut campur urusan lo berdua. Sorry.”


“Truce? ( Damai? ).” Reno mengarahkan kelingkingnya pada Fania ala pinky promise berikut puppy eyes yang nampak konyol.


“Lebay lo ah.” Fania melirik kelingking Reno.


“Peluk deh kalo gitu.” Reno merentangkan tangannya.


“Ck!.” Fania berdecak namun sekejap langsung memeluk kakak gantengnya.


“Iyaaaaa. Gue juga minta maaf.”


“Kakak gantengnya doang nih yang dipeluk?.” Goda Ara. Fania pun berpaling memeluk Ara.


“Maafin Kak Ara ya?.”


“Iya kak sama – sama . Maafin gue juga.”


“Gue ga lo peluk Jol?.” Celetuk Jeff.


“Au amatan!.” Sahut Fania dan Jeff serta Andrew, Reno dan Ara pun terkekeh.


“Aku nanti dapat ciuman ya.” Celetuk Andrew yang sukses mendapat toyoran dari Reno. “Loh, wajar dong, gue berandil besar dalam perdamaian kalian.”


Cup!. Fania mencium pipi Andrew. “Makasih ya Donald Bebek.” Ucap Fania dan Andrew tersenyum sambil mengacak – acak rambutnya.


“Sama – sama, Heart.”


“Varen mana deh?.” Tanya Fania.


“Di rumah.” Jawab Reno dan Ara.


“Bukannya dibawa. Jangan sering – sering ninggalin anak lo sama baby sitter.”


“Kan ada Mama Anye.”


“Oh iya.” Ucap Fania. “Terus itu pengasuhnya Varen ga ada kerjaan dong, kalo udah ada Mama Anye?. Hati – hati Kak Ara, suami lo jangan sampe sendirian di rumah.” Sindirnya sambil melirik Reno yang kemudian geleng – geleng.


"Tidak perlu khawatir kalo soal itu."

__ADS_1


***


Flash back Reno dan Ara on


“Sepertinya Little F marah beneran sama kita, Hon?.”


“......”


“Tapi omongannya Little F sedikit mengganggu pikiran sama hati aku juga sih.”


“Soal Merryl?.”


“Iya.”


“Sejak kapan kamu cemburuan?.”


“Bukan cemburuan. Tapi membuat aku merasa harus antisipasi.”


“Soal?.”


“Ya Merryl.”


“Jadi?.”


“Lebih baik kita sudahi sajalah kontrak kerja dia sama kita. Takutnya omongan Little F ternyata kejadian, dan aku juga merasa bersalah sama dia. Aku ingat menyinggung soal anak waktu itu, takutnya Little F ambil hati sama ucapan aku yang itu, makanya dia sampai lama begini sentimen sama kita. Belum lagi kamu tuh, malah suka menambah arang kalau bertemu Little F.”


“Ya aku sedikit banyak ada kesalnya juga sama dia.”


“Ya sudahlah kita pecat aja itu si Merryl.”


“Oke.”


Flash back Reno dan Ara off


***


“Oh udah kalian pecat jadinya itu baby sitter?.” Tanya Fania lagi setelah mendengar kalau Reno dan Ara sudah tak lagi mempekerjakan pengasuh yang bernama Merryl itu.


“Yah daripada – daripada. Masa gara – gara orang luar kita jadi musuhan?.” Jawab Ara.


“Lagian nyari baby sitter yang masih muda begitu, mana cakep. Gatel pula!”


Reno dan Ara terkekeh lagi. Begitu juga Andrew dan Jeff.


“Masih ada lagi yang mengganjal di hati lo, sama gue dan Ara?.” Tanya Reno.


Fania menggeleng. “Tapi asal kalian tau ya, gue emang belom punya anak, tapi soal ngurus bocah gue lebih berpengalaman tau ga?. Tuh si Prita waktu orok siapa coba yang ngurusin?. Gue!. Jauh sebelom gue kenal lo sama ini si Donald Bebek. Dari gue kelas empat SD gue udah ngurusin noh si Prita waktu papa mama masih kerja.”


Fania mulai nyerocos.


“Jangankan jagain anak bayi tidur, tuh si Prita kalo sore gue suka dorong – dorong pake dorongan bayi, bahkan gue gendong pake gendongan kaen sambil gue suapin keliling gang. Belom lagi gue harus beberes rumah. Tanya sono si mamah kalo lo ga pada percaya. Belom lagi bla .. bla ..” Fania masih nyerocos.


‘Katanya ga punya unek – unek...’ Batin Reno dan Ara yang menggerutu, namun wajah mereka tetap tersenyum.


‘Panas – panas kuping kalian.’ Andrew membatin sambil senyam – senyum bersama Jeff.


“Paham kan kenapa gue tersinggung?. Bukan hanya karena gue punya gangguan medis, tanya deh papah sama mamah kayak apa tuh gue ngurusin si Prita waktu kecilnya itu bocah. Gue kesel lah kalo lo berdua seolah – olah bilang gue ga tau cara ngurus bayi!. Gue cuman ga n*tein aja itu si Prita ....”


“Iya paham ...”


‘Iyakan saja Deh. Asal si Kajol bahagia. Daripada dengar sindirannya. Lebih baik dengar cerocosan nya.’


‘Cuma si Kajol seorang yang bisa buat sebagian besar orang – orang dirumah ini mati kutu. Bahkan Reno dan Andrew.’ Batin Jeff. ‘Pebisnis handal bertangan dingin, ga ada takutnya sama orang lain, tapi ga berkutik sama sinisnya sindiran biduan, hahaha.’


***

__ADS_1


To be continue ...


__ADS_2