
...🥀🥀🥀...
"Kalian berdua, berhati hati lah pada anak itu! Entah ada hubungan apa anak itu dengan Aleta dan Wisnu. Yang jelas mereka bekerja sama untuk menghancurkan nama baik perusahaan lewat gudang, dan yang mencoba mencelakai mu, Tuan Muda!" ujar Arsandi panjang kali lebar.
Layla membola. "Apa? Irfan terlibat? Kok bisa?"
"Apa Irfan menyukai mu, La? Bagaimana sikap Irfan di sekolah dengan mu? Apa dia menunjukkan rasa ketertarikan pada mu?" cecar Danu tidak sabaran, ingin mendengar jawaban Layla.
Layla mengerutkan kening nya. "Sikap Irfan ke aku ya biasa aja, gak gimana gimana." jawab Layla dengan jujur.
"Tapi ini pasti ada kaitan nya La, bagaimana mungkin... Irfan teman mu itu bisa mengenal Wisnu dan Aleta, secara umur mereka dengan irfan berbeda jauh." ngotot Danu.
"Kaka menuduh ku berkata bohong! Iya gitu? Terserah kaka lah kalo kaya gitu! Percuma ngomong sama orang yang percaya!" Layla melepas genggaman Danu dari jemari nya. Setelah menyambar hape nya dari atas nakas, dan berlalu pergi.
"Mau ke mana kamu, La? Kita belum selesai ngomong!" tanya Danu dengan suara meninggi.
"Cari angin! Nafas aku sesak terus deket sama orang yang gak percaya sama aku!" cicit Layla dengan ketus.
Blam.
Layla membanting pintu saat menutup nya, lupa jika di luar ruang rawat Danu di jaga dengan 2 orang berseragam polisi.
"Maaf pak, gak sengaja banting pintu!" cicit Layla dengan wajah bersemu, antara malu dan kesal lalu berjalan meninggalkan ruang rawat.
"Ahhh kacau! Kenapa aku bisa marah pada nya!" gerutu Danu yang lepas kontrol.
"Biar saya yang bicara pada Nona Tuan. Tapi untuk saat ini, seperti nya lebih baik begini Tuan. Biar kita bisa tau, sejauh mana keterlibatan teman Nona." jelas Arsandi dengan pemikiran nya.
"Tidak bisa, bagaimana jika hubungan ku dan Layla semakin merenggang? Kau mau tanggung jawab heh!" sungut Danu kesal.
"Mereka bisa menyerang Tuan secara terbuka, mereka juga bisa menyakiti orang orang yang ada di sekitar Tuan. Apa lagi Nona Aleta sangat ingin kembali pada Tuan. Apa Tuan tidak sayang dan khawatir dengan keselamatan Nona Layla?" ucap Arsandi, menyadarkan Danu dari ego nya.
"Kau atur saja lah! Pergi kau! Aku mau istirahat! Kehadiran mu membuat hubungan ku runyam dengan Layla." Danu hendak beranjak dari ranjang rawat.
"Tuan tunggu saja di sini, biar saya yang bicara dengan Nona. Nona pasti bisa mengerti." Arsandi mengambil kembali laptop nya, membiarkan Danu beristirahat kembali.
Di kantin rumah sakit, Arsandi mendapati Layla yang tengah duduk seorang diri dengan bertemankan segelas susu hangat.
__ADS_1
"Selamat malam Nona, bisa kita bicara sebentar?" tanya Arsandi yang berdiri di depan Layla.
"Gak usah formal gitu ka, langsung aja duduk!" ketus Layla.
"Saya mohon bantuan Nona, berpura pura hubungan kalian berdua tidak baik, jika sedang berada di luar rumah. Nanti Nona akan melihat, seperti apa teman Nona itu. Pasti nya Nona tidak ingin bukan, masalah ini terus berlarut!" Arsandi menatap Layla dengan tatapan memohon.
"Iya, aku akan berusaha membantu semampu ku!" jelas Layla.
"Sebaik nya Nona kembali, Tuan Muda menunggu Nona!" Arsandi menarik sudut bibir nya sedikit.
Layla kembali ke ruang rawat di mana Danu berada. Keadaan Danu setelah mengalami kecelakaan, langsung menyebar luas di media sosial dan berita berita on line.
"Kenapa ada pemberitaan seburuk ini, ka? Kaka kan tidak terluka parah! Apa mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri! Bisa bisa nya membuat pemberitaan seperti ini!" gerutu Layla, dengan emosi yang meledak ledak.
"Kau tau, mereka yang membuat rencana ini pasti sedang tertawa puas. Karena rencana mereka berhasil membuat ku celaka." Danu menatap langit langit rumah sakit, pikiran nya jauh melalang buana.
"Kenapa kaka seyakin itu? Emang kaka ngerasa punya musuh?" tanya Layla yang kini memilih duduk di kursi, samping tanjang rawat Danu.
"Apa aku masih harus menjawab pertanyaan mu? Apa kau pikir, menjadi pengusaha di usia muda itu mudah? Tidak mendapat rintangan?" Danu menatap Layla dengan sinis.
Ke dua nya terlibat saling tatap, dengan pemikiran mereka masing masing, tanpa saling bicara, hanya ada keheningan dan suara tetesan cairan infus yang terdengar.
'Kenapa Layla gak ngaku aja sih! Irfan pasti suka sama Layla, maka nya dia ikut terlibat buat kerja sama dengan Aleta dan Wisnu. Tapi apa rencana Aleta sebenar nya, kenapa harus melibatkan Wisnu? Bayu, apa mungkin Bayu mengetahui rencana mereka? Secara Bayu itu dekat dengan Wisnu!' monolog batin Wisnu.
Tring tring tring tring.
Dering telpon membuyarkan diam nya Danu dan Layla.
"Telpon mu bunyi, pasti Irfan yang menghubungi mu!" ucap Danu dengan ketus, dan sok tau.
Layla memperlihatkan layar hape ke arah Danu, dengan suara penuh penekanan namun terselip kemarahan.
"Dering telpon dari siapa sih! Gak liet nih aku lagi liet pemberitaan di online, yang ngabarin kalo kaka terlibat kecelakaan, terus luka parah! Mau lihat lagi, nih liat! Nuduh aja bisa nya! Nuduh nya baik sih mending amat, nuduh gak jelas!" ucap Layla dengan melotot tajam.
"Kalo bukan dari dering telepon hape mu, lalu dari?" Danu menggantung pertanyaan nya, setelah melihat Layla menatap tajam ke arah hape yang ada di atas nakas.
Sreek.
__ADS_1
Layla yang lebih dekat dengan nakas pun, menyambar benda pipih itu.
'Nomor tidak di kenal, siapa ini? Apa mungkin ka Danu yang selingkuh? Apa ini jangan jangan, pacar ka Danu yang aku gak kenal!' batin Layla, dengan pikiran buruk yang melintas tanpa permisi.
"Kenapa kau melihat ku begitu, La? Itu papa atau Arsandi yang menghubungi ku?" tanya Danu yang gak tau.
"Selingkuhan mu, ka!" Layla menyodorkan hape itu ke Danu, "Gunakan speaker, aku mau dengar suara nya!" titah Layla.
Danu semakin tidak mengerti dengan yang di katakan Layla.
"Nomor siapa ini, La?" tanya Danu dengan polos nya.
"Gak usah sok gak tau ka! Cepet jawab sebelum panggil nya mati!" sungut Layla.
Benar saja, belum di jawab, dering telpon itu berakhir.
"Mati La!" ucap Danu.
"Telpon balik!" titah Layla dengan suara tegas.
"Kenapa kamu yang jadi marah, La! Seakan aku ini baru saja melakukan kesalahan!" gumam Danu pelan.
Tring tring tring tring.
Belum Danu melakukan panggilan ke nomor tadi, nomor itu sudah kembali menghubungi nya kembali.
"Tunggu apa lagi, cepat jawab!" titah Layla dengan pandangan tajam pada Danu.
'Mimpi apa aku, di tuduh bohong. Gak tau nya ka Danu sendiri yang bohong!' batin Layla
...💖💖💖...
Bersambung...
Like dan komentarnya dong, 😅😅
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
__ADS_1
...Kehaluan semata...