
...🥀🥀🥀...
"Kenapa jalan sini? Ini bukan jalan menuju rumah, atau pun kantor!" tanya Layla dengan menatap luar jendela.
"Tadi siapa yang memaksaaa ku minta di antar ke rumah mama Sifanye?" tanya Danu dengan memutar bola mata nya dengan malas.
Grap.
"Makasih kaka, aku mencintai mu!"
Cup.
Layla memeluk Danu dengan refleks, ia juga mengucup pipi Danu tanpa sadar.
"Kurang lama!" seru Danu dengan hati yang berbunga bunga, mendapat perlakuan manis dari Layla.
"Apa yang kurang lama?" tanya Layla dengan tatapan penuh tanya.
"Cium nya lah!" Danu menatap Layla nakal.
Layla melihat diri nya sendiri, baru sadar dengan diri nya masih betah memeluk Danu yang tengah mengemudi.
"Maaf, aku kelepasannn!" Layla membenarkan posisi duduk nya kembali, dengan wajah merona karena malu.
"Jangan kan peluk, kelepasannn yang bawah pun, aku gak keberatan buat kamu sayang!" goda Danu, menatap nakal inti Layla.
__ADS_1
"Ngomong apa sih! Gak ngerti aku!" ketus Layla dengan pikiran nya yang mulai traveling, mengikuti arah pandang Danu.
"Eh, memang kamu pikir apa sayang? Jangan bilang kamu mikir ke arah ranjanggg ya? Ahahahha, kamu ini! Menggemaskan sekali!" goda Danu, semakin puas meledek Layla.
"Ka Danu!" seru Layla dengan tatapan melotot.
"Ahahahha Layla, Layla kamu it___" Danu geleng geleng kepala.
"Gak usah di lanjut! Berhenti di situ ka!" Layla menunjuk sebuah supermarket yang ada di pinggir jalan.
"Kamu ingin membeli minum untuk ku, La?" tebak Danu, memarkir mobil nya di depan supermarket.
"Ge'er, mau beli buah tangan buat mama lah!" ketus Layla, turun dari mobil.
"Aku rasa buah tangan mu gak akan di terima dengan tangan terbuka oleh manusia satu itu La!" gumam Danu, ikut turun dari mobil, dengan Layla yang gak mungkin dengar.
Lagi asik memasukkan beberapa barang ke dalam keranjang belanjaan. Layla di kejutkan dengan tangan nya yang di genggammm erat oleh seseorang.
Grap.
Layla menoleh, menatap nya tajam.
"Siapa kamu? Lepasinnn tangan saya!" tanya Layla, menatap tangan nya yang masih di genggammm erat pria yang gak ia kenal.
"Jangan galak gitu dong, sama Danu aja kamu bisa lembut. Masa sama saya harus pake urat? Di mana Danu? Apa dia membuang mu, hem?" ucap nya dengan tatapan yang celingukan, mencari cari seseorang, lalu kembali menatap Layla dengan tatapan nakal.
__ADS_1
"Kamu kenal ka Danu? Lepasinnn saya!" Layla mengerutkan kening nya, menatap tajam pria yang ada di depan nya.
"Kenal lah, dia itu teman saya dulu saat masih di bangku kuliah. Kami teman main, kamu ini pasti wanita yang kesekian nya ya! Hingga di tinggalkan begitu aja! Ahahahha, ikut lah dengan saya, saya gak akan neninggalkan mu di jalan!" ucap Leo dengan terkekeh.
"Enak aja kalo ngomong lo!" ketus Layla dengan melotot.
'Nih cowok minta di beri! Oke, jangan salahin gue lo, kalo telor lo ancur!' umpat batin Layla, dengan senyum di bibir nya.
'Reina hanya melebih lebihkan aja nih anak. Sama anak kecil gini aja bisa kalah lu Reina! Gunain akal, bukan kekerasan, dasar istri bodohhh lo Reina.' batin Leo.
"Percaya kan sama saya? Ayo ikut!" Leo menarikkk tangan Layla, memaksaaa nya untuk ikut.
Bugh.
Dugh.
"Awwwwhhhhh, ancuuuuur!"
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅
__ADS_1
Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya 😭😭