
...🥀🥀🥀...
"Dasar kau, ponakan kurang ajarrr! Tau gitu aku memilih ikut dengan guru lain makan di luar!" gerutu pak Asep dengan wajah penuh sesal.
Di tempat lain, resto yang tidak berada jauh dari sekolah. Di sana lah guru guru serta kepsek menghabiskan jam istirahat mereka, menikmati makan siang dengan gratis. Karena apa yang mereka nikmati, akan masuk dalam bil Danu.
...----...
Layla masih berdiri mematung, tidak jauh dari rumah sederhana yang pernah ia tempati, sebelum akhir nya tinggal di rumah besar Noval.
"Tunggu apa lagi? Ayo masuk! Tante Tati pasti akan mengerti dengan keputusan kita, jika ia tidak setuju... aku akan membujuk nya!" ucap Danu dengan tegas, tangan nya meraih jemari Layla, menuntun nya untuk melangkah mendekati rumah yang sejak beberapa menit hanya di pandang Layla.
"Bukan itu yang aku takuti." cicit Layla, dengan melangkah semakin dekat dengan rumah Tati.
Danu menghentikan langkah kaki nya, menarik bahu Layla, hingga ke dua nya saling tatap.
"Di depan orang tua mu, kau harus yakin... bagaimana orang tua mu bisa yakin, jika kau sendiri tidak yakin? Aku melakukan ini untuk almarhum mama ku, dan kau lakukan ini untuk kelangsungan hidup mu yang tenang tanpa terusik oleh orang tua sambung mu, kau mengerti kan maksud ku?" ucap Danu dengan serius.
Layla menyunggingkan senyum nya, setelah aku berhasil dengan pendidikan ku, pekerjaan ku, aku bisa meninggalkan Danu, menentukan hidup ku sendiri!
Danu mendekatkan wajah nya, berbisik di telinga Layla, "Jangan berfikir untuk meninggalkan aku! Setelah apa yang akan terjadi nanti ke depan nya!"
"Dari mana kau tau, a- aku akan meninggalkan mu?" tanya Layla dengan terbata bata, tatapan yang tidak percaya dengan apa yang Danu katakan.
Danu tidak menjawab, melangkah membawa Layla bertemu dengan ibu kandung nya.
Layla, Danu, Tati dan Yanto. Kini duduk bersama di ruang yang sama, di dalam rumah sederhana di atas lantai dingin. Dengan kipas angin sebagai pendingin ruangan.
"Jadi maksud kamu ke sini apa, La? Bapak pikir, setelah tinggal lama di rumah bapak kamu yang megah, kamu lupa jalan menuju rumah sederhana ini!" cicit Yanto dengan sinis.
"Apa ayah kamu melarang kamu buat dateng ke sini, La? Sampe kamu buat dateng ke sini aja harus di temani?" tanya Tati dengan tatapan menyelidik pada Danu.
Layla mengutarakan tujuan nya datang ke rumah Tati, belum selesai Layla bicara. Tati lebih dulu memotong nya karena terkejut.
"Layla ke sini mau minta ibu, bapak dan Dea... dateng ke acara pernikahan Layla dan ka Danu. Aca----"
__ADS_1
"A- apa La? Nikah? Kamu hamil La?" tanya Tati dengan tatapan tajam pada Danu.
Yanto menggelengkan kepala nya, memberikan tuduhan pada Layla yang aneh aneh, berkata seenak jidat nya dengan suara yang naik satu oktaf, penih emosi menatap Layla, Tati dan Danu secara bergantian.
"Gak nyangka gue, anak lo bisa berbuat di luar batas... lo liet tuh pergaulan nya! Anak lu pasti hamil di luar nikah, udah jelas jelas dia masih sekolah... gimana sama pendidikan nya? Masih kecil udah bisa buat anak, bikin malu gue aja, gue malu sebagai orang tua sambung lu! Bapak lu gak bisa ngedidik lo!"
"Kamu beneran hamil, La? Seliarrr itu pergaulan kamu di rumah besar? Astagaaa Layla! Kenapa bisa, gimana Noval dan Sifanye jagain kamu sih! Sampe kecolongannn gini!" Tati menggaruk kepala nya dengan frustasi, termakan omongon Yanto.
Tati beranjak dari duduk nya, hendak melayangkan tangan nya ke tubuh Layla. Danu yang melihat nya, langsung menghalau nya. Memeluk Layla ke dalam dekapan nya, membiarkan Tati memukulll punggung nya.
Bugh bugh bugh.
Layla terpaku dengan memeluk lengan Danu. Kenapa Danu membiarkan ibu memukulll punggung nya? Kenapa dia melindungi ku?
"Sudah cukup, tante! Biarkan Layla menjelaskan apa yang ingin ia katakan pada tante! Jangan biarkan tante menyesal karena tidak memberikan kesempatan Layla untuk bicara!" ucap Danu dengan emosi.
Tati menatap tajam Danu, yang melindungi Layla dari pukulan tangan nya. Dada nya naik turun, nafas nya tidak lagi beraturan. Emosi nya untuk sesaat membuncahhh, tidak bisa lagi di kendalikan.
Tati menatap Layla dengan kecewa, saat Danu melepaskan pelukan nya, menggenggammm jemari Layla, seolah pria yang ada di hadapn nya kini, tengah memberikan kekuatan pada putri tertua nya.
Yanto yang duduk dengan menyandar pada dinding, kaki kanan nya berselonjor, sedangkan kaki kiri nya di tekuk, menopang lengan kiri nya dengan siku, menatap sinis Layla dan Danu.
Danu menatap tajam Yanto, pria yang sebaya dengan papa nya, namun terlihat lebih tua karena postur tubuh nya kurus dan dekil, Danu semakin menatap tajam pada lengan kiri nya yang menunjukkan beberapa bekasss jarum suntik, pria pemakai!
"Jangan asal sembarangan bicara paman, saya bisa saja mengadukan tuduhan paman Yanto ini pada paman Noval, membiarkan paman Noval melaporkan paman Yanto atas tuduhan pencemaran nama baik!" ancam Danu, yang membuat Yanto langsung diam seribu bahasa, mendengar kata polisi di sebut.
"Kamu gak apa kan?" tanya Danu perhatian pada Layla, Layla menggelengkan kepala nya.
"Bukan itu alasan Layla nikah dengan ka Danu, bu, pak! Dengerin dulu perkataan Layla, baru kalian bisa berkomentar!" cicit Layla, mencoba membuat ke dua orang tua yang ada di hadapan nya mau mendengarkan penjelasan nya.
Tati duduk kembali di depan Layla, apa yang ada di dalam pikiran kamu Noval, tega kamu membiarkan Layla hamil duluan, sedangkan usia nya masih terbilang belia! Di mana pikiran kamu!
"Apa lagi yang mau di jelaskan, La? Tau gitu, ibu gak akan pernah membiarkan kamu tinggal dengan ayah kamu, kamu itu masih kecil La! Belum mengerti arti nya mempertahankan suatu hubungan. Sebebas itu kah, pergaulan mu, La? Sesibuk apa Noval, La! Sampe ngawasin anak nya aja gak bisa!" gerutu Tati, masih saja menyalahkan Noval dengan bulir bening yang menerobos ke dua pelupuk mata nya.
Danu menggelengkan kepala nya, saat Layla akan bicara. Jadi lah Danu yang mengatakan nya pada Tati dan Yanto.
__ADS_1
"Saya menikahi Layla bukan karena Layla tengah hamil anak saya, paman, tante... tapi karena ini salah satu keinginan almarhum mama saya, dan saya tidak bisa lagi mengulur waktu, setelah melihat bagaimana Layla di perlakukan saat tinggal dengan kalian atau pun dengan paman Noval." terang Danu.
"Apa kamu bilang? Siapa almarhum mama mu?" tanya Tati.
"Devita, sahabat tante kan!" ucap Danu.
Tati tampak terkejut mendengar nama Devita di sebut. "Apa kamu bilang? Devita sudah tiada?"
Danu menganggukkan kepala nya. "Kata papa, dulu saat kalian masih tinggal berdekatan, papa dan paman Noval sempat berikrar untuk menjodohkan aku dan Layla, dan mama juga sangat sayang sama Layla. Meski saya tidak ingat betul bagaimana mama dulu memperlakukan Layla."
"Gak ada alasan tante untuk menentang pernikahan kalian." ucap Tati dengan senyum terukir di bibirnya, sampai saat ini, aku masih menyimpan rapat rahasia mu Devita. Maaf, aku tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk Layla.
"Ibu setuju?" tanya Layla dengan menatap wajah wanita yang selama ini di panggil nya ibu.
Tati merentangkan ke dua tangan nya, Layla yang mengerti maksud nya oun langsung beranjak dan berhambur memeluk Tati.
"Dasarrr, keluarga penuh drama!" Yanto pergi meninggalkan ke tiga nya.
"Bapak! Bapak mau ke mana?" tanya Dea yang berpapasan dengan Yanto di teras rumah.
"Cari angin, suntuk di rumah!" jawab Yanto cuek, menaiki motor yang dulu di gunakan Layla untuk ke sekolah.
"Ka Layla sama ibu, kenapa pelukan? Dea gak di ajak?" cicit Dea melihat Tati dan Layla.
"Sini De!" seru Layla, membuat bocah kecil itu ikut berhambur dalam dekapan Layla dan Tati.
"Kaka siapa?" tanya Dea dengan netra coklat nya menatap Danu penuh tanya.
"Kaka Dea juga!" jawab Layla, membuat bocah perempuan berkuncir dua itu mengagguk mengerti.
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalin jejak, like, rate 😅 komen dah kalo perlu....
...Makasih yooo ☺️☺️...