Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Ratu drama


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Ummmpp..."


Layla menutup mulut nya dengan tangan kanan nya, melangkah turun dari ranjang rawat, berlari ke arah kamar kecil.


"La! Kamu kenapa?" tanya Danu dengan melongo, mengikuti arah pergerakan Layla yang menghilang di balik pintu kamar kecil.


"Dasar anak bodoh! Ikuti istri mu!" gertak Baskoro, melihat Danu yang tidak mengikuti langkah kaki Layla.


"Apa? Istri?" Aleta terbelalak, lalu menganga dengan apa yang indra pendengaran nya dengar.


"Ini pasti gara gara parfum kamu lagi! Setelah aku kembali, aku tidak ingin melihat wajah mu lagi di sini! Camkan itu!" gertak Danu, menatap sinis Aleta, lalu melangkah ke arah kamar kecil, melihat apa yang terjadi dengan Layla.


"Om, om bisa jelasin pada ku bukan. Gadis ingusan itu siapa om? Di- dia gak mungkin istri nya Danu kan om?" Aleta melangkah dengan gontai, menghampiri Baskoro dengan saliva nya yang sulit ia telan.


Baskoro membuang nafasnya dengan kasar, dalam hati nya membenci wanita yang ada di hadapan nya. Masih teringat bagaimana dulu Danu bak seorang pria yang hilang arah, setelah di tinggal cinta pertama nya.


Baskoro menoleh ke arah ibu mertua nya, ia juga dapat merasakan ketidak sukaan nya Dahlia pada Aleta.


Baskoro beranjak dari duduk nya. Melangkah menghampiri Aleta.


"Jawab aku om, gadis itu hanya mengada ada kan?" tanya Aleta lagi, gue harus terlihat lebih meyakinkan lagi nih, biar si om Baskoro, pria tua yang mau mati besok, percaya sama gue.


"Apa yang ingin kau dengar? Aleta? Kenapa kau ada di sini? Bukan kah kau bahagia dengan pernikahan yang di atur orang tua mu? Atau harta dari suami mu sudah habis, jadi kau meninggalkan nya dan ingin meminta kembali pada Danu?" ucap Baskoro dengan sinis.


Aleta mengepalll, memasang wajah sedih di depan Baskoro, sialannn nih bapak tua, tau aja lagi apa yang terjadi sama hidup gue. Tapi gue gak boleh nyerah, kalo mau hidup enak, lo harus buang urat malu dan harga diri lo, Aleta. Tambang emas ada di depan lo.


Grap.


Aleta memeluk ke dua kaki Baskoro, menangis tersedu sedu, berkata dengan lirih, menumpahkan air mata kepalsuan nya di depan orang yang ia pikir akan bersimpati pada nya.


"Om, maafin Aleta om, Aleta beneran masih cinta sama Danu, putra om. Aleta gak pernah mau buat nikah sama pria itu om, Aleta ngelakuin nya juga terpaksa om. Tolongin Aleta om, beri tahu Danu buat kasih Aleta kesempatan. Aleta gak akan pernah ninggalin Danu lagi om. Aleta janji om! Aleta cinta mati sama Danu, om!" ucap Aleta dengan suara yang di buat buat semelas mungkin.


Dengan wajah tertunduk, menempel pada kaki Baskoro, tangan kanan Aleta sesekali bergerak, menyapu bulir bening di pipi nya dengan kasar, senyum menyeringai ia perlihatkan pada bayangan nya yang ad di lantai rumah sakit.


"Oh ya? Kau pikir om akan percaya dengan semua drama mu ini Aleta? Kau pandai sekali dalam mengarang, kenapa kau tidak ikut saja di ajang pemilihan ratu drama, aku yakin kau pasti akan menjadi juara nya!" ucap Baskoro panjang lebar.


"Om, aku mencintai Danu! Jangan pisahkan aku dengan Danu, om! Danu pasti masih mencintai ku, dia hanya pura pura bersikap dingin pada ku!" kilah Aleta, memutar balikkan fakta dengan mengadahkan wajah nya, melihat wajah pria tua yang sedang ia rebut percaya nya.

__ADS_1


"Kau masih di sini?" tanya Danu datar, memapah Layla yang tampak terlihat lemas.


Layla mengerucutkan bibir nya, menatap tidak suka pada Aleta. Masih betah aja lagi itu tante girang.


Baskoro menoleh ke arah Layla, ada apa dengan menantu ku? Apa dia sakit? Pasti Danu membuat nya kelelahan di puncak selama berlibur.


"Menyingkir kau dari kaki ku!" gertak Baskoro.


Baskoro menghempaskan tubuh Aleta dari kaki nya dengan kasar, membuat Aleta terjerembab ke belakang.


Sreek.


Bugh.


"Awhhh!" pekit Aleta dengan keterkejutan nya.


Baskoro melangkah menghampiri anak dan menantu nya, tanpa memperdulikan Aleta yang masih terjerembab.


Aleta menatap kesal Baskoro, dengan tangan kanan Aleta yang terulur ke depan, karena Aleta pikir, Baskoro akan membantu nya berdiri. Kurang ajarrr, pria tua, mau mati besok! Awas lo, gue bakal bales perbuatan lo!


"Apa yang terjadi dengan Layla? Kau sakit?" tanya Baskoro dengan penuh perhatian pada Layla, menempelkan punggung tangan kanan nya pada kening Layla.


"Cuma kecapean aja, pah!" jawab Danu, melirik sinis Aleta.


"Uwwekk, uwwekk!" Layla pura pura mual.


"Pasti mual lagi! Lebih baik papa singkirkan wanita itu pah! Layla tidak akan bisa menghirup nafas segar, jika masih ada wanita itu dalam ruangan ini!" ucap Danu tidak berperasaan dengan menunjuk Aleta dengan ke dua mata tajam nya.


"Benar begitu, nak?" Baskoro bertanya pada Layla, untuk meyakinkan indra pendengaran nya.


Layla menganggukkan kepala nya dengan cepat, pura pura mual kembali dan menarik Danu untuk memapah nya kembali ke kamar kecil.


"Uuuuwek!"


"Gak bisa di biarin!" Baskoro menggelengkan kepala nya, menatap iba dengan Layla.


Aleta berdiri dengan ke dua kaki nya. Dengan menyeriangi menatap punggung Layla, ia menjelekkan Layla di depan Baskoro, melemparkan fitnah kejam pada Layla.


"Gadis bau kencur itu pasti hanya pura pura om! Dia sedang mengelabui om dan Danu, gadis itu hanya ingin Danu bertanggung jawab atas kehamilan nya, itu bukan janin milik Danu om... itu pasti benih pria lain!" ucap Aleta dengan wajah serius, kali ini lo bakal mampus bocah tengik, anak baru gede kemaren sore, mau coba coba ngelawan gue yang jelas lebih banyak jam terbang nya.

__ADS_1


Baskoro menyeringai, mendengar apa yang di katakan Aleta. Anak ini benar genar tidak menyerah, sudah buruk, malah melempar keburukan itu pada menantu ku.


Grap.


Danu yang mendengar apa yang di ucapkan Aleta tentang Layla, mengayunkan langkah kaki nya dengan lebar, lalu mencengrammm lengan Aleta dengan pelan.


"Gue yakin, lo percaya sama gue kan, sayang!" ucap Aleta, menatap Danu dengan senyum mengembang. Yes, gue berhasil, Danu cuma milik gue.


Layla pura pura lemas di depan pintu kamar mandi, dengan bersandar pada tiang pintu.


"Pinter amat bohong nya, tante girang!" gerutu Layla.


"Danu! Jangan bilang kami percaya dengan apa yang di katakan Aleta?" tanya Baskoro dengan tatapan menyelidik, aku yakin, Layla bukan gadis yang seperti di katakan Aleta.


"Danu lebih tau Layla, ketimbang orang asing ini pah!" ucap Danu dengan dingin.


Aleta mengerutkan keningnya. "Jangan bodohhh Danu! Lo harus percaya sama gue!"


Sreek.


Tanpa bicara, Danu menyeret lengan Aleta ke luar dari ruang rawat nenek Dahlia. Lalu menghempaskan nya, hingga wanita itu terhuyung tidak seimbang ke dua kaki nya saat berpijak, karena di lempar begitu saja, bak barang yang tidak berharga lagi.


"Menjauh kau dari jangkauan istri ku, dari jangkauan keluarga ku! Aku tidak ingin melihat mu lagi!" ucap Danu dengan penuh penekanan, menahal kesal yang sudah sampai pada ubun ubun nya melihat kelakuan Aleta yang di luar batas.


Blam.


Danu menutup pintu dan mengunci nya.


"Kau payah ka, kenapa gak dari tadi aja sih itu perempuan itu di usir dari sini!" protes Layla, melihat Danu yang melangkah ke arah nya.


"Maaf ya, sayang! Aku juga gak tau dari mana wanita itu bisa tau kita ada di sini!" jawab Danu dengan jujur, mengelusss puncak kepala Layla dengan sayang.


Baskoro yang awal nya bingung, akhir nya mengerti dengan Layla yang kini tampak baik baik saja.


"Kalian ini memang pantas mendapatkan piala dari papa, pandai sekali kalian main drama!" puji Baskoro.


"Hehehe papa bisa aja!" ucap Layla dengan merona.


Bersambung...

__ADS_1


...🥀🥀🥀...


Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅


__ADS_2