Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Jangan formal


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Dengan gemericik air yang membasahiii tubuh ke dua nya, seolah menjadi saksi ke dua nya memadu cinta dengan suara nakal, erangannn, desahannn, yang saling sahut bersahutan.


Tok tok tok.


Suara ketukan di depan pintu kamar mandi, mengalahkan suara ke dua nya yang di liputi penuh cinta, di tambah lagi dengan suara gemericik air seakan menghalangi pendengaran ke dua nya.


Danu mencurahkan perasaan nya dengan sentuhannn sentuhannn hangat yang ia berikan pada tubuh Layla. Sentuhannn yang akan selalu terbayang dalam ingatan Layla, Danu memainkan nya dengan kelembutan, membuat Layla benar benar kelimpungannn dengan permain Danu.


"Lutut ku gak bisa berdiri lagi ka! Lemesss!" rengek Layla di tengah permainan yang tengah berlangsung panasss dengan tatapan sayuuu.


Tanpa ragu, Danu menggendong Layla dan mendudukkan nya dia atas tempat penyimpanan handuk dan barang barang lain nya.


"Belum tidur juga ka?" tanya Layla dengan polos nya.


Layla melihat dengan ke dua mata nya sendiri, terong Danu masih berdiri tegak mencari keberadaan surga loka Layla yang sudah basahhh karena semburan larva hangat nya.


"Belum sayang, terong ku masih ingin bermain di goa mu! Mengobrak abrik milik mu dengan bentuk dan permainan ku pasti nya hehe." gurau Danu.


"Ihsss jangan gitu engggggghh!" dengan malu, Layla menerima kembali serangannn dari Danu, saat menyatukannn tubuh ke dua nya membuat Layla melenguhhh.


"Tahan ya, aku akan memacuuu nya lebih cepat dan lebih dalam lagi." Danu melakukan apa yang ia katakan pada Layla.


Dengan ke dua tangan nya, Danu menahannn ke dua paha Layla agar tetap terbuka. Membuat Layla mencengrammm tepian tempat ia di baringkan Danu.


"Aaah ka, pelan ka, tapi enak. Aaahh emmhhhhh uuhh kaaaa!" racau Layla menikmati sentuhann Danu.


"Terus La, ke luarkan suara mu, jangan kau tahannn sayang!" bujuk Danu dengan tatapan mohon.


Satu tangan Danu kini beralih pada salah satu si kembar, dan tanpa sungkan Danu mulai memainkan nya dengan cara meremasss, memelintirrr puncak kembar Layla.


"Aahhh ka, emmhhh aahhh." Layla mendesahhh, larut dalam permainan sang suami.


Gak lama, suara ketukan dan seruan dari luar pintu kamar mandi pun terdengar cukup keras.


Tok tok tok.


"Tuan, maaf saya lancanggg masuk ke dalam kamar Tuan Muda. Tapi saya hanya mengingatkan Tuan Muda untuk segera ke ruang makan."

__ADS_1


Telinga ke dua nya seakan di tulikannn. Hingga suara gedorannn pintu terdengar, membuat Danu mengeluarkan terong nya dari tubuh Layla.


Dugh dugh dugh dugh.


Suara pintu kamar mandi di gedor dari luar.


'Ah sialll, siapa sih yang mengganggu! Merusak suasana aja!' Danu mengeluarkan terong nya yang masih berdiri dari tubuh Layla dengan perlahan.


"Ada apa ka?" tanya Layla dengan tatapan heran, ia tahu jika Danu belum mencapai puncak nya.


"Ada yang menggedor pintu."


Dugh dugh dugh.


Suara gedorannn pintu terdengar lagi.


"Kau percaya kan pada ku?" tanya Danu, dengan tatapan menuntut.


Layla mengangguk patuh, mengerti dengan maksud Danu yang menghentikan permainan nya meski itu akan menyiksaaa diri nya sendiri.


Danu memutar keran shower dengan berat hati untuk memastikan apa yang ia dengar.


Dugh dugh dugh dugh.


"Aku akan menyusul, pergi lah kau! Dasar pengganggu!" umpat dan usir Danu dengan tangan mengepalll.


Danu kembali memutar keran shower, membawa Layla kembali dengan ke dua tangan nya yang menggendong Layla.


"Kasian ka Danu jadi belum puasss." gumam Layla dengan pelan dan ternyata masih di dengar Danu.


Danu mengerutkan kening nya, "Aku jadi belum puasss kenapa, sayang? tanya Danu.


"Ya itu, ka Danu jadi belum puasss terong nya." ucap Layla dengan wajah tertunduk.


"Gak apa, asal kamu udah puasss dengan permain ku!" ucap Danu.


Wussshh.


Pipi Layla merona, mendengar ucapan Danu.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian.


Ke dua pasangan Danu dan Layla kini berada di dalam walk in closed.


"Ka Danu lebih keren gini." Layla merapihkan kerah kemeja hijau tosca yang Danu kenakan.


"Apa pun yang kau pilihkan, itu bagus sayang!" Danu menjawil hidung Layla.


"Tadi kata pak Dedi, ada bang Arsan di bawah. Apa bang Arsan udah nunggu kita lama di bawah ka?" tanya Layla.


Danu mengerdikkan bahu nya. "Aku belum tau sayang."


"Selamat pagi Tuan." Arsandi menyambut Danu dan Layla yang baru menampakkan batang hidung nya.


Kini ke tiga nya sudah berada di ujung tangga paling bawah.


"Jangan formal di saat kau berada di rumah ku! Mau kau... ku pecat dari status adik ipar?" gurau Danu.


"Ka Danu! Ucapan itu adalah doa!" Layla menarikkk lengan baju Danu, kesal saat Danu mengancammm Arsandi dengan status nya.


"Tidak apa, mungkin memang saat ini rumah tangga ku sedang di ujung tanduk." ucap Arsandi, yang menyiratkan jika rumah tangga nya sedang tidak baik baik aja.


'Ada masalah apa lagi, di dalam rumah tangga bang Arsan dan Mery?' tanya Layla dengan kening mengkerut.


Danu menggiringgg Layla dan Arsandi ke ruang makan.


"Kau ikut sarapan dengan kami! Aku tidak mau mendengar penolakan." ucap Danu gak mau di bantah.


"Ayo bang!" Layla ikut mengajak Arsandi.


"Tapi tadi saya sudah sarapan duluan di sini Danu. Koki Adi yang menyiapkan saya sarapan. Bukan begitu pak Dedi?" Arsandi meminta pembenaran atas perkataan nya itu lewat pak Dedi.


...🥀🥀🥀...


Bersambung...


...Kehaluan semata...


⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️

__ADS_1


__ADS_2