Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Menutupi status pernikahan


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Kenapa gak di angkat ka? Apa itu dari wanita?" tuduh Layla yang gak melesettt.


"Uhuk uhuk uhuk!" Danu tersendak saliva nya sendiri, mendengar tuduhan Layla yang emang benar, wanita yang menghubungi nomor hape Danu.


"Kalo makan tuh hati hati ka! Jangan meleng aja! Kesendak kan tuh!" Layla menyodorkan gelas minuman nya ke depan Danu.


Tanpa menjawab, Danu meraih gelas yang di sodorkan Layla pada nya.


'Layla ini, apa dia gak nyadar... aku tersendak karena perkataan nya sendiri! Bisa bisa nya tuduhan mu itu benar La! Wanita yang menghubungi ku adalah Angel, dia pasti protes karena security melarang nya memasuki kantor.' batin Danu.


Mery memperhatikan ke dua nya, 'Apa lagi ada yang ka Danu sembunyikan dari Layla? Ihsss geli juga aku, harus membiasakan memanggil nya ka Danu. Astagaaa, dunia ku seakan terbalik dan berputar, dari teman menjadi kaka ipar, meski Danu adalah anak angkat papa Baskoro dan almarhumah mama Devinta. Sementara aku, anak di luar nikah papa Baskoro dengan mama ku, Maria.'


Arsandi mengerut kan kening, menebak dalam hati, siapa yang menghubungi Danu di pagi pagi seperti ini.


'Apa itu Angel, wanita yang belum lama menjadi sekretaris Danu? Dan sekarang sudah di pecat, pasti ada kesalahan fatalll yang ia perbuat. Gak biasa nya Danu memgambil keputusan seperti ini untuk anak buah nya sendiri!' Arsandi menatap Danu dengan penuh selidik.


Grap.


Arsandi menggenggammm jemari Mery yang ada di atas meja makan. Membuat wanita itu menoleh ke arah nya.


"Sayang, bukan nya ada yang ingin kamu beli, lebih baik kita berangkat lebih awal untuk membeli nya!" Arsandi membujuk Mery, dengan kerlingan mata nya, memberikan kode pada sang istri.


"Oh i- iya itu, a- ada yang mau aku beli." dengan tergagap Mery mengiyakan apa yang di katakan Arsandi pada nya.


"Loh cepet banget, ayo sarapan dulu. Kita kan bisa berangkat bareng buat ke kampus, Mer!" pinta Layla dengan tatapan memohon.


Mery menoleh ke arah Arsandi, Arsandi menggelengkan kepala nya.


"Maaf La, eh maksud nya kaka ipar Layla hehehe. Lidah ku masih belum terbiasa memanggil mu kaka ipar." ucap Mery dengan menggaruk kepala nya yang gak gatal.


Mery mengikuti Arsandi yang beranjak dari duduk nya.


"Saya duluan Tuan." ucap Arsandi berpamitan pada Danu, Danu menatap nya dengan mata melotot.


Arsandi menelan saliva nya dengan sulit, "Maaf kaka ipar, saya duluan." ralat Arsandi yang mengerti dengan tatapan Danu.

__ADS_1


Mery dan Layla saling berpelukan, sebelum akhir nya Mery meninggalkan ruang makan bersama dengan Arsandi.


"Tunggu di sini sebentar, ada yang harus aku sampaikan pada Arsandi." Danu beranjak dari duduk nya, lalu menepukkk bahu Layla.


"Kenapa gak ngomong dari tadi aja ka!" sungut Layla dengan bibir mengerucut.


"Aku lupa sayang! Hanya sebentar!" seru Danu dengan suara lembut, meyakinkan Layla, lalu mengecup kening Layla sebelum akhir nya meninggal kan ruang makan.


Arsandi dan Mery sudah berada di ambang pintu, menuju mobil Arsandi yang sudah terparkir dengan cantik.


"Arsandi! Bisa kita bicara sebentar!" seru Danu, menghentikan langkah kaki Arsandi.


"Bicara di sini aja, jika kau menganggap aku ini adik mu! Aku bisa di percaya!" ucap Mery meyakinkan Danu.


Danu menoleh ke belakang sejenak, memastikan Layla tidak menyusul nya, "Baik lah, aku katakan di sini."


"Apa ini rahasia?" tanya Mery, ikut menoleh ke arah yang Danu pandang.


"Gak juga. Kau urus Angel, jika wanita itu membuat kekacauan yang bisa merusak citra perusahaan dan nama baik ku! Aku pasti kan, apa yang ia katakan buruk tentang ku, itu semua gak benar!" ujar Danu dengan singkat dan tegas.


"Pergi lah, terima kasih karena sudah memberikan ku ruang untuk bersama dengan Layla." ucap Danu.


"Apa selama kami pergi, itu masih kurang waktu untuk bersama dengan Layla?" tanya Mery dengan polos nya.


"Tidak akan ada cukup nya, waktu yang kau habiskan bersama dengan pasangan mu, apa lagi orang itu paling berarti dalam hidup mu!" seru Danu, menyiratkan seberapa besar perasaan nya pada Layla.


Danu kembali ke ruang makan, menemani Layla menghabiskan sarapan nya.


Sementara Arsandi mengantar Mery ke kampus, kampus yang sama dengan Layla. Ini kali pertama untuk Mery menginjakkan kaki di universitas.


"Apa gak masalah kalo aku baru masuk sekarang?" tanya Mery dengan ragu, berdiri di depan universitas yang dulu ia idam idam kan.


"Tentu saja gak masalah, memang siapa yang akan mempermasalah kan nya hem?" tanya Arsandi, menatap binar kebahagiaan di mata sang istri, Mery.


"Iya aku baru masuk sekarang, setelah mengambil cuti." terang Mery, menatap wajah Arsandi dengan sekilas


"Jika sampai pihak kampus mempermasalahkan nya, aku jamin papa Baskoro akan menanggalkan status donatur nya pada universitas ini." terang Arsandi.

__ADS_1


"Ooohhh begitu, hebat juga ya papa Baskoro. Bisa menanggalkan status donatur nya demi aku." Mery ber oh ria.


"Iya kau benar, hanya demi kamu. Papa Baskoro bisa lakukan itu." tambah Arsandi lagi.


"Sepenting itu ya aku?" tanya Mery lagi, yang belum sadar betapa Baskoro ingin memperbaiki diri nya pada Mery.


Grap.


Arsandi menangkup pipi Mery, membuat mata ke dua nya saling tatap.


"Kamu itu sangat penting untuk Tuan besar Baskoro, jangan menganggap kamu itu kecil, dan gak ada arti nya di dunia ini. Hidup lah, berjuang lah demi aku, bibi, papa Baskoro, Layla, Danu, dan kelak ini! Aku menantikan ada kehidupan di dalam sini!" ucap Arsandi dengan sungguh sungguh, tangan nya mengelusss perut Mery yang masih rata.


Mery membelalak mata, menyingkirkan tangan Arsandi dari perut nya, lalu menatap sekitar.


"Jaga sikap mu, pak Arsandi! Kamu lupa, kita ini lagi di kampus! Jangan sampai mahasiswa lain menilai salah hubungan kita!" seru Mery dengan bibir mengerucut.


Arsandi mengerutkan kening nya, "Apa maksud mu, menilai salah hubungan kita?" tanya Arsandi semakin gak mengerti dengan perkataan Mery.


"Aku ingin menutupi status hubungan kita hingga waktu yang belum bisa di tentukan." terang Mery dengan menghembuskan nafas nya dengan kasar.


"Apa? Jadi kamu ingin gak ada satu orang pun yang tau, jika kamu sudah menikah? Katakan pada ku dengan jelas!" tuntut Arsandi dengan mencengrammm bahu Mery erat.


"Awhhh sakit! Kau menyakiti ku, pak Arsandi!" Mery menyingkirkan ke dua tangan Arsandi dari bahu nya.


Mery menatap Arsandi dengan nyalang, "Iya, apa kata kata ku kurang jelas? Aku ingin teman teman ku tau, aku ini single dan belum menikah. Anggap kita ini masih dalam tahap pacaran. Apa kau lupa, kita ini menikah tapi belum mengadakan pesta pernikahan kan?" tetang Mery, mengingatkan Arsandi kembali.


"Apa hanya karena belum mengadakan pesta pernikahan? Kau minta aku menutupi status pernikahan kita? Apa jangan jangan, sudah ada mahasiswa lain yang sedang kau incar?" tebak Arsandi dengan tatapan menyelidik.


Plak.


...🥀🥀🥀...


Bersambung...


...Kehaluan semata...


⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️

__ADS_1


__ADS_2