Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Siapa suruh


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Aku suka berat badan mu bertambah. Jangan lupa konsumsi susu, itu bagus untuk pertumbuhan mu!" cicit Danu menatap melon kembar Layla.


Plak.


Layla menggeprak dada bidang Danu dengan cukup keras, begitu Layla hendak di baringkan di atas tempat tidur.


"Dasar pria dewasa, otak mesummm!" sungut Layla.


Bugh.


Danu kembali mengukunggg Layla dengan ke dua tangan nya, menatap lekat wajah Layla yang tampak menggemaskannn di mata tajammm nya.


"Ssssttt apa aku boleh mesummm dengan wanita lain?" tanya Danu dengan berseringai.


Layla membola, dengan refleks tangan nya yang mengepalll kembali mengarah kembali ke dada Danu.


Bugh.


"Dasar pria gak bisa setia! Jangan jangan benar dugaan ku, ka Danu di Singapura punya wanita lain?" tuduh Layla dengan penuh emosi.


"Benarkah? Apa ada yang mengatakan pada mu, aku tidak setia?" tanya Danu tanpa menjawab pertanyaan Layla.


"I- iya gak ada sih, cuma pikiran ku aja!" kilah Layla dengan beringsuttt, berusaha melepaskannn diri dari kungkungan Danu.


"Mau ke mana sayang? Bukan nya kau merindukan ku hem? Aku anggap tuduhan mu tidak beralasan, hanya ada satu wanita dalam hati ku, yaitu istri ku!" goda Danu, mengelusss pipi Layla dengan jari telunjuk kanan nya.


Jedag jedug jantung Layla gak karuan, dengan jarak yang sebegitu dekat nya dengan Danu yang udah lama ia rindukan.


Hati Layla semakin berbunga bunga dengan perasaan yang kian melambung di atas awan. Hanya ada diri nya di hati Danu.


Layla menelan saliva nya dengan sulit. 'Ada apa dengan ku? Apa aku benar merindukan nya? Tapi hati ku senang, ka Danu ada di hadapan ku dengan keadaan sehat dan baik baik aja.' gumam batin Layla, mengamati lekat wajah Danu tanpa berkedip.


"Huuuufffhhh!" Danu menghembuskan nafas mint nya di depan wajah Layla, membuat Layla terkesiap.


"Kenapa melamun sayang? Tadi di telpon, kau sangat bawel. Bak petasan bantinggg yang bunyi terus tanpa henti. Sekarang di mana keberanian mu?" Danu semakin gencarrr menggodaaa Layla.


Layla mendorong dada bidang Danu, di balik kaos hitam yang melekattt membaluttt tubuh atletis nya.


"I- iya me- merindu ta- tapi gak gini juga ka! Minggir ka!" ucap Layla dengan terbata bata saking gugup nya.


"Tapi aku ingin lebih sayang! Tinggal beberapa bulan lagi kau lulus dari bangku pendidikan mu kan!" seru Danu.

__ADS_1


"I- iya terus? Masih beberapa bulan lagi. A- ada apa emang nya?" tanya Layla dengan polos nya.


"Yakin masih ingin aku menjawab nya? Bukan nya otak kecil mu ini sudah tau jawaban nya?" Danu mendekatkan bibir nya dengan bibir Layla dengan singkat.


'A- apa aku sedang berciumannn dengan ka Danu?' batin Layla.


"Pakai baju mu! Atau mau aku pakaikan?" goda Danu yang kini sudah beranjak dari posisi nya.


"Hah? Jadi cuma cium?" gumam Layla pelan, menyentuhhh bibir nya.


"Ahahahhaha aku masih mendengar mu dengan cukup jelas sayang! Jadi kamu ingin lebih dari itu sayang?" goda Danu dengan berdiri menatap Layla, tangan kiri nya berada dalam saku celana nya.


"I- iya gak gitu juga!" ucap Layla dengan memalingkan wajah.


'Begooo banget sih gue, apa yang gue arepinnn coba? Apa tadi gue berharap ka Danu lebih dari sekedar ciummm gue? Itu mah sama aja gue yang mesummm ya?' pikir Layla dalam hati nya.


Hap.


Danu kembali menggendong Layla.


"Danu!" seru Layla dengan suara naik satu oktaf dengan mata membola.


"Apa lagi yang salah dengan ku?" tanya Danu yang belum juga bergerak, masih diam di tempat dengan Layla dalam gendongan nya.


"Ma- mau apa lagi? A- aku mau pake baju!" sungut Layla dengan ketus.


"Iya pakai baju!" Danu mengayunkan langkah kaki nya ke arah pintu walk in closed.


"Turunin aku! Aku bisa jalan sendiri!" pinta Layla dengan ketus.


"Jangan ketus gitu, apa kamu marah karena hanya mendapatkan ciumannn dari ku hem?" Danu menurunkan Layla saat di depan pintu.


"Siapa juga yang kecewa! Aku biasa aja! Cuma lagi pengen marah aja, kesel sama ka Danu!" sungut Layla, lalu menghilang di balik pintu yang ia tutup.


"Apa bocah itu benar benar kecewa pada ku? Sebenar nya dia menginginkan nya, tapi cuma malu aja untuk mengatakan nya. Ahahhaha dasar Layla!" Danu berdiri di dinding dekat pintu walk in closed, menunggu Layla untuk ke luar dari sana.


Tok tok tok.


"Cepat La! Jangan lama lama!" seru Danu, setelah mengetuk pintu.


Malam hari di jam yang masih belum terlalu larut.


Danu mengemudi kan mobil nya sendiri, dengan Layla yang duduk di samping nya.

__ADS_1


"Kita mau ke mana ka? Bukan nya istirahat baru pulang dari perjalanan kerja, malah keluyurannn malam malam gini!" gerutu Layla dengan ke dua tangan menyilang di depan dada.


"Gak apa aku keluyurannn, toh ada kamu yang menemani ku! Gak ada waktu untuk istirahat jika berhubungan dengan mu!" cicit Danu sesekali menoleh ke arah Layla.


"Tapi kita mau ke mana? Ka Danu belum mengatakan nya! Aku juga kan ingin tahu, ka Danu mau membawa ku kemana!" Layla mengamati jalan yang asing di pandangan nya.


'Ka Danu mau membawa ku ke mana? Aku sama sekali gak tau ini jalan menuju ke mana! Apa mungkin ke rumah seseorang, atau ke suatu tempat yang romantis, tempat hiburan malam? Bisa juga restoran, bisa juga ada yang ingin ka Danu beli... jadi membutuhkan pendapat ku?' pikir Layla dengan kening mengkerut.


Tak.


Danu menyentilll kening Layla dengan pelan. Membuat Layla menoleh ke arah Danu, dengan mengelusss kening nya yang gak sakit.


"Kenapa menyentilll kening ku? Baru tau aku punya kening yang lebar!" sungut Layla dengan bibir mencebik.


"Gak usah banyak berfikir, apa lagi sampai menerka nerka, tempat yang akan kita kunjungi." tebak Danu.


"Kok ka Danu tahu, aku lagi mikir, nebak nebak. Tempat apa yang akan kita kunjungi?" tanya Layla, menunjukkan kerutan di kening nya.


"Sudah jelas dari sini!" Danu mengetuk ngetukkan jari telunjuk nya di kening Layla, dengan satu tangan yang fokus pada setir kemudi.


"Ihsss siapa suruh membuat ku berfikir keras! Harus nya aku menyalahkan mu ka!" Layla menghembuskan nafas nya dengan kasar.


"Menyalahkan ku atas dasar apa hem?" tanya Danu dengan kening mengkerut, penuh tanya.


"Karena dari awal ka Danu mengajak ku pergi tapi gak kasih tau jelas tujuan nya! Jadi aku harus berfikir keras untuk mencari tau jawaban nya!" jelas Layla panjang kali lebar.


Layla membola dengan wajah yang sulit di artikan, saat mobil yang di kemudikan Danu. Memasuki salah satu tempat hiburan terbuka yang begitu terkenal di kota B.


"Ka Danu, ini kan tempat cuma di bukan siang hari. Kenapa kaka mengajak ku ke sini? Kita mana boleh masuk ke dalam ka!" seru Layla dengan gelengan kepala.


"Siapa bilang tempat ini di buka hanya siang hari. Bukti nya aku membawa mu ke sini, saat ini juga kan!" cicit Danu dengan santai, memarkirkan mobil nya tepat di samping mobil lain dan ada beberapa motor juga yang masih tampak terparkir.


"Ka Danu!" seru Layla dengan penuh tanya.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Like dan komentar nya dong, 😅😅


Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong.


...Makasih para pembaca ku yang udah setia ku...

__ADS_1


__ADS_2