
...🥀🥀🥀...
Fokus Deri pun terpecah, bukan hanya pada setang motor, melainkan pada kaca sepion yang ia gunakan untuk mencuri pandang sang kekasih.
"Kenapa lo ngelietin gue? Kesambettt lo ya?" ucap Nina dengan ketus, melihat Deri yang sesekali melirik nya dari kaca sepion motor.
"Ahahaha tau bae lo kalo gue kesambettt... kesambettt setan cinta. Setan nya lo Nina ahahha!" Deri tergelak, melihat wajah Nina yang tampak masam.
"Kamprettt lo! Masih berani nya lo ngatain gue setan. Lo iblis! Iblis kaga tau malu!" umpat Nina, mencubittt gemas pinggang Deri dengan tangan nya.
Kreekkkk.
"Awwwwhhhh sakit Nina! Tapi geli! Gue lagi bawa motor lo ini! Udah lepasiinnn tangan lo! Gue beneran sakit ini! Nina!" pinta Deri dengan menggeliettt geli dan sakit menjadi satu, saat jemari Nina mencubittt gemasss pinggang Deri yang berisi.
Plak.
Plak.
Nina mendaratkan telapak tangan nya dengan cukup keras di bahu Deri.
"Kamu mijetinnn sayang? Enak banget!" ledek Deri.
Bukan nya berasa sakit. Tapi Deri malah membuat Nina bertambah jengkel pada nya.
"Kamprettt lo, Der!" ketus Nina.
"Ahahhaha!" Deri tergelak kembali, saat melihat raut wajah sang kekasih yang semakin kusuttt, bak baju yang lusuhhh.
'Sumpah lo si Deri, kenapa jadi nyeselin gini sih! Apa coba maksud nya, bikin gue jadi salah tingkah gini kan di lietin gitu!' gerutu Nina dalam hati nya.
"Tau gak Nin!" tanya Deri, dengan melirik Nina kembali dari kaca sepion.
"Apa lagi? Gak usah ngomong kalo cuma bikin gue kesel!" umpat Nina dengan sinis.
"Bujuk dah, sama ayangk pacar galak banget. Gue cium lo! Pasti nagihhh!" goda Deri.
__ADS_1
Deri semakin bersemangat menggoda Nina, dengan wajah Nina yang semakin merona bak kepiting rebus yang lama di rebus.
"Deri! Sumpah lo ya! Udah fokus sama jalan ihs." sungut Nina.
Nina memalingkan wajah nya, gak berani lagi menoleh ke arah kaca sepion motor.
"Kalo naek motor sama pacar itu harus nya kaya gini!" ujar Deri, dengan tanpa permisi lagi, menarik pergelangan tangan Nina hingga merekattt di perut nya.
Sudah dapat di pasti kan, tubuh depan Nina bahkan menempelll pada punggung Deri tanpa jarak dan celah, hanya di pisahkan dengan jaket Deri. Deri merasakan melon kembar yang padat berisi mengganjalll punggung nya.
'Astagaaa, jangan berdiri woy! Kaga tau apa lo... gue lagi bawa motor ini!' umpat Deri meski dalam hati.
Deri memarahi adik kecil nya yang langsung meneganggg, saat melon kembar Nina yang padat menempelll pada punggung nya.
'Ya ampun, udah kaya mimpi indah ini gue, tadi pagi di jemput sama Deri buat jenguk Layla. Dan sekarang gue pulang dengan status gue yang udah sah jadi pacar Deri, eh tadi gue bilang apaan dah? Sah? Di kata gue nikah kali mah ya, pake ada kata sah. dasar bocil!' Nina terkekeh geli dalam hati nya, menatap punggung Deri yang tengah membawa motor nya melaju entah gak tau ke mana.
Mery memilih langsung pulang setelah menjenguk Layla. Sementara Deri masih ingin bersama dengan Nina, dengan membawa nya berkeliling menggunakan sepeda motor nya.
...---...
Pak Adi, dan beberapa pelayan kini berada di depan menyambut kepulangan Layla dan Danu.
"Selamat siang Tuan Muda!" sapa pak Adi, setelah membukakan pintu mobil untuk Tuan nya Danu.
"Sedang apa kalian?" tanya Danu, melihat beberapa pelayan dan dua orang wanita muda mengenakan baju perawat tengah berdiri di depan mereka.
"Menyambut kepulangan Nona Layla, Tuan!" ucap pak Adi.
"Turunkan barang barang yang ada di dalam mobil. Di mana Arsandi?" tanya Danu, berjalan memutar ke arah pintu penumpang.
"Ada di dalam Tuan." ucap pak Adi.
Mereka langsung membagi tugas, mengeluarkan dan membawa barang barang dari dalam mobil menuju ruang tamu.
"Ini barang Tuan yang habis ke luar dari rumah sakit, apa abis jalan jalan ya? Banyak banget!" protes pelayan, yang membawa dua kantong makanan ke luar dari dalam mobil Danu.
__ADS_1
"Aku jadi penasaran, seperti apa wajah istri Tuan Danu." ujar pelayan lain nya, bantu membawa tas travel yang berisikan baju baju Danu dan Layla.
Danu menggendong Layla yang kembali terlelap. Membawa nya masuk ke dalam rumah, dengan mengikuti langkah kaki dua orang perawat dan Adi yang jalan di depan nya.
Layla yang merasa terusik dalam tidur nya pun langsung membuka ke dua mata nya dengan cepat.
Wajah Layla yang awal nya teganggg, kini dapat menghembuskan nafas lega, saat ke dua mata nya melihat wajah tampan Danu dari jarak dekat.
"Apa aku mengusik tidur mu? Hingga kamu sampe terbangun La?" tanya Danu dengan wajah gak enak hati, menatap wajah Layla yang baru aja bangun dari tidur nya.
"Makasih." jawab Layla, yang gak nyambung dengan pertanyaan Danu.
'Aku takut, di saat aku membuka mata, aku terbangun di tempat yang tidak aku kenal, dengan orang orang yang akan menyakiti ku lagi! Tapi begitu aku membuka mata, dan melihat mu, aku bahagia. Aku merasa aku akan aman, di dekat mu, bersama mu!' batin Layla dengan senyum terukir di bibir nya, menatap lekat wajah Danu dengan hati yang tenang.
"Kok bilang makasih sih La? Kamu masih pusing? Nanti setelah ini kamu harus istirahat lagi ya!" titah Danu yang kini sudah berada di depan sebuah kamar.
Ceklek.
"Selamat datang kembali Tuan, Nona." sambut Arsandi dari dalam kamar.
Danu mengayunkan langkah kaki nya, tertuju pada sebuah ranjang dengan dua buah tiang di sisi kanan dan kiri ranjang yang berukuran sedang.
Danu membaringkan Layla dengan hati hati di atas ranjang.
Layla mengerutkan kening nya, menatap bingung pada ruang kamar yang gak asing di mata nya.
"Kita pulang ke rumah, atau kaka hanya memindahkan ku ke rumah sakit lain? Aku mau pulang!" ucap Layla dengan tatapan memohon.
Bersambung...
...💖💖💖...
Like dan komentar nya dong, 😅😅 biar ora sepi sepi amat gitu ini novel. Masa cuma tuyul doang yang aktif komen. Yang laen, mana suara nya?
Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅
__ADS_1
...Kehaluan semata...