Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Coupel


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Ka Danu jangan bercanda. Nanti malam bang Arsandi mau ngelamar Mery? Kaka serius?" cecar Layla dengan gak percaya.


"Itu lah kenyataan nya sayang! Mana mungkin aku membohongi mu! Baru rencana aku akan mengajak kalian serta untuk acara nanti malam. Tapi sayang nya kalian sudah salah paham dengan ku!" ujar Danu dengan ekor mata melirik Noval.


"Ayah tidak akan meminta maaf pada mu! Ini salah mu sendiri, kenapa menyembunyikan berita besar ini dari kami, membiarkan kami tau dari luar!" gerutu Noval gak mau kalah.


"Harus nya di saat seperti ini lah, kalian harus ada dan mendukung ku, percaya pada ku! Bukan nya percaya dengan gosip murahannn seperti ini!" terang Danu.


"Maaf nak, di sini juga kau salah. Sengaja menyembunyikan nya... coba dari awal kau sudah jujur." terang Yanto ikut gak mau kalah.


"iya iya iya... di sini aku yang salah." ucap Danu pada akhir nya.


"Jadi gimana kalo kita sekarang cari baju kembaran." celetuk Baskoro.


"Baju kembaran?" tanya Yanto dengan kening mengkerut.


Danu menoleh ke arah Layla, dengan gerakan kepala seolah bertanya. 'Apa kau mengerti maksud papa?'


Layla mengerdikkan bahu nya.


"Itu loh yang anak muda sekarang, mau nya kembaran dengan pasangan nya. Apa sih itu nama nya!" Baskoro tampak berfikir keras, sebutan yang paling familiar untuk masalah baju kembaran.


'Anak muda sekarang, yang pake baju kembaran. Apa ya?' batin Layla ikut berfikir.


"Coupel?" celetuk Noval.


"Nah iya itu, itu maksud ku. Ayo Danu, kita cari baju coupel untuk acara nanti malam." ucap Baskoro dengan bersemangat.


"Heh besan, mana ada baju coupel untuk acara mendadak kaya gini! Kamu ini ada ada aja! Udah, kita oake baju yang ada aja." usul Yanto.


Danu beranjak dengan menggenggammm jemari Layla, mengajak nya untuk ikut serta. "Ikut dengan ku!"

__ADS_1


"Kalian mau ke mana? Kita belum selesai ini bahas baju kembaran!" protes Baskoro, melihat Danu dan Layla begitu aja meninggalkan meja makan.


"Tetap diam tanpa usaha untuk mencari, tidak akan menemukan jawaban nya pah!" seru Danu dengan penuh makna berjalan ke arah pintu.


"Menantu ku emang hebat!" Yanto memuji Danu, sambil mengacung kan ke dua jempol tangan nya.


"Tadi aja protes! Sekarang balik mendukung nya! Kau ini gak punya pendirian Yanto!" gumam Noval pelan.


"Kau dengar itu, apa kata menantu ku! Kau payah!" seru Yanto dengan tergelak setelah memuji Danu, lalu meledek Baskoro saat ke dua nya beradu pandang.


"Hei Yanto, besan ku yang paling benar. Danu itu putra ku, sudah jelas kehebatan nya... aku yang menurunkan pada nya!" Baskoro beranjak, mengatakan nya dengan bangga.


"Kalian, apa masih mau berdebat?" tanya Layla, dengan menoleh ke belakang.


"Biar bapak mu aja La yang tetap tinggal di sini, mencuci piring kotor ahahhaha." goda Baskoro dengan tatapan bersahabat.


Yanto dan Noval mengikuti langkah Baskoro. Sementara Danu dan Layla langsung membayar semua yang sudah mereka makan.


"Kalian, tunggu lah di mobil. Ikuti mobil Danu, pah!" ucap Danu, saat melihat ke tiga pria paruh baya berada di dekat nya.


Malam menjelang.


Seperti rencana awal, Arsandi sudah beberapa kali menghubungi Danu, menunggu di rumah sang Tuan. Sementara yang punya rumah belum juga kembali setelah pergi dari pagi.


Arsandi menujukkan wajah gelisah nya, gelisah dalam penantian. Menatap banyak nya barang yang sudah di siapkan Danu untuk acara lamaran Arsandi dengan Mery.


"Astagaaa, kenapa gak bisa di hubungi! Tuan Muda dan Nona Layla, pergi ke mana sebenar nya? Tuan Danu gak mungkin ingkar janji kan?" gumam Arsandi cemas.


Sudah ada satu jam, sejak kedatangan Arsandi di rumah Danu dan Layla. Arsandi berjalan mondar mandir di ruang tamu dengan benda pipih yang ia tempelkan pada daun telinga kanan nya.


Namun sayang nya, gak seperti biasa nya. Nomor telpon Danu atau pun Layla, sama sama sulit untuk di hubungi.


"Duduk lah dulu pak asisten, ini saya buatkan minum. Mungkin aja Tuan Muda dan Nona lagi di jalan pulang." ucap pak Adi, mencoba menenangkan Arsandi.

__ADS_1


"Terima kasih pak atas minuman nya! Entah lah, saya cuma takut Tuan lupa dengan malam ini. Malah saya udah janji akan ke rumah calon istri saya malam ini juga." ucap Arsandi, sedikit menyeruput minuman yang di buatkan pak Adi.


"Tunggu lah sebentar lagi, bisa juga Tuan lagi membeli sesuatu... ya untuk tambahan yang akan di bawa ke rumah calon nya pak asisten." ucap pak Adi lagi.


Sementara di mobil Danu.


Dring dring dring.


"Ka, kenapa gak di jawab?" tanya Layla dengan kening mengkerut.


"Biarkan aja. Paling hanya untuk bertanya, aku lagi di mana." ucap Danu dengan santai nya.


"Jahat banget si ka, itu nama nya kaka ngerjain bang Arsandi!" sungut Layla.


"Biar aja!" seru Danu dengan senyum merekah.


"Kenapa senyum? Ada yang aneh?" tanya Layla, merabaaa pipi nya dengan jemari tangan nya.


Mobil yang di kemudikan Danu dan mobil yang di kemudikan supir Noval, memasuki rumah megah Danu.


"Mungkin itu Tuan, pak asisten" seru pak Adi, yang mendengar suara deru mobil berhenti.


"Mungkin juga!" Arsandi menyimpan benda pipih nya dalam saku jas nya.


"Hai calon pengantin! Udah gak sabar ya, pengen ngelamar anak gadis orang?" goda Yanto, yang berjalan memasuki rumah menantu nya.


"Bawel sekali kamu ini! Dering telpon putra ku, membengkakkk karena mu, Arsandi!" sungut Baskoro dengan nada menggoda.


"Paman, Tuan besar? Tuan dan Nona juga, kalian nembuat ku terharu." ucap Arsandi dengan tatapan yang sulit di artikan.


...🥀🥀🥀...


Bersambung...

__ADS_1


...Kehaluan semata...


⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️


__ADS_2