
...🥀🥀🥀...
Lagi dan lagi, gue ngerasain debaran jantung gue dan jantung Layla sama sama berdetak kencang, apa lagi jarak kita ini amat dekat, apa ini cinta? Ah masa cinta datang nya cepet banget.
"Ba- bangun! Lo ngak mau kita kaya gini terus kan?" tanya Layla dengan gugup.
"Iya bangun, kita berjamaah ya!" ucap Danu dengan hangat.
Danu membiarkan Layla menggunakan kamar mandi yang ada di kamar, sedangkan ia sendiri memilih menggambil air wudhu dari keran depan.
Ke dua nya menjalankan sholat subuh berjamaah untuk yang pertama kali nya dengan husyu.
Do'a pun tidak luput dari Danu dan Layla, sama sama berdo'a dalam hati, memanjatkan do'a kepada sang khalik.
Layla mengangkat ke dua tangan nya, ya Allah... berikan lah jalan terang mu untuk kehidupan ku. Jadi kan lah rumah tangga yang baru aku bina ini menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah. Bimbing lah aku untuk menjadi istri yang baik dan lebih baik lagi.
Sementara Danu, ya Allah, selalu dekat kan lah aku dan Layla di mana pun kami berada, jadi kan lah rumah tangga ku ini menjadi rumah tangga yang selalu kau ridhoi.
Danu memiringkan tubuh nya ke belakang, dengan tangan kanan nya yang ia ulur ke depan Layla. Layla yang mengerti pun langsung meraih dan memcium punggung tangan kanan Danu.
"Boleh aku tahu, apa do'a mu?" tanya Danu saat melihat Layla yang sedang melipat mukena yang tadi ia gunakan.
"Aku rasa kau tidak perlu tau... itu rahasia." ucap Layla dengan berjalan meninggalkan Danu, menyimpan mukena di atas nakas pendek.
Danu mbuang nafas nya dengan kasar.
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Danu lagi, saat melihat Layla yang berjalan ke arah dapur bersih.
"Buat makan lah, emang kamu gak laper?" cicit Layla.
"Belum, aku mau lari pagi, menikmati indah nya pagi. Mau ikut?" tawar Danu, ia bahkan sudah mengenakan sepatu olahraga di ke dua kaki nya.
"Gak, aku di sini aja!" Layla melangkah ke arah dapur.
Danu melirik ke arah sepasang sepatu olahraga lain nya, meraih nya dan membawa nya bersama nya.
Grap.
"Eh!" pekik Layla pada tangan besar yang menggenggammm jemari nya.
Danu menghentikan langkah kaki Layla yang sudah selangkah membuka lemari pendingin.
__ADS_1
Danu berdiri dengan menumpukan diri nya pada ke dua lutut nya, membuat Layla melangkah mundur selangkah.
"Apa yang mau lo lakuin?" tanya Layla dengan kening mengkerut.
"Sopan banget sama suami manggil lo! Angkat kaki kamu!" Danu meraih kaki kanan Layla, ke dua tangan Layla langsung berpegangan pada ke dua bahu Danu.
"Aku bisa sendiri! Aku juga kan gak mau ikut lari! Kenapa harus pake sepatu?" protes Layla, yang pada akhir nya membiarkan Danu mengenakan nya sepatu pada ke dua kaki nya.
"Gak ada penolakan!" Danu menarik tangan Layla ke luar dari dalam risort, membuat ke dua kaki Layla dengan terpaksa mengikuti langkah kaki Danu.
Ke dua nya berlari santai, menyusuri jalan yang semula pasir putih.
"Apa kau tidak cape, Danu?" tanya Layla yang mulai kelelahan, menyeka keringat di kening nya dengan punggung tangan nya.
"Kita berlari belum jauh Layla, sabar sedikit lagi ya!" bujuk Danu.
Sambil berlari santai, sesekali Layla menoleh ke belakang, jalan yang sudah ia dan Danu lalui, aku rasa... kita udah terlalu jauh berlari, jangan jangan Danu salah jalan, terus nyasar.
"Memang kita mau ke mana sih! Gak ada tujuan kan, cuma mau lari... kita balik aja yuk ke risort! Jalan nya udah beda ini!" protes Layla, saat ke dua kaki nya tidak lagi berpijak pada pasir pantai.
"Yang pasti kau akan menyukai nya! Tapi kita mungkin agak siang untuk kembali ke risort yang semalam." terang Danu dengan santai.
"Kok bisa gitu? Jangan bilang kita nyasar?" Layla berlari lebih cepat, mendahului Danu dan menghadang nya.
"Kita gak lagi nyasar kan?" tebak Layla.
"Gak, aku hanya ingin mengajak mu menemui seseorang. Kita akan sarapan di sana." ucap Danu yang kini malah mengajak Lyla untuk berjalan santai dengan berpegangan tangan.
Sreek.
"Apa aku mengenal orang itu?" Layla mengerutkan kening nya, berfikir kerasa akan orang yang akan di temui nya nanti.
Danu menghembuskan nafas nya dengan kasar, menjawab dengan singkat. "Pernah."
Pikiran jelek langsung terlintas di kepala Layla. Jangan jangan Danu mau ngajak gue ketemu sama Aleta, atau cewek nya yang lain, terus mau ninggalin gue. Bulsittt banget jadi cowok, dasar pria gak punya perasaan.
Pikiran jelek Layla, membuat nya kebakaran jenggot sendiri. Membuat nya melepaskan tangan nya dari genggamannn tangan Danu dengan kasar.
Sreek.
"Gue gak mau ketemu cewek lo! Kalo lo mau, temuin aja dia sendiri! Gak usah pake ngajak ngajak gue!" omel Layla dengan suara yang naik satu oktaf, tatapan nya pun menunjukkan kemarahan bercampurrr kecewa, hingga menjadikan telaga yang siap meluncurkan bulir bening.
__ADS_1
Layla mendengus kesal, berbalik arah hendak meninggalkan Danu.
Grap.
Danu membawa Layla ke dalam pelukan nya. Setidak nya ia mengerti dengan apa yang di ucapkan Layla dalam kemarahan.
"Lepas Danu! Lo cowok brengsekk, gue gak mau di sentuh sama lo! Lepas!" Layla meronta dalam dekapan Danu dengan suara bergetar.
Danu mencengrammm ke dua bahu Layla dengan lembut. "Apa yang ada dalam pikiran mu, hem? Pasti mikir jelek ya?" tebak Danu dengan seringai terbit di sudut bibir nya.
"Gu- gue, a- anu, emm gak... emang gitu kenyataan kan! Siapa yang mikir jelek, gue mau balik aja! Kalo lo mau, lo aja yang temuin cewek lo!" ucap Layla, berbalik badan dan menyeka bulir bening yang menerobos ke dua mata nya.
Hap.
"Kyaaa!"
Tubuh Layla melayang dalam sekejap, saat ke dua tangan kekar Danu, membawa nya dalam gendongan ala ala bridal style.
"Danu, gue gak mau! Lepas! Turunin gue!" Layla meronta dalam gendongan.
"Gak usah banyak ngoceh! Gak ada orang juga yang mau nolong lo!" ucap Danu dengan datar.
"Ihhss Danu! Lo jahat banget si jadi laki! Kalo lo mau sama itu cewe, kenapa juga kemaren lo nikahin gue!" cicit Layla dengan lirih.
"Gue mau mempertemukan lo sama nenek." ucap Danu dengan menatap wajah Layla, nampak hidung nya yang kini memerahhh karena menangis.
"Apa? Nenek? Bukan Aleta? Pacar lo? Mantan lo?" cecar Layla, menghapus bulir bening di pipi nya.
"Iya, nenek. Kau lihat itu!" Danu menunjuk ke arah depan dengan bibir nya.
"Itu rumah siapa lagi?" Layla mengalungkan ke dua tangan nya di leher Danu. Menatap sebuah rumah yang berdiri kokoh di antara hijau nya sawah.
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅
...Jangan lupa tinggalin jejak, like, rate 😅 komen dah kalo perlu....
__ADS_1
...Makasih yooo ☺️☺️...