
...🥀🥀🥀...
Danu menarik tangan Layla, keningnya mengkerut mendapati darah ke luar dari jemari Layla yang kena pecahan gelas.
Tanpa berfikir lagi, Danu memasukkan jari Layla ke dalam mulut nya, lalu menghisappp darah yang ke luar dari jari Layla.
"Amazing" gumam Nina.
"Mata gue gak salah liet nih!" Deri mengucek matanya.
"Benar kan dugaan gue!" gumam Mery, menarik sudut bibirnya ke atas.
Layla menarik tangan nya, mengedarkan pandangan nya pada ke tiga sahabat nya itu, yang kini menatap nya dengan tatapan menuntut penjelasan Layla.
"Gak usah gitu juga! Gak enak kan tuh di lietin sama yang lain!" gerutu Layla.
Danu menatap datar ke tiganya, lalu menatap hangat Layla.
"Kau lanjutkan mengerjakan tugas kelompok mu!" Danu melenggang pergi meninggalkan yang lain nya.
Nina langsung beranjak dari kursi yang ia duduki, berdiri di samping Layla dan mengguncang lengan Layla dengan tangan nya. "Sumpah demi apa, yakin itu kaka sepupu lo?"
"I- iya kaka sepupu gue. Mang ada yang salah gitu?" cicit Layla dengan menelan saliva nya dengan sulit.
__ADS_1
"Gue yakin 100 persen, itu guru pengganti bu Rini. Bener kan tebakan gue? Yah meski pun kaka sepupu lo itu belum lepas kaca mata nya, tapi gue yakin banget itu guru pengganti kita." tebak Mery dengan tatapan menyelidik, alisnya naik turun, menuntut Layla untuk mengatakan yang sejujur nya.
"Emmm gue rasa gak ada yang salah sama kaka sepupu nya Layla itu. Wajar kan kalo seorang kaka pengen ngelindungin adeknya!" bela Deri.
"Permisi ka, biar saya bersihkan dulu pecahan gelas nya!" ucap seorang pelayan kafe yang sudah berdiri di belakang Layla.
"Oh iya, silahkan mbak." Layla membiarkan pelayan kafe membersihkan pecahan gelas di lantai, "Emmm maaf ya mbak, kira kira saya ganti berapa ya gelas yang pecah itu?" tanya Layla dengan wajah menyesal.
"Kalo semua makanan yang di pesen ini, kira kira jumlah nya abis berapa duit ya, mbak?" kini gantian Nina yang bertanya.
Pelayan kafe menatap heran Layla dan Nina lalu menyunggingkan senyum di sudut bibir nya. "Kaka ini gak usah khawatir untuk biaya, untuk semua makanan yang di pesan, itu sudah masuk rekening bos Danu, dan ini... buat nutup luka ka Layla!"
Pelayan kafe menyerahkan plaster pada Layla.
"Makasih ya!" ucap Layla.
"Iya ka, saya permisi ya ka... tugas saya udah selesai di sini." pelayan kafe pamit meninggalkan meja Layla.
Danu mendudukan diri nya, di kursi kebesaran yang merupakan ruang kerja Danu dalam rumah berlantai 2 itu.
"Cukup bagus juga laporan keuangan beberapa minggu ini." gumam Danu.
Dreet dreet dreet.
__ADS_1
[ "Bos, tugas saya sudah selesai mengantar setan kecil. Saya langsung balik kantor ya!" ]
"Setan kecil? Setan kecil apa maksud mu?"
[ "Jangan belaga pelon, bos! Setan kecil mana lagi selain adik ipar mu, bos!" ]
"Gak penting!" sungut Danu yang langsung memutuskan sambungan telepon nya.
Tok tok tok.
"Masuk!" ucap Danu.
Tanpa melihat siapa orang yang masuk ke dalam ruang kerja nya, Danu mengajukan pertanyaan.
"Apa kau sudah mengerjakan apa yang aku suruh?" tanya Danu, dengan tatapan yang masih fokus pada laporan keuangan yang ada di dalam laptop nya.
"Jadi benar, kau bos nya?"
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalin jejak, like, rate 😅 komen dah kalo perlu....
...Makasih yooo ☺️☺️...