Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Mengikuti perintah


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


'Gue tau, siapa lagi yang bisa gue manfaatin!' batin Julia, berseringai dengan jarak yang gak terlalu jauh dari Layla dan rombongan nya.


Julia mengirimkan pesan lewat benda pipih nya. "Tunggu kehancuran lo, Layla! Kalo udah upik abu, ya upik abu aja. Gak usah sok sok'an jadi princess!" gumam Julia, menatap sinis foto yang baru aja ia kirim ke nomor seseorang.


Ting.


Senyum terus terukir di bibir Julia, setelah ia mendapat kan notif dari m-banking nya.


"Cuma butuh mata yang jeli, gue langsung dapat duit. Tambang emang lo Layla!" ucap Julia lagi, langsung menaiki sebuah taksi yang tepat berhenti di depan nya.


"Ikutin mobil itu pak!" Julia menunjuk mobil yang melaju di depan mobil yang ia tumpangi.


"Beres Non!" seru sang supir, mengikuti perintah penumpang nya.


Di mobil yang di tumpangi Layla dan Mery. Dengan supir yang dengan setia mengikuti perintah dari sang Tuan nya.


"Langsung pulang aja ya pak!" titah Layla yang duduk di kursi penumpang bagian belakang.


"Yah gak seru lah La, kita ke mall aja yuk, nongkrong ke mana kek gitu!" rengek Mery, menolak keputusan Layla.


"Di rumah aja, kita juga bisa nonton. Bisa berenang, bisa makan sepuas nya." tolak Layla.


"Ihs gak asik lah." Mery mengerucut kan bibir nya. "Apa kita pergi ke salah satu wahana air aja La! Kita main basahhh basahannn ahahaha." bujuk Mery lagi dengan tatapan memelas.


Dreet dreeet dreeet.


"Stttttt jangan berisik, gue mau jawab video call dulu nih!" Layla meletakkan jari telunjuk nya di depan bibir nya, memberikan kode untuk Mery diam.


[ "Assalamualaikum ka Danu!" ] seru Layla dengan senyum mengembang, saat melihat wajah Danu yang memenuhi layar benda pipih nya.


^^^"Waalaikum salam La, kamu udah di mobil? Sama siapa aja La!" tanya Danu dengan datar, tatapan nya pun menyelidik.^^^


'Ka Danu marah kenapa lagi? Nada suara nya datar banget, kaya lagi marah. Apa aku buat salah lagi? Tapi apa ya?' pikir Layla dengan tatapan menelisik Danu.


[ "Iya udah di mobil, aku sama Mery dan pak supir. Ka Danu di mana itu?" ] tanya Layla mengalihkan perhatian nya, lalu mengarahkan kamera ke arah Mery dan pak supir.


^^^"Sudah cukup La! Aku belum lama tiba di hotel. Gak ada pria lain kan selain pak supir di dalam mobil? Kamu gak lagi menyembunyikan sesuatu dari aku kan La?" tanya Danu tanpa ragu.^^^


Layla mengarahkan kembali layar hape nya ke wajah nya. "Cuma pak supir ka, emang ada siapa lagi?" tanya Layla.


"Ahahha pak Danu, mode cemburu apa mode curiga?" suara Mery terdengar di telinga Danu.


"Sssttttt Mery! Diam dulu deh!" Layla memperingati Mery kembali untuk diam, dengan layar kamera yang masih memenuhi wajah nya dan Danu.


^^^"Heh bocah, aku tidak sedang bicara dengan mu! lebih baik kau sibukkan waktu mu dengan game! Kau tau, di sini Arsandi aku buat sibuk dengan pekerjaan!" ucap Danu dengan ketus.^^^

__ADS_1


[ "Ka Danu, udah deh. Bukan nya kaka lagi sibuk? Terus sekarang lagi ngapain masih di hotel? Belum mulai meeting nya?" ] tanya Layla, gak mau Mery dan Danu saling berdebat di telpon.


^^^"10 menit lagi aku akan sibuk dengan pekerjaan ku. Kau langsung pulang! Aku tidak mengizinkan mu untuk pergi kemana pun! Kau dengar itu La!" titah Danu dengan tegas.^^^


[ "Iya, ini juga mau langsung pulang, gak usah banyak mikir ya ka. Kerjakan aja pekerjaan kaka di sana dengan baik." ] ucap Layla dengan suara nya yang di buat manja.


Perkataan Layla, secara gak langsung, dapat menenangkan hati Danu yang telah terbakarrr api cemburu.


Mery duduk menyandar pada sandaran kursi, menggelengkan kepala nya mendengar posesif nya Danu pada Layla.


"Layla baru juga mau saya ajak main pak! Mumpung bapak lagi gak ada di Indonesia, bisa kali pak! Saya bosan nih, bapak tenang aja... saya bakal ajak Layla ke tempat yang aman kok! Jauh dari kata pria lain." bujuk Mery dengan suara meninggi.


"Mery!" seru Layla, menoleh ke arah Mery dengan gelengan kepala.


"Iya iya, tau deh yang istri istri takut suami!" goda Mery dengan tangan kiri nya menyanggah wajah nya, ia memilih menikmati pemandangan di luar jendela.


^^^"Layla itu bukan takut pada suami, tapi patuh pada suami!" Danu meralat perkataan Mery.^^^


"Iya iya iya apa pun itu!" Mery mengerdikkan bahu nya acuh.


[ "Ka Danu, jaga kesehatan, jangan lupa makan ya! Jaga pandangan dari wanita cantik!" ] ucap Layla dengan senyum sedikit di bibir nya.


^^^Danu menajamkan pandangan nya. "Aku gak akan pernah tergoda dengan wanita cantik sekali pun La! Jaga diri mu dari hasutan teman yang mengajak mu gak benar!" ucap Danu seakan tengah menyindir seseorang.^^^


[ "Iya ka." ]


Dengan malu dan ragu, Layla menuruni perkataan Danu.


[ "Kaka sa- sayang, aku tutup telpon nya ya, aku tunggu kaka di Indonesia." ] Layla langsung mematikan telpon nya dengan wajah merona.


"Yah elah La La, gitu doang pake malu luh!" goda Mery gak abis pikir dengan Layla.


"Biarin. Kamu udah kabarin bang Arsandi?" tanya Layla, mengalihkan perhatian Mery.


"Gak di jawab, lagi sibuk kali dengan segudang pekerjaan yang di kasih pak Danu." ucap Mery asal bicara.


Belum satu menit Layla menyudahi sambungan telepon nya dengan Danu. Kini berganti dengan pak supir yang di hubungi Danu.


Dring dring dring.


[ "Iya Tuan!" ] jawab pak supir, setelah menyambung kan panggilan nya dengan earphone.


Layla dan Mery seketika langsung diam, saling menatap pak supir dengan tanya.


'Ka Danu menghungi pak supir? Tadi belum lama bicara dengan ku?' tanya Layla dengan menggaruk kepala nya yang gak gatal.


^^^"Bagaimana cara kerja mu hah! Cari jalan lain untuk menuju ke rumah, percepat cara mengemudi mu! Mobil yang ada di belakang mu itu membuntuti mu!" titah Danu dengan suara meninggi.^^^

__ADS_1


Pak supir menelan saliva nya dengan sulit, melihat lewat kaca spion tengah.


[ "Maaf Tuan, saya gak tahu. Saya akan melakukan apa yang Tuan minta." ] jawab pak supir dengan tangan kiri menyeka peluh di kening nya.


Pak supir membuang nafas lega, begitu Danu langsung memutuskan sambungan telepon nya.


"Tadi itu ka Danu, pak? Ka Danu bilang apa?" tanya Layla dengan memajukan tubuh nya, tangan nya berpegangan pada kursi yang di duduki pak supir.


"Maaf Nona, sebaik nya Nona pegangan, mungkin saya akan menambah kecepatan laju kemudi nya." ucap pak supir, menoleh sekilas kaca spion tengah.


"Lah bisa gitu pak!" protes Mery.


Pak supir melakukan apa yang di katakan Danu, mempercepat laju kemudi, menyalip beberapa kendaraan yang ada di depan nya dengan lincah, mengambil jalur lain untuk sampai ke rumah meski harus berputar.


Mery langsung turun dari mobil, begitu pak supir menghentikan laju kemudi nya di depan pagar yang menjulang tinggi.


"Mer!" seru Layla melihat Mery yang langsung berlari ke pinggir terotoar.


Mery yang merasakan perut nya bergejolak, langsung mengeluarkan isi perut nya yang gak bisa lagi ia tahannn.


"Uuuweeek uuweeeek!"


Pagar yang menjulang tinggi bergeser dengan perlahan.


"Non gak usah turun, biar nanti saya yang akan menghampiri Nona Mery!" seru pak supir, yang melihat Layla hendak membuka pintu mobil.


Layla langsung turun dari mobil, begitu mobil terparkir di halaman rumah.


Brak.


"Saya mau lihat teman saya pak!" Layla menutup pintu mobil dengan kasar.


"Biar saya aja Non! Tuan pasti akan marah, jika sampai Tuan tau." kilah pak supir, berjalan ke arah gerbang.


"Gak ada ka Danu, malah makin kacau!" sungut Layla, mendudukkan diri nya di teras dengan bibir mengerucut.


"Laen kali kalo bawa mobil yang bener dong pak! Mules nih perut saya!" omel Mery, dengan sudut mata yang mengeluarkan cairan bening.


"Maaf Nona, saya hanya mengikuti perintah dari Tuan Muda Danu, tadi itu situasi nya sangat genting." kilah pak supir, berniat memapah Mery.


"Saya bisa jalan sendiri! Genting gimana sih maksud nya?" Mery menepis tangan pak supir, dengan tatapan menyelidik.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Like dan komentar nya dong, 😅😅

__ADS_1


Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya


__ADS_2