Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Menghancurkan


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Kalo begitu, apa pendapat mu untuk mengembalikan kesehatan mental Layla? Bagaimana cara nya membuat Layla seceria dahulu?" tanya Danu.


"Ajak Nona berlibur, Tuan!" ide perawat Sisil.


"Berlibur! Kau tidak salah memberi ku usulan? Aku mana bisa membawa Layla berlibur! Saat ini kan dia sedang melewati masa ujian?" terang Danu ada sedikit kecewa di wajah nya.


"Kalo memberi usul itu, harus liat sikon!" umpat dokter Agus.


"Itu ide ku yang paling bagus lo! Nona bisa refreshing sekalian berlibur, Nona kan beberapa hari ini pasti merasa tertekan, setelah melewati masa sulit selama ia di culik!" ujar Sisil.


"Iya juga sih! Tapi lebih baik Tuan itu mendukung apa yang di ingin kan Nona!" usul dokter Agus.


'Ternyata mudah sekali membuat mu tertipu! Setelah ini kau akan kehilangan wanita yang paling kau cintai Danu!' ejek dokter Agus, merasa jalan nya mulusss untuk menghancurkan keluarga Baskoro.


Layla mengedar kan pandangan nya, mendapati diri nya masih berada di kamar yang sama, dengan posisi yang berubah.


Layla membuang nafas nya dengan perasaan lega, lalu senyum terukir di bibir nya.


"Syukur lah! Aku masih ada di kamar ini! Tapi, di mana pak Gunawan? Terakhir ku ingat, tadi bukan nya aku lagi ngerjain soal ujian ya?" tanya Layla pada diri nya sendiri.

__ADS_1


Layla memijat pelipis nya, lalu menatap tangan nya yang terluka dan kaki nya yang terluka.


"Apa ini beneran bisa hilang?" tanya Layla dengan bibir mengerucut.


Ceklek.


"Hai La! Kamu udah enakan?" tanya Danu, lalu menutup pintu kamar dan mendudukkan diri nya di tepian ranjang rawat Layla.


"Hai ka, aku baik baik aja. Di mana pak Gunawan ka? Aku rasa tadi aku lagi ngerjain soal ujian." ucap Layla dengan menggaruk kepala nya yang gak gatal.


"Kenapa kau tanya Gunawan? Kan sudah ada aku, di sini! Menemani mu, apa itu masih tidak cukup?" tanya Danu dengan tatapan yang menggoda Layla.


"Aku ingin tau, apa tadi aku sudah menjawab semua pertanyaan atau belum ya?" pikir Layla gak yakin.


"Apa?" tanya Layla dengan kening mengkerut, bingung mau jawab apa. Mendengar perkataan Daniel yang kesan nya malah mengada ada.


"Jangan apa dong La! Tapi di jawab pertanyaan ku itu!" tegas Danu, menggenggammm jemari Layla lalu mengucup nya.


"Jangan membuat ku khawatir, La! Jika kamu merasa gak enak dalam pandangan mu, atau pun tubuh mu... kamu bisa katakan sama aku, pak Adi, atau sama dengan dokter dan suster." jelas Danu.


"Maaf, aku selalu menyusahkan mu ka!" ucap Layla dengan lirih, ke dua tangan nya bahkan sudah saling bertautannn.

__ADS_1


"Kamu gak pernah menyusahkan ku, La! Justru karena kehadiran mu, aku jadi gak ragu buat ngembangin usaha ku, dan karena mu pula... aku bisa melebarkan usaha ku di berbagai sektor." jelas Danu dengan sungguh sungguh.


"Benarkah? Kaka gak bohong?" tanya Layla dengan tatapan gak percaya.


"Aku gak pernah berbohong, La... ada yang ingin bertemu dengan mu, sayang! Mungkin sebentar lagi orang itu tiba." Danu melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.


"Siapa? Nina? Mery? Deri? Siapa ka?" tanya Layla gak sabaran.


Tok tok tok.


Pintu ruang kesehatan di ketuk dari luar.


"Masuk pak!" seru Danu, di ikuti Layla yang menunggu siapa yang akan masuk ke dalam ruang kesehatan nya.


Ceklek.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Like dan komentar nya dong, 😅😅 biar ora sepi sepi amat gitu ini novel. Masa cuma tuyul doang yang aktif komen. Yang laen, mana suara nya?

__ADS_1


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata...


__ADS_2