
...🥀🥀🥀...
Dugh.
Sekuat tenaga, Mery menendanggg selangkangannn Roy.
"Ugggghhhhh sialannn kau Mery! Berani nya kau menendanggg aset berharga ku!" Roy memegangi selangkangannn nya dengan ke dua tangan nya, merasakan sakit, nyeriii yang luar biasa gak tertahannn kan.
"Itu pantas untuk mu, pria bajingannn!" Mery bangkit dari posisi nya, menatap pintu yang gak tertutup.
Grap.
"Kau gak bisa pergi dari sini Mery, sebelum melayaniii ku dengan baik! Hah persetannn dengan baik, yang pasti aku harus membuat mu menderita!" Roy menahannn langkah Mery yang hendak lari dari nya, dengan mencengrammm pergelangan tangan nya.
Prak prak.
Roy menamparrr ke dua pipi Mery dengan tangan nya.
Sreeek.
"Akkkhhhh!" pekik Mery dengan mata membola, terkejut dengan yang di lakukan Roy pada nya, terlebih panas nya tamparannn di ke dua pipi nya masih terasa.
Sekali tarikannn, tangan Roy berhasil merobekkk bluse yang di kenakan Mery, hingga terpampang gundukan kembar yang tampak menggoda, meski gak lagi dengan rapih tertutup kain nya.
Dugh.
Roy menghempaskan tubuh Mery hingga terjerembab di lantai dengan cukup kerasss.
"Uggghhhh!" Mery mengeranggg kesakitannn, tangan nya memegangi kepala belakang nya.
"Sialannn kau Roy!" ucap Mery, melihat darah di telapak tangan nya, yang berasal dari kepala belakang nya yang membentur tepian ranjanggg.
"Persetannn dengan mu Mery! Berhenti bicara, sudah cukup waktu main main nya. Detik ini juga, kau harus membayar setiap air mata yang di jatuhkan Julia, karena mu Mery!" ucap Roy dengan mengacungkan jari telunjuk nya di ke arah Mery.
__ADS_1
'Kali ini gue harus berhasil, peduli amat mau Mery mati atau pun gak. Yang penting gue harus buat Mery menderita. Pasti Baskoro akan menyalahkan Danu dan Arsandi! Sekali tepuk, 3 dayung terlampaui. Kalian semua harus menderita!' batin Roy penuh dendam menatap wajah Mery.
"Kau berhati iblisss Roy! Aku tidak melakukan apa pun pada Julia! Dia sendiri yang mencari masalah dengan ku dan Layla. Harus nya kau salah kan Julia. Siapa kau sebenar nya hah! Kenapa kau mengusik ku? Kenapa kau ingin aku menderita?" cecar Mery dengan tatapan menyelidik, beringsuttt berusaha menjauh dari Roy.
Brak.
Ceklek.
Roy mendorong pintu kamar kost nya lalu mengunci nya.
"Gak perlu kau tau siapa aku, Mery sayang!" ucap Roy dengan berseringai, melangkah menghampiri Mery.
"Jangan sentuhannn aku Roy! Aku sudah menikah! Kau gak berhak atas tubuh ku! Salah kan Julia, jangan salah kan aku!" teriak Mery yang semakin di buat takut dengan sikap Roy yang seakan mati rasa pada nya.
'Harus nya aku mendengar apa yang di katakan pak Arsandi, aku sudah menikah. Gak seharus nya aku dekat dengan pria lain! Di mana kamu pak Arsandi, aku membutuhkan mu! Dulu kamu yang menyelamatkan ku dari Bayu, dan sekarang siapa yang akan menyelamatkan ku dari Roy?' tanya Mery dalam hati, dengan bulir bening yang menerobosss membahasi ke dua pipi nya.
"Aku gak perduli, mau kau sudah menikah atau tidak. Mau kau salah atau tidak, yang pasti kau sudah membuat Julia merasakan patah hati, di campakkan Arsandi. Kau harus merasakan nya Mery!" seru Roy, berdiri di depan Mery dengan terong panjang nya yang sudah berdiri tegakkk.
Mery menggelengkkan kepala nya, dengan semakin deras nya air mata nya, yang mengalir dari pelupuk mata nya.
'Aku harus bisa ke luar dari tempat ini.' batin Mery, mengedarkan pandangan nya mencari benda yang bisa di jadikan senjata untuk bertahan.
'Mau coba mengelabui ku ya? Tidak akan pernah bisa!' batin Roy yang dapat membaca tindak tanduk Mery.
Sreeek.
Roy menarik kaki Mery dengan cukup kencanggg.
Dugh.
Tubuh Mery terjengkanggg ke belakang, dengan kepala yang lagi lagi membentur dengan cukup kerasss.
"Akkkhhhh!" pekik Mery, merasakan sakit yang luar biasa di bagian kepala, hingga ia hilang kesadaran.
__ADS_1
"Dasar wanita bodohhh! Banyak bicara, baru segitu aja udah pinsan, mana enak aku bercintaaa dengan mu di saat seperti ini! Dasar payahhh!" umpat Roy menatap jengkelll Mery, tanpa perduli darah yang merembasss dari kepala nya.
Roy meraih pakaian nya kembali, hendak mengenakan nya lagi.
'Danu menyuruh ku untuk menjauhi nya, oke akan aku jauhi diri nya. Tapi setelah aku merusak nya.' batin Roy yang berubah pikiran, menghempaskan kembali pakaian nya yang ada di tangan nya.
Roy menatap Mery dengan penuh dendam, ingatan nya kembali pada saat Julia mengadu pada nya.
Perkataan Julia terngiang ngiang di telinga Roy.
..."Nama nya Arsandi, pria itu baik pada ku. Ia memberi ku tumpangan, pada hal ia sudah tau dengan jelas jika aku tengah mengikuti mobil yang membawa Layla, aku mengikuti mobil itu, mengintip di balik gerbang yang menjulang tinggi."...
..."Aku membenci nya, aku sudah mulai terbiasa dengan nya. Tapi apa, setiap kali aku mencoba membuat nya dekat dengan ku. Mery selalu datang merusak nya. Mery merebut perhatian Arsandi dari ku!"...
..."Aku pikir, aku wanita nya. Tapi ternyata ia memberi harapan palsu, dia malah dekat dengan seseorang yang bahkan mengatai ku anak manja, anak kecil. Aku membenci Mery, aku benci Layla, aku benci ke dua nya!"...
Dengan telapak tangan nya, Roy menyapu wajah nya dengan kasarrr.
"Aku harus sanggup melakukan nya, setelah membuat nya hancur, ku pasti kan akan membawa Angel dan nenek pergi dari kota ini!" tekad Roy melangkah dengan pasti menghabisiii Mery yang masih tak sadarkan diri.
Dengan Mery yang masih gak sadarkan diri, Roy benar benar membenammm kan terong nya pada tubuh Mery, meski kesulitan bak bermain dengan tanpa perlawanannn dari lawan nya.
Roy menggerakkan maju mundur pinggul nya, hingga beberapa saat akhir nya ia merasakan larva hangat nya menyemburrr hangat di dalam tubuh Mery.
"Akhir nya aku bisa melakukan nya, sudah ku bayar mahal setiap tetes air mata mu Julia! Tenang lah kau di surga sana!" Roy menghembus kan nafas nya dengan kasar, melepaskannn terong nya dari tubuh Mery.
Brakkkk.
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
...Jangan baper, kehaluan semata 🏃🏼♀️🏃🏼♀️🏃🏼♀️...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼♀️🤸🏼♀️