
...🥀🥀🥀...
"Mau kemana?" tanya Arsandi yang melihat Danu berlari ke arah ruang kerja nya yang ada di villa.
"Entah lah! Habis mendengar jawaban Nina, dia langsung pergi gitu aja tanpa kata." ujar Kevin menjawab tanpa di minta, ia membantu Julia menyiapkan sarapan untuk semua nya.
"Kamu ngomong apa, Nin?" tanya Arsandi dengan tatapan penuh selidik.
"Beberapa menit yang lalu, aku lihat Layla dan Mery ke luar dari gerbang villa. Hanya itu aja sih." jawab Nina yang kini ikut membantu Julia dan Kevin.
Nina hendak menata piring dan sendok di atas meja makan yang ukuran nya cukup besar.
"Biar aku aja!" Deri muncul menyerobot Kevin yang hendak membantu Nina menata sendok.
"Biasa aja dong bro!" sindir Kevin.
Arsandi menyusul Danu, gak perduli lagi dengan apa yang terjadi di dapur dan ruang makan.
'Jangan bilang Danu mencium hal yang gak enak nih sama Layla!' batin Arsandi dengan wajah cemas.
Ceklek.
Danu tampak fokus pada laptop nya, mengamati setiap pergerakan yang di tampilkan nya. Tanpa memperdulikan siapa yang masuk ke dalam ruang kerja nya.
"Apa yang Tuan temukan? Gak ada yang mencuriga kan pada Nona kan?" tanya Arsandi dengan tatapan penuh selidik.
"Harus nya gak ada yang mencurigakan." seru Danu.
"Tuan mau ke mana lagi?" tanya Arsandi, melihat Danu yang langsung pergi gitu aja.
"Mencari nya lah!"
Dengan masih mengenakan celana training, kaos lengan pendek serta sepatu kets. Danu dan Arsandi meninggalkan villa, mengikuti ke mana arah Layla dan Mery terlihat terakhir kali.
"Tuan yakin ke arah sini?" tanya Arsandi yang kembali berkata formal pada Danu.
"Biasa aja manggil nya, ini di luar jam kerja!" protes Danu.
"Maaf... kira kira apa yang mereka lakukan di luar villa?" tanya Arsandi ingin tau.
__ADS_1
"Mana aku tau! Dari tadi kau bertanya terus, membuat aku pusing aja!" sungut Danu, tatapan nya mengedar kesetiap sudut yang ia lewati, berharap jika ia akan menemukan sosok yang tengah ia cari.
Arsandi memilih diam, dari pada banyak bertanya hanya akan membuat Danu bertambah pusing.
"Itu ada warung, mungkin mereka melihat Layla dan Mery." Danu melangkah ke arah warung yang mereka jumpai.
Danu memilih berdiri di luar, dengan tatapan tajam yang mengedar. Sementara Arsandi masuk ke dalam warung, dan menanyakan pada mereka akan 2 gadis remaja yang tengah mereka cari.
Arsandi ke luar dengan wajah berbinar.
"Apa yang kau dapat? Mereka ada yang melihat Layla?" tanya Danu gak sabaran.
"Mereka bilang tadi Nona menanyakan warung nasi uduk." jelas Arsandi.
"Tunggu apa lagi! Ayo kita susul mereka!" Danu berjalan meninggalkan Arsandi di belakang.
'Mereka berdua apa gak bisa menunggu ku! Mau cari nasi uduk di tempat seperti ini, yang benar aja. Mau di temukan di mana warung nasi uduk?' batin Danu yang ngedumel, lalu ia berhenti dan berbalik badan.
"Di mana kita bisa menemukan warung nasi uduk?" tanya Danu dengan penuh tanya.
"Gak jauh dari sini Danu, di ujung jalan sana kita bisa menemukan nya." Arsandi menunjuk ke arah yang sebalik nya dari arah yang Danu tuju.
"Sialll, kenapa gak bilang dari tadi aku berjalan di jalan yang salah!" umpat Danu dengan kesal, lalu memilih jalan yang di tunjukan Arsandi sebelom nya.
"Berani menjawab kau!" sungut Danu dengan menyapu wajah nya dengan telapak tangan nya dengan kasar.
Danu berjalan lebih dulu, dengan Arsandi yang mengekor di belakang.
"Apa masih jauh?" tanya Danu dengan kesal, jalan yang ia lewati seakan begitu panjang, hingga belum tampak ujung nya. Apa lagi suasana jalan masih tampak lengang, mengingat kanan dan kiri ladang hijau dan padi yang masih menghijau.
"Itu bukan nya mereka, Danu!" seru Arsandi dengan menujuk 2 orang remaja yang tampak dari kejauhan.
Danu menajamkan pandangan nya, meyakinkan apa yang ia lihat. Tampak 2 orang yang tengah mereka cari, kini melambaikan ke dua tangan nya ke atas.
Plak.
Saking senang nya, Danu menggeprak lengan Arsandi cukup keras, hingga pria itu terhuyung ke depan hampir jatuh.
"Awwhhh!" pekik Arsandi.
__ADS_1
"Kau benar Arsandi, itu mereka! Astagaaa itu benar istri ku!" seru Danu dengan senang.
"Tunggu apa lagi! Cepat susul!" cicit Arsandi, merasa Danu lagi rada rada koslet saking senang nya.
"Gila aja si Reina, ini mah nama nya ngerjain kita." sungut Mery dengan kesal.
"Ssttt jangan ngedumel, nanti pahala nya berkurang. Yang penting kita ikhlas mencari apa yang ia dan calon bayi nya ingin kan." ujar Layla, dengan memperlihatkan apa yang mereka beli.
"Ya tetap aja La, gue gak suka cara nya. Kan bisa kita beli nasi uduk nya tunggu suami lo pulang dari lari, ini mah ya ampun. Bayangin aja La, dari ujung ke ujung ini!" protes Mery dengan berapi api saking kesal nya.
"Kan kita gak tau, ka Danu selesai lari nya itu kapan. Kasian lah, keburu kelaperan itu mbak Reina sama calon dede bayi nya." jelas Layla yang masih aja ngebela Reina.
"Perut lo gimana La, sakit gak?" tanya Mery menoleh ke arah perut Layla, namun gak memperhatikan wajah Layla yang tampak pucat.
"Gak apa kok." jawab Layla dengan senyum, menatap ke arah perut nya.
'Sedikit nyeri sih, apa karena terlalu jauh jalan ya! Tapi harus semangat, sebentar lagi nyampe villa.' batin Layla nenguatkan hati nya sendiri.
'Elu mah La, jadi orang ke bangetan bae. Yang ada di kerjain mulu luh! Gila aja si Reina, gak inget apa... Layla belum lama ini abis di operasi. Malah jalan jauh gini, gimana coba.' sungut Mery dengan jengkel.
"Eh La, itu bukan nya pak Danu dan pak Arsandi ya!" seru Mery menyikut lengan Layla, dengan menatap tajam ke depan.
"Mana?" tanya Layla dengan tatapan tajam nya.
Ke dua nya melambaikan tangan, saat yakin itu adalah Danu yang mereka lihat dari kejauhan.
"Pak Danu! Woooy!" seru Mery dengan berjingkat jingkat senang, ke dua tangan ia lambaikan ke atas.
Danu dan Arsandi berlari ke arah ke dua nya.
"Akhir nya aku bisa menemukan mu La! Bikin cemas aja kamu tuh!" gerutu Danu dengan tatapan lurus ke Layla, meski rasa cemas berkurang di hati nya.
Grap.
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
__ADS_1
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata...