Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Apa lah arti dari sebuah nama


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Kamu segala nya, apa pun akan aku lakukan untuk mu!" ujar Danu, mengecup kening Layla.


Ke esokan pagi nya.


Layla mengerjapkan ke dua mata nya, tangan merabaaa dengan perlahan kanan dan kiri. Hingga ia menyadari jika di atas tempat tidur hanya ada ia seorang tanpa Danu.


"Ka Danu ke mana? Apa mungkin di kamar mandi? Apa mungkin udah turun ke bawah ya!" pikir Layla dengan bangkit dari tidur nya lalu memilih duduk, sambil mengumpulkan nyawa nya yang belum kumpul setelah terbangun dari tidur nya.


Layla mengedarkan pandangan nya, mengingat ingat apa yang terjadi sebelum ia berakhir di kamar nya.


"Bukan kah semalam ada ka Danu yang tidur bersama dengan ku?" tanya Layla pada diri nya sendiri.


Tatapan nya memicing pada seragam sekolah nya yang tergeletak di ujung tempat tidur.


...Jangan lupa subuh! Aku sudah menyiapkan bekal untuk mu sekolah, jangan lupa di habiskan....


by. Suami tercinta mu 😘


Layla menyunggingkan senyum nya, meraih seragam sekolah nya lalu membawa nya ke dalam pelukan nya.


"Ka Danu, love love sekebon!" seru Layla dengan mata terpejam, membayangkan yang ia peluk adalah Danu.


Satu jam kemudian.


Layla sudah bersiap dengan seragam sekolah yang melekattt pada tubuh nya.


"Apa sepagi ini ka Danu udah berangkat ke kantor ya? Tumben gak nungguin aku, biasa nya kan selalu bareng." Layla menutup pintu kamar nya, melangkah menuruni anak tangga menuju ruang makan.


"Pagi Non!" sapa pak Adi yang menyambut Layla di bawah anak tangga.


"Pagi pak, jam berapa ka Danu berangkat ke kantor pak?" tanya Layla sembari menuruni anak tangga.


Pak Adi mengerut kan kening nya. "Tuan tidak berangkat ke kantor, Nona."


"Lah terus, kalo gak ke kantor kemana pak? Apa ka Danu lagi olah raga?" tebak Layla dengan bibir yang bergerak ke kiri dan ke kanan.


Pak Adi mengikuti langkah kaki Layla, berjalan di belakang nya hingga ke meja makan.


"Tidak olah raga juga, Nona." jawab pak Adi datar, menarik kursi untuk Layla duduki.


Bi Ijah menyiapkan piring, melayani sang Nona Muda. "Mau nasi putih atau nasi goreng Nona?" tanya bi Ijah.


"Nasi putih aja bi, biar aku aja sendiri yang melakukan nya! Bibi lanjut aja sama pekerjaan bibi." tolak Layla, saat bi Ijah hendak menyendokkan lauk ke piring Layla.

__ADS_1


"Gak apa Non, bibi gak berani ngelawan perintah Tuan Muda. Jadi biarkan bibi melakukan kewajiban bibi, Non!" pinta bi Ijah, memberikan alasan untuk Layla tidak menolak nya.


"Ya udah, terserah bibi aja." Layla menghembuskan nafas kasar nya, membiarkan bi Ijah menyajikan sarapan untuk nya.


'Akhir nya bi Ijah bisa juga mengalihkan Nona Layla, bingung aku harus katakan apa pada Nona jika terus menanyakan Tuan." batin pak Adi.


"Nona harus banyak makan, ini juga sangat baik untuk kesuburannn. Di habiskan Non! Tuan yang menyiapkan ini untuk Nona." cicit bi Ijah, menambahkan kerang hijau dan tumis toge ke dalam piring Layla.


"Udah cukup bi, ini terlalu banyak!" tolak Layla.


Layla memulai sarapan nya, bi Ijah langsung melangkah mundur, membiarkan Layla sarapan dengan tenang.


"Pak, katakan yang sebenar nya pada ku! Apa yang bapak sembunyikan! Kemana pergi nya ka Danu?" tanya Layla dengan menatap pak Adi penuh tanya.


"Tuan Muda sudah kembali ke Singapura Nona!" ucap pak Adi pada akhir nya.


"Apa pak? Kembali ke Singapura? Kapan? Kok aku gak di kasih tau?" tanya Layla dengan membola.


"Jam 1 dini hari Nona."


"Malam sekali pak, kenapa ka Danu gak bangunin aku kalo mau berangkat? Kan bisa bilang lebih dulu sama aku!" protes Layla, tampak gak ikhlas dengan kepergian Danu tanpa sepengatahuan nya.


"Maaf Nona, harap mengerti dengan posisi Tuan. Tuan sudah meluangkan waktu untuk bisa bersama dengan Nona, meski harus meninggalkan pekerjaan yang sedang menumpuk di luar negeri. Harus bolak balik ke luar negeri." cicit Adi.


"Aku udah kenyang, aku mau berangkat sekarang!" seketika nafsu makan Layla berkurang, ia beranjak meninggalkan ruang makan.


"Selamat pagi Nona!" membuka kan pintu mobil untuk Layla.


"Kamu lagi, mana pak supir yang biasa antar jemput aku?" Layla celingukan di depan pintu mobil yang terbuka.


"Untuk saat ini, saya yang akan menggantikan tugas nya, Nona! Mohon kerja sama nya!" ucap Doni, sementara Layla belum juga mengetahui nama nya.


"Kenapa mobil ini! Mobil yang biasa mana?" tanya Layla, enggan masuk ke dalam mobil.


"Sedang di servis Nona!" jelas Doni.


"Sampai detik ini, aku belum juga tau nama mu!" Layla masuk ke dalam mobil dengan terpaksaaa, lalu duduk di kursi penumpang bagian belakang dengan tenang.


"Apa lah arti dari sebuah nama Nona! Aku hanya seorang pelayan yang akan siap mengorbankan jiwa dan raga untuk Nona dan Tuan Muda!" cicit Doni.


"Kau ini menyebalkan, tau! Lama lama aku tidak ingin di antar oleh mu! Sudah cukup pria dingin di dekat ku, jangan di tambah lagi, bisa beku aku lama lama di kelilingi pria dingin seperti mu dan ka Danu!" gerutu Layla dengan kesal, menyilangkan ke dua tangan nya dengan tangan kiri menatap benda pipih nya.


Doni hanya tersenyum tanpa berminat untuk menanggapi dumelan Nona Muda nya.


Layla mengirimi pesan untuk Danu.

__ADS_1


^^^"Bisa gak sih, supir nya di ganti yang sebelum nya aja! Supir yang sekarang menyebalkan! Dia selalu membuat ku kesal!"^^^


^^^"Ka Danu juga sama, pagi ini sudah ada 2 orang yang membuat ku kesal! Gak bisa apa tanpa membuat ku kesal!"^^^


^^^"Aku merindukan mu, ka Danu. Cepat lah kembali."^^^


Pesan yang Layla kirim belum juga di baca meski sudah terkirim.


"Astagaaa, ada apa sih dengan ka Danu! Gak biasa nya kaya gini!" gerutu Layla, menatap ke luar jendela, melihat kendaraan lain yang berlalu lalang.


"Jangan terlalu di bawa setres Nona, tidak akan baik untuk kesehatan." cicit Doni dengan datar.


"Ini semua juga karena mu! Dasar supir aneh! Ngasih tau nama aja pelit banget!" dengus Layla, melirik malas dengan ekor mata nya.


"Kalo kesel sama orang, jangan berlebihan Nona. Bisa bisa Nona jatuh cinta pada orang itu!" gurau Doni datar.


"Gak jelas!" umpat Layla.


Mobil berhenti di depan gerbang. Sebelum Doni membuka kan pintu mobil, Layla sudah lebih dulu turun dari mobil nya.


"Tar gak usah jemput aku! Aku masih ada pelajaran tambahan, dan aku bisa pulang sendiri!" ucap Layla, berlalu meninggalkan Doni dengan langkah cepat.


[ "Astagaaa Tuan, apa Tuan dengar itu! Nona Muda tampak sangat kesal dengan kehadiran saya!" ] cicit Doni, menyentuhhh jari telunjuk kanan nya pada earphone yang terpasang di telinga kanan nya.


^^^"Lakukan saja tugas mu dengan benar, aku tidak ingin terjadi hal buruk pada Layla. Kau tau kan! Musuh ku sudah mulai bergerak mengincar nya!"^^^


[ "Baik lah Tuan, selamat bertugas. Dan cepat lah kembali, pesan dari Nona Muda!" ] cicit Doni dengan datar.


^^^"Aku sudah tau itu! Tidak usah meledek ku!" Danu langsung mengakhiri sambungan telepon nya.^^^


Doni bahkan gak kembali ke rumah yang di huni Danu dan Layla. Atau pun ke kantor, usai mengantar Layla ke sekolah. Tanpa sepengatahuan Layla, Doni menunggu Layla hingga pulang sekolah.


Julia yang baru aja tiba di sekolah, menyeringai melihat Layla yang berjalan di depan nya.


"Pucuk di cinta, ulam pun tiba! Gue harus bilang nih sama pak Leo, kapan lagi coba, jangan buang kesempatan." ujar Julia pada diri nya sendiri, mengira Layla ke sekolah seorang diri tanpa supir.


^^^"Buruan aman, datang ke sekolah sendiri tanpa supir. Bisa lah siang ini jalan kan rencana yang tertunda!"^^^


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Like dan komentar nya dong, 😅😅


Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong.

__ADS_1


...Makasih udah setia sampai di bab 251 🤭...


__ADS_2