Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Membuahkan hasil


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Pak Asep mengotak atik layar hape nya. Lalu mengirim kan pesan pada Danu sang ponakan.


^^^"Heh bocah nakal, kau apakan Layla? Sampai sampai ia harus bolos di jam pelajaran ku karena butuh istirahat 😡!"^^^


Tidak lama, langsung panggilan masuk berdering di hape pak Asep. Membuat nya harus ke luar meninggalkan kelas, untuk menjawab sambungan telepon nya.


Nina berbisik di telinga Mery, yang kini duduk menempati bangku yang biasa nya di tempati Layla.


"Gue yakin tuh, pasti yang telpon pak Danu. Hihihi, segitu khawatir nya sama ayang embeb!" Nina cekikikan sendiri, dengan tebakan nya yang gak meleset.


"Ya kali, sok tau lo! Tapi gue masih gak abis pikir lo... si Layla bukan nya tadi ngikutin Ratna ya! Dan sekarang mereka berdua gak masuk kelas. Aneh gak sih lo?" ujar Mery panjang lebar. Dengan siku tangan kanan nya bertumpu pada meja, tangan nya mengepal menopang wajah nya.


Prak.


Nina menggeprak lengan Mery.


"Kenapa lo baru ngomong, dodolll!" umpat Nina.


Nina dan Mery saling tatap.


"Lo sepemikiran sama gue?" tanya Nina dengan tatapan yang sukit di artikan.


"Gak usah lo tanya lagi, begeee!" dengus Mery.


Ke dua nya beranjak dari duduk nya. Hendak meninggalkan kelas untuk menyusul Layla yang ada di ruang kesehatan.


"Kalian mau ke mana? Gak denger pak Asep nyuruh ngerjain tugas dari nya?" tanya Deri, yang melihat ke dua nya.


"Kepo!" seru Nina, acuh berlalu meninggalkan kelas.


[ "Paman serius? Terakhir aku bersama nya Layla baik baik aja, aku bahkan mengantar nya sampai gerbang sekolah. Malam pun tidur seperti biasa. Apa terjadi sesuatu di sekolah?" ]


Suara Danu di sambungan telepon terdengar khawatir, sulit percaya jika ia dengar Layla harus meninggalkan kelas lantaran butuh istirahat. Terlebih ini dari paman nya sendiri yang mengabari nya.


^^^"Kau pikir paman mu ini mengada ada heh! Aku sudah menanyakan kebenaran nya. Layla benar ada di sana, apa kau melakukan tindakan kekerasan pada Layla, Danu?"^^^

__ADS_1


[ "Tindak kekerasan?" ] Danu mengulang apa yang di tanyakan paman nya itu. Tanpa menjawab nya lagi, ia langsung memutuskan sambungan telepon nya secara sepihak.


Tut tut tut tut.


Pak Asep mengumpat, dengan menatap layar hape nya dengan kesal.


"Dasar ponakan kurang ajarrr, sopan sekali dia langsung memutuskan sambungan telepon nya!"


"Kalian berdua, mau ke mana? Apa kalian sudah selesai mengerjakan tugas yang saya berikan?" tanya pak Asep, dengan suara yang terdengar menyeramkan di telinga ke dua nya.


Pak Asep berpapasan dengan ke dua siswa nya berada di depan pintu kelas hendak meninggalkan kelas, sedangkan ia baru akan memasuki kelas kembali.


Dengan tergagap, Mery mencoba mengatakan alasan nya pada guru kiler yang ada di hadapan nya.


"A- anu pak, i- itu mau kita mau__"


Baru juga mau berkilah, pak Asep lebih dulu memotong perkataan Mery yang belum selesai.


"Kembali kalian berdua ke kelas! Enak aja mau bolos di jam mata pelajaran saya!" sungut pak Asep, menggiring kembali ke dua siswa nya masuk ke dalam kelas dengan Mery dan Nina yang mengerucut, berwajah masam.


"Cuma sebentar, pak! Tega amat si!" cicit Nina.


"Emmmm, emmmm!" suara Layla, yang ternyata mulut nya di lakban, membuat nya tidak bisa bicara.


'Ini gue di mana? Bukan nya gue tadi di ruang kesehatan sekolah ya?' tanya batin Layla, dengan perasaan takut yang kini menyeruak dalam hati nya.


Layla mengedar kan pandangan nya, mencari seseorang yang mungkan aja bisa menolong nya, sambil mengenali ruang sekitar.


'Masa iya gue di culik sih! Udah kaya sinetron aja maen culik culikan. Astagaaa siapa yang ngelakuin ini ke gue? Apa mungkin ini perbuatan Basuki, yang tempo hari gagal nyulik gue? Atau ada orang lain lagi?' batin Layla bertanya tanya, mencoba mencari jawaban atas pertanyaan nya sendiri.


"Bangun juga lo rupa nya! Kirain bakal tidur terus!" suara laki laki terdengar memasuki ruang yang di tempati Layla.


"Nona pasti bakal seneng banget nih, kalo tau kita berhasil bawa ini anak!" ucap pria lain yang berjalan di belakang nya.


"Lo udah kabarin bos kan?"


"Udah, bos masih ada pertemuan. Paling setelah pertemuan nya beres, baru dia ke sini. Lihat hasil kerja keras kita yang membuahkan hasil!"

__ADS_1


"Emmmmm emmmm!" Layla kembali bersuara, mencoba meminta di lepaskan lakban yang menutupi mulut nya.


"Tuh anak kaya nya mau ngomong bro! Buka tuh lakban nya!" titah pria berambut gondrong.


"Gak usah, tar nyusahin kita. Mending itu anak anteng kaya gitu!" tolak teman nya berambut plontos, dengan tatapan tajam menatap Layla.


'Astagfirullah, mereka suruhan siapa lagi? Siapa bos mereka? Apa orang yang mencoba mencelakai ka Danu? Arsandi, Wisnu? Atau mereka sama kaya Ratna, suruhan Irfan? Tapi Irfan kan masih di tahan. Apa Basuki? Cuma dia yang masih berkeliaran.' pikir Layla.


Sementara di sekolah.


Danu langsung membuka pintu mobil nya sendiri, tanpa menunggu Arsandi yang membukakan pintu nya.


"Sabar Tuan, Nona kecil kan sedang beristirahat di ruang kesehatan." ujar Arsandi, mengekori sang Tuan sekaligus teman nya itu.


"Aku velum tenang jika belum melihat nya dengan mata kepala ku sendiri!" umpat Danu.


Dengan langkah lebar berbalut kemeja putih lengan panjang, celana hitam, Danu berjalan melewati selaras gedung sekolah, tujuan nya hanya satu. Ingin cepat sampai di ruang kesehatan sekolah, melihat pujaan hati nya yang tengah beristirahat di sana.


'Ini semua gara gara supir sialannn, kalo aja gak cerobah. Gak bakal aku berada lama di jalan tadi!' umpat Danu, semakin gusar mengingat kejadian yang tidak di inginkan saat menuju sekolah Layla.


"Di mana Layla?" tanya Danu, saat tidak mendapati seorang pun berada di ruang kesehatan.


Yang nampak hanya ruang kesehatan yang tampak kosong tanpa penghuni.


"Arsandi!" seru Danu dengan suara menggelegar, memanggil orang kepercayaan nya yang berdiri di luar ruang kesehatan.


'Filing gue gak enak nih, jangan bilang kalo ada masalah lagi dengan Nona Layla!' batin Arsandi setelah mendengar suara Danu.


"Saya Tuan!" ucap Arsandi, yang kini berdiri di belakang Danu, tatapan nya ikut mencari keberadaan orang yang di cari Danu.


Bugh.


...💖💖💖...


Bersambung...


Like dan komentar nya dong, 😅😅 biar ora sepi sepi amat gitu ini novel. Masa cuma tuyul doang yang aktif komen. Yang laen, mana suara nya?

__ADS_1


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata...


__ADS_2