
...🥀🥀🥀...
Tangan Ratna mengambil alih gelas yang di pegang Basuki, meletakkan nya di atas meja.
"Sesuatu yang bahkan tidak pernah terbayangkan sebelum nya oleh bocah itu! Sebentar lagi, suami nya akan merasakan bagaimana sakit nya di khianati, dan bocah itu akan tersingkir dari kehidupan Danu untuk selama nya." ucap Basuki dengan seringai di bibir nya.
"Kenapa dengan suami nya Ded? Kan kita mau kasih pelajaran buat Layla, gadis itu udah ngerebut pria yang aku taksir Ded, tapi cuma Deddy yang aku cinta!" jelas Ratna, memberikan sentuhannn lembut di dada bidang Basuki.
'Jijik banget sebenar nya gue kaya gini, kalo bukan karena duit dan kemewahan dari nya... ogah amat gue begini! Tapi untung nya Daddy Basuki memiliki tubuh yang sempurna, biar kata umur nya tua. Cepat mati dah lo Ded! Biar gue bisa kuasai harta lo, dan gue berharap putri sialannn lo itu gak akan bisa lepas dari penjara.' batin Ratna tersenyum puas.
Berbeda dengan mulut nya yang manis saat bicara dengan Basuki. Ratna berusaha memberikan apa yang bisa ia berikan untuk Basuki, terlebih jika Basuki sudah memberikan apa yang di inginkan Ratna.
Basuki yang sudah dalam pengaruh minuman karena gak kuat dengan alkohol, akhir nya memejamkan mata nya dengan dengkuran halus dari bibir nya.
"Menang banyak nih gue! Tinggal beri dikit tanda tanda juga udah, rekening gue kembali terisi ahahaha!" ucap Ratna dengan penuh kemenangan.
Di dalam penjara, kini Aleta duduk meringkuk dengan memeluk ke dua kaki nya yang ia tekuk.
'Sebenar nya apa sih yang papa rencanain... kenapa juga gue masih berada di dalam sini? Kapan gue bisa terbebas, bisa menghirup udara segar. Bisa merasakan kebebasan! Benar benar si Danu, awas aja, liat apa yang bisa gue lakuin kalo gue udah ke luar dari sini! Bakal gue ancurin tuh bocah ingusan... hancur sehancur hancur nya!' Aleta tersenyum sinis, menatap lantai yang ada di hadapan nya.
Sementara di rumah sakit polri. Wisnu menatap langit langit dengan berbaring lemah, selang infus menancap di punggung tangan kiri nya.
'Gue gak nyangka, Aleta bisa sejahat dan setega itu sama gue! Apa yang udah gue lakuin buat dia selama ini, belum bisa membuat hati nya luluh sama gue. Malah dengan sengaja Aleta membayar salah satu sipil buat memberikan makanan beracun buat gue. Setelah tau jika gue berusaha yakinin Danu buat lepasin gue dari sini.' batin Wisnu.
Hingga malam menjelang, Danu, Arsandi, Juni, Deri dan beberapa orang orang pilihan nya pun mulai bergerak ke tempat di mana Layla di culik.
"Coba lo mau ngaku dari tadi, gak akan tuh muka lo bonyok gak berbentuk!" sungut Deri, menatap jengkel kaka kelas nya itu. Arsan yang ada di kursi penumpang.
Arsan masih berani membantah Deri, dengan wajah yang babak belur. "Mau kalian ke sana pun, pasti kalian udah terlambat. Kalian gak akan bisa nemuin Layla. Pasti Layla u----"
Bugh.
"Awwwwhhhh!" pekik dan ringis Arsan, saat kepalannn tangan mendarat tepat di wajah nya, membuat tubuh nya jatuh terjerembab di jok mobil tanpa kesadaran.
"Gila lu, keren banget... pinsan lo itu bocah!" pujian Deri berikan untuk tonjokannn yang di berikan Juni, setelah melongo Arsan yang tidak lagi bergerak.
"Itu belum seberapa. Tapi semoga aja gak terjadi apa apa sama Layla. Apa yang di katakan Arsan itu cuma omong kosong." ucap Juni, menatap lurus ke depan, ingin rasa nya cepat sampai di tempat Layla di sekap.
__ADS_1
Deri, Juni dan Arsan, berada dalam satu mobil dengan beberapa anak buah Arsandi.
"Cepat Arsandi! Kau benar benar membuang waktu ku!" umpat Danu, merasa Arsandi kurang cepat dalam mengemudikan mobil.
"Ini sudah di atas rata rata, Tuan. Sebentar lagi kita akan sampai." ujar Arsandi.
'Harus nya aku mendengarkan Layla, Basuki benar benar! Apa yang di inginkan pria itu dari Layla? Apa yang bisa Basuki lakukan pada Layla?' batin Danu dengan tangan mengepalll, tampak gelisah di wajah dan gusar selama perjalanan menuju tempat yang di sebut kan Arsan.
Flashback Arsan.
Arsandi memasuki kelas Arsan, menghampiri guru yang tengah duduk di kursi guru yang ada di dalam kelas.
"Maaf pak, saya ada perlu dengan murid bapak yang bernama Arsan. Bisa saya membawa nya?" pinta Arsandi dengan sopan, pada guru mata pelajaran yang tengah berlangsung di kelas Arsan.
"Maaf sebelum nya, ada urusan apa sampai anda menggangu di jam pelajaran saya?" tanya pak Dodi, guru mata pelajaran IPS.
"Arsan terlibat pertengkaran dengan Nona Layla, beberapa jam sebelum Nona Layla di bawa orang yang tidak di kenal, dan salah satu nya adalah Ratna, salah satu siswi di sekolah ini juga." terang Arsandi pada pak Dodo.
Pak Dodo mengangguk kan kepala nya, mempersilahkan Arsandi membawa Arsan bersama dengan nya.
Mobil meninggalkan area sekolah, dengan Danu yang duduk di depan kursi penumpang, samping Arsandi yang tengah mengemudi.
"Kalian mau bawa gue ke mana sih? Gue gak tau apa apa! Tugas gue cuma ngasih beberapa foto Layla ke Ratna, selebih nya gue gak tau Ratna bawa Layla ke mana." ucap Arsan bohong.
'Benar dugaan gue, di belakang Layla ada pak Danu. Tapi kita lihat, apa yang bisa di perbuat pak Danu buat nemuin Layla, kalo gue sendiri masih bungkam.' batin Arsan, tersenyum sinis.
"Jangan bohong lo! Udah ngaku aja! Gak sayang nyawa apa!" gertak Juni.
"Sumpah demi apa pun, gue gak tau." bohong Arsan, tanpa berani menatap Danu, ia memilih membuang pandangan nya ke luar jendela mobil.
"Kalian mau bawa gue ke mana? Lepasin gue! Gue bisa laporin kalian atas tindakan tidak mengenakan!" Arsan memberanikan diri, mencoba mengancam Danu dan yang lain nya.
"Katakan di mana Layla, baru aku lepaskan. Tapi jika dengan cara baik baik, anda masih gak mau ngomong. Aku terpaksa menggunakan cara kasar!" ucap Danu dingin, menatap Arsan dari balik kaca spion mobil.
"Saya beneran gak tau pak Basuki nyuruh Ratna membawa Layla ke mana pak!" ucap Arsan tanpa sengaja menyebut nama Basuki.
Danu memutar tubuh nya, menatap Arsan dengan tajam. "Jadi Basuki dalang di balik hilang nya Layla!"
__ADS_1
"Bu- bukan, ta- tapi Ratna. Sa- saya hanya menjalan kan apa yang di minta Irfan. I- iya benar... hanya Irfan, Ratna dan saya yang terlibat. Saya gak kenal pak Basuki." ucap Arsan bohong dengan tergagap.
Danu membawa Arsan ke salah satu perumahan yang cukup besar, penjagaan nampak ketat untuk memasuki area rumah itu.
"Langsung bawa dia ke gudang! Buat dia mengatakan di mana tempat nya!" titah Danu, ke luar meninggalkan yang lain.
'Ke mana aku harus mencari mu La! Apa yang bisa aku katakan pada ayah dan papa, pada nenek!' batin Danu tampak wajah nya putus asa, menggaruk kepala nya dengan frustasi.
Bugh.
Danu menjatuhkan tubuh nya di atas kasur empuk, yang begitu terasa hampa dalam kamar tidur berukuran besar.
Bugh bugh bugh bagh.
Entah sudah berapa kali orang suruhan Danu melayangkan pukulannn, dan tendangannn ke tubuh Arsan, hasil nya bocah laki laki itu masih tetap bungkam.
Arsan tersungkur di lantai, dengan wajah babak belur, sekujur tubuh lebammm setelah beberapa kali melawan dan akhir nya kalah dengan serangan membabi buta dari Arsandi dan anak buah nya.
"Tuan Danu berbaik hati pada mu, memberikan mu kesempatan terakhir untuk mendengar kan suara nya!" Arsandi menyodorkan hape nya, dan membiarkan sambungan telpon nya tersambung dengan mode speaker.
^^^"Arsan, dengerin ibu nak. Katakan pada mereka nak. Jangan kamu jadi orang jahat Arsan, jangan kamu hancur kan masa depan teman wanita kamu, kamu gak inget punya adik perempuan di rumah. Gimana kalo apa yang menimpa teman kamu, di alami pula dengan adik perempuan kamu? Dengerin apa kata ibu, nak! Katakan sama mereka, di mana orang utu menyembunyikan teman kamu! Ibu malu punya anak gak punya hati kaya kamy, nak... tega kamu sama teman kamu. Kamu gak kasihan sama orang tua teman kamu itu nak?" suara sang ibu terdengar jelas di telinga Arsan.^^^
"Masih mau bungkam? Apa lo mau tunggu Tuan Danu menyeret adik perempuan lo ke sini, memberikan nya sama pria hidung belanggg?" ancam Arsandi dengan penuh penekanan.
[ "Bawa anak itu! Kaka nya masih gak mau mengatakan nya!" ] titah Arsandi pada salah seorang di telpon.
'Mampus, gue gak mau terjadi hal buruk sama ade gue, gue gak mau ngelibatin keluarga gue!' batin Arsan luluh.
"Oke gue ngaku!" ucap Arsan.
...💖💖💖...
Bersambung...
Like dan komentar nya dong, 😅😅 biar ora sepi sepi amat gitu ini novel. Masa cuma tuyul doang yang aktif komen. Yang laen, mana suara nya?
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
__ADS_1
...Kehaluan semata...