
...🥀🥀🥀...
"Coba aku lihat!" Layla hendak mendongakkan wajah nya, untuk bisa melihat hal aneh pada mata nya ke arah kaca spion tengah.
Dugh.
"Awwwhhhh!" Layla dan Danu sama sama meringisss kesakitannn, saat kepala mereka saling beradu.
"Sakit banget!" cicit Layla dengan mata mengembun, mengelusss bagian kepala nya yang tadi beradu dengan Danu.
"Maka nya hati hati! Dasar gadis ceroboh!" Danu menangkup wajah Layla, mengamati nya dengan seksama, bagian kepala Layla yang tadi beradu dengan kepala nya.
"Karena mu juga ka! Tadi bilang ada yang aneh dengan mata ku!" sungut Layla dengan bibir mengerucut.
Layla menepis tangan Danu, menatap mata nya lewat kaca spion.
"Oh ini, ini cuma karena aku kurang tidur aja. Kirain ada apa!" ucap Layla dengan santai nya.
"Kurang tidur bagaimana? Jadi semalam kamu gak tidur? Berapa jam kamu tidur semalam?" cecar Danu, mengeluarkan krim obat dari dalam dasboard mobil nya.
Danu hendak mengoleskan krim obat ke kepala Layla yang tampak memarrr.
"Biar aku aja!" Layla merebut krim obat dari tangan Danu.
"Ka Danu bawa mobil. Cepat iihs, kita bisa telat ini! Kebanyakan drama!" sungut Layla, tangan nya mulai mengoleskan krim obat pada kepala nya yang memarrr.
'Anak ini, perangai nya sangat berbeda dengan wanita di luaran sana! Sejak kapan bocah ini jadi semakin berani?' pikir Danu.
"Ka Danu, cepat jalan kan mobil nya!" titah Layla lagi, gak sabaran saat Danu belum juga menghidupkan mesin mobil nya.
Danu menghidupkan mesin mobil nya. Gak menunggu waktu lama, mobil yang di kemudikan Danu melewati gerbang hitam yang menjulang tinggi.
"Aku bantu kaka obati, tadi kan kaka juga memarrr!" Layla mencoba mengolesi krim obat ke kepala Danu
'Layla terlihat begitu dewasa, jika sedang serius seperti sekarang ini!' batin Danu, melirikkan ekor mata nya ke Layla.
Layla menelan saliva nya dengan sulit, merasakan jika sedang di perhatikan oleh Danu. Membuat nya gak sengaja menekannn nya saat mengolesi obat.
"Ihhhssss!" Danu meringisss dengan kepala nya yang bergerak menjauh dari hadapan Layla.
__ADS_1
"Maaf maaf, aku akan lebih hati hati!" ucap Layla dengan wajah bersalah nya.
"Aku turun duluan! Ka Danu turun setelah 5 menit dari ku! Mengerti!" Layla mengingatkan Danu setelah mencium punggung tangan suami nya itu.
"Iya sayang! Cepat lah turun, sebelum aku berubah pikiran lalu membawa mu kembali pulang!" ucap Danu dengan senyum devil nya.
Brak.
Layla langsung turun dari mobil dan menutup kembali pintu nya dengan kasar.
"Ahahhaha dasar anak itu! Menggemasss kan jika terus mengerjai nya! Cepat lah waktu berlalu. Aku udah gak sabar ingin membuat nya menjadi ibu." gumam Danu, memperhatikan Layla dari dalam mobil.
2 minggu telah berlalu, masa tenang Layla dari Julia di sekolah telah usai, berganti dengan Julia yang kembali berbuat ulah.
"Gue jamin, setelah ini Layla pasti bakal lewat sini! Dan di saat itu pula, gue bakal lihat lo jatuh La!" ucap Julia dengan membayangkan jika rencana jahat nya berhasil mencelakai Layla.
Julia kembali ke dalam kelas, dengan sengaja berjalan melewati kursi yang di duduki Layla.
"Akkkhh!" dengan sengaja Julia menjatuhkan tubuh nya, saat sudah berada di samping Layla. Membuat Layla tertimpa tubuh Julia.
Bugh.
'Mampusss lo Layla! Setelah ini, lo bakal ke ruang kesehatan, tapi sebelum lo sampai ke sana. Gue bakal dengar suara teriakan lo lagi dan uuuh gali kubur hehehe!' dalam hati Julia merasa senang.
"Julia! Kamu kenapa? Jangan buat ulah lagi Julia, kamu baru aja menyelesaikan masa skorsing mu!" ucap lantang pak Deni.
Julia gak perduli dengan ocehan sang guru, Julia bahkan memperberat bobot tubuh nya, dengan sengaja menekannn nya.
'Astagaaa, ini sakit banget. Lengan gue!' keluh Layla dalam hati dengan mata terpejam.
"Astagaaa Julia! Lo sengaja?" tebak Nina, dengan gerakan spontan Nina beranjak dari duduk nya dan mendoronggg tubuh Julia dari atas tubuh Layla.
Sreeek.
Juni yang kebetulan duduk dekat dari Layla, langsung beranjak, menarikkk tangan Julia hingga membuat anak itu terangkat dan di hempaskan ke belakang oleh Juni, tanpa memperdulikan apa yang akan terjadi pada Julia nanti nya.
Bugh.
"Awwhhh dasar lo cewek gila!" umpat Julia, saat tubuh nya terdoronggg dan menubruk meja yang ada di belakang nya.
__ADS_1
"Itu balasan yang setimpal buat manusia jahat kaya lo!" Mery menujuk jari nya ke arah Julia.
"Lo gak apa kan La?" tanya Nina prihatin, menyentuhhh tangan Layla yang tadi sempat tertundihhh bobot tubuh Julia.
"Aduuuh maaf La, gue gak sengaja, abis nya tadi ada yang menghalangi pandangan gue gitu. Jadi nya gue jatuh ke arah lo deh! Sorry ya La! Tapi alangkah baik nya lo ke ruang kesehatan deh! Takut juga kan kalo ada yang bahaya sama tangan lo itu hiihihi!" seru Julia, mengibaskan rambut nya dengan tangan nya. Lalu berlalu kembali duduk ke kursi nya.
"Kita ke ruang kesehatan ya La!" bujuk Nina dengan tatapan memohon.
"Ennggg gak usah, nanti juga sembuh kok, paling cuma memarrr aja!" bohong Layla.
"Biar saya bawa kamu ke ruang kesehatan La!" pak Deni sudah berdiri di samping tempat duduk Layla.
"Gak usah pak!" tolak Layla.
"Saya gak mau ambil resiko dari Danu, La! Jadi maaf... saya harus membawa mu!" ucap pak Deni, dengan sungkan ke dua tangan nya terulur menggendong Layla.
"Untuk kamu Julia, saya rasa Danu gak akan membiarkan mu lolos untuk yang ke dua kali nya, setelah apa yang kamu lakukan pada Layla!" ucap pak Deni dengan tatapan memicing.
"Saya ikut bapak!" seru Nina.
"Saya juga ikut bapak!" seru Mela.
"Saya juga lah! Gerahhh di kelas ada iblisss berdarah manusia!" umpat Deri.
'Sialannn kenapa masih ada aja sih yang mau melindungi ini anak sialll!' Julia mendengus kesal.
"Sofyan, kelas bapak titip sama kamu!" seru pak Deni sebelum meninggalkan kelas.
"Bisa di atur oak!" Sofyan menyanggupi nya.
Belum ada 3 menit. Nina, Mery, Juni dan pak Deni sudah kembali ke dalam kelas. Membuat Julia bertanya tanya.
"Ada yang gak beres nih sama rencana gue!"
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
__ADS_1
Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya