Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Singa betina


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Layla terperangah. "Aku gak mikir ke arah itu loh!" seru Layla dengan polos nya.


"Itu lah kenapa Tuan Muda mempertahankan mu Nona! Selain itu, ada alasan tersendiri yang hanya Tuan aja yang tau." ujar Doni.


"Apa maksud mu, ada alasan lain? Katakan pada ku, apa yang kamu ketahui mengenai Danu!" desak Layla.


Dring dring dring.


"Eh ka Danu menghubungi ku?" cicit Layla, menatap benda pipih nya yang berdering.


"Tunggu apa lagi! Di jawab lah!" ucap Doni dengan melirik sekilas Layla dari kaca spion.


"Kenapa juga aku tanyakan pada mu! Sudah pasti aku jawab lah!" gerutu Layla.


[ "Ka Danu, kamu kemana aja? Kenapa baru menghubungi ku? Apa yang sedang kaka lakukan? Apa sesibuk itu hingga gak ada waktu untuk membalas pesan ku? Menjawab telpon ku? Kaka baik baik aja kan?" ]


Bak petasan bantinggg, Layla mengoceh, mencecar Danu yang belum satu kata pun ke luar dari bibir nya.


Layla kembali bersuara, lantaran belum juga mendengar suara Danu dari sebrang sana.


[ "Danu! Kenapa kau tidak menjawab ku? Kenapa hanya diam aja dari tadi!" ] cicit Layla lagi dengan suara meninggi.


'Astagaaa, apa begitu cara bicara Nona yang satu ini setelah sekian lama gak mendapat kabar dari Tuan Danu? Gak sekian lama juga sih! Baru juga hitungan jam, belum sampai beberapa tahun.' pikir Doni dalam hati nya.


^^^"Ehem apa kau sudah selesai mengomel, sayang! Aku menunggu mu memberikan waktu untuk ku bicara."^^^


[ "Ka Danu bodohhh! Bicara tinggal bicara aja pake ribet, sekarang jawab pertanyaan ku! Kemana aja selama ini gak ada kabar?" ] tanya Layla dengan ketus.


^^^"Sibuk sayang, ada proyek yang harus aku kerjakan di sini. Untuk masa depan kita. Apa kau merindukan ku?"^^^


[ "Apa aku masih harus menjawab nya? Kaka tau apa jawaban nya kan! Apa yang sedang kaka lakukan sekarang?" ] tanya Layla dengan gak sabaran.


^^^"Menurut mu, apa yang bisa aku lakukan di kamar seorang diri?" goda Danu.^^^


[ "Mana aku tau! Sekarang apa yang sedang kaka lakukan! Aku sedang bertanya ka!" ] Layla menggaruk kepala nya dengan frustasi.


^^^"Ahahhaha jangan terus mengomel, yang ada kau itu tua sebelum waktu nya!" ledek Danu dengan tergelak.^^^

__ADS_1


[ "Awas aja kalo udah ketemu, aku pasti kan... ka Danu akan aku kasih pelajaran. Biar gak bertingkah semau nya terhadap ku!" ]


^^^"Aku bisa bertingkah apa hem?"^^^


[ "Au lah, menghubungi ku cuma ingin membuat ku bertambah jengkel! Suami macam apa itu!" ]


Tanpa menunggu waktu lagi, Layla langsung memutuskan sambungan telepon nya dengan wajah yang di tekuk.


Pluk.


Layla melemparkannn benda pipih nya itu ke sembarang arah, hingga mendarat sempurna di dekat pijakan kaki Layla.


Doni melirik sekilas Layla. "Astagaaa Nona, tanggung amat melemparrr nya hanya di dalam mobil. Kurang hebat kalo gak melemparrr nya ke luar jendela mobil." ucap Doni asal.


"Gak usah banyak bicara kamu! Fokus aja sama kemudi!" omel Layla, dengan ke dua tangan menyilang di depan dada. Melirik dengan sinis Doni.


'Apa mungkin ka Danu lagi sama wanita lain, jadi gak mau kasih tau aku dia lagi apa? Aku harus tanyakan ini sama bang Arsandi, dia pasti tau ka Danu lagi apa dan sama siapa!' pikir Layla, dengan cepat berubah pikiran dan memungut kembali hape nya.


"Ciyeee cerita nya ada yang mau minta maaf nih, setelah tadi marah marah gak jelas. Sekarang mau menelpon nya! Hehehe tarikkk ulurrr aja Nona. Tuan pasti akan semakin merindukan Nona." goda Doni dengan terkekeh.


Bugh bugh.


Tangan Layla mengepalll, dan menganggap sandaran kursi belakang mobil yang tengah di duduki Doni adalah samsak.


Doni gak banyak bicara. 'Ternyata cukup menyeramkan juga, Nona Layla kalo lagi marah! Habis lah kau Tuan Danu. Sudah membangun kan singa betina dari kandang nya.'


Layla kembali menghubungi nomor Arsandi, setelah melakukan panggilan telepon pertama gagal. Dan untuk yang kesekian kali nya, Layla mencoba kembali menghubungi Arsandi.


[ "Halo bang Arsandi! Abang lagi di mana? Apa bersama dengan ka Danu? Apa yang sedang ka Danu lakukan, bang? Apa bersama dengan seorang wanita? Sedang bermesraan?" ]


Lagi lagi Layla mengoceh, kata kata yang ke luar dari bibir nya, adalah kata kata yang mewakili hati nya, perasaan nya terhadap Danu.


^^^"Maaf Nona, saya tidak bersama dengan Tuan. Tuan memutuskan untuk kembali ke Indonesia beberapa jam yang lalu. Ada kemungkinan besar... saat ini Tuan sudah berada di rumah." ujar Arsandi.^^^


Layla membola, terkejut sudah pasti dengan apa yang baru aja di sampaikan Arsandi.


[ "Apa bang Arsandi gak lagi membohongi ku?" ] tanya Layla dengan kening yang mengkerut.


Layla mendengar suara Arsandi yang menghembuskan nafas kasar nya.

__ADS_1


^^^"Gak ada untung nya saya berbohong Nona. Saya sendiri yang mengurus jadwal ke pulangan Tuan."^^^


[ "Apa kamu yakin bang? Kalo ka Danu langsung ke bandara?" ] tanya Layla lagi, masih ragu dengan perkataan Arsandi.


^^^"Perkataan saya bisa di pertanggung jawabkan Nona. Emang ada apa Nona menanyakan Tuan? Apa Tuan belum juga sampai di rumah? Nona belum juga bertemu dengan Tuan?" tanya Arsandi dengan mencecar berbagai pertanyaan untuk Layla.^^^


[ "A- aku masih berada di jalan. Tapi sebentar lagi kami sampai di rumah." ] cicit Layla, menelan saliva nya dengan sulit.


^^^"Mati aku, jadi Tuan belum mengatakan apa pun jika Tuan hari ini kembali ke tanah air?" tanya Arsandi yang mulai sedikit sadar akan perkataan yang baru aja ia ucapkan.^^^


Layla memutuskan sambungan telepon nya, ketika mobil yang di kemudikan Doni memasuki pelataran yang ada di ruamh.


Layla turun dari mobil, tanpa menunggu di buka kan pintu nya.


Dengan langkah kaki yang lebar, Layla masuk ke dalam rumah dengan bahu kanan tersampir tas sekolah nya.


"Selamat sore Nona!" seru pak Adi, menyambut kepulangan Layla namun di abaikan.


Layla terus melangkah menaiki anak tangga tanpa banyak bertanya lagi sama pak Adi.


"Ada apa dengan Nona? Kau membuat nya marah?" tuduh pak Adi, saat melihat Doni melangkah masuk.


"Enak saja mulut mu itu kalo bersuara! Yang pasti bukan aku, yang sudah membuat Nona marah!" sungut Doni, mengayunkan kaki langsung ke dapur.


Pak Adi mengikuti langkah kaki Doni.


"Kau membawa Nona ke mana aja, sesore ini baru kembali ke rumah?" tanya pak Adi dengan tatapan menyelidik.


Doni mengeluarkan minuman kemasan dari dalam lemari pendingin. Lalu mendaratkan bobot tubuh nya di kursi yang ada di meja makan.


"Apa Tuan Muda menanyakan hal yang sama pada mu?" tanya Doni usai menengguk minuman nya.


Brak.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Like dan komentar nya dong, 😅😅

__ADS_1


Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong.


...Makasih para pembaca ku yang udah setia ku...


__ADS_2