Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Kebohongan


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Layla dan Lulu memilih menghabiskan waktu mereka di taman rumah sakit.


"Jangan besar kepala lo sekarang, La!" cicit Lulu dengan sinis.


"Maksud kamu apa sih, Lu?" tanya Layla.


"Bilang aja lo seneng kan sekarang, kalo lo tinggal di apartemen suami lo itu! Terbebas lo dari beres beres rumah, gak perlu susah susah lagi buat masakin orang rumah. Tapi lo jangan harap bisa lepas dari ngerjain tugas sekolah gue! Lo harus ngerjain semua tugas sekolah gue yang gue kirim ke lo! Inget itu!" ucap Lulu dengan sinis, menikmati hembusan angin yang menerpa wajah nya, saat ayunan yang ia naikin terus bergerak.


"Gak bisa gitu dong, itu kan tugas sekolah lo. Lo harus belajar biar jadi pinter, bukan pinter nyuruh nyuruh gue." protes Layla, menatap jengkel sang adik tiri yang sama sama menaiki ayunan. 2 ayunan tunggal yang posisi nya bersebelahan.


"Poko nya lo gak bisa protes, gwe gak mau denger ada penolakan dari lo! Ngerti lo! Tapi kalo lo mau gue aduin ke mama, gak apa sih, paling lo yang bakal abis di marahin mama." ucap Lulu dengan penuh kemenangan.


Layla beranjak dari ayunan nya, menatap datar Lulu. "Terserah mau lo ngomong apa pun ke mama, gue gak perduli!" ucap Layla dengan senyum mengembang, menahan marah dengan tangan mengepalll.


Layla melangkah meninggalkan taman rumah sakit, di susul Lulu yang dengan emosi siap mengudarakan tangan nya di atas rambut Layla.


Sreek.


Di koridor rumah sakit yang sepi, Lulu menarik rambut Layla, membuat gadis itu ikut terhuyung ke belakang, mengikuti tangan Lulu yang menarik rambut nya.


Bugh.


Lulu mendorong Layla ke dinding, menekan kepala Layla hingga pipi kiri Layla menempal pada dinding. Sementara tangan nya yang lain mengunci tangan Layla di belakang punggung nya.


"Masih berani ngebantah gue, lo?" sungut Lulu.


"Lepas gak Lu! Gue gak mau nyakitin lo ya! Singkirin tangan lo sekarang juga! Kalo gak, gue bakal teriak." ancam Layla.


"Gak akan ada yang mau dengar teriakan lo, kenapa kalo lo nyakitin gue? Takut juga kan lo sama mama dan ayah! Gue tinggal bilang kaka Layla jahat, berani pukul aku! Ahahhahaha dasar anak begooo! Maka nya, nurut sama gue lo!" ucap Lulu dengan nada meledek.


Sreek bugh.


"Akkhhhh!" pekik Lulu.


Dengan mudah nya Layla memutar keadaan, membuat Lulu yang kini terpojok pada dinding rumah sakit, setelah berhasil menarik tangan Lulu dan mendorong punggung Lulu ke dinding.


"Tolong, tolong! Siapa pun tolong gue!" teriak Lulu.

__ADS_1


"Sialannn lo!" Layla menghempaskan tubuh Lulu, menjauhkan tangan nya dari tubuh sang adik.


"Takut kan lo!" seringai terbit di bibir Lulu.


Sreek sreek.


Lulu mencakar ke dua tangan nya sendiri dengan kuku nya yang panjang. Membuat diri nya sendiri meringis perihhh, menyisakan darah pada luka bekas cakarannn nya sendiri.


Layla membola, namun seketika tatapan terkejut nya jadi datar. "Bagus banget cara lo yang satu ini, tapi ini menunjukkan kalo lo semakin bego di mata orang!" ucap Layla dengan santai.


"Maksud lo, La? Lo gak takut, gue bilang ayah sama mama, ini perbuatan lo!" Lulu memperlihat kan ke dua tangan nya pada Layla.


Pasti lo bakal abis di marahin ayah, mama bakal hukum lo dengan pukulannn ahahaha, mampusss lo La! pikir Lulu dengan semua rencana nya.


Plak.


"Tolong tolong, siapa pun tolong akkkhhh sakit ka, ampun ka!" teriak Lulu dengan menampar pipi kanan nya sendiri dengan tangan nya.


Sialannn, harus nya tadi gue tamparrr pipi gue pelan aja ya! Panas banget nih pipi gue! Lulu merutuki kebodohan nya sendiri.


"Ada apa ini? Kamu gak apa apa dek?" tanya seorang ibu yang kebetulan lewat dan menghampiri ke dua nya.


Si ibu mengamati ke dua tangan gadis tanggung yang ada di hadapan nya, ke dua tangan nya terdapat luka cakarannn, di pipi kanan nya terdapat sedikit memar.


"I- ini gak apa ko bu, kaka saya gak sengaja ngelakuin nya, ini cuma tamparan kecil aja, i- ini juga gak sakit kok!" Lulu yang sadar tatapan si ibu pun melancarkan kembali kebohongan nya. mengatakan luka itu di dapat dari kaka nya, dengan tatapan takut di perlihatkan Lulu saat memandang Layla.


"Dasar licik lo!" sungut Layla, berlalu meninggalkan ke dua nya, bicara juga percuma, gak adek tiri, gak ibu tiri, sama sama tukang bohong.


"Heh kamu! Maen pergi gitu aja, biar saya laporin kamu ke pak satpam, biar orang seperti kamu gak di izinin menginjakkan kaki di rumah sakit ini lagi! Sudah seenak nya saja bertindak jahat sama adik sendiri!" sungut si ibu dengan emosi, percaya dengan ucapan Lulu.


Layla melambaikan tangan nya tanpa memoleh. "Lakuin aja bu, kalo mau ikut campur sama urusan orang lain!"


Layla berjalan tanpa hambatan kembali ke ruang rawat di mana nenek Dahlia mendapatkan perawatan.


"Dasar Lulu, cara nya masih aja sama. Di kata ini di rumah, mama dan ayah bisa percaya dengan omongan kamu, mama bisa membela mu, lalu menghukum ku dengan hukuman yang berat. Untung aja aku liat ada CCTV, gak perlu lah aku ngebela diri, ngelawan Lulu dengan kata, tinggal suruh aja itu pak satpam liet CCTV, abis deh Lulu dan si ibu yang tadi ahaha." gumam Layla dengan langkah yang ringan tanpa beben.


Ceklek.


"Kamu sendirian, La? Mana adik dan suami kamu, La?" tanya Noval, saat melihat putri nya kembali ke ruang rawat nenek Dahlia seorang diri.

__ADS_1


"Mana Layla tau yah, ka Danu kemana. Lulu ada di belakang." Layla menghampiri sang ayah yang kini duduk di sofa bersama dengan Sifanye dan Baskoro.


...---...


Selepas kepergian Layla, Danu langsung menghampiri Lulu dan si ibu yang hendak melangkah menghampiri keberadaan satpam.


"Ini gak bisa di biarin dek! Biar ibu bantu kamu buat aduin itu kaka kamu ke pak satpam, kalo perlu... biar ibu aja yang ngomong sama orang tua kamu!" ucap si ibu dengan emosi yang meledak ledak, merangkul bahu Lulu, menuntun nya ke arah pak satpam berada.


"Gak usah bu, jangan laporin kaka saya ke pak satpam. Mending ibu anter saya aja ke IGD, biar suster obatin luka saya. Saya gak mau kaka saya di marahin apa lagi sampe dapet hukuman dari ayah." ucap Lulu dengan terisak, laporin aja bu ke ayah, biar mampusss itu kaka tiri gue ahahaha, Lulu di lawan.


"Pak satpam!" seru si ibu, tidak perduli dengan ucapan Layla. Hati nya sudah di buat dongkolll, terlebih Layla yang berlalu pergi saat melihat si ibu hendak menolong Lulu.


"Ada yang bisa kami bantu, bu?"


"Tolong usir kaka dari gadis malang ini dari rumah sakit ini, pak!" ucap nya dengan dada yang naik turun.


"Bisa ibu jelaskan apa yang terjadi?" tanya pak satpam, menatap ke arah dua orang wanita dengan beda usia di depan nya.


"Anak ini di aniaya kaka nya, pak!" ucap si ibu.


"Gak bu, jangan di laporin kaka saya bu! Biar ini jadi urusan keluarga saya aja bu!" ucap Lulu dengan tatapan mengiba, mampusss lo La!


"Gak dek, kaka kamu tuh harus di laporin, biar kaka kamu gak seenak nya sama kamu. Biar kamu juga gak di perlakukan buruk sama kaka kami lagi!" si ibu menepuk nepuk bahu Lulu, meyakinkan jika perkataan nya itu benar.


"Rupa nya ibu termakan juga ya, dengan kebohongan yang di buat adik ipar saya ini!" ucap Danu yang kini sudah berdiri di belakang ke dua nya.


"Jangan sembarang bicara kamu! Saya melihat nya sendiri wanita tadi menyakiti gadis ini!" ucap si ibu dengan kesal, menatap marah pria yang ada di hadapan nya.


"Tuh kan bu, apa saya bilang. Kaka ipar saya aja gak percaya dengan kelakuan istri nya bu!" cicit Lulu dengan memelas, menunduk kan kepala nya menatap lantai.


Danu membuang nafas nya dengan kasar. "Kamu kalo mau berbohong, masih harus belajar lagi anak cantik!" puji Danu mencubit dagu Lulu hingga menatap nya.


Lulu mengerutkan kening nya, gak mungkin kan kalo Danu tau gue bohong. Gak ada saksi ko tadi.


"Kenapa? Apa kamu masih berfikir untuk melanjutkan kebohongan mu ini? Tinggal pilih mengaku dan minta maaf!" ucap Danu memberikan pilihan pada Lulu.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...

__ADS_1


Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅


__ADS_2