
...🥀🥀🥀...
"Jangan konyol!" seru Layla yang beranjak dari duduk nya, meninggalkan Danu dengan kejengkelan yang menjadi ledekan teman teman Danu.
Hap.
"Ahhhh ka!"
Danu mengejar Layla dan menggendong nya. Tanpa perduli rengekan Layla yang minta di turunkan.
"Turunin ka! Aku bisa jalan sendiri!"
"Turun aja kalo bisa! Udah enak di gendong, lingkarkan tangan mu di leher ku!" titah Danu dengan sorot mata hangat.
"Ihsss nyeselin! Dasar pemaksaaa!" sungut Layla.
"Memaksaaa pada istri sendiri, gak jadi masalah." ucap Danu dengan santai.
"Ehhhh kok di lewati kasur nya ka?" tanya Layla dengan kening mengkerut, saat Danu melewati tempat tidur.
"Biar saja, mending kita bersih bersih dulu sebelum tidur." goda Danu dengan kerlingan mata nya, membawa Layla memasuki kamar mandi.
"A- apa? Gak mau, a- aku gak mau mandi. Kaka lupa, aku belum boleh mandi." Layla menyilangkan ke dua tangan nya di depan dada, seolah tengah waspada pada Danu.
"Ahahahhaha kamu pikir aku tidak ingat, tentu saja aku ingat." tawa Danu melihat sikap Layla.
"A- aku mau gosok gigi aja!" seru Layla dengan berjalan ke arah westafel yang terdapat sikat gigi, saat Danu menurunkan nya dari gendongan.
"Dasar kau ini, pelan pelan aja jalan nya La!"
...---...
Di ruang kerja Noval, semilir angin malam menambah dingin nya suasana ruang kerja nya. Berada di ruang yang sama dengan seorang wanita yang begitu dalam menyakiti nya, membuat dada Noval seakan sesak untuk bernafas.
Sifanye menatap Noval dengan tatapan penuh penyesalan. Noval tetap pada keputusan nya untuk menceraikan Sifanye.
"Tolong jangan begitu kejammm pada ku, yah!" seru Sifanye yang kini duduk di hadapan Noval, di atas meja tepat di hadapan nya terdapat surat cerai yang harus di tanda tangani Sifanye dan Noval.
"Kamu gak punya pilihan lain, Sifanye! Tanda tangani surat itu, dan kamu akan mendapatkan hak mu!" terang Noval datar.
"Aku gak mau pisah dari kamu, yah! Aku gak bisa hidup tanpa kamu dan Lulu. Aku ingin di tengah tengah kalian, aku ingin keluarga yang utuh." jelas Sifanye dengan keinginan nya.
"Oh ya? Gak ingin pisah dan gak bisa hidup tanpa ku, atau tanpa harta ku? Tanpa fasilitas yang selama ini kamu nikmati, Sifanye?" cibir Noval dengan datar, ekor mata nya melirik malas Sifanye.
'Dulu aku menikahi mu karena terpaksa, dan sekarang aku menceraikan mu karena bukti penghianatan mu.' batin Noval dengan tangan mengepal.
Deg.
Hati Sifanye seakan tertampar keras, dengan kenyataan yang di terima Noval. Kenyataan jika Lulu hasil dari hubungan nya dengan supir taksi online dan diri nya.
"Maaf yah, a- aku akan memperbaiki kesalahan ku. Tolong jangan ceraikan aku! Aku sungguh akan berubah!" Sifanye menggenggammm jemari Noval yang ada di atas meja.
Noval menepis nya dengan kasar.
"Jangan sentuh aku dengan tangan kotor mu, Sifanye!" cibir Noval, menatap jijik Sifanye.
Sifanye gak kehabisan akal. Ia beranjak dari duduk nya, ia bersimpuh di depan Noval, dengan air mata buaya nya.
__ADS_1
"Tolong Noval, tolong maafkan aku. Tolong beri aku kesempatan. Aku akan menyayangi putri mu, aku tidak akan membedakan antara Layla dan Lulu lagi, aku janji Noval. Tolong! Maaf kan aku!" seru Sifanye pura pura menangis, menunjukkan penyesalan nya.
Grap.
Noval beranjak dari duduk nya hendak melangkah, namun langkah nya tertahannn dengan Sifanye yang langsung memeluk kaki kiri Noval.
"Lepaskan kaki ku Sifanye, kamu bisa temui aku... jika kau sudah tanda tangani surat itu." titah Noval dengan tegas.
"Aku gak mau Noval, aku gak bisa. Aku tetap istri kamu, sampai kapan pun aku ini istri mu!" kekeh Sifanye.
'Jika maaf ku aja gak berhasil mempertahan kan mu, jangan salah kan aku... jika aku bermain kejammm pada mu, yah!' batin Sifanye dengan seringai di bibir nya.
Noval menghempaskan kaki nya dengan kasar, membuat Sifanye terjerembak ke belakang.
"Aku sudah mengatakan nya kan! Selama hasil keputusan sidang belum ke luar, kamu boleh tetap tinggal di sini. Tapi setelah keputusan sidang perpisahan kita ke luar, kamu tempati rumah yang sudah aku siapkan untuk mu!" ucap Noval dingin.
Sifanye menggelengkan kepala nya, gak bisa menerima keputusan Noval.
'Gak bisa! Aku gak bisa biarinin ini terjadi sama aku! Aku gak mau hidup dalam kesusahan, hidup dalam kemiskinan.'
Noval menghembuskan nafas kasar, berjalan menuju pintu ruang kerja nya, bermaksud meninggalkan Sifanye dengan surat perceraian mereka.
'Bagaimana aku bisa menghadapi Lulu, yang sama sekali bukan darah dagung ku? Sifanye, kamu sudah dengan tega menyakiti hati dan fisik putri kandung ku. Sementara aku, dengan tega nya kamu buat aku menyayangi dengan sepenuh hati putri mu, putri hasil penghianatan mu dengan pria lain.'
Sifanye berjalan mengendap endap, dengan tangan memegang vas bunga yang ada di atas meja kerja Noval.
'Gak akan aku biarkan kamu menang Layla! Harta Noval hanya untuk ku dan Lulu. Bukan untuk anak pembawa sialll seperti mi Layla!' batin Sifanye, dengan tatapan penuh amarah, menatap kepala Noval.
'Sialannn wanita ini benar benar iblis! Bisa bisa nya aku menikahi wanita iblis seperti mu Sifanye!' umpat Noval dengan tangan mengepalll.
"Mati kamu yah!" seru Sifanye, dengan mengayunkan vas bunga ke arah kepala Noval.
Di saat bersamaan, Noval berbalik menghadap Sifanye dengan menggeser tubuh nya, menghindari vas bunga itu.
"Aakkkkkk!" pekik Sifanye yang gak bisa menghindar, saat diri nya akan tersungkur ke lantai karena rencana nya yang gagal.
Prang.
Vas bunga yang di pegang Sifanye pecah terhempas ke lantai, yang di susul dengan tubuh Sifanye yang terjerembab, dengan pecahan vas bunga yang mengenai tangan dan wajah nya.
Bugh.
"Akkkkkk wajah ku!" teriak Sifanye kesakitan.
"Itu lah balasan untuk wanita iblis seperti mu, Sifanye!" seru Noval dengan tatapan tajam, bukan lagi iba atau pun kasihan.
"Sakit yah, tolong! Wajah ku! Ini perih! Tolong hiks!" Sifanye berteriak histeris, merasakan perih yang teramat pada wajah dan tangan nya yang terkena serpihan kaca dari vas bunga.
Ceklek.
Pintu ruang kerja Noval di buka dari luar.
"Mama, apa yang terjadi?" tanya Lulu yang berdiri di ambang pintu, melihat Sifanye yang duduk di lantai dengan kondisi yang gak pernah ia duga.
"Tolong mama, Lu! Sakit!" ucap Sifanye dengan tangis nya, tangan nya terulur ke arah Lulu.
"Yah, tolong mama yah! Panggil dokter yah!" ucap Lulu dengan memohon pada Noval, Lulu memeluk punggung sang ibu dengan linangan air mata.
__ADS_1
Noval membuang nafas nya dengan kasar. Hati nya gak tega melihat Sifanye kesakitannn, meski hati nya udah di buat sakit sedalam yang gak terukur dalam nya.
Sampai di rumah sakit, Sifanye langsung mendapat tindakan dari medis.
Di luar, Lulu terus bertanya, mengintrogasi Noval, pria yang selama ini ia kenal sebagai ayah nya.
"Apa yang terjadi yah? Kenapa? Ayah sama mama bertengkar lagi? Karena Layla?" cecar Lulu, menghapus air mata nya dengan kasar di pipi nya.
"Kamu tanyakan saja pada mama mu!" seru Noval dengan datar.
"Ayah mau ke mana?" tanya Lulu, melihat ayah nya hendak meninggalkan nya di depan ruang tindakan.
"Mengurus administrasi mama mu!" seru Noval dengan datar.
Lulu berjalan mondar mandir di depan ruang tindakan, tangan nya mengepalll dengan hawa dingin yang menyeruak. Dingin nya angin malam seakan terkalah kan dengan perasaan nya kini.
"Apa yang terjadi sama mama dan ayah! Ini pasti karena anak sialannn itu! Udah gak ada di sini, masih aja buat mama dan ayah bertengkar! Awas kamu La?" sungut Lulu dengan tatapan penuh kebencian.
"Ayah kenapa belum balik juga!" Lulu menatap ke arah Noval tadi menghilang, berharap pria itu kembali lagi menemani nya.
Lulu yang lelah berdiri, akhir nya memilih untuk duduk di kursi berbahan stainless.
"Minum dulu!" Noval menyodorkan botol mineral ke depan Lulu.
"Makasih yah!" Lulu menerima minuman nya dan meminum nya.
"Ikut lah dengan ayah, Lu! Istirahat di rumah jauh lebih baik untuk mu!" Noval mengulurkan tangan kanan nya di depan Lulu.
Lulu menatap ke arah pintu yang masih tertutup. "Lulu mau di sini, temenin ayah dan mama."
"Ayah juga akan pulang bersama Lulu. Mama mu ada pihak rumah sakit yang akan mengurus nya!" ucap Noval dingin.
Lulu mengerutkan kening nya, menatap Noval dengan tatapan sulit di percaya.
"Ayah gak sayang sama mama lagi? Ayah mau tinggalin mama di saat mama butuh ayah? Ayah gak sejahat itu kan sama mama?" cecar Lulu.
"Lebih jahat apa yang sudah mama kamu lakukan ke ayah, Lu!" seru Noval, mengayunkan langkah kaki nya meninggalkan Lulu.
Lulu beranjak, mengejar Noval.
"Yah, maksud ayah apa? Mama orang baik yah! Layla yang jahat sama mama! Layla jahat, rebut perhatian ayah dari mama dan Lulu!" seru Lulu, mencoba menghentikan langkah ayah nya dengan mengguncanggg lengan Noval.
"Kamu masih kecil, banyak hal yang belum bisa kamu cerna. Mana yang jahat dan baik, mana yang benar dan salah!" Noval menepis tangan lulu, membiarkan anak itu tetap di rumah sakit.
Deg.
"Apa maksud nya aku anak kecil, belum tau mana yang jahat dan baik, mana yang benar dan salah." gumam Lulu, kembali melangkah ke depan ruang tindakan, di mana Sifanye berada dengan langkah gontai.
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata...
__ADS_1