Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
I love you hubby


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Apa Tuan Muda menanyakan hal yang sama pada mu?" tanya Doni usai menengguk minuman nya.


Brak.


Doni dan pak Adi sama sama menoleh ke lantai atas, tempat di mana kamar Tuan nya berada.


"Ayo kita lihat ke atas! Aku takut terjadi apa apa pada Nona!" pak Adi berlari hendak menaiki anak tangga.


"Tidak perlu ikut campur pak, jika tidak ingin melihat ke dua nya mencurahkan kerinduan. Bapak kaya gak ngerti aja!" goda Doni meski nada suara nya datar.


Pak Adi membuang nafas lega, mengerti dengan apa yang di katakan Doni.


"Mau aku buatkan makanan?" tawar pak Adi.


"Tidak perlu jika merepotkan bapak." ucap Doni basa basi.


"Kau ini memang gak pernah berubah!" pak Adi menyiapkan makanan untuk Doni.


Di lantai atas.


Layla membuka pintu dengan kasar, lalu menutup nya dengan membantinggg nya.


Tatapan Layla mengedar, mencari keberadaan pria yang sudah menjadi suami nya. Pria yang sudah membuat hari nya gak nyaman selama gak ada kabar. Pria yang mampu mengusik hati Layla yang gak bisa lagi berdamai dengan kata sabar.


"Ka Danuuuu!" seru Layla dengan suara lantang.


"Tidak perlu berteriak La! Telinga ku tidak bermasalah selama di sana. Bagaimana kabar mu sayang? Apa kau tidak ingin memeluk ku?" Danu muncul dari pintu yang terhubung ke balkon, lalu merentangkan ke dua tangan nya.


Pluk.

__ADS_1


Tas punggung Layla, luluh lantah dari bahu nya hingga tergeletak di atas lantai, dengan tatapan yang sulit di percaya, Layla melangkah perlahan menghampiri Danu.


'Ka Danu udah di rumah sejak kapan? Ka Danu udah berpakaian santai, apa ka Danu gak akan pergi ke luar lagi? Kenapa ka Danu di lihat nya semakin bersinar aja aura nya ya? Keren, gagah, suami aku itu!' cicit Layla dalam hati menilai penampilan Danu.


"Gadis kecil ku! Apa sudah puas bermain di luar? Doni gak berbuat kurang ajarrr pada mu kan sayang?" tanya Danu lagi dengan senyum mengembang, karena Layla semakin melangkah dengan pasti ke arah nya.


'Aku harus kasih ka Danu pelajaran, seenak nya main pergi, main ngilang, di kata aku anak kecil! Aku di abaikan untuk beberapa saat, lalu pergi dan kembali tanpa memberi kabar!' sungut Layla dalam hati.


Jarak ke dua nya sudah semakin dekat, namun Layla sengaja menghentikan langkah nya. Ia justru meletakkan ke dua tangan nya di pinggang. Menatap Danu dengan sinis.


"Apa kau tidak merindukan ku sayang? Ayo peluk aku!" seru Danu, dengan alis nya yang naik turun, ke dua tangan masih merentang.


"Dada ku ini, sudah siap untuk menjadi tempat bersandar mu sayang!" seru Danu lagi, menepukkk nepukkk dada nya dengan telapak tangan kanan nya.


Bugh.


"Awwwwhhhh apa yang kau lakukan sayang! Ini sakit sekali!" pekik Danu meringisss merasakan sakit pada kaki nya yang baru aja di tendang Layla.


"Kaka bisa anggap itu salam penyambutan kaka yang baru aja pulang dari Singapura!" ucap Layla dengan acuh, berbalik badan memunggungi Danu lalu hendak melangkah menjauh.


Danu menggenggammm erat pergelangan tangan Layla.


"Aku masih marah ka!" ucap Layla dengan ketus tanpa menoleh sedikit pun.


Sreeek.


Brug.


Danu menarikkk Layla hingga membuat nya berbalik badan kembali, saling tatap dengan jarak yang sangat dekat. Satu tangan Layla berada di bahu Danu.


"Katakan i love you!" pinta Danu dengan hembusan nafas yang menyapu leher Layla.

__ADS_1


"I love you hubby!" ucap Layla dengan pipi merona.


Sreek.


Layla berhasil menjarak tubuh nya dari Danu, lalu berlari ke dalam kamar mandi dan menutup pintu nya. Gak lupa di kunci juga.


"Hei, kenapa lari! Aku ingin lagi mendengar nya sayang!" seru Danu dengan suara meninggi.


"Gak mau, aku mau mandi." ucap Layla yang di susul dengan suara gemericik air dari dalam kamar mandi.


Tok tok tok.


Danu mengetuk pintu kamar mandi.


"Kita bisa mandi bersama sayang!" bujuk Danu setelah mengetuk pintu kamar mandi beberapa kali.


Ceklek ceklek.


Hendle pintu sama sekali gak berubah, meski sudah beberapa kali Danu mencoba membuka nya.


"Benar benar di kunci dari dalam ya?" gumam Danu menatap nanar pintu kamar mandi.


"Aku tunggu kau selesai mandi sayang!" seru Danu, berjalan ke arah tempat tidur.


Bugh.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Like dan komentar nya dong, 😅😅

__ADS_1


Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong.


...Makasih para pembaca ku yang udah setia ku...


__ADS_2