
...🥀🥀🥀...
"Kenapa? Takut? Di mana keberanian lo? Dasar cewek munafik! Lo bakal tau seberapa besar kuat tenaga gue, buat lo takluk! Lo itu kecil di mata gue, Mery!" Bayu menarik Mery ke arah gudang, dengan tangan yang masih membekappp mulut Mery.
Prangggg.
Kaki Mery menendang pot tanaman yang mereka lewati. Hingga pot itu jatuh dan pecah.
"Sialll! Mau cari mati lu! Hem!" Bayu semakin menekan bekapan tangan nya di mulut Mery, dengan semakin mempercepat langkah nya menggiring Mery menuju gudang yang gak jauh dari taman belakang.
"Emmmpp emmmppp!" teriak Mery.
'Sialannn nih pak Bayu, gue gak bisa diem aja. Gue harus bisa lepasss dari sini!'
Krek.
Mery menggigit telapak tangan Bayu yang membekappp mulut nya dengan keras.
"Awwwhhhhh sialannn nih bocah, berani nya lo gigit tangan gue!" pekik Bayu melepaskannn tangan nya yang di gigit Mery, membuat Meri bisa berbicara kembali.
Namun tangan Bayu yang lain, masih melingkar di pinggang Mery dengan erat, memepettt dada nya dengan punggung Mery.
"Itu belum seberapa, pak Bayu gila yang terhormat dan kurang ajarrr!" ucap Mery dengan penuh penekanan sebelum akhir nya ia mengayunkan kaki nya ke belakang, ke arah sosis megar Bayu.
Dugh.
Bayu langsung membungkuk, memegangi selangkangannn nya yang baru di tendang Mery. Terasa semakin berdenyuttt sosis megar nya.
"Awwhhhh dasar bocah gila! Lo bakal nyesel Mer! Gue bakal buat lo gak bisa jalan! Ingat itu!" umpat dan ancam Bayu dengan tatapan nyalang.
"Saat itu, gue udah gak ada di hadapan lu!" Mery langsung berlari menjauh dari Bayu.
"Sialannn, Mery! Jangan kabur lo! Lo harus jadi milik gue!" seru Bayu dengan kesal, mengejar Mery dengan langkah yang sulit.
Brugh.
"Awwhhhh!" pekik Mery saat tubuh nya jatuh tersungkur ke depan.
"Ahahhaha emang masib baik masih berpihak sama gue, Mery! Udah lo pasrah aja, gue gak bakal maen kasar kok!" Bayu terkekeh melihat Mery yang terjatuh di depan nya.
__ADS_1
"Enak aja! Mau lu maen kasar atau pun lembut, gue gak perduli, gue gak sudi di sentuh sama lo! Nyingkir lo! Aaakkkkk lepasiinnn kaki gue! Tolong!" teriak Mery dengan histeris, saat Bayu menyentuh kaki nya dan menarikkk nya.
"Sssttt udah gak bakal ada yang denger lo, mereka cukup tau diri buat gak ganggu kesenangan gue hehehe!" Bayu tertawa senang, melihat Mery yang ketakutan.
"Tolong, lepasss gak! Gue bakal terus teriak sampe ada yang dateng nolongin gue! Tolong!" teriak Mery, dengan kaki nya menendang nendang, berusaha melarikan diri dari jeratan Bayu.
'Bisa kacau kalo ini bocah teriak terus!' batin Bayu menatap kesekitar.
Sreek bugh.
Bayu menarik ke dua kaki Mery, membuat Mery yang terus berontakkk, kepala nya terhuyung ke belakang dan membentur lantai.
"Aawwwwhhhh pala gue!" pekik Mery.
Sreek.
"Lo gak bakal bisa lari lagi, Mery!" seringai Bayu dengan tatapan memangsa, menarikkk paksaaa celana yang di kenakan Mery.
"Aakkkk lepasss! Tolong!" teriak Mery, masih mempertahankan diri nya saat Bayu mencoba menindihhh nya.
Plak.
"Akhhh! sialannn lo, setannn!" pekik Mery, saat bibir Bayu hampir mendarat di ceruk leher nya.
Sreeeek.
Bugh bugh bugh bagh dugh.
Tangan besar menarikkk bahu Bayu, menarikkk nya dari tubuh Mery, mendaratkan beberapa kali pukulan di wajah dan perut Bayu berkali kali, hingga tubuh Bayu akhir nya tersungkur ke lantai.
Mery terperangah, gak menyangka akhir nya ia benar benar bisa terbebas dari nafsuuu setan Bayu yang hampir merengguttt mahkota nya.
Sreek.
Arsandi menarikkk leher baju Bayu. "Mulai detik ini, menjauh lah dari Mery!" ucap Arsandi dengan penuh penekanan, lalu menghempaskan Bayu dengan kasar.
"Siapa lo, berani larang gue?" tanya Bayu dengan sinis, menyapu darah yang mengalir di sudut bibir nya.
"Gue yang bakal jeblosin lo ke penjara, kalo sampe lo ganggu Mery lagi!" ancam Arsandi dengan serius.
__ADS_1
"Lo gak apa kan, Mer?" tanya Arsandi prihatin, mengabaikan Bayu yang berusaha bangkit.
'Sialannn, pake Arsandi yang mergokin gue lagi! Bisa gawat kalo dia sampe ngadu sama Danu!' batin Bayu kesal.
'Gue gak salah liet kan, pak Arsandi nolongin gue?' batin Mery dengan hati terenyah.
Tangan Arsandi terulur, mencengrammm dengan lembut lengan Mery hingga gadis itu berdiri.
"Gue bisa!" Mery mencoba melepaskannn tangan nya dari cengramannn Arsandi, namun sejurus kemudian Mery hampir terjatuh karena lutut nya seakan lemasss.
Hap.
Tangan kokoh Arsandi, lebih dulu menopang tubuh Mery ke dalam gendongan nya, sebelum Mery benar benar terjatuh.
"Gue bisa jalan!" seru Mery dengan bergetar.
"Jangan paksaaa, jika kaki lo aja gak bisa di bawa berdiri!" ucap Arsandi datar.
"Arsandi!" seru Bayu, dengan kepalan tangan kanan mencoba mendarat kan pukulan ke wajah Arsandi, tanpa perduli pria itu tengah menggendong Mery.
Sreek.
Bugh.
"Aakkkhhh!" pekik Mery dengan membekappp mulut nya sendiri.
Arsandi berhasil menghindar dari pukulan Bayu, dengan tangan nya yang semakin erat menggendong Mery. Dengan kaki nya pula, Arsandi membalas Bayu dengan menendang nya. Membuat Bayu menubruk dinding dan jatuh tersungkur.
"Gue udah ingetin lo, Bayu! Tuan Danu dan Nona Layla, pasti gak bakal lepasiinnn lo!" ucap Arsandi, memperingati Bayu, setelah melihat sekilas Mery yang masih menutupi wajah nya dengan tangan nya.
"Udah gak apa, lo udah aman Mery!" seru Arsandi, dengan suara nya yang terdengar lembut di telinga Mery.
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
__ADS_1
...Kehaluan semata...