Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Gsk ada kata malang


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Daaaah, maaf Nona... aku gak bisa menemani mu! Suami mu galak ahahaha!" seru Wali dengan memilih berlari menjauh, menghindari amukannn dari Danu.


"Dasar bocah!" umpat Danu.


Malam itu menjadi malam yang sangat menggembirakan untuk Layla, meski di awal sudah di buat teganggg dengan perdebatan kecil Danu dengan Wali, sang pemilik tempat bermain.


"Ayo kita naik itu!" seru Layla setelah menghabiskan seblakkk yang ia pesan.


"Kau yakin berani menaiki kincir ria?" tanya Danu, menelan saliva nya dengan sulit, tatapan nya pun tampak gak nyaman.


"Beneran, aku selalu menaiki nya saat ada bazar di dekat rumah." terang Layla dengan yakin, tatapan nya berbinar seakan baru aja menemukan mainan yang telah lama hilang.


"Aku gak mungkin bilang kan, kalo aku takut ketinggian? Lihat itu, Layla sangat senang melihat nya. Aku sama aja membuat nya kecewa. Aku bisa, demi kamu La!' batin Danu, menatap Layla lalu meyakinkan hati nya yang takut ketinggian.


"Ayo kita naik!" ajak Danu, menggenggammm jemari Layla.


"Ka Danu kenapa? Tangan nya dingin banget, berkeringattt lagi! Ka Danu lagi teganggg? Apa lagi grogiii?" tebak Layla dengan tatapan menyelidik, di bawah cahaya lampu wahana dengan terang bulan sebagai penerang alami nya.


"Ah ini biasa kok, ayo gak usah di hiraukan, kita naik!" Danu menarikkk Layla memasuki area permainin kincir ria.


Danu tampak membuang nafas dengan kasar berkali kali, menatap ke luar dengan menelan saliva nya dengan sulit.


'Apa benar, aku dan Layla sudah berada di dalam wahana kincir ria? Sabar Danu, hanya lima menit... setelah itu kau bisa mengajak Layla bermain wahana kuda kudaan.' batin Danu menyemangati diri nya sendiri.


"Kenapa ka?" tanya Layla dengan mengamati wajah Danu tampak aneh di mata nya.


'Ada apa lagi, apa ada yang ka Danu sembunyikan dari ku? Tapi apa?' batin Layla menelisik wajah Danu.


"Waaaaaaaa astagaaa aku ingin turuuuuuuun!" teriak Danu dengan sekencanggg kencanggg nya saat kursi yang di naikin nya berada di puncak lalu dengan perlahan turun ke bawah, membuat nya seakan berdesirrr gak karuan.


"Ka Danu takut ketinggian? Kenapa gak bilang?" tanya Layla tampak bersalah, melihat Danu yang ketakutan dengan wajah pucattt pasihhh.


"Waaaah aku pikir aku bisa mengatasi nya La, a- aku salah, aku ngeriiiiii! Aku mau turuuuuun!" teriak Danu lagi dengan wajah yang gak bisa di bayangin.


Grap.


Layla menggenggammm tangan Danu, mencoba menenangkan nya.


"Lihat aku, kaka cukup lihat ke bawah... saat wahana ini meluncur ke bawah. Kaka tatap ke atas, saat wahana ini menaiki ke atas. Coba tarikkk nafas pelan pelan, lalu buang!" ucap Layla dengan keseriusan, satu tangan nya mengelusss punggung Danu.


Danu mencoba mendengarkan kata kata Layla.


"Waaaaaa ngeriii La!" teriak Danu dengan kencanggg.


"Pelan pelan ka! Pasti bisa, ka Danu hebat, keren, ayo ka!" seru Layla.


2 menit kemudian


Danu terduduk lemasss, dengan ke dua kaki yang berselonjor, nafas nya pun ngos ngosan, seakan baru aja lari maraton. Pada hal ia baru aja menantanggg diri nya menaiki wahana kincir ria.


"Huaaaa aku takut sekali, aku pikir aku akan mati!" ucap Danu dengan sesenggukan.

__ADS_1


"Ahahahha ka Danu lucu sekali, ada aku ka. Jangan mati dulu!" ledek Layla, membawa Danu dalam pelukan nya dengan berdiri dengan lutut nya. Tangan nya mengelusss punggung Danu.


Setelah Danu cukup tenang, seakan gak pernah ada kejadian yang membuat Danu teriak histeris dan menangis. Dengan gagah nya Danu mengajak Layla menaiki kemidi putar, dengan tempat duduk kuda dan kursi.


Layla dan Danu mengobrol santai, dengan kemidi yang terus berputar.


"Aku baru tau ka, ternyata selain gagah, tampan, jago dalam bisnis, penyabettt sabuk hitam, kaka juga takut dengan ketinggian." goda Layla, setelah memberikan pujian pada Danu di awal.


"Sssstttt jangan bahas itu lagi sayang! Aku seperti pria bodohhh di mata mu, aku gak bisa mengatasi ketakutan ku. Pada hal aku sudah berusaha keras, meyakinkan hati ku untuk bisa mengalahkan rasa takut ketinggian ku itu!" ujar Danu panjang kali lebar.


Danu menghembuskan nafas nya dengan kasar. "Ternyata itu cukup sulit, gak mudah untuk ku mengalahkan takut ketinggian ku." cicit Danu lagi.


"Tapi ka Danu sering naik pesawat jet pribadi kan? Itu bukan nya ketinggian? Belim lagi ka Danu sering berada di gedung pencakar langit, masa bisa di bilang takut ketinggian?" tanya Layla, setelah mengingat ingat kembali apa yang sudah terjadi.


"Aku merasakan ada hal yang berbeda, saat menaiki kuncir ria. Tapi aku sendiri gak tau apa itu! Yang jelas aku sangat takut saat berada di puncak nya dan saat akan bergerak turun, jiwa ku seakan melompattt dari raga ku!" cicit Danu dengan wajah yang sulit di artikan.


"Sampai segitu nya ka? Semenyeram kan itu kah... kincir ria di mata kaka?" tanya Layla dengan penuh tanya.


Danu mengangguk pasti. Ke dua nya turun dari wahana permainan yang terbilang amannn untuk anak anak.


Danu dan Layla berjalan menyusuri area tempat bermain lain nya. Mengamati setiap permainin yang mereka lewati, hingga membuat mereka berdua berhenti, saat ada yang menarikkk hati nya untuk di nikmati wahana permainan nya.


"Kita masuk ke dalam situ yuk La!" ajak Danu, melihat ke arah tenda besar yang bertuliskan rumah hantu di pintu masuk nya.


"Gak deh ka, aku milih kita naik itu aja!" Layla menujuk permainan air, susur sungai buatan dengan perahu dayung.


"Boleh juga." ucap Danu, tanpa pikir panjang, ke dua nya menaiki perahu dayung dengan Danu yang mendayung nya.


"Air nya dingin ka! Astagaaa aku baru kali ini loh ka. Memasuki tempat bermain tapi hanya ada ka Danu dan aku yang menikmati permainan nya! Lucu tapi aneh." gumam Layla, memainkan air dengan tangan nya dan mencipratkan nya ke wajah Danu.


"Anggap saja ini hadiah tambahan untuk ulang tahun mu, sayang!" ucap Danu.


"Aku sudah banyak menerima hadiah dari mu ka, tapi aku tidak tahu harus membalas nya dengan apa. Aku tidak punya apa apa yang bisa di berikan pada mu ka!" ucap Layla, dengan tatapan sungguh sungguh pada Danu.


Sementara Danu, masih sibuk mendayung perahu nya. Membuat nya semakin jauh menyusurii sungai biatan.


"Apa kau yakin, tidak ada yang bisa kau berikan pada ku hem?" goda Danu dengan alis nya yang naik turun.


"Emang ada yang bisa aku berikan? Apa ka? Kaka kan sudah memiliki segala nya." cicit Layla, dengan bibir bergerak ke kiri dan kanan, mencari jawaban dari perkataan Danu.


"Jadi lah ibu untuk calon anak anak ku, La! Temani aku hingga aku menutup mata, sampai maut memisahkan kita berdua. Aku rasa itu harga yang cukup setimpal, untuk apa yang sudah aku berikan pada mu sayang!" cicit Danu dengan senyum mengembang.


"Aku pikir apa." ucap Layla dengan bernafas lega lalu menoleh ke arah Danu.


"Apa?" tanya Danu, gak ngerti dengan arti tatapan Layla.


"Kok di dalam perahu, bisa ada air ya ka?" tanya Layla dengan heran, melihat air yang tiba tiba aja ada di dalam perahu mereka, bahkan membasahiii kaki Layla.


"Ahhhh shiiiiittt." sungut Danu dengan menghempaskan ke dua dayung yang ada di tangan nya.


Sreeek.


Danu menarikkk lengan Layla, ke luar dari perahu yang mereka naiki.

__ADS_1


Byuuurrrrrr.


"Ahahahhaha ini benar benar pengalaman yang sangat luar biasa ka!" tawa Layla, saat ke dua nya berjalan di air yang hanya setinggi lutut ke dua nya.


"Luar biasa apa, ini bukan dari bagian rencana ku La! Dasar wali bodohhh, gak becys menyiapkan apa yang aku minta! Aku harus meminta bocah itu mengembalikan setengah uang ku!" gerutu Danu, gak terima dengan fasilitas yang di terima nya.


Ke dua nya kini sudah naik ke permukaan, dengan celana dan sepatu Danu yang basahhh. Sementara Layla, sepasang sepatu yang ia kenakan kini sudah berpindah ke tangan.


Layla langsung menenteng sepatu nya dengan ke dua tangan nya, dan Layla berpijak pada lantai dengan bertelanjanggg kaki.


Jeger jeger jedug duar.


Langit di penuhi dengan cahaya kembang api yang tampak menyejukkan mata.


"Apa ini salah satu dari rencana kaka?" tanya Layla dengan mengadahkan kepala nya, menatap langit yang begitu indah dengan cahaya kembang api.


"Bukan, ini bukan salah satu dari rencana ku untuk mu!" ucap Danu dengan jujur, ikut mengadahkan kepala nya, menatap indah nya langit malam, yang kini di hiasi cahaya kembang api.


"Jadi jangan meminta ka Wali, untuk mengembalikan setengah uang yang sudah kaka berikan pada nya!" ucap Layla, menatap Danu dengan yakin.


"Baik lah, jika kau yang memaksaaa!" ucap Danu tanpa protes.


Bruk.


Licin nya lantai membuat Danu jatuh dengan menindih Layla.


"Akhhhh!" pekik Layla.


"Gak sakit ka!" seru Layla, berfikir jika kepala nya akan sakit saat membenturrr lantai.


"Ada tangan ku, ku jadi kan bantalan untuk kepala mu!" ucap Danu dengan meringisss.


"Maaf!" seru Layla mendorong dada bidang Danu.


"Aku yang harus nya minta maaf." cicit Danu, mendudukkan diri nya di lantai, membantu Layla untuk ikut duduk bersama dengan nya pula.


"Apa kau bahagia bersama dengan ku, La?" tanya Danu.


"Kenapa kau tanyakan itu?" tanya Layla dengan kening mengkerut.


"Setelah apa yang kau alami, itu pasti gak akan mudah untuk mu. Menghadapi masalah yang timbul setelah kita bersama!" ucap Danu.


"Selama aku menghadapi nya dengan ka Danu, gak akan ada kata sulit untuk ku, ka!" cicit Layla.


"Karena sebelum bersama dengan ka Danu, kehidupan ku sudah malang. Jadi gak ada kata malang lagi hehehe." ucap Layla dengan terkekeh.


"Dasar kau, gadis malang milik CEO!" goda Danu, menarikkk Layla ke dalam dekapan nya.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Like dan komentar nya dong, 😅😅

__ADS_1


Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong.


...Makasih para pembaca ku yang udah setia ku...


__ADS_2