
...🥀🥀🥀...
Mery dan Nina sudah tau hubungan yang terjalin antara Danu dan Layla, hanya Deri dan teman sekelas lain nya yang belum tau.
"Pak, Juni di panggil ke ruang kepala sekolah... ada apaan dah pak? Kepo nih pak!" celetuk Irfan.
"Kita berharap saja ya, biar Sopur masih bisa mengikuti pelajaran di sekolah." ucap Danu.
"Bearti ada kemungkinan kalo foto yang beredar itu benar, Sopur bakal di keluarin dari sekolah, pak?" tebak Deri.
"Kan tadi bapak bilang, berharap saja biar pihak sekolah tidak memberi sangsi Sopur di ke luarkan dari sekolah." Danu mengulang kembali perkataan nya.
Layla yang sejak awal tidak tahu, arah pembicaraan tunangan nya dan teman teman nya ke mana pun memilih berbisik dan bertanya pada Nina.
"Ssst, mereka lagi pada bahas apa sih? Kenapa bawa bawa Sopur? Emang kenapa sama Sopur? Masalah apa yang udah Sopur buat, sampe terancam di ke luarin dari sekolah?" cecar Layla dengan wajah penuh penasaran.
"Astaga Layla, jadi dari tadi lo masih belum tau juga apa yang lagi di bahas sama pak Danu?" tanya Nina.
Layla menggelengkan kepala nya.
Pluk.
Nina menepuk kening nya sendiri.
"Ada apa, Nin? Apa ada yang tidak kamu mengerti dengan materi yang saya sampaikan?" tanya Danu, karena mengira jika Nina tidak mengerti dengan pembahasan yang sedang di terangkan oleh Danu.
"Hah? Emang bapak udah lagi bahas materi pelajaran ya?" cicit Nina dengan polos nya.
"Wuuuuuuu! Nina, fokus woy! Mikirin Nugi bae sih! Cowok kaga bener juga!" celetuk Deri, dengan gelak tawa nya meledek Nina yang dulu sempat suka dengan Nugi.
"Apaan sih lu! Nyamber bae kaya bensin!" sungut Nina dengan ketus.
"Sudah sudah, bapak ulangi lagi secara singkat, materi yang kamu tidak mengerti! Jadi..."
Danu menerangkan kembali materi yang ia ajarkan pada murid nya, baru lah setelah nya danu akan memberikan tugas untuk di kerjakan.
Layla tidak fokus dengan materi yang di terangkan Danu, pikiran nya berseliweran pada Sopur yang terancam di keluarkan dari sekolah, belum lagi rencana pernikahan nya dengan Danu yang hanya tinggal menghitung hari, pasti ke depan nya akan semakin di sibuk kan untuk acara pernikahan nya. Meski Danu sudah kenyerahkan nya pada wedding organizer, tetap saja Layla dan Danu sedikit nya ikut terlibat di dalam nya.
__ADS_1
Juni kembali ke kelas, bergabung kembali dengan teman taman nya.
"Di tanya apa aja lo sama pak kepsek, Jun?" tanya Deri yang sudah tidak sabar ingin tau.
Juni membuang nafas nya dengan kasar, sebelum menjawab pertanyaan Deri. "Yang pasti seputar apa yang gue tau."
"Pak kepsek ngasih tau gak, Sopur di kasih hukuman apa?" tanya Irfan.
Juni mengerdikkan bahu nya.
"Tadi lo di ruang kepsek, ada siapa aja bro? Sopur sama ka Nugi, ada kaga?" tanya Mery.
Ratna meremasss tangan nya sendiri yang ada di atas meja, tatapan nya menunjuk kan kegelisahan, sesekali Ratna melirik kursi yang kini kosong, jika sebelum nya kursi itu di duduki oleh Sopur.
Gimana sama nasib Sopur ya, Sopur sih, udah gue kasih tau, cinta jangan terlalu dalam, yang ada cinta buta kan tuh, gak bisa bedain mana baik, mana buruk, mentang mentang cinta, apa yang ka Nugi minta, di kasih aja. Kalo kaya gini, gue bisa apa buat bantuin Sopur ke luar dari masalah nya. Mana pake ke gap lagi sama temen kost ka Nugi lain nya. Kalo gue ngaku, sopur ngelakuin itu biar bisa milikin ka Nugi, kaya nya gak ada guna juga, secara Sopur pengen banget buat ka Nugi lupain Layla.
Teng teng teng.
Jam pelajaran terjeda, dengan bunyi bel istirahat.
Sementara Irfan dan Sofyan, sudah lebih dulu ngacir ke kantin. Mery langsung melesat ke tempat nongkrong teman beda kelas nya. Juni memilih di dalam kelas bersama dengan Ratna.
"Hayo lah! Laper ini, perut udah pada demo minta di sini!" cicit Nina, mengelusss perut nya yang rata.
"Ayo La! Lama amat si... jalan doang juga!" celetuk Deri.
Grap.
Di saat Layla di genggammm pergelangan tangan oleh Deri, Danu meradang, menatap tajam tangan Deri.
"Apa sih Der, gak usah pegang pegang deh! Bisa jalan sendiri ini!" tolak Layla, mencoba melepasss kan tangan nya dari genggamannn Deri.
"Layla! Mau ke mana kamu? Kalian boleh istirahat duluan! Bantu bapak bawakan ini ke ruang guru!" titah Danu dengan tatapan yang mengarah pada buku buku yang sudah di kumpulkan, buku tugas siswa satu kelas.
Danu mengerutkan kening nya, menatap aneh pada guru pengganti nya. "Tumben pak, biasa nya bapak bawa sendiri itu buku buku!"
"Emmm tangan saya lagi sakit, jadi saya tidak bisa bawa berat, tolong bantu saya, Layla!" titah Danu lagi, tidak ingin di bantah oleh Layla.
__ADS_1
"Iya iya, kalian duluan aja! Tar aku nyusul!" Layla berjalan ke arah Danu, mengambil buku buku yang sudah tertumpuk rapih di atas meja dengan ke dua tangan nya.
"Hihihi roman roman nya ada bau bau api cemburu ini!" Nina terkikik dengan suara pelan, melirik sekilas wajah Danu dan Deri yang sama sama tidak enak di pandang.
"Nunggu apa lagi lo! Ayo jalan!" sungut Deri pada Nina, dengan melirik tajam ke arah Danu.
"Ayo pak, masih lama?" Layla mengerutkan kening nya, menatap Danu yang belum juga beranjak dari kursi yang ia duduki.
"Tunggu sebentar lagi! Hanya 2 menit." Danu memperlihatkan ke dua jari kanan nya di depan Layla, tangan kiri nya ia gunakan untuk menggenggam benda pipih yang menempel di daun telinga nya.
"Aku akan ke kantor sekitar jam 2, jadi kau hendel rapat dengan pak Dimas ya!" ucap Danu, setelah orang yang ia hubungi, menjawab sambungan telepon nya.
[ "Pasti ingin menemani Nona Layla! Ingat bos, kalian berdua jangan terlalu sibuk, hanya tinggal menghitung hari, jangan sampai saat nya belahhh durennn, kau ka'o duluan ahahaha!" ] ledek Arsandi dengan suara kekehan nya.
"Dasar kau anak buah kurang ajarrr, berani meledek ku! Ku potong bonus akhir tahun mu tahun ini!" ucap Danu dengan tegas, langsung memutuskan sambungan telepon nya, lalu menyimpan hape nya ke dalam saku celana nya.
"Ayo ikut aku!" Danu beranjak dari duduk nya, berjalan mendahului Layla.
"Gak jelas banget sih ini orang!" gumam Layla, yang masih bisa di dengar oleh Danu.
Danu menghentikan langkah kaki nya, berbalik badan, untuk melihat wajah Layla.
Bugh.
Brak.
"Akhhhh!" pekik Layla.
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅
...Jangan lupa tinggalin jejak, like, rate 😅 komen dah kalo perlu....
...Makasih yooo ☺️☺️...
__ADS_1