
...🥀🥀🥀...
"Semoga kita bisa menua bersama ka!" gumam Layla dalam tidur nya.
Jika Danu dan Layla semakin romantis dalam rumah tangga nya, tak jarang Danu menunjukkan sisi manja mana kala berdua dengan Layla. Sementara Layla mengimbangi sisi lain Danu dengan menyikapi nya lebih dewasa lagi.
Atas permintaan Mery, Baskoro memberikan satu unit hunian mewah dengan 2 lantai yang di lengkapi dengan kolam renang, dan taman hijau.
Sudah 2 bulan lama nya, rumah mewah itu di huni oleh Mery, Arsandi, bibi nya Mery serta 3 asisten rumah tangga.
Baskoro menugaskan ke tiga assisten rumah tangga, untuk membantu Mery dalam mengerjakan pekerjaan tugas rumah nya dengan baik.
Setelah makan malam usai, Mery kembali ke kamar yang di susul Arsandi.
"Maaf bi, Mery masih ada tugas kampus yang belum Mery selesaikan. Mery balik kamar duluan yah!" pamit Mery setelah beranjak dari duduk nya.
"Kalo udah ngantuk, jangan di paksakannn Mer!" pesan bibi dengan senyum di bibir nya.
Cup.
__ADS_1
"Iya, Mery sayang bibi!" seru Mery, mengecup pipi sang bibi lalu memilih kembali ke kamar.
'Lama lama aku muak dengan pak Arsandi, sikap nya makin hari semakin mengawasi ku, di kata aku ini anak kecil yang selalu butuh penjagaan apa!' sungut Mery dengan tangan mengepalll, menaiki anak tangga dengan wajah jengkel.
"Apa kamu belum juga bicara pada Mery, Arsandi?" tanya sang bibi, menatap Arsandi yang mengikuti pergerakan Mery.
"Aku sudah mengatakan nya bi, tapi papa Baskoro belum bisa berbuat apa apa. Aku merasa Mery menjadi orang lain karena aku, bi!" keluh Arsandi dengan wajah putus asa.
"Jangan begitu, kamu ini laki laki, harus bersemangat untuk membawa Mery ke perubahan yang lebih baik lagi." ucap bibi, menyemangati Arsandi.
"Terima kasih bi, jika bukan bibi yang mengatakan ini, mungkin aku gak tau lagi cara menghadapi Mery." terang Arsandi.
"Besok, kamu jadi berangkat ke kota C, Arsandi?" tanya sang bibi lagi memastikan.
"Tanpa kamu minta untuk menjaga Mery, bibi pasti akan menjaga bocah nakal itu." sungut bibi dengan tatapan meyakinkan.
"Makasih ya bi! Kalo gitu Arsandi balik kamar ya bi! Selamat beristirahat bi!" seru Arsandi berpamitan pada bibi, lalu menaiki anak tangga.
Di dalam kamar.
__ADS_1
Ceklek.
Arsandi mengerutkan kening nya, mendapati Mery yang tengah duduk bersandar di kepala ranjang, dengan tangan sibuk pada benda pipih nya.
"Apa yang sedang kamu lakukan, Mer?" tanya Arsandi, berdiri di sisi ranjang, menatap penuh selidik Mery.
"Aku rasa, kamu punya mata untuk melihat nya pak Arsandi, gak perlu aku harus menjawab nya kan!" ucap Mery dengan ketus, tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar benda pipih nya.
Arsandi mengepalkan ke dua tangan nya, hati nya panas, jiwa nya pun merasa kesal dengan jawaban yang di berikan Mery.
"Bukan nya kamu bilang pada bibi, belum menyelesaikan tugas kampus mu, Mer?" tanya Arsandi, mengingat alasan yang di berikan Mery saat akan kembali ke kamar mereka berdua.
"Kau pikir, aku sedang apa? Sudah jelas jelas aku sedang mengerjakan tugas kampus! Dasar pria gak tau diri!" umpat Mery dengan kata kata yang menusukkk hati Arsandi.
Dugh.
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
__ADS_1
...Kehaluan semata...
⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼♀️🤸🏼♀️🤸🏼♀️