
...🥀🥀🥀...
Bruk.
Pintu kamar mandi tertutup rapat.
"Kaaa! Tunggu dulu!" suara teriakan Layla terdengar sampai di kamar, meski ke dua nya berada di dalam kamar mandi.
Dua bulan kemudian.
Angin malam berhembus dengan udara dingin yang menusukkk tulang.
Namun udara dingin nya malam, gak berlaku untuk Layla dan Danu yang tengah di landa perdebatan.
Danu berdiri dengan menyandarkan punggung nya pada dinding, dengan kaki kanan nya yang menyilang di depan, ke duantangan nya menyilang di depan dada.
"Apa kamu yakin La, gak mau ikut aku ke kota C?" tanya Danu dengan manja.
Danu gak melepasss pandangan nya, dari Layla yang tengah sibuk mengemasi beberapa pakaian, dan keperluan Danu dari dalam lemari pakaian ke dalam koper di ruang walk in closed.
"Yakin ka, lagi juga ka Danu kan pergi buat urusan pekerjaan." ujar Layla dengan seutas senyum mengembang di bibir nya, seolah menegaskan Danu kembali yang sudah 2 jam membujuk Layla untuk ikut bersama dengan nya.
"Apa gak sebaik nya kamu ikut aja La? Aku gak tenang loh ninggal kamu di sini sendiri, kita berjauhan La! Gimana kalo kamu gak bisa tidur La? Gimana kalo kamu merindukan aku, La?" ucap Danu dengan menghembuskan nafas nya dengan kasar, segurat kesedihan nampak di mata nya.
Layla menghentikan aktivitas nya sejenak, menahannn tawa hingga akhir nya tawa nya pun pecah di sertai gelengan kepala.
'Astagaaa apa mata ku gak salah lihat? Apa telinga ku gak salah dengar? Ka Danu masih aja mencari alasan, udah berapa kali ka Danu mengatakan ini?' batin Layla gak habis pikir dengan Danu.
"Puffhhh ahahhaha." gelak Layla.
"Jangan meledek ku La!" seru Danu dengan mengerucutkan bibir nya, menatap Layla dengan tatapan sedih.
__ADS_1
"Maaf ka, ini udah kesekian kali nya kaka menanyakan ini pada ku!" terang Layla.
Danu mengerutkan kening nya, "Emang kenapa jika aku menanyakan nya lagi? Aneh di mana nya La? Emang benar kan, kita selama ini tidur bersama di ranjanggg yang sama. Kita selama ini berjauhan hanya di saat kamu di kampus, lalu kita bersama lagi saat kamu menemani ku di kantor... di mana pun itu, kita selalu bersama. Dan besok hingga satu minggu ke depan, kita berjauhan. Apa kamu sanggup tanpa aku di sisi mu hem?" cecar Danu, bak kaset rusak, yang mengulang kembali alasan nya.
Layla menatap Danu penuh tanya, mendengar alasan alasan yang di ucapkan Danu. Hanya alasan semata, untuk membuat Layla merubah keputusan nya untuk ikut dengan nya ke kota C.
"Hehehe, aku apa ka Danu yang gak bisa tidur? Aku atau ka Danu, yang akan merindu?" goda Layla yang membuat Danu menghampiri.
"Apa kamu sedang menggoda ku, La? Kamu udah tau sendiri kan apa maksud perkataan ku?" tanya Danu, menarikkk lengan Layla hingga membuat Layla kini tersudut di pintu lemari yang tertutup rapat.
Layla mengalungkan ke dua tangan nya di leher Danu, ke dua kaki nya berjinjittt untuk bisa membuat bibir nya menyatuuu dengan bibir Danu dengan sekilas.
Cup.
"Aku akan menunggu kepulangan ka Danu di sini, aku akan mendoakan perjalanan bisnis kaka ini berjalan dengan lancar, membuahkan hasil yang cukup memuaskan, tapi apa pun hasil nya, aku percaya. Ka Danu di sana bisa menjaga hati ka Danu!" ucap Layla dengan mengadahkan wajah nya, menatap mata teduh Danu dengan hidung yang mancung.
"Kalo kamu gak ikut dengan ku, bagai mana aku bisa menyalurkan hasrattt ku, La? Siapa yang akan menenangkan nya?" tanya Danu, dengan tatapan melirik ke bawah, bagian adik kecil nya yang kini sudah meneganggg.
"Aku menginginkan nya La! Boleh kan? Besok pagi aku sudah harus berangkat!" pinta Danu dengan mendekatkan bibir nya di ceruk leher Layla, melabuhkan benda kenyal nya di sana.
"Apa aku bisa menolak nya ka?" tanya Layla dengan kepala yang bergerak, merasakan sentuhannn bibir Danu yang sesekali memberikan nya tanda kepemilikan di leher Layla, menambah jumlah tanda kepemilikan yang sudah ada sebelum nya.
"Anak pintar, mau kamu menolak ku pun, aku akan tetap memaksaaa mu. Karena gak ada kata penolakan apa lagi jika kamu lagi gak datang tamu bulanan." terang Danu, dengan tangan kiri nya meremasss secara bergantian si kembar Layla yang membusung kian padat.
"Aahhhhh pelan pelan ka, itu membuat ku gak bisa menahannn nya!" desahannn lolos gitu aja dari bibir Layla.
Danu menelusuppp kan tangan kanan nya di balik dresss yang Layla kenakan, dengan nakal nya jemari Danu menyentuhhh si kecil mungil yang selalu menggoda nya.
"Kaaaa!" pekik Layla menahannn pergerakan tangan Danu.
"Jangan di tahannn La, aku suka suara mu!" goda Danu melihat wajah Layla yang tampak frustasi, merasakan sentuhannn jari nya yang bermain di dalam goa milik nya.
__ADS_1
"Gimana dengan pakaian yang harus di kemas? Besok kan udah harus berangkat!" seru Layla, mencoba membujuk Danu.
"Gak masalah, aku bisa melakukan nya sendiri. Asal aku mendapatkan bayaran nya." ucap Danu, yang dengan mudah nya membuat si kembar yang membusung padat menggelayuttt manja saat pengaittt nya berhasil Danu lepasss.
"Bukan nya bayaran ka, tapi kenikmatannn yang tiada tara." ucap Layla dengan lenguhannn.
Hap.
Danu menggendong Layla, membuat ke dua kaki Layla melingkar di pinggang nya, dengan mudah nya Danu menyatukannn tubuh nya yang sejak tadi sudah berdiri.
Dengan gerakan maju mundur, Danu berhasil membuat Layla berkali kali merasakan pelepasannn, dengan ruang yang di penuhi suara erangannn, desahannn yang saling bersahutan dari bibir ke dua nya.
Danu benar benar menuntaskan hasrattt nya pada Layla, membuat Layla kelelahan. Hingga ia juga yang pada akhir nya melanjut kan mengemas pakaian nya ke dalam koper. Membiarkan Layla istirahat dengan tenang setelah membantu nya membersihkan diri.
Cup.
Cup.
Cup.
"Terima kasih sayang! Hanya kamu yang ada di hidup ku! Hanya pada mu, aku menyerahkan cinta ku. Semoga cinta kita abadi tanpa ada orang ke tiga!" gumam Danu setelah menyapu wajah Layla dengan kecupan singkat.
"Semoga kita bisa menua bersama ka!" gumam Layla dalam tidur nya.
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
...Kehaluan semata...
⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼♀️🤸🏼♀️🤸🏼♀️
__ADS_1