Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Mencari keberadaan Layla


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Apa maksud nya aku anak kecil, belum tau mana yang jahat dan baik, mana yang benar dan salah." gumam Lulu, kembali melangkah ke depan ruang tindakan, di mana Sifanye berada dengan langkah gontai.


Pagi hari menjelang, hanya ada Lulu yang berada di ruang perawatan, di mana Sifanye kini masih terlelap dengan pengaruh obat.


"Udah pagi aja! Ayah beneran gak ke sini?" Lulu mengucek ke dua mata nya, merenggang kan urat urat tangan nya setelah pegal rebahan di sofa rumah sakit.


Ceklek.


"Akhir nya ayah dateng juga!" seru Lulu dengan wajah senang, saat ia pikir orang itu adalah Noval sang ayah.


"Maaf Nona kecil, bapak di minta ke sini sama Tuan. Untuk mengantarkan ini untuk Nyonya dan juga Nona kecil." Jono meletakkan sebuah tas berukuran sedang, dan sebuah tas yang lebih kecil di atas meja.


Wajah senang Lulu berganti masammm, dengan tatapan gak suka setelah tau siapa yang datang.


"Kenapa lo yang anter, ayah ke mana?" tanya Lulu dengan ketus.


"Tuan sudah di kantor, Nona." jawab pak Jono.


'Astagfirullah, ini anak sama emak bener bener gak ada sopan nya, mentang mentang punya duit. Beda banget sama Nona Layla.' batin pak Jono.


"Kalo begitu bapak permisi dulu atuh, Nona kecil." pamit pak Jono.


"Tunggu dulu! Ada yang pengen gwe tanyain sama lo, Jono. Lo pasti tau kan... ada masalah apa antara mama dan ayah!" tanya Lulu dengan tatapan menyelidik, berdiri di depan pak Jono dengan tangan menyilang di depan dada.


"Saya gak tau apa apa Nona. Kalo Nona pengen tau, lebih baik Nona tanyakan saja langsung ke Tuan dan Nyonya besar." ujar Jono, yang gak berani memberi tahukan permasalahan Tuan nya.


"Percuma gue tanya sama lo! Percuma juga lo jadi orang terdekat ayah! Pergi sana lo!" usir Lulu dengan tangan mengibas.


Jono membuang nafas lega, berlalu meninggalkan ruang rawat Sifanye.


Jono masuk ke dalam mobil.


"Bagaimana keadaan nya, pak?" tanya Noval yang berada di kursi belakang.


"Saat saya datang, Nyonya masih tidur Tuan. Tapi Nona kecil udah bangun." jelas Jono, mulai melajukan mobil yang ia kemudikan.


"Apa Lulu menanyakan masalah saya dan mama nya?" tanya Noval lagi.


"Sesuai dengan dugaan Tuan besar." jawab Jono lagi, dengan melirik Tuan nya lewat kaca spion mobil.


Noval menyandarkan punggung nya pada sandaran kursi, menatap langit langit mobil nya, lalu memejam kan ke dua mata nya.

__ADS_1


Noval membuang nafas nya dengan kasar. 'Apa ini suatu hukuman untuk ku, Devinta! Aku yang sudah meninggal kan mu, demi kamu bahagia bersama dengan pria pilihan mama mu! Maaf kan aku Devinta, gak bisa menjaga cinta mu... membiarkan kesalah pahaman tetap tergores di hati mu!'


"Maaf Tuan, apa Tuan sudah mengabari Nona Layla. Soal Nyonya Sifanye yang kena musibah dan masuk rumah sakit?" tanya pak Jono.


"Untuk apa memberitahu nya pak, biarkan Layla bahagia, menikmati liburan nya bersama dengan suami nya." jelas Noval dengan menatap ke jendela mobil.


"Tapi kan Tuan __."


"Gak usah pak. Untuk masalah perceraian ku dan juga Sifanye, bapak juga gak perlu kasih tau Layla. Anak itu sudah banyak menderita pak. Karena kesalahan ku, mungkin ini hukuman untuk ku pak!" jelas Noval yang kembali memejam kan mata nya, dengan mengadahkan kepala pada sandaran mobil.


"Baik Tuan." jawab pak Jono mengalah.


'Kasian Tuan Noval, udah tua bukan nya bahagia bersama dengan keluarga kecil nya. Malah musibah mulu. Jadi orang kaya ternyata belum tentu bahagia.' batin pak Jono, menatap iba Noval lewat kaca spion mobil.


...---...


Danu dan Arsandi memilih lari pagi di sekitaran villa, sekalian ada yang mereka bicarakan.


"Apa menurut Tuan, om Noval akan tetap menceraikan tabte Sifanye?" tanya Arsandi dengan pandangan lurus ke depan, sambil berlari kecil.


"Aku rasa iya, kesalahan yang di perbuat mama Sifanye itu sudah terlalu besar pada ayah Noval dan Layla." jelas Danu.


"Lalu bagaimana dengan hubungan Nona Layla dan Nona Lulu. Jika sampai Nona Lulu mengetahui kebenaran nya?" tanya Arsandi lagi.


"Seyakin itu?" Arsandi mengerutkan kening nya.


"Kau pikir ada hal lain selain uang?" tanya Danu datar.


"Entah lah." Arsandi mengerdikkan bahu nya.


"Bagaimana dengan hubungan mu dan si bocah bodohhh?" tanya Danu dengan alis yang naik turun, senyum terukir di bibir nya.


"Biasa aja." jawab Arsandi bohong.


Danu menyikut lengan Arsandi, lalu berlari mendahului nya.


"Jangan membohongi hati mu! Kalo udah di samber orang, sesal tidak akan ada guna nya!" sindir Danu.


Arsandi mempercepat lari nya, mencoba mendahului Danu.


"Bukan nya itu kau Tuan? Menyesal sudah pernah menolak perjodohan mu dengan Nona Layla?" ejek Arsandi.


"Sialannn kau, itu kan dulu. Tapi sekarang aku sudah bisa menerima nya!" sungut Danu.

__ADS_1


Ke dua nya kembali ke dalam villa, setelah berlari mengitari halaman villa.


Danu langsung menuju kamar di mana ia dan Layla tempati.


Ceklek.


Danu gak mendapati Layla di tempat tidur.


"Apa dia udah bangun ya?" tanya Danu pada diri nya sendiri.


Danu mencari keberadaan Layla di dalam kamar mandi, namun hasil nya nihil.


"La! Kamu di mana La! Jangan buat aku cemas!" seru Danu, mencari keberadaan Layla di setiap sudut ruang kamar nya.


"Sialll, gak ada! Apa Layla ada di bawah!" Danu bergegas kembali ke lantai bawah.


"Apa di antara kalian ada yang melihat Layla?" tanya Danu dengan nafas yang terengah engah saat sampai di lantai bawah, menatap penuh selidik pada teman teman nya yang tengah berada di dapur.


"Gak lah, mungkin sama Nina!" jawab Julia yang tengah membuatkan teh hangat untuk yang lain nya.


"Itu Nina! Kamu gak bareng Layla, Nin?" tanya Ella, yang melihat Nina muncul dari kamar kecil yang ada di bawah tangga.


"Layla sama Mery, tadi aku lihat beberapa menit yang lalu... mereka ke luar gerbang villa." jawab Nina, setelah ingat terakhir kali ia melihat Layla.


"Apa kamu gak tanya, mau apa mereka ke luar dari villa?" tanya Danu datar.


"Mungkin ada yang ingin di beli Layla, maka nya mereka ke luar dari villa." celetuk Reina, dengan memasukkan cemilan ke dalam mulut nya.


'Gue harap, itu anak gak bakal balik ke villa ini!' batin Reina.


Danu berlari meninggalkan dapur, dengan tangan mengepalll.


"Mau kemana?" tanya Arsandi yang melihat Danu berlari ke arah ruang kerja nya yang ada di villa.


...🥀🥀🥀...


Bersambung...


Like dan komentar nya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata...

__ADS_1


__ADS_2